[Request] Girl Next Door Part 5

GIRL NEXT DOOR

Author : elship_L

Main Cast : Bae Suzy, Kim Myungsoo

Cast : Oh Sehun, Jung Soojung, Xi Luhan, Park Chanyeol, Kang Jiyoung, Choi Sulli

Genre : School life, romance, friendship

Rating : PG-13

Type : Short Chaptered

Sorry For Typo~

Image

“ya ya….kalian berhenti!” Suara nyaring seorang namja kini menggema di sepanjang koridor sekolah, ketiga yeoja yang dimaksud untuk berhentipun merasa kalau kepada mereka sahutan itu ditujukan langsung saja menghentikan langkah mereka dan menoleh ke belakang.

 

“hari ini jangan pulang dulu setelah pelajaran berakhir” Ucap namja itu setelah sampai di hadapan ketiga yeoja tadi.

 

“mworagu?”

 

“untuk apa?”

 

“waeyo?”

 

Suzy, Sulli dan Jiyoung mengeluarkan pertanyaan yang berbeda namun di saat yang bersamaan, namja di hadapan mereka yang tak lain adalah Sehun hanya tersenyum lebar.

 

“tak usah banyak tanya ikuti saja…arasseo! awas kalau kalian pulang eoh” Ucap Sehun lalu berlalu dari hadapan mereka.

 

“mwoya? seenaknya saja” Dumel Jiyoung, Suzy dan Sulli menganggukan kepalanya setuju kemudian ketiga yeoja itu melanjutkan langkah mereka untuk ke perpustakaan sekolah.

___

 

Bel pulang sekolah telah berbunyi menandakan bahwa pelajaran yang kini sedang berlangsung sudah berakhir.

 

Setelah Jung saem mengakhiri pelajarannya, Sehun dengan gerakan cepat membereskan semua barang-barangnya.

 

“kajja…” Seru Sehun menghampiri meja Suzy, Sulli dan Jiyoung. Ketiga yeoja itu yang baru selesai membereskan peralatan sekolahnya menoleh dengan kening yang berkerut.

 

“bukankah kalian sudah punya janji denganku hari ini…kajja kita harus segera pergi…” Ucap Sehun lagi dengan antusias.

 

“tapi kita akan ke mana?” Tanya Suzy, Sehun hanya tersenyum lalu mengedikkan bahunya.

 

“ikut saja…” Ucapnya lalu mendorong sekaligus ketiga yeoja itu untuk keluar dari kelas.

 

Myungsoo yang kejadian tersebut mengerutkan keningnya bingung, “mwoya? kenapa mereka pergi bersama?” Gerutu Myungsoo pelan.

 

Kriiingg~ suara handphonenya membuat Myungsoo mengalihkan perhatiannya dari pintu kelas dan segera mengambil benda yang berbunyi itu dari dalam sakunya.

 

“eoh noona wae?” Sahut Myungsoo mengangkat teleponnya.

 

“…”

 

“jigeum?”

 

“…”

 

“ah arasseo, aku akan segera keluar”

 

Setelah memutuskan sambungannya Myungsoo dengan segera berlari meninggalkan kelasnya yang sudah sepi.

___

 

Suzy terus mendengus kesal menatap ketiga orang di depannya kini terlihat sangat bersemangat. Sudah hampir setengah jam mereka memutari kawasan mall ini namun sampai detik ini tak ada satupun kantong belanjaan yang mereka pegang.

 

“ya Oh Sehun! Memangnya kau mau mencari apa eoh?” Pekik Suzy kesal, ini sudah toko kelima mereka masuki namun keluar masih dengan tangan yang kosong.

 

“kalau aku tau tak mungkin mau mengajak kalian” Balas Sehun, Suzy mendengus sebal.

 

“bagaimana kami mau tau juga kalau kau tidak mengatakan hadiah seperti apa yang kau mau” Ucap Suzy, Sehun menimbang perkataan Suzy sebentar.

 

“ah, iya…Sehun-ah, kalau boleh apa hadiah ini untuk hari ulang tahun Soojung?” Celetuk Sulli tiba-tiba, Sehun menggelengkan kepalanya.

 

“terus untuk apa?” Tanya Jiyoung ikut penasaran.

 

“aku…hum…aku ingin menyatakan perasaanku dengannya” Jawab Sehun malu.

 

“mwo?” Pekik ketiga yeoja itu terkejut.

 

“kau belum menyatakan perasaanmu padanya? Bukankah kalian sudah…” Suzy menggantung ucapannya lalu menatap tak percaya Sehun.

 

“bukan seperti itu…sebenarnya…sudah berkali-kali aku melakukannya, geunde….” Sehun menghela nafasnya berat, sepertinya kelanjutan dari ucapannya itu benar-benar membuatnya sedih.

 

“dia tak pernah menganggapnya serius dan malah mengatakan bahwa aku berbohong” Lanjutnya, mata ketiga yeoja itu seketika membulat.

 

“mwoya? kenapa bisa ada yeoja seperti itu…” Gumam Jiyoung dengan wajah kesalnya.

 

“kau tenang saja Sehun-ah…kami akan membantumu untuk mendapatkan Soojung” Ucap Suzy penuh keyakinan, kedua sahabatnya menoleh padanya tak percaya dia hanya membalas dengan mengedipkan matanya sekali.

 

“geure…kami akan membantumu…sekarang waktunya kita mencari…” Seru Sulli.

 

“eoh…sepertinya aku tau apa yang harus kau berikan padanya…kajja ikut aku!” Kini Jiyoung yang berseru menarik ketiga orang itu untuk mengikutinya.

 

“gomawo…kalian memang yang terbaik” Sahut Sehun mengikuti langkah Jiyoung, ketiga yeoja itu hanya tersenyum bangga.

___

 

“kenapa malah mengajakku noona? Chanyeol ke mana?” Tanya Myungsoo yang baru saja masuk ke dalam mobil Jiyeon.

 

“aku tidak bisa menghubunginya…Luhan juga begitu, dan terakhir hanya kau yang mengangkat teleponku jadi aku memintamu untuk menemaniku” Jelas Jiyeon sembari menyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan area sekolah Myungsoo.

 

“geure? jadi aku ini kau jadikan alternatif terakhir eoh setelah Chanyeol dan Luhan? Karena sudah tak ada pilihan jadi menelponku?” Ucap Myungsoo ketus, Jiyeon hanya terkekeh mendengarnya.

 

“ckck, kau tak pernah berubah Myungsoo-ah…selalu ngambek…” Decak Jiyeon sembari terkekeh melihat ekspresi Myungsoo yang dibuat seolah marah itu.

 

“kau lebih cocok dengan ekspresi datarmu dari pada ekspresi marah itu..sangat tidak sinkron denganmu” Celetuk Jiyeon, Myungsoo semakin menekuk wajahnya karena di goda oleh Jiyeon.

