[THREESHOTS] SHE IS BACK 3 END

She Is Back

She Is Back

Author : elship_L

Cast : Bae Suzy, Kim Myungsoo

Genre : Romance, Sad

Rating : PG-18

Type : Threeshots

Sorry For Typo~

Took some time to heal, to get my heartbeat back.

Just when i’m ahead, returning from the dead.

She’s back again…

She knows just what to say, she always gets her way.

Just when i was free, she’s back inside of me.

She’s Back again…

Just when i moved on, believed that she was gone.

She’s back again, She’s Back…

(Westlife – She’s Back)

Suzy tersenyum kecil saat Myungsoo membukakan pintu mobil untuknya, malam ini mereka memutuskan untuk makan malam bersama di restoran pilihan Myungsoo. Bisa dikatakan malam ini adalah kencan pertama mereka.

Kecan pertama? Suzy bahkan sudah merasakan rona merah menjalar dipipinya saat mengingat dua kata itu. Ini adalah kencan pertamanya seumur hidup jadi dia sama sekali tidak tau menahu harus melakukan apa. Beda dengan Myungsoo yang kelihatan sudah sangat berpengalaman, restoran yang dipilihnya pun terasa sangat romantis.

“kau menyukai seafood Suzy?” Tanya Myungsoo membuyarkan lamunan Suzy tentang kencan pertamanya itu, Suzy bahkan tak sadar bahwa mereka kini sudah duduk di salah satu meja yang berada di tengah-tengah restoran tersebut.

“ya..aku menyukainya” Jawab Suzy, Myungsoo tersenyum puas lalu menutup buku menunya.

“aku akan pesan menu biasanya, dua porsi” Ucap Myungsoo, pelayan yang sedari tadi menunggu itu mengangguk mengerti lalu mengambil buku menu dari Myungsoo dan segera beranjak dari sana.

“menu biasanya? Apa kau sering ke tempat ini?” Tanya Suzy menaikkan alisnya bingung, Myungsoo meliriknya dan mengangguk.

“benarkah? dengan siapa?” Suzy terlihat sangat terkejut dan ada nada tak suka dari pertanyaannya itu sontak membuat Myungsoo terkekeh pelan.

“kau tenang saja, aku tidak ke sini bersama wanita lain..aku bersama Minho” Ucap Myungsoo terkekeh kecil, wajah Suzy seketika memerah mendengar ucapan Myungsoo. Apa namja itu bisa membaca pikirannya?

“ah..geurohkuna..” Gumam Suzy dengan malu, Myungsoo tersenyum lebar.

“restoran ini adalah milik mendiang ibuku, aku selalu makan di sini jika sedang tidak ingin makan di rumah” Ucap Myungsoo, Suzy mendongak menatap Myungsoo lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh restoran ini.

Milik ibu Myungsoo? wuaah, satu lagi fakta yang dia ketahui mengenai namja ini. Ibunya adalah seorang pemilik restoran mewah yang menyajikan masakan seafood sebagai hidangan utamanya dan beberapa masakan asia sebagai menu pendampingnya. Dan lagi, mendiang ibu? Apa berarti saat ini ibu Myungsoo sudah tiada? Satu fakta lagi.

“tempatnya sangat ramai..apa kau yang meneruskan jalannya restoran ini?” Tanya Suzy, Myungsoo menggelengkan kepalanya.

“tidak..sesaat sebelum dia meninggal, dia memberikan kuasa penuh restoran ini pada adik sepupuku. Tapi dia sedang tidak berada di Korea saat ini” Jawab Myungsoo, Suzy menganggukkan kepalanya mengerti, “dan kau tau? kau adalah wanita kedua yang kuajak ke tempat ini” Lanjut Myungsoo dengan suara yang pelan.

Suzy terkejut mendengar ucapan Myungsoo itu dan sontak menatapnya dengan mata yang melebar, “a..apa?” Tanyanya sedikit tak percaya.

“ini pesanannya tuan…” Baru saja Myungsoo akan mengulang ucapannya tiba-tiba sang pelayan datang dengan membawa pesanan mereka.

“pesanannya datang, makanlah” Ucap Myungsoo, Suzy menghela nafasnya lalu tersenyum.

“baiklah..selamat makan” Ucapnya lalu menyantap makan malamnya.

xxx

“apa kau selalu berkunjung ke tempat ini?” Tanya Myungsoo memperhatikan sebuah kedai yang berada di depannya, Suzy menoleh padanya lalu mengangguk.

“kedai itu milik orang tua sahabatku, kadang setiap pulang kantor aku biasanya menyempatkan diri untuk ke sana” Jawab Suzy, Myungsoo kini mengalihkan pandangannya dari jendela depan mobilnya kepada Suzy.

“pulang kantor? Bukannya aku selalu mengantarmu pulang? Lalu bagaimana..”

“aku hanya beganti pakaian di apartemenku lalu aku berjalan kaki kemari, kau tau..apartemenku tak jauh dari sini” Jelas Suzy, Myungsoo jelas sekali tidak suka dengan ucapan Suzy itu karena nyatanya wajahnya kini sudah mengeras.

“kau berjalan kaki di malam hari? Sendirian? Apa yang ada diotakmu?” Tanya Myungsoo, meskipun dengan suara yang tenang namun itu cukup membuat Suzy sedikit takut dan menyesal karena memberitahu Myungsoo.

“i..itu..aku sudah terbiasa sejak kuliah mengunjungi Jiyeon seperti itu, dan tidak ada masalah apapun” Ucap Suzy, Myungsoo menghembuskan nafasnya lalu menyandarkan tubuhnya di jok mobil.

“kau tidak tau bahaya apa yang akan kau dapatkan jika kau berada diluar dimalam hari..apalagi kau seorang yeoja” Gumam Myungsoo.

“aku tidak apa-apa..selama ini tidak ada yang terjadi padaku, sungguh”

“mulai hari ini jangan berjalan keluar sendirian lagi Suzy. Aku melarangmu” Ucap Myungsoo dengan tegas.

“tapi aku harus mengunjungi Jiyeon, aku sudah terbiasa bercerita dengannya sebelum