MBA (Married By Accident)

Author : elship_L | Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Suzy | Cast : Choi Minho, Park Jiyeon, Choi Sulli, etc | Genre : Romance, Married Life | Rating : 17+ | Type : Chapter

Sorry For Typo~

Image

Januari 2013 – Seoul National University

Seoul National University, menyandang julukan universitas terbaik seantero Korea Selatan dengan memiliki 13 program studi di dalamnya dan sebanyak 460 mata kuliah di ajarkan dalam bahasa Inggris sehingga banyak mahasiswa luar negeri yang berbondong-bondong untuk menganyam pendidikan di universitas ini.

 

Namun tidak sembarang orang yang bisa memasuki kampus terbaik ini, hanya mereka tidak hanya melihat dari segi pandang akademis tetapi juga melihat dari skill dan talenta masing-masing calon mahasiswanya.

 

Setiap tahunnya, ribuan orang berlomba-lomba untuk masuk dalam universitas tersebut, namun sayangnya hanya beberapa saja yang bisa di terima. Seperti halnya tahun ini, tahun ajaran baru yang merupakan ajang para freshman untuk mengasah bakat dan kemampuan mereka selama berkuliah di kampus ini.

 

Malam ini merupakan malam inagurasi para panitia yang menyelenggarakan ospek untuk mahasiswa baru yang akan masuk ke SNU. Di sebuah ruang aula yang cukup besar sudah dipenuhi dengan beberapa mahasiswa baru dan mahasiswa tingkat tiga selaku panitia.

 

“aisshh…kenapa aku harus terjebak dalam acara ini” Gerutu seorang yeoja yang kini sedang berdiri di tengah-tengah kerumunan orang.

 

“satupun dari mereka tak ada yang ku kenal!” Pekiknya.

 

“ehem…” Deheman seorang namja yang berasal dari belakangnya membuat yeoja itu menoleh dan menatap heran namja itu.

 

“ne?”

 

“ehm…chogi, Suzy-ssi?” Ucap namja itu, yeoja itu tersentak karena setahunya di dalam ruangan ini tak ada satupun orang yang dikenalnya, tapi kenapa namja ini malah mengetahui namanya.

 

“ne, choneun Bae Suzy…apa anda mengenal saya?” Tanya Suzy dengan seformal mungkin.

 

“haha, tidak usah bicara seformal itu denganku Suzy-ssi…santai saja” Ucap namja itu tersenyum.

 

“ah, geure…baiklah…geunde, ada urusan apa denganku?” Tanya Suzy lagi, keningnya makin berkerut melihat namja itu hanya tersenyum simpul padanya.

 

“ehm…kau taukan, selama masa orientasi kemarin aku selalu memperhatikanmu…”

 

“aniyo…aku tidak tau” Jawab Suzy polos membuat namja itu terkekeh.

 

“hehe, tentu saja kau tidak tau….ah, intinya bukan itu sebenarnya…”

 

“terus?”

 

“aku harus mengatakannya seperti apa yah…”

 

“katakan saja, apa susahnya?”

 

“tapi aku rasa kau akan terkejut mendengarnya…”

 

“maksudmu?”

 

“hm…maukah kau jadi pacarku?”

xxxxxx

Januari 2014 – Seoul

Seorang yeoja dengan rambut panjang bergelombang berlari kecil menuju ke namja yang kini baru saja masuk ke dalam gerbang kampusnya dengan seorang temannya.

“oppa…kau baru datang?” Tanya yeoja itu sudah berada di depan namjanya.

“eoh…tadi aku menemaninya untuk ke toko buku dulu, kau tidak ada kuliah?” Tanya namja itu sambil mengaitkan jarinya di jemari yeojanya dan berjalan beriringan.

“dosennya tidak ada…” Jawab yeoja itu, kemudian matanya beralih pada namja yang ada di samping namjanya “ya Kim Myungsoo, kalau kau pergi ke toko buku jangan mengajak oppaku…ajak yeojamu sana” Sungut yeoja itu.