 

“ck…kau selalu mengataiku…heuh…memangnya kita mau ke mana?” Tanya Myungsoo masih memasang wajah kesalnya. Jiyeon melirik sebentar lalu terkekeh lagi.

 

“ke tempat temanku…dia membuka butik di mall yang ada di daerah gangnam, aku sudah janji untuk bertemu dengannya setelah sampai ke Korea” Jelas Jiyeon.

 

“tapi kenapa kau harus ditemani? Kau bisa pergi sendiri kan?” Dumel Myungsoo merasa dirinya sia-sia ikut.

 

“memangnya kenapa kalau kau menemaniku? Kan sekali-kali aku kembali ke Korea….apa aku tidak merindukan noonamu ini eoh?” Sahut Jiyeon, Myungsoo mencibir pelan.

 

“tapi kau menghabiskan waktuku..seharusnyakan sekarang ak…”

 

“bersama Suzy?” Sela Jiyeon, Myungsoo menegakkan duduknya dan berbalik memicing menatap Jiyeon.

 

“mworagu?” Tanya Myungsoo dengan ketus.

 

“ckck, dikepalamu itu selalu saja Suzy yang ada…apa kau tidak pernah memikirkan noona?” Goda Jiyeon.

 

“noona!!!” Pekik Myungsoo menatap sengit Jiyeon yang kini hanya terkekeh melihatnya.

 

“tak perlu marah seperti itu Myungsoo-ah…aigoo kyeopda…” Kekeh Jiyeon sembari menggelengkan kepalanya.

___

 

“yang ini otthae?” Jiyoung memberikan sebuah kalung berliontin kelopak bunga mawar kecil kepada Sehun.

 

“hum…ini bukan stylenya” Gumam Sehun memperhatikan kalung tersebut.

 

“ya ya..kalau yang ini?” Sulli menarik lengan Sehun kemudian menunjuk sebuah kalung berliontin sayap malaikat yang ada di dalam sebuah rak.

 

“ini terlalu feminim untuknya” Balas Sehun menggelengkan kepalanya.

 

“Sehun-ah…” Seru Suzy dari sudut ruangan, “ne wae?” Sehun berbalik lalu berjalan menuju Suzy.

 

“apa Soojung masih suka bermain gitar?” Tanya Suzy, Sehun menganggukan kepalanya “setiap malam aku mendengarnya bermain gitar di dalam kamar” Jawab Sehun.

 

“ah geure? bagaimana kalau kalung ini? bukankah ini terlihat cocok untuknya?” Suzy mengambil sebuah kalung emas putih dengan liontin sebuah gitar kecil bergelantungan ditengahnya dan memberikannya pada Sehun.

 

“yeppo….” Gumam Sehun mengambil kalung itu dan melihat dengan teliti liontinnya.

 

“aku mendapatkannya!” Seru Sehun dengan wajah berbinar, “gomawo Suzy-ah…pilihanmu memang yang terbaik” Pekik Sehun mengacungkan jempolnya, Suzy hanya tersenyum bangga lalu menganggukan kepalanya.

 

“kau menemukannya?” Tanya Sulli yang menghampiri Sehun bersama Jiyoung.

 

“eoh…otthae? yeppo keutchi?” Ucap Sehun memperlihatkan kalung pilihan Suzy.

 

“wuaah…pilihanmu benar-benar tepat Suzy-ah…ini benar-benar cantik” Seru Jiyoung melihat kalung di tangan Sehun.

 

“keutchi? Ya sudah aku bayar dulu…kalian tunggu di sini ne” Ucap Sehun lalu berjalan menuju kasir.

 

“cah…sepertinya kau memang benar-benar tak menyukainya Suzy-ah?” Celetuk Jiyoung mencolek lengan Suzy.

 

“padahal baru beberapa hari yang lalu aku melihatmu begitu memuja dirinya” Gumam Sulli, Suzy hanya tertawa pelan.

 

“kalian jangan menggodaku terus…” Ucap Suzy, “yang lalu biarlah berlalu…haha, anggap saja itu adalah sebuah kesalahan teknis” Lanjutnya lalu menyusul Sehun.

 

“kajja…sepertinya kita akan mendapatkan makan gratis” Seru Suzy mengajak Sulli dan Jiyoung.

 

“geure…assa!!!” Pekik keduanya girang.

 

Seperti yang Suzy katakan, mereka mendapatkan makan gratis hari ini. Setelah dari toko emas tadi, Sehun mengajak ketiga yeoja itu untuk makan siang dulu sebelum pulang ke rumah.

 

“yoksi…kau memang mengerti apa yang kita mau Sehun-ah” Seru Sulli. Sehun hanya tersenyum.

 

“aku harap kau tidak membatasi pesanan kami” Ucap Jiyoung.

 

“ani…pesanlah sesuka kalian” Jawab Sehun melampirkan senyumnya, ketiga yeoja itu sontak memekik girang.

 

“untung aku tak makan saat istirahat tadi” Seru Suzy sembari melihat-lihat menu makanan yang akan dipesannya.

 

Selagi menunggu pesanan, keempat anak muda itu berbincang-bincang sembari mendekatkan diri mereka. Pasalnya ini baru pertama kalinya mereka berempat keluar bersama, tapi tak berlaku untuk Sehun dan Suzy.

 

“ah iya Sehun-ah…kau belum menceritakn kepada kami tentang hubunganmu dan Soojung…sebenarnya seperti apa?” Tanya Suzy.

 

“apa kalian benar-benar penasaran eoh?” Tanya Sehun.

 

“tentu saja!” Pekik ketiganya bersamaan, Sehun sedikit terlonjak kaget dengan pekikan itu namun kemudian dia terkikik.

 

“arasseo arasseo…sasil aku dan Soojung itu sudah ditunangankan dengan kedua orang tua kami” Ucap Sehun membuka ceritanya, ketiga yeoja itu mengangguk mengerti lalu memasang telinga baik-baik untuk mendengarnya.

 

“geunde kenapa sikap Soojung begitu terhadapmu?” Tanya Suzy, Sehun menghela nafasnya pelan.

 

“itu…karena dia berpikir bahwa aku tak menyukainya dan menerima perjodohan ini karena warisan yang akan aku terima kalau bisa menikah dengannya” Jelas Sehun, ketiga yeoja itu membulatkan matanya tak percaya.

 

“geure? tapi sebenarnya kau menyukainya kan? dengan tulus?” Tanya Jiyoung, Sehun menganggukan kepalanya yakin.

 

“tapi kenapa dia bisa tak percaya seperti itu? bukannya kau bilang bahwa kau sudah sering menyatakan perasaanmu padanya?” Kini giliran Sulli yang bertanya dengan wajah bingungnya.

 

“aku juga tak tau pastinya kenapa…mungkin karena saat itu dia baru kembali lagi ke Amerika setelah beberapa tahun menetap di Korea, dan dia langsung diberitahukan tentang perjodohan ini tanpa persiapan apapun, jadi wajar kalau dia menolak mati-matian pertunangan kami, padahal aku tau jelas perasaannya terhadapku seperti apa…” Ucap Sehun.

 

“wajar kalau Soojung bersikap seperti itu, mungkin itu salah satu bentuk pemberontakannya…dia masih terbilang muda untuk bertunangan…apalagi perasaan yeoja sangatlah sensitif…” Gumam Suzy, Jiyoung dan Sulli menganggukan kepalanya setuju.

 

“silahkan dinikmati” Baru saja Sehun ingin melanjutkan kembali, pelayan datang membawa pesanan mereka sehingga membuat Sehun mengurungkan niatnya.

 

“selamat makan” Seru keempat anak muda itu menikmati makannya.

___

 

Kini langit senja sudah menampakkan wajahnya, Suzy melangkahkan kakinya turun dari bis sekolah. Seharian ini merupakan hari terberatnya. Bagaimana tidak, dia berpikir bahwa setelah makan siang tadi mereka sudah akan pulang namun Sehun berubah pikiran dan malah kembali mengajak mereka untuk mencari hadiah lagi buat Soojung.

 

“huft…benar-benar merepotkan” Gumam Suzy sembari meregangkan tangan dan kakinya yang terasa mulai pegal itu. Saat sudah tak jauh dari rumahnya Suzy sedikit memicingkan matanya menangkap sebuah mobil sedan hitam berhenti tepat di hadapan rumah Myungsoo.
“eoh Myungsoo?” Gumam Suzy saat melihat Myungsoo keluar dari pintu yang berada di seberang pintu kemudinya.

 

“dia bersama siapa?” Suzy semakin menajamkan penglihatannya begitu Myungsoo terlihat berpamitan pada yang membawa mobil dan segera bergegas masuk ke dalam rumahnya.

 

“eoh…eoh…eoh…” Suzy menunjuk mobil tadi saat mobil tersebut memasuki sebuah pekarangan rumah yang berada di samping rumahnya.

 

“Jiyeon eonni?” Suzy memekik tertahan melihat yeoja itu turun dari mobil yang dilihatnya, matanya memandang rumah Chanyeol dan Myungsoo bergantian.

 

“mereka…” Gumam Suzy dengan wajah berpikirnya.

___

 

“ya Park Chanyeol!” Suzy memekik sembari memasuki kamarnya yang di dalamnya sudah ada Chanyeol dan Luhan.

 

“waeyo? kau datang-datang langsung memekik begitu” Dumel Chanyeol tak mengalihkan perhatiannya dari game player.

 

“kau mandi dulu sana Suzy-ah baru marah-marah di sini…” Ucap Luhan menyuruh Suzy untuk segera mandi, bagaimana tidak…ini sudah hampir malam dan Suzy baru pulang dengan baju yang dia pakainya pagi tadi.

 

“shireo….ya Chanyeol-ah, aku mau bertanya padamu” Tolak Suzy lalu dia beranjak duduk di samping Chanyeol. Luhan hanya menggelengkan kepalanya melihat Suzy.

 

“bertanya apa?” Sahut Chanyeol masih fokus pada gamenya.

 

“hum, itu…kau tau Jiyeon eonni dan Myungsoo pergi bersama?” Tanya Suzy, Chanyeol menganggukan kepalanya.

 

“geure? apa mereka pergi lama?” Tanya Suzy lagi, lagi-lagi Chanyeol menganggukan kepalanya, “Myungsoo bilang tadi noona menjemputnya di sekolah” Jawab Chanyeol sekenanya.

 

“jinjja? mereka ke mana?” Pekik Suzy tertahan dengan wajah terkejutnya, kali ini Chanyeol tak mengangguk melainkan menggelengkan kepalanya tak tau.

 

“kau tak tau?”

 

“eoh…mereka tak bilang mau ke mana…hanya mengatakan pergi sebentar…” Jawab Chanyeol, Plaaak~
“issh pabo! Kenapa kau tak bertanya mereka ke mana?” Pekik Suzy setelah mendaratkan telapak tangannya ke punggung kepala Chanyeol.

 

“ya appo!!!” Chanyeol melempar sticknya dan langsung menoleh pada Suzy dengan tangan yang mengusap kepalanya, “kenapa malah memukulku?” Pekik Chanyeol.

 

“kau pantas di pukul! Kenapa bodoh sekali…seharusnya kau bertanya mereka akan ke mana!” Sungut Suzy balik, Chanyeol membulatkan matanya tak percaya.

 

“kenapa malah memarahiku eoh? Lagipula apa untungnya aku bertanya! Itu urusan mereka” Pekik Chanyeol kesal, Suzy mendengus sebal sembari melipat tangannya di depan dada.

 

“tapikan….”

 

“Suzy-ah..kenapa kau malah marah begini?” Suzy yang baru saja mau menyembur Chanyeol lagi seketika menghentikan ucapannya setelah mendengar sahutan Luhan.

 

“ne?”

 

“aku bilang kenapa kau marah?” Ulang Luhan, Suzy hanya memasang kikuknya.

 

“molla…” Gumamnya lalu setelah itu beranjak dari tempatnya meninggalkan kedua namja itu.

 

“ck…yeoja aneh!” Pekik Chanyeol kesal.

 

“ada apa dengannya?” Gumam Luhan dengan wajah berpikir.

___

 

Suzy pov

 

“aku bilang kenapa kau marah?”

 

Kenapa aku bisa marah? Kenapa aku malah mempermasalahkan ke mana Myungsoo dan Jiyeon eonni pergi.

 

Aku merasa sedikit tak suka saat melihat Myungsoo pergi bersama Jiyeon eonni, waeyo? bukannya dari dulu memang di antara ketiga namja itu Myungsoo yang paling dekat dengan eonni? Bahkan eonni lebih dekat dengannya daripada Chanyeol yang adik kandungnya sendiri.

 

Tapi kenapa saat melihat kejadian tadi itu rasanya begitu aneh? Seperti ada yang mengganjal di sini…membingungkan….

 

“aah…micheosseo!!!” Pekikku tertahan, aku mencoba menutup mataku untuk terlelap namun gambaran Myungsoo yang keluar dari mobil Jiyeon eonni terus berputar di depan mataku.

 

“ige mwoya?” Kenapa selalu melihat kejadian itu…eoh…Myungsoo-ah jebal jangan masuk ke dalam pikiranku eoh…pergilah aku mau tidur.

 

Baiklah…aku akan memejamkan mataku lagi, kalau sampai masih muncul wajahmu. Aku akan pastikan kalau kau tidak akan selamat di tanganku!