“aigoo miss Bae…apa kau takut aku mengambil namjamu eoh? Hanya beberapa menit dipinjam saja marahnya seperti aku mengambilnya bertahun-tahun” Gumam namja itu tanpa mengalihkan pandangannya ke samping.

“cih…memangnya yeojamu ke mana sampai harus mengajak oppaku eoh?” Cibir yeoja tadi, namja yang dipanggil Myungsoo menoleh pada yeoja itu.

“Bae Suzy-ssi, harus berapa kali aku bilang kalau aku tidak punya yeoja” Ucapnya dengan nada datar namun terkesan dingin.

“geure? Terus Choi Sulli kau mau kemanakan eoh? Kasian sekali anak itu tidak diakui olehmu”

“heh…susah berbicara dengan orang yang otaknya standar sepertimu, aku heran kenapa kau bisa masuk ke universitas ini…sudahlah jangan mencampuri urusanku..ya Minho-ah, suruh yeojamu itu diam dan tidak mengurusi masalah asmaraku” Decak Myungsoo menatap jengah Suzy yang pasalnya setiap hari mereka bertemu dia pasti selalu menyangkut yeojanya yeojanya dan yeojanya dan itu membuat Myungsoo gerah sama Suzy.

“sudahlah Suzy-ah, jangan mengganggu Myungsoo lagi. Biarkan dia sendiri” Ucap Minho mengelus pelan kepala Suzy.

“huh, arasseo…” Jawab Suzy patuh, Myungsoo mendengarnya hanya mencibir pelan.

“cih, saat dirayu seperti itu saja dia langsung menurut” Gumam Myungsoo.

“Kim Myungsoo!” Geram Suzy kesal, “ara ara…mian…huh, kalau kau terus menggangguku nanti aku tidak akan menemanimu lagi!” Ucap Myungsoo, wajah Suzy yang tadinya  terlihat menggeram marah kemudian berubah jadi sayu.

“andwe Myungsoo-ah…kalau kau tidak menemaniku siapa lagi eoh? sahabatmu yang satu ini? jangan harap” Ucap Suzy sedikit dimanjakan kemudian mendelik pada Minho di akhir kalimatnya, Minho yang mendengarnya hanya tersenyum.

“makanya kau jangan meracau denganku lagi kalau tidak mau kehilangan partnermu yang tampan ini” Ucap Myungsoo bangga.

“huh…masih tampanan Minho oppa” Dengus Suzy yang mendapat tatapan kesal dari Myungsoo.

“sudahlah..kalian kebiasaan kalau bertemu berdebatnya tak berhenti…kita ke kantin saja” Sela Minho menyudahi perdebatan antara kekasih dan sahabatnya yang menurutnya itu tidak akan berujung kalau tidak dihentikan.

xxxxxx

“ya Park Jiyeon…sampai kapan kita mau berkeliling seperti ini eoh? Aku sudah lelah” Suzy berhenti sejenak dan membungkukan badannya sambil memukul pelan betisnya yang sudah pegal itu.

“aissh, kau itu yeoja atau bukan sih…kalau shopping memang membutuhkan waktu yang lama, jangan banyak protes ikut saja aku” Dumel Jiyeon kemudian kembali menarik Suzy untuk mengelilingi mall yang sudah sejak dua jam yang lalu mereka masuki itu.

“aissh….toko sepatu lagi?” Gumam Suzy saat dirinya di tarik masuk ke dalam sebuah toko sepatu oleh Jiyeon.

“eoh…sepatuku semua sudah kekecilan aku harus menggantinya, kau bantu pilihkan aku ne” Ucap Jiyeon kemudian melihat-lihat isi toko, Suzy hanya mendengus kemudian duduk di sofa yang sudah disediakan untuk para pengunjung toko tersebut.