 

“aarrggghhhh” Tuh kan…wajahnya kembali lagi…

 

“Ya Kim Myungsoo!!! Maumu apa eoh? Kenapa tiba-tiba muncul di hadapanku!!!” Mungkin yang melihatku ini menyangka bahwa aku adalah orang  gila, yah memang aku gila…aku gila karena Myungsoo, jebal aku hanya ingin tidur Myungsoo-ah pegilah eoh…

___

 

Aisshh, matahari ini…perasaan aku baru memejamkan mataku beberapa menit yang lalu, kenapa matahari begitu cepat munculnya?

 

“errngggg!!!” Aku mengerang kuat, mataku sangat berat untuk dibuka, bagaimana tidak…setelah berkutat dengan bayangan Myungsoo semalam aku baru bisa sukses menutup mataku saat jam menunjukkan pukul 4 pagi. Dan sekarang…

 

“jam 7…”

 

Ini masih jam 7, tunggu…jam 7? MWO!!!

 

“eomma!!!”

 

Author pov

 

Suzy melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke ruang makan, di sana dia melihat eommanya sudah menata sarapan pagi untuknya. Dia juga melihat ketiga namja itu sudah berada di tempatnya masing-masing.

 

“eomma aku telat!” Ucap Suzy, dia langsung duduk di tempatnya dan segera mengambil roti bakar yang disiapkan eommanya tadi.

 

Tanpa sadar ketiga namja itu beserta eommanya hanya menatap dirinya dengan bingung. Suzy yang tak peduli dengan tatapan itu terus saja melahap makanannya dengan cepat.

 

“Suzy-ah pelan-pelan” Ucap Luhan menepuk pundak Suzy saat dia sempat tersedak.

 

“tidak bisa…kita bisa telat nanti” Ucap Suzy cepat, dia kembali menghabiskan potongan roti terakhirnya,mengunyah dan kemudian menelannya.

 

“kau mau ke mana Suzy-ah?” Sahut Chanyeol setelah Suzy meneguk habis susunya.

 

“tentu saja ke sekolah…mau ke mana lagi…kajja” Ucap Suzy lalu beranjak dari kursinya dan berjalan menuju pintu.

 

“Suzy?” Seru Myungsoo, Suzy menghentikan langkahnya tanpa menoleh ke belakang.

 

“waeyo? kita bisa telat…kajja…” Pekik Suzy kesal sedari tadi tingkah ketiga namja itu begitu menyebalkan untuknya.

 

“ani…geunde…ini hari minggu” Sahut Myungsoo dengan wajah datarnya, Suzy membulatkan matanya lalu membalikkan badannya.

 

Di sana dia sudah melihat eommanya dan ketiga namja itu sudah menahan tawanya, terlihat dari bibir mereka yang berusaha mereka tutup serapat mungkin. Matanya mencelos saat melihat pakaian ketiga namja itu. dia baru sadar kalau mereka tak memakai seragam sepertinya dan malah memakai baju biasa.

 

“aaaahhh eommaaaaaaa!!!!”

___

 

“hahahha….hahhaha….hahahha” Suara tawa lantang menggema di sudut kamar itu, Suzy yang kini menjadi bahan ketawa itu hanya merengutkan wajahnya kesal.

 

“ya berhenti menertawaiku” Sungut Suzy, ketiga namja itu bukannya berhenti malah semakin mengeraskan tawanya.

 

“ya ya….apa yang membuatmu serajin ini ke sekolah eoh?” Seru Myungsoo sembari memegang perutnya yang sudah mulai sakit karena tertawa itu.

 

“apa kepalamu habis terbentur sehingga biar hari kau tak tau?” Tambah Chanyeol, membuat mereka semakin meledakkan tawanya.

 

“ya jangan mengejekku!” Pekik Suzy, dia melemparkan satu-persatu namja itu bantal yang berada di dekatnya.

 

“berhenti Suzy-ah…haha, kau tau…kau sangat lucu” Ucap Luhan sembari menahan serangan bantal yang di berikan Suzy.

 

“sudha ku bilang jangan tertawa!!! Ini semua karena Myungsoo!!!” Pekik Suzy secara tak sadar, seketika ketiga namja itu menghentikan tawanya dan menatap heran Suzy.

 

“Myungsoo?”

 

“naega?”

 

Tanya ketiga namja itu bersamaan, Suzy yang tak tau harus menjawab apa itu hanya memutar matanya tak jelas.

 

“ya katakan kenapa denganku eoh? Apa coba hubunganku dengan kau yang lupa hari ini?” Tanya Myungsoo menuntut, Suzy tersenyum kikuk padanya lalu perlahan dia melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya.

 

“ya ya…mau ke mana eoh? Jawab dulu…” Pekik Myungsoo, belum sempat mengejar Suzy sudah berhasil keluar dari kamarnya.

 

“isanghae…” Gumam Chanyeol dan Luhan bersamaan.

 

“eoh? Mworagu?” Myungsoo yang kurang mendengar gumaman mereka itu sontak membalikan badannya dan kembali duduk di antara kedua pria itu.

 

“Suzy…dari kemarin dia bertindak sangat aneh” Ucap Luhan, Myungsoo mengerutkan keningnya.

 

“kau tau…kemarin dia memarahiku karena tidak menanyakan kau pergi ke mana dengan Jiyeon noona” Adu Chanyeol, Myungsoo semakin menatapnya bingung.

 

“bukankah itu aneh Myungsoo-ah? tiba-tiba saja datang bertanya pada Chanyeol kau dan Jiyeon noona ke mana, terus tiba-tiba juga langsung marah dan memukulnya karena tak tau kalian ke mana seharian kemarin” Jelas Luhan lebih rinci, wajah Myungsoo yang tadinya terlihat bingung itu kini berubah. Sebuah senyum penuh arti terukir di wajah tampannya.

 

“sepertinya aku tau apa yang menyebabkannya menjadi aneh begitu” Gumam Myungsoo dengan senyum miringnya.

___

 

“Suzy…Bae Suzy…” Suzy yang baru saja ingin masuk ke dalam rumahnya itu langsung menoleh ke belakang saat mendengar ada yang memanggilnya.

 

Suzy menyebarkan pandangannya ke semua arah namun tak ada satupun orang di sana, di jalananpun tak terlihat siapapun di sana. Tubuh Suzy menjadi merinding tiba-tiba, angin malam entah mengapa begitu terasa dingin menerpanya.

 

“ya Suzy-ah…” Suzy mengerutkan keningnya, sepertinya dia mengenal suara ini, tapi siapa?

 

“pabo! Melihatlah ke sini…di kamarku…” Sontak mata Suzy langsung beralih pada jendela kamar yang berada di lantai dua rumah yang ada di depannya.