“Suzy-ah menurutmu yang mana? Merah atau hitam?” Jiyeon muncul dihadapan Suzy dan memperlihatkan dua buah suede boots yang berwarna merah marun dan hitam.

“hitam..” Jawab Suzy, Jiyeon mengangguk kemudian kembali mencari lagi.

“kalo yang ini? menurutmu warna apa yang cocok” Tanya Jiyeon lagi membawa sebuah sampel pump shoes yang berwarna abu-abu light.

“hitam..” Jiyeon mendengus kesal mendengar jawaban Suzy yang sama dengan tadi.

“ya…apa tidak ada warna lain selain hitam eoh?” Pekik Jiyeon, Suzy menggeleng “kau salah tanya kalau berharap warna lain akan keluar dariku” Jawab Suzy sekenanya, Jiyeon mendengus kemudian melongos begitu saja.

“cih, dia terlalu terobsesi dengan warna hitamnya” Dengus Jiyeon yang masih di dengar samar-samar oleh Suzy.

“siapa suruh mengajakku nona!” Pekik Suzy terkekeh pelan.

Krriiiiing~ Suara handphone yang bergema dari dalam tas membuat Suzy terpaksa menarik tangannya yang tadi bertengger untuk menopang tubuhnya yang di buat senyaman mungkin dan meraih handphonenya.

“yobeoseyo…” Sahut Suzy.

“chagiya eodi?”

“aku sedang belanja dengan Jiyeon appa, wae?”

“aniyo…appa hanya ingin mengatakan kalau appa akan pulang dua hari lagi…”

“geure? Kau jangan lupa membawakan aku oleh-oleh ne”

“eoh…tentu saja appa tidak akan lupa, asalkan kau baik-baik di rumah jangan melakukan hal yang tidak-tidak”

“cih, kau curiga sekali dengan anakmu ini…aku tidak akan melakukan macam-macam di dalam rumah palingan di luar”

“ya! jangan bercanda, appa akan menggantungmu kalau kau sampai berbuat onar di luar”

“ara appa, aku hanya bercanda…mana mungkin juga aku berani…”

“appa kan hanya memperingatkan saja…siapa tau kau kelepasan”

“astaga! Appa kau seperti tidak mengenal anakmu ini saja, aku tau batasan kok…”

“eoh ara…appa mengenalmu chagiya, oh ya sudah dulu ne…appa hanya ingin memberitahumu itu saja, pekerjaan appa masih banyak”

“ne…appa jangan sampai telat makan ne, makan yang teratur nanti kau sakit”

“arasseo…annyeong chagi”

“ne annyeong appa”

Suzy tersenyum simpul sambil menatap layar handphonenya, dia sangat beruntung memiliki appa seperti appanya sekarang. Jaman sekarang sangat sulit menemukan orang tua yang membebaskan anak mereka untuk melakukan apapun apalagi yang berstatus sebagai single parent seperti appanya sekarang.

Senyumnya semakin merekah kala mengingat-ingat perlakuan appanya yang sangat memanjakan dirinya dan tak pernah sekalipun memarahinya walaupun dia melakukan kesalahan. Menurut appanya kesalahan yang dilakukannya adalah sebuah awal dari keberhasilan makadari itu apapun yang dilakukannya selalu mendapatkan dukungan dari appanya.

“ya kenapa kau senyum-senyum sendiri eoh?” Sahutan Jiyeon membuat Suzy tersadar dari lamunannya dan semakin mengembangkan senyumnya.

“aniya…tadi appaku habis menelpon katanya akan pulang dua hari lagi” Jawab Suzy, “jinjja berarti kau sudah tidak bisa keluar malam lagi dong”

“masih bisa kok…tenang saja, appaku tidak seperti orang tua lainnya…appaku termasuk orang tua yang modis, hehe” Jawab Suzy dengan kekehannya.

“ah sudah selesai?” Lanjutnya saat melihat sudah ada dua tas belanjaan yang di tentengnya.