 

“Myungsoo?” Pekik Suzy tak percaya.

 

“eoh…kemarilah…aku punya game baru, appa membelikanku setelah pulang dari rumah harameoni” Sahut Myungsoo, mata Suzy kemudian berbinar mendengarnya.

 

“jinjja?” Teriak Suzy, Myungsoo menganggukan kepalanya “kemarilah cepat” Sahutnya, Suzy dengan langkah girang kemudian keluar dari halaman rumahnya dan menuju ke rumah Myungsoo.

 

“eoh Suzy-ah kau kemari nak?” Tuan Kim yang sedang bersantai di ruang tengah sembari menonton berita tv itu menoleh saat mendengar suara derap langkah kaki memasuki rumahnya.

 

“ah ne ahbeoji…Myungsoo mengajakku main” Ucap Suzy, “geure? dia pasti mau memamerkan game barunya…naiklah” Ucap tuan Kim, Suzy tersenyum lalu segera bergegas ke kamar Myungsoo.

 

“kemarilah palli” Myungsoo mengibaskan tangannya memanggil Suzy untuk segera menghampirinya.

 

“igeo?” Suzy menunjuk sebuah kotak cover dvd game yang ingin ditunjukkan Myungsoo padanya.

 

“eoh…kata appa game ini benar-benar menarik…kita mainkan kajja” Ucap Myungsoo lalu menekan tombol on di ps3nya.

 

Setelah beberapa menit bermain, Suzy sepertinya sudah terbawa suasana dalam permainan sehingga tak menyadari Myungsoo sudah meletakkan sticknya dan memerhatikan dirinya yan sedang seru bermain itu.

 

“Suzy-ah…” Sahut Myungsoo tanpa mengalihkan pandangannya ke Suzy.

 

“eoh wae?” Jawab Suzy.

 

“umm, itu apa maksudmu mengatakan tadi semua gara-gara aku eoh?” Suzy menghentikan aktifitasnya lalu menoleh menatap Myungsoo bingung.

 

“mwo?”

 

“tadi…itu kejadian pagi tadi sampai-sampai kau melupakan hari apa ini…memangnya apa hubungannya denganku?” Tanya Myungsoo, Suzy menelan salivanya gugup. Entah mengapa mendengar pertanyaan itu serasa membuat Suzy tak dapat berkata apa-apa.

 

“uhm…itu…” Suzy bergumam tak jelas dengan wajah berfikirnya, tak mungkin dia mengatakan bahwa semalam wajah Myungsoo terus terbayang di depannya sehingga membuatnya tak bisa tidur. Bisa-bisa dia di tertawai habis-habisan oleh namja itu.

 

“itu apa?” Tanya Myungsoo menyelidik, “itu….” Suzy memundurkan badannya ke belakang saat melihat Myungsoo semakin mendekat padanya.

 

“apakah kau…” Myungsoo memajukan wajahnya agar sejajar dengan wajah Suzy sembari menatapnya tajam.

 

“a..aku…naega wae?” Tanya Suzy gugup, entah mengapa kali ini dia merasa jantungnya seakan meledak saat melihat wajah Myungsoo yang tepat berada di depannya.

 

“kau…” Suzy refleks menutup matanya saat melihat Myungsoo memajukan wajahnya lebih dekat lagi.

 

Hening, sekitar beberapa detik mereka terdiam dalam posisi itu, lalu kemudian Myungsoo membuka suaranya kembali “Sup kerang….” Bisik Myungsoo, Suzy yang masih menutup matanya mengerutkan alisnya heran namun tak berniat untuk membuka matanya.

 

Myungsoo tersenyum jail saat melihat Suzy masih betah dengan matanya yang tertutup, dia menggelengkan kepalanya pelan lalu mendekatkan wajahnya dengan wajah Suzy.

 

Plaak~ bunyi benturan dahi Suzy dan Myungsoo itu membuat Suzy terlonjak kaget, dia sontak membuka matanya dan menatap tajam Myungsoo yang kini sudah berdiri dekat pintu.

 

“kajja…eomma memasak sup kerang untuk makan malam” Seru Myungsoo lalu keluar dari kamarnya, Suzy mendengus sebal sembari mengusap dahinya pelan.

 

“KIM MYUNGSOO!!!”

___

 

Matahari yang mulai terik itu tak mampu membangunkan Suzy dari tidur panjangnya, sampai sebuah suara berat mengganggu ketenangannya sehingga membuat dirinya menggeliat kasar.

 

“ireona…” Suzy memutar-mutar badannya di atas tempat tidur saat merasa selimut yang di pakainya tertarik ke bawah.

 

“Bae Suzy ireona…”

 

“eungg…sebentar lagi…” Gumam Suzy dengan mata tertutup.

 

“apa kau mau aku bangunkan seperti snow white eoh?”

 

“ehhmmmm….” Suzy hanya bergumam pelan membalas suara yang masuk ke telinganya itu dengan tangannya yang meraih leher namja yang kini berada di depannya.

 

“ya ya…mohanya!!!” Pekik Myungsoo melepaskan dirinya, namun sepertinya tenaga Suzy saat tertidur lebih kuat dari biasanya sehingga….

 

Pluk~ Myungsoo terjatuh tepat di atas tubuh Suzy dengan keadaan bibir mereka yang saling menempel. Sontak Suzy membuka matanya lebar dan menatap mata Myungsoo yang juga ikut melebar sepertinya.

 

Dua detik Suzy masih tak bergeming di tempatnya, bibirnya masih menempel sempurna dengan bibir Myungsoo bahkan tangannyapun tak berpindah dari lehernya. Myungsoo mengerjapkan matanya dan langsung menarik tubuhnya menjauh dari Suzy.

 

“aarrggghhhhh!!!” setelah tersadar, Suzy melempar bantalnya pada Myungsoo yang kini berdiri di ujung tempat tidurnya.

___

 

Suzy menatap cermin di depannya dengan tangan yang terus bergerak ke kiri dan ke kanan menuntun sikat gigi yang kini sedang membersihkan giginya. Karena Suzy menyentakkan sikatnya terlalu keras kini busa dari pasta giginya menyebar keluar sehingga memenuhi mulutnya.

 

“dia menciumku!!! dia menciumku!!! Kim Myungsoo menciumku!!!” Teriak Suzy dalam hatinya sembari menatap tajam pantulan wajahnya di depan cermin bersamaan dengan tangannya yang semakin keras dia gerakan.

 

“aaahhhhh EOMMA!!!!!!” Tiba-tiba saja Suzy memekik kencang kemudian melempar sembarang arah sikat giginya.

 

“dia mencurinya!!!” lanjutnya lagi dengan suara yang seperti rengekan seorang bayi.

­___

 

Myungsoo melangkah dengan wajah blank ke arah meja makan. Pikirannya sekarang tidak pada tempatnya, kejadian beberapa menit yang lalu terbayang di kepalanya.