“baguslah kalau begitu…setidaknya kita masih bisa pergi bersenang-senang…eoh, kajja…kita ke tempat lain lagi” Ucap Jiyeon dia kemudian berjalan duluan ke pintu keluar.

“masih mau jalan lagi?” Pekik Suzy histeris.

xxxxxx

Kerlap kerlip lampu diskotik memenuhi ruangan yang gelap itu, terlihat beberapa orang yang tengah asik bergoyang di tengah lantai dansa dan adapula yang tengah menikmati setiap tegukan minuman mereka.

Sama halnya dengan dua orang yeoja ini, di sudut ruangan tepatnya di atas sebuah sofa empuk berwarna merah marun yang berbentuk setengah lingkaran dengan sebuah meja bundar di tengahnya mereka terlihat tengah asik dengan cairan berwarna agak sedikit kecoklatan itu.

Beberapa botol kosong sudah memenuhi meja bundar mereka dan berserakan kulit snack yang mereka makan bersama minuman mereka. Kesadaran keduanya pun sudah hampir hilang namun tak ada satupun dari mereka yang berniat untuk berhenti meneguk minuman yang bisa menghilangkan akal sehat mereka itu.

“hik…hik…Bae Suzy, kekasihmu ke mana?” Seru seorang yeoja yang memiliki mata kucingnya, “kekasih? apa aku punya kekasih? Hik..” Balas yeoja yang bernama Suzy itu.

“ya…tentu saja kau punya, Choi Minho…dialah kekasihmu, masa kau tidak mengingatnya” Dengus yeoja itu, Suzy hanya tersenyum kecut mendengar nama namja yang sudah setahun ini menjadi kekasihnya.

“aaah, Minho oppa? Aissh, jangan menyebut namanya kalau kita sedang berada di tempat ini…kau tau sendiri dia orangnya seperti apa” Ucap Suzy kemudian meneguk minumannya lagi.

“geure…aku tau dia seperti apa, huh…bisa-bisanya dia bertahan dengan yeoja yang suka mabuk-mabukan sepertimu, sementara dia sendiri tidak pernah menyentuh yang namanya alkohol…daebaaaaak!”

“ya Park Jiyeon…tidak usah mencampuri urusan asmaraku, urus saja urusan asmaramu yang tidak jelas itu…” Yeoja yang bernama Jiyeon itu meletakkan gelasnya di atas meja dengan kasar kemudian menatap tajam Suzy.

“neo…hik…lihat saja…hik…aku akan…hik…menemukan namja yang…hik…lebih tampan…hik…dan hot dari Minho oppamu itu…hik…” Ucap Jiyeon dengan badan yang sempoyongan.

“cih…aku tunggu kalau begitu…” Gumam Suzy malas, “jangan minum lagi…kau sudah mabuk…” Suzy menarik gelas yang berada di tangan Jiyeon dan menyimpannya kembali ke atas meja.

“Bae Suzy!” Pekik Jiyeon meraih-raih tangan Suzy, “andwe! Bagaimana caramu pulang nanti” Dumel Suzy.

“pulang? Hik…apa aku harus pulang?” Racau Jiyeon, Suzy yang masih memiliki setengah kesadarannya itu berdecak kesal sama sahabatnya yang satu itu.

“sudahlah..kau jangan minum lagi, aku akan menelpon orang untuk mengantar kita pulang…aku sudah lelah minum ini” Ucap Suzy, dia kemudian merogoh tasnya dan mengambil handphonenya.

“tut…tut…tut…”

“heh….kenapa tak di angkat…” Gerutu Suzy, dia kemudian kembali mendial nomor yang sempat dihubunginya tadi.

“angkatlah pabo!” Desis Suzy, namun masih tak ada jawaban. Dia melempar handphonenya kasar di atas sofa dan kemudian mengacak rambutnya kesal.

“aisshh, namja itu…awas saja kalau aku ketemu!” Dengus Suzy.

xxxxxx

Namja yang berpenampilan acak-acakan dengan baju kaos berwarna hitam polos ditambah jeans hitam melekat di kaki panjangnya, rambut yang sengaja dibiarkan berantakan itu membuatnya menjadi lebih tampan di mata para yeoja.

Dia berjalan memasuki ruangan gelap itu, matanya sedikit memicing saat lampu sorot menerpa wajahnya. Dia mengedarkan pandangannya mencari sesosok yeoja yang mungkin bisa di ajaknya bermain malam ini, namun dari ujung ruangan itu sampai ke ujung lagi tidak ada yeoja yang menarik perhatiannya. Sampai matanya jatuh pada dua orang yeoja yang kini tengah sempoyongan di sebuah sofa yang letaknya paling ujung.

“yeoja itu…” Gumamnya, tanpa menunggu waktu lama lagi kakinya melangkah cepat ke arah yeoja itu.

“Bae Suzy?” Dia menatap salah satu dari yeoja itu yang kini tengah menyandarkan kepalanya di badan sofa dan menutup matanya, perlahan mata yeoja itu terbuka dan sedikit menyipit ke arah namja yang menyahuti namanya tadi.

“isshh….neo!” Geram Suzy kesal dia berdiri dengan cepat dan menghadap namja itu seraya menatapnya tajam.

“aku menelponmu berkali-kali kenapa kau tidak mengangkatnya pabo!” Pekik Suzy kesal.

“jinjja? aku tidak mendengarnya…” Namja itu merogoh handphonenya dan matanya membulat melihat 5 missed call dari Suzy, “omo! Mian…aku mensilent handphoneku…hehe” Ucap namja itu cengengesan.

“huft…untung saja kau sahabat Minho oppa, kalau bukan sudah sedari tadi aku memanggangmu” Gerutu Suzy kembali duduk di tempatnya.

“aishh…Suzy-ah, masa kau mau memanggangku sih…kalau aku dipanggang nanti siapa lagi temanmu untuk datang ke sini eoh? Yeoja ini?” Namja itu ikut duduk di samping Suzy dan melancarkan aksinya merayu Suzy.

“cih…aku tidak akan mempan dengan rayuan mu itu Myungsoo-ssi…sudahlah, aku ingin pulang antarkan kami” Ucap Suzy malas, Myungsoo memutar bola matanya kesal. Bagaimana tidak, baru beberapa menit yang lalu dia sampai ke tempat ini masa sekarang harus mengantar dua yeoja ini pulang.

“sebentar saja Suzy-ah…aku baru sampai, belum mencicipi ini…” Ucap Myungsoo mengangkat salah satu botol minuman yang masih terisi penuh.

“huh…tapi Jiyeon sudah tak sadarkan diri…” Gumam Suzy menatap Jiyeon yang sudah tertidur itu.

“biarkan aku meneguknya…sebotol saja” Bujuk Myungsoo lagi, Suzy mendengus sebal kemudian menganggukan kepalanya.

“yoksi uri Suzy…hehe….” Pekik Myungsoo kemudian mengambil gelas yang kosong dan menuangkan minumannya.

“kau tidak mau?” Tanya Myungsoo pada Suzy, “aniyo…kepalaku sudah mau pecah…cepat habiskan lalu kita pulang” Ucap Suzy datar.

“arasseo…”

xxxxxx

“huh…temanmu itu makan apa sih? Kenapa tubuhnya berat sekali?” Tanya Myungsoo sambil berjalan masuk ke dalam mobil, kini mereka sudah mengantar Jiyeon dengan selamat ke dalam kamarnya.

“molla…mungkin dia makan besi…sudahlah jangan bertanya terus, kita ke rumahku sekarang…”

“ya…apa di mobilmu tidak ada minumannya?” Tanya Suzy saat mereka sedang berada dalam perjalanan.

“eoh..ada di situ, bukalah” Ucap Myungsoo menunjuk salah satu laci yang berada di dashboard mobilnya.