 

“aku? Mencium Suzy?” Pekiknya dalam hati, sampai tak sadar bahwa kini Luhan dan Chanyeol menatapnya heran.

 

“ya ada apa?” Tanya Luhan melihat Myungsoo yang kelihatan aneh, namun Myungsoo tak meresponnya dan masih berkutat dengan pikirannya sendiri.

 

“ya ya..jeongshin charyeo…” Pekik Chanyeol menepuk pipi Myungsoo dua kali.

 

“eoh?” Myungsoo mengerjapkan matanya lalu menatap heran kedua sahabatnya itu.

 

“apa yang kau pikirkan?” Tanya Luhan.

 

“ah…a…aniya…” Jawab Myungsoo kikuk.

 

“aaahhhhh EOMMA!!!!!!”

 

Pekikan Suzy yang tiba-tiba terdengar itu membuat semua orang telonjak kaget, termasuk Myungsoo.

 

“ada apa dengannya?” Gumam Chanyeol mengelus dadanya pelan.

 

“ya…kau pasti habis menjailinya lagi eoh?” Luhan melemparkan tatapan menyelidiknya pada Myungsoo.

 

“mwo…mwoya…siapa yang menjailinya…kau menuduh jangan sembarangan” Elak Myungsoo sedikit gugup.

 

“geure?”

 

“eoh…geure…kalau tak percaya tanya saja padanya” Ucap Myungsoo yakin, Luhan mengangguk percaya lalu kembali menyantap sarapannya, sementara Myungsoo hanya tersenyum lega melihatnya.

___

 

Suzy berjalan di koridor sekolahnya dengan wajah ditekuk, kejadian pagi ini benar-benar membuatnya badmood. Bagaimana tidak, sejak kejadian itu setiap melihat ataupun berada di dekat Myungsoo jantungnya selalu saja berdetak tak karuan, dan itu sangat mengganggu dirinya.

 

“apa aku punya riwayat jantung yah?” Gumam Suzy sambil berpikir.

 

Langkah Suzy kini sudah berada di ujung koridor yang menyambungkan koridor ruang belajar dengan perpustakaan. Mata Suzy langsung membulat saat melihat seorang yang sejak pagi tadi sudah membuat jantungnya tak nyaman keluar dari perpustakaan.

 

“omo….omo…aku harus pergi!” Pekik Suzy tertahan saat Myungsoo balik melihatnya, dengan cepat Suzy berputar arah dan kembali ke kelasnya.

 

“ya Suzy-ah…” Suara lantang Myungsoo tak berhasil membuat Suzy yang lari terbirit-birit itu. Myungsoo mendengus sebal.

 

“eisshh, apa dia mau menghindariku?” Gumamnya pelan dengan memegang beberapa buku di tangannya.

 

“padahal aku ingin memberinya buku ini” Lanjutnya menatap buku yang baru saja dipinjamnya untuk tugas merangkum mereka.

___

 

Suzy menggelengkan kepalanya cepat sembari memasuki kelasnya, sekarang memang sedang jam istirahat jadi keadaan kelas sedang kosong. Suzy mengedarkan pandangannya dan tak mendapati Jiyoung dan Sulli di bangkunya, matanya kemudian beralih ke belakang dan mendapati Sehun tengah asyik membaca bukunya.

 

“Sehun-ah…” Seru Suzy menghampiri Sehun.

 

“eoh…waeyo?” Tanya Sehun mendongakkan kepalanya.

 

“ani…aku…hum, aku hanya ingin bertanya sesuatu padamu…” Ucap Suzy lalu duduk di bangku yang berada di samping Sehun.

 

“kau mau tanya apa?” Tanya Sehun menutup bukunya lalu mengahadap ke Suzy.

 

“um..begini…kau kan mahir di pelajaran biologi jadi sudah pasti aku taukan tentang masalah jantung?” Tanya Suzy, Sehun menganggukan kepalanya “hum…sedikit sih…” Jawabnya yakin.

 

“berarti kau tau gejala penyakit jantung?” Tanya Suzy lagi, dan Sehun kembali mengangguk.

 

“sepertinya aku sedang terserang penyakit jantung Sehun-ah” Ucap Suzy serius, Sehun langsung membulatkan matanya dan memegang kedua pundak Suzy.

 

“kau serius eoh? Kenapa bisa? Kau masih muda Suzy-ah…” Pekik Sehun tertahan, Suzy hanya memasang wajah sendunya.

 

“aku juga tak tau…geunde..sejak kejadian itu…jantungku selalu bertedak tak karuan” Jelas Suzy, Sehun mengerutkan keningnya bingung.

 

“berdetak tak karuan? Maksudmu?” Tanya Sehun, Suzy menghela nafasnya kemudian menceritakan pada Sehun kejadian pagi tadi di mana tak sengaja dia dan Myungsoo berciuman dan semenjak saat itu ah, ani bahkan sebelum saat itu saat dia berada di dekat Myungsoo atau membayangkan wajahnya jantungnya selalu bergemuruh di dalam seolah ingin keluar dari tempatnya.

 

“hahahahhaha….” Sehun sontak tertawa mendnegar cerita Suzy itu.

 

“ya kenapa tertawa? Aku sedang sakit?” Sungut Suzy kesal, sontak Sehun menghentikan tawanya dan mengacak kasar rambut Suzy.

 

“itu tandanya kau menyukainya pabo!” DEG~ Suzy membulatkan matanya saat mendengar penuturan Sehun padanya.

 

“ne? Menyukainya? Ya…maldu andwae!!!” Pekik Suzy histeris, Sehun menggelengkan kepalanya.

 

“majayo…jantungmu berdetak kencang saat di dekatnya itu menandakan kau menyukainya…bukan karena kau mengidap penyakit jantung…” Ucap Sehun kembali mengacak rambut Suzy, dia tak menyangka bahwa yeoja itu kelewat polos.

 

“ya…tidak mungkin Sehun-ah…aku tidak mungkin menyukainya…kau pasti salah” Tolak Suzy, dia mengibaskan tangannya di depan Sehun dengan wajah tak percaya.

 

“cih…aku tak mungkin salah, karena aku juga merasakan apa yang kau rasa saat berada di dekat Soojung” Ucapan Sehun sontak membat Suzy terdiam dengan mata melototnya.

 

“aku? Menyukainya?” Tanya Suzy tak percaya, Sehun mengangguk yakin.

 

“eoh…absolutely…kau menyukainya, tanyakan saja pada hatimu…dia tau jawabannya apa” Ucap Sehun menunjuk dada kiri Suzy tepat di mana jantungnya berada.

 

“aku menyukainya…” Suzy bergumam pelan.