“eoh…ini red wine? Harganya pasti mahal” Ucap Suzy, Myungsoo hanya menganggukan kepalanya bangga, “buka saja…dan minumlah…aku punya banyak di rumah jadi tidak masalah kalau kau mengambilnya” Ucap Myungsoo, Suzy memekik tertahan kemudian menatap senang Myungsoo.

“yoksi uri Myungsoo…kau memang partner minumku yang terbaik” Pekik Suzy mengajukan jempolnya di hadapan Myungsoo. Dia kemudian kembali berkutat pada botol wine itu dan membukanya.

“ya pelan-pelan nanti tumpah di mobilku” Pekik Myungsoo melihat tutup botol wine sudah terbuka dan mengeluarkan buihnya.

“eissh…baru ketumpahan wine saja kau sudah panik begitu…kan nanti bisa di bersihkan” Dengus Suzy, dia kemudian meneguk langsung wine itu dari botolnya.

“arrkkkhh…rasanya memang tak pernah buruk” Pekik Suzy setelah meneguk winenya.

“ya aku juga mau jangan hanya kau saja…berikan padaku” Ucap Myungsoo sambil melirik-lirik ke arah Suzy, “andwe…kau lagi menyetir, sebentar saja kalau sudah sampai di kamarku kita meminumnya bersama” Ucap Suzy, Myungsoo terlihat merengut tetapi sedetik kemudian dia tersenyum.

“ok call…aku tidak akan pulang sampai wine nya habis” Kekeh Myungsoo.

xxxxxx

“ya kau tidak mengatakan kalau wine nya sebanyak ini” Pekik Suzy di dalam kamarnya melihat Myungsoo membopong 5 botol wine ke hadapannya.

“kau sendiri yang mengatakan untuk minum di kamarmu…lagipula sudah lama kita tidak minum bersama lagi” Ucap Myungsoo, Suzy terlihat berpikir sebentar kemudian mendudukan dirinya di karpet yang berada di tengah kamarnya.

“baiklah kali ini saja…karena appaku tidak ada di rumah jadi kita bebas minum di sini..lain kali harus di tempatmu arasseo” Ucap Suzy membuat Myungsoo memekik kemudian ikut duduk dan meletakkan botol-botol wine nya ke atas karpet.

“Suzy-ah…kau sudah sering minum sebanyak ini apa Minho tidak pernah melarangmu? Kau taukan dia tidak pernah menyentuh alkohol…” Tanya Myungsoo sambil memegang botol winenya yang sudah terbuka.

“ehm..dia tidak akan melarangku melakukan hal yang kusukai” Jawab Suzy sekenanya, dia meneguk lagi wine nya sampai tetes terakhir dan kembali membuka botol keduanya.

“geure? Tapi diakan namchinmu jadi dia berhak melarangmu untuk melakukan hal yang tidak disukainya meskipun kau suka” Ucap Myungsoo lagi, Suzy tersenyum tipis.

“dari awal berkencan dengannya aku sudah mengatakan bahwa aku tidak suka dikekang, maka dari itu dia tidak pernah melarangku” Jelas Suzy, Myungsoo terlihat manggut-manggut mengerti.

“lagipula dia tidak perlu khawatir kalau aku berbuat macam-macam karena ada kau” Lanjutnya, Myungsoo tersenyum bangga.

“heh, tentu saja…dia seharusnya berterima kasih padaku karena setiap yeojanya ke club malam pasti selalu merepotkanku” Ucap Myungsoo, Suzy yang setuju dengan ucapan Myungsoo itu hanya mengangguk pasti.

Mereka kemudian melanjutkan perbincangan mulai dari masalah kuliah, teman dan masalah-masalah lainnya. Sampai tak terasa masing-masing dari mereka sudah meneguk habis dua botol wine berukuran besar itu.

“Myung…hik…Myungsoo….masih satu botol…hik…lagi” Ucap Suzy menunjuk satu botol di depannya, merasa tak ada jawaban dia menoleh ke samping.

“cih…baru minum segitu saja sudah mabuk!” Dengus Suzy melihat Myungsoo dengan mata yang setengah terbuka dan duduknya sempoyongan.

“ya…palli bangunlah kau harus segera pulang” Suzy beranjak mendekati Myungsoo dan mendorong tubuhnya, namun bukannya sadar Myungsoo malah makin sempoyongan.

“eissh, jangan bilang aku harus membiarkanmu semalam di sini…bangunlah palli” Sungut Suzy, dia kemudian menarik lengan Myungsoo dengan keras, sehingga tubuhnya terjatuh dan tertindih dengan tubuh berat Myungsoo karena tubuh Myungsoo itu sedang lunglai dan tidak bertenaga.

“ya kau berat…bangunlah” Ucap Suzy mendorong Myungsoo namun Myungsoo tak bergerak.

“Kim Myungsoo!” Pekik Suzy membuat Myungsoo terpaksa membuka matanya, ditatapnya wajah Suzy kemudian senyum mengembang di wajahnya.

“Bae Su…uweeeeekkk” Belum sempat Myungsoo lengkap menyebut naman Suzy tiba-tiba sebuah cairan yang menurut Suzy menjijikan itu keluar dari mulut Myungsoo dan mengenai bajunya.

“ya! kau jorok sekali” Dengan sekuat tenaga Suzy mendorong tubuh Myungsoo dan berhasil membuatnya terjungkal ke belakang.

“Suzy-ah…” Racau Myungsoo dengan mata terpejam dengan tangan yang berusaha meraih udara di atasnya, Suzy mendengus kesal dan menginjak kaki Myungsoo.

“appoooo” Ringis Myungsoo pelan, sangat pelan “aisshh, percuma menghajarmu dalam keadaan mabuk huh” Dumel Suzy kemudian beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Sementara Myungsoo hanya meracau tak jelas, entah apa yang dikatakannya. Perlahan dia kemudian merangkak naik ke atas tempat tidur Suzy dan merebahkan dirinya senyaman mungkin.

“ahh…panas…” Lenguh Myungsoo kepanasan, padahal kalau dilihat AC yang berada di kamar Suzy itu dalam keadaan on dan tersetel dengan suhu terendah, namun bagi Myungsoo itu tidak mempan untuk meredakan kepanasannya. Dengan cepat dia kemudian membuka kaosnya dan melemparnya sembarang, setelah melakukan itu dia mencoba memejamkan matanya. Sedetik kemudian terdengar dengkuran halus dari mulutnya.

“heh…kenapa aku tidak membawa baju masuk” Dumel Suzy keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai dalaman saja, tak sadar bahwa sebelumnya ada namja dalam ruangan itu. kepalanya sudah terlalu pusing untuk memikirkan itu.

“aahh…lebih baik aku langsung tidur, toh ini kamarku tidak akan ada yang masuk melihat penampilanku ini” Sudah sedari tadi Suzy mencari baju tidurnya dalam lemari namun tidak didapatnya juga, mungkin karena terlalu pusing jadi dia tidak memperhatikannya.

Dengan sempoyongan sambil memegang kepalanya Suzy berjalan menuju kasurnya dan merangkak naik.

“heh, setidaknya aku bisa tidur tenang malam ini” Gumamnya sebelum menutup rapat kedua matanya dan mendengkur halus.

xxxxxx

Ting Tong~

Suara bel pagi itu menyeruak di dalam rumah ini, seorang pekerja rumah tangga berjalan dari dapur menuju ke ruang depan untuk membuka pintu dan mengetahui siapa yang hendak mengunjungi rumah majikannya pagi-pagi begini.

“omo…tuan anda sudah pulang, silahkan masuk tuan…” Ucap pekerja itu menyambut tuannya yang baru saja datang.