 

“aigoo…ne kau menyukainya…sudahlah kembali ke tempatmu, kalau kau lebih lama lagi di sini mungkin aku akan segera mati karena tatapannya” Ucap Sehun bergidik ngeri sembari mengalihkan pandangannya ke arah pintu kelas.

 

“omo!” Suzy memekik tertahan dengan wajah kikuk saat mendapati Myungsoo tengah berdiri sembari menatap mereka tajam.

 

“hum…Sehun-ah…gomawo ne…lain kali aku akan mendengarkan ceritamu” Bisik Suzy pelan, Sehun tersenyum lalu mengangguk.

 

“ah chamkan…” Suzy yang baru saja berdiri dan ingin kembali ke bangkunya itu sontak berhenti dan menoleh kembali.

 

“malam ini aku akan melakukannya…doakan aku ne” Ucap Sehun penuh harap, Suzy mengerti Sehun akan melakukan apa dia mengangguk melempari senyum tulusnya.

 

“eoh…fighting…aku yakin kau bisa” Ucap Suzy mengepalkan tangannya ke udara lalu kemudian berhigh-five ria pada Sehun.

 

“ehem…” tangan Suzy yang tadinya masih menempel pada telapak tangan Sehun sontak terlepas lalu dia berbalik.

 

“Suzy-ah ig…”

 

“mian…a..aku ke…belet” Sela Suzy langsung berjalan cepat keluar dari kelasnya, sementara Myungsoo hanya menatap yeoja itu kesal. Buku yang hendak di berikannya tadi dia lemparkan dengan kasar sehingga mendarat di atas mejanya.

 

“aigoo…kyeopda” Gumam Sehun melihat tingkah Suzy dan Myungsoo.

___

 

“ottokhae? Aku tak mungkin menyukai Myungsoo” Suzy berjalan dari halte bis rumahnya sendiri sembari memegang kedua kepalanya frustasi. Perkataan Sehun kepadanya tak dapat dia percaya dengan mudah.

 

“sepertinya untuk beberapa waktu kedepan aku tak boleh berada di dekatnya” Gumam Suzy berjalan dengan kepala tertunduk.

 

“jantungku bisa keluar kalau berada di dekatnya”

 

“di dekat siapa?” DEG~ Suzy sontak menghentikan langkahnya mendengar suara yang sangat ingin dia hindari saat ini. Tanpa pikir panjang lagi Suzy melangkahkan kakinya ke depan menghindari namja itu.

 

“ya! Bae Suzy….jangan pergi dulu!” Pekik Myungsoo mengejar Suzy yang semakin lama semakin mempercepat langkahnya.

 

“ya! kenapa kau malah pergi?” Myungsoo berhasil menahan tangan Suzy dan menghadapkan yeoja itu padanya.

 

“kau mau menghindariku eoh? Memangnya salahku apa?” Tanya Myungsoo, Suzy kini tak berani mengangkat wajahnya untuk menatap Myungsoo, dia takut kalau-kalau jantungnya akan keluar begitu saja.

 

“ya jawab aku jangan diam saja”

 

“a…aku mau pulang Myungsoo…” Ucap Suzy pelan, Myungsoo mendengus sebal dia tak suka kalau Suzy mengalihkan pembicaraan seperti ini.

 

“apa karena kejadian pagi tadi?” Tanya Myungsoo, Suzy menegang…seketika jantungnya berdegup cepat mengingat kejadian itu lagi.

 

“ya…bukannya itu salahmu eoh? Kau yang menarik leherku, tapi kenapa malah kau yang marah…seharusnya aku yang marah karena kelakukanmu itu aku sampai kehilangan first kissku dengan cara seperti itu” Pekik Myungsoo, Suzy membulatkan matanya lalu menatap tak percaya Myungsoo.

 

“wae? kau mau marah? Kau tak punya hak untuk marah di sini Suzy-ssi…yang lebih pantas marah itu sebenarnya aku!” Ucap Myungsoo tegas, Suzy memandangnya sengit.

 

“isshh..nappeun!” Gerutu Suzy lalu menghentakkan tangannya yang di pegang oleh Myungsoo.

 

“ya eodiga? Aku belum selesai bicara” Teriak Myungsoo melihat Suzy meninggalkannya lagi.

 

“cih…apa sekarang menghindariku adalah hobi barumu eoh?” Ucap Myungsoo ngos-ngosan berhasil menghadang Suzy yang baru saja akan masuk ke dalam pagar rumahnya.

 

“pikkyeo…aku mau masuk!” Pekik Suzy mendorong tubuh Myungsoo.

 

“aku belum selesai bicara….tunggu sampai ucapanku selesai baru kau bisa masuk” Titah Myungsoo, Suzy menyerah…baiklah kali ini dia akan mendengarnya lalu segera masuk ke dalam rumahnya, tak ingin berlama-lama, kasian jantungnya sekarang ini.

 

“cepat katakan…” Ucap Suzy berdiri tegak di hadapan Myungsoo.

 

“karena kau sudah mencuri first kissku…”

 

“ya siapa yang mencuri eoh? Bukannya kau yang mencurinya? Issh nappeun!” Sela Suzy sebelum Myungsoo melengkapkan kalimatnya.

 

“tutup mulutmu…diam dan dengarkan aku…” Myungsoo membekap mulut Suzy dengan tangannya sembari mendekatkan dirinya.

 

“karena kau sudah mencuri first kissku…” Myungsoo menggantungkan ucapannya, dia tersenyum  tipis melihat Suzy yang patuh hanya diam mendengarnya. Tiba-tiba dia mencondongkan tubuhnya ke depan, sontak membuat Suzy menutup matanya pelan.

 

“kau harus bertanggung jawab” Bisik Myungsoo pelan di telinga Suzy membuat yeoja itu membulatkan matanya tak percaya.

 

“mwo?”

 

“bertanggung jawab dengan…”

 

DEG~ jantung Suzy hampir saja mencelos keluar saat mendengar bisikan kecil Myungsoo di akhir kalimatnya, matanya membulat seketika dengan mulutnya yang terbuka.

 

“aku sudah selesai…annyeong” Myungsoo menjauhkan dirinya dari Suzy lalu berjalan melewatinya yang masih berdiri mematung di depan pagar.

 

Di belakang Myungsoo terlihat berjalan dengan ringan memasuki rumahnya dengan senyum yang tak terlepas dari wajahnya. Sementara Suzy kini masih belum tersadar dari keterkejutannya atas ucapan Myungsoo terhadapnya itu. Sehingga setelah ia tersadar hanya pekikan tertahan yang sanggup keluar dari bibir mungilnya itu.

 

“omona!!!”