“kenapa anda tidak memberi kabar? Saya bisa menyuruh pak Lee untuk menjemput anda” Ucap pekerja itu  sambil menenteng koper besar milik majikannya.

“gwenchana bi, pesawat yang aku tumpangi sampai subuh-subuh tidak mungkin saya mengganggu tidur pak Lee, lagipula saya ingin mengejutkan Suzy…” Ucap tuan Bae, “apa dia masih tidur?”

“ne…sepertinya agasshi pulang tengah malam lagi, karena saat saya tidur dia belum ada”

“geure? Ckck, pasti anak itu pergi ke club malam lagi….kebiasaan!” Gumam tuan Bae, “biar saya yang membangunkannya bi” Sahut tuan Bae saat melihat pekerjanya hendak naik ke tangga.

“ne tuan, kalau begitu saya akan menyiapkan sarapan segera”

Tuan Bae terlihat sumringah saat menaiki tangga, sebentar lagi dia akan bertemu dengan anak sematawayangnya yang sudah seminggu ini tidak dilihatnya.

Walaupun dalam hatinya sedikit menggeram mengingat kebiasaan anaknya itu yang selalu ke club malam bersama teman-temannya, tapi dia tidak terlalu ambil pusing. Bukannya tidak peduli dengan gaya hidup Suzy namun dia tau pasti bahwa Suzy masih bisa menjaga dirinya, dan tau pasti mana yang harus dilakukannya dan mana yang harus dihindarinya, toh sekedar minum saja kan wajar, anak muda jaman sekarang sudah identik dengan club malam dan berbagai macam minuman lainnya.

Tuan Bae termasuk orang tua yang gaul dan terkadang mereka bahkan sering minum bersama dan dia bukan tipe orang tua yang suka suka mengekang anaknya untuk bergaul di mana saja.

“Suzy-ah…appa pulang” Pekik tuan Bae dari luar kamar Suzy.

Cklek~ Senyumnya tak lepas saat melihat ke arah tempat tidur Suzy, di atasnya terdapat gundulan besar yang tertutupi oleh selimut tebalnya.

“aigoo…anak appa semalam pasti banyak minum” Gumam tuan Bae melihat beberapa botol wine yang berserakan di lantai kamar Suzy.

“Suzy-ah, ireona” Tuan Bae kini beralih menghampiri ranjang Suzy dan bersiap untuk menyingkap selimut milik anaknya.

“ireo….” Ucapan appa Suzy terhenti seakan tersangkut di ujung tenggorokannya saat selimut tebal milik Suzy tersingkap.

“arrrrrggggggghhhhhh!!!”

TBC

Hai hai~ sesuai janji author ngepost hari ini😀 wkwkw….

FF ini bergenre pasaran wkwkwk😀 dari ending part di atas kalian pasti taukan apa yang bakal terjadi? Sudah bisa nebak kan…haha…ok ok…

Di sini kalian bingung gak dengan hubungan Suzy dan Myungsoo itu seperti apa? Hum, di part 2 nanti ada flashbacknya pertemuan pertama mereka seperti apa, tapi gak terlalu begitu detail sih. Jadi author harap kalian bisa mengartikan sendiri ne J

Gimana FF ini? mungkin kedepannya bakal gak seru deh, kan udah banyak yang gunakan genre kek gini. Biasa lah…konfliknya juga gak bakal berat-berat amat kok meskipun genrenya married life J

Jangan protes masalah pendeknya ne J kedepannya bakal dipanjangin kok…

Untuk nextnya author mau liat respon dari readers deh, kalau banyak yang minat author bakal lanjut tapi kalau sedikit malas ah kan percuma dilanjut kalau yang minat dikit doang…hahaha, lagipula akhir-akhir ini author juga udah mulai jarang nemu ide buat bisa ngetik jadi berhenti untuk beberapa waktu tidak masalahkan.

Jadi kalian tinggalkan comment kalian mau di lanjut apa gak?