 

TBC

 

Pheewww~ selesai juga part ini. Kemarin” author super sibuk jadi gak bisa leluasa memikirkan tentagan idenya. Saat punya sehari waktu kosong author luangkan untuk ngetik, awalnya sih pengen ngetik VIL tapi…entah mengapa author mampet nulis anti klimaksnya, seperti tak punya ide…hehe jadi selagi author mikir” gimana bagusnya VIL itu dilanjutkan, author ngisi waktu kosong dengan ngetik FF ini deh.

Jangan kecewa dengan hasilnya ^^ silahkan di comment J

139 responses to “[Request] Girl Next Door Part 5

  1. Myungsoo bisikin apa ke suzy thor?? Kenapa suzy malah diam tak bergeming *ciehh bahasa lo* di depan pagar rumahnya??
    Apa jangan2 myungsoo minta pertanggung jawabannya dengan suzy harus jadi yeojanya??
    Next next next🙂

    Like

  2. myungzy kyeopta…….tggung jwb dgn pa….aisss…..myung bkin pnsaran ja…..lnjut thor…smoga sehun jg brhasil mluluhkn hati soo jung….fighting….

    Like

  3. Penasaran thor..emangnya myungsoo bisikin apa ke suzy sampai matung gt haha…tp lucu banget suzynyaa…kerenn thor..next..

    Like

  4. Aduh aduh mereka lucu bgt kkk~
    Suzy ya ampun kelewat polos -_-
    Hahaha
    Jdi senyam senyum baca part ini😀

    Like

  5. Sumpah kelewatan so cweetnya….
    Ih…aku suka banget sama ff ini…

    Lanjut thor…
    Author emang paling jjang….

    Like

  6. hahahahahaha suzy kelewat polos….
    part ini bikin aku senyum2 sendiri bacanya..
    myung bisikin apa ya ke suzy?? *penasaran banget…
    next thor…

    Like

  7. kyaaaaa itu myungsoo bisikin apa ke suzy, minta jd pacarnya kah? aaaa next kak nexttt. keep hwaiting ok:D

    Like

  8. Aaakkk>< tbc nya bkin kepoo.. Jngn ampe myung ngajak suzy pcaran/?
    Greget gra2 myungzy dsni, mana suzy nya polos gtu~ wkwk
    D tunggu nextnyaa😀

    Like

  9. Bertanggung jawab dgn apa yah ? Kayanya dgn menjadi pacarnya myung deh. Aigooo oennie, part ini bner2 bkin senyum2 ga jelas macam org lgi jatuh cinta aja. Emang lgi jatuh cinta sih, jatuh cinta sama myungzy couple hihi next part ditunggu ne, fighting^^

    Like

  10. Aku gak kecewa .. Aku malah seneng .. Hwaahh greget nya itu dapett bngtt … Kereeeeenn .. Sampe sampe senyum sendiri gituh … Author hebatt .. Aku tunggu yaa selanjutnya .. Kasih kiss buat author biar semangat :* mmuach .. Semangaatttt !!!

    Like

  11. Yah,,, myung ngomong apa sih ke suzy? kenapa suzy malah histeris gitu? Jangan2 myungsoo mau ngrjain suzy?
    Apa myungsoo juga punya perasaan yg sama dengan suzy??
    Trus tadi kenapa si jiyeon ngajak myungsoo keluar, suzy kan jadi cemburu.😦
    next thor, penasaran.

    Like

  12. Myung ngomong ap ke suzy smpe suzy histeris gtu??ap myung pny prsaan yang sm ke suzy??ahhh pnsran sm klnjutanya,kykny suzy cmburu wktu liat myung sm jiyeon noona,,author dtunggu ya klnjutany fighting

    Like

  13. Tu myung blng dg “jd yeojachinguny “gtu x ea…kkk
    wah“ suzy..suzy…ms y pnykit jntung..aigoo…
    bkin senyum“ g jls gni..kkk

    Like

  14. tetep fighting ya!!
    lucu ama suzy yg ngelindur,,maen cium anak org!!
    bukan myung yg nyosor malah suzy yg narik!!ckckck ada2 aja

    Like

  15. Kyaaaaaa~~ Kayaknya myung minta Suzy buat jadi yeojachingunyaaa tuuh~ Kyaaaa~ Kyaaaaa~ Nextnya sangat ditunggu ya thoooor~~><

    Like

  16. Baru sempet baca dari part 3 sampai part 5. Komennya langsung di part 5 aja ya thor…
    Di kejar waktu soalnya😀

    suzy udah mulai suka sama myungsoo…
    Penasaran tanggung jawabnya apa ??
    Kenapa suzynya malah bengong, apa myung nyium suzy lagi ???

    Next di tunggu thor ^^
    fighting😀

    Like

  17. aaa penasaran banget sama apa yang diomongin myung ke suzy sampe sampe suzy kaya gitu😀
    suzy nyadar belum ya kalo sebenernya suka sama myung ?
    next partnya beneran ditunggu banget kak🙂

    Like

  18. Myungoo ngomong apa itu ke suzy?
    Duhhh, penasaran bangett.
    Next part cepet ya thorr. Di tunggu banget🙂
    VIL juga di tunggu ya thor.
    Fighting!!!!!

    Like

  19. suzy kelihatan banget cemburu sama jiyeon….
    penasaran apa akhir dari bisikan myungsoo
    ff nya makin keren abizzzz
    next part,, ditunggu^^

    Like

  20. aigoooo… suzy lucu deh. ckckckck
    myung kamu ngomong apaan sih? bikin ane jadi ikut penasaran (?)
    ketimbang aku banyak cuap gag jelas, aku mau lanjut kepart 6nya aja deh..
    author jjang :*

    Like

  21. oh pls…..suzy kelewat polos. isshhh sumpah penasaran apa yg dibisikin myungsoo ke suzy asdfghjk~ >_<

    Like

  22. Suzy jadi orang polos banget sih. Masah jantungnya berdetak lebih kencang kog dibilang punya penyakit janntung. Itu kan jatuh cintaaaaa.

    Like

  23. suzy polos apa emang kelewat polos sih msa dia ngk nyadar klo dia sbnernya suka sma myungsoo.
    ige moya apa yg d bisikin sma myingsoo sampe suzy dieum aja gtu? penasaran >_<

    Like

  24. kiss yang gak disengaja.. kkk..
    Tp gr2 itu suzy mkin deg2an dket ma myungsoo.. smpe menghindar gt. Lucu bgt bayanginnya..
    Bertanggung jawab jd pacarnya myungsoo?
    kkk.. suka moment mereka ber2 di part ini. Bikin senyum2 gaje.. hahahaha..

    Like

  25. Suzy polos banget sampe bilang dia punya penyakit jantung.. haha
    Kira kira myung bilang apa yaa kelanjutannya yang nyuruh suzy tanggung jawab ? jadi pacarnya myung? Ato myung minta cium lagi?
    Aigoooo

    Liked by 1 person

COMMENT FOR WHAT YOU HAVE BEEN READ!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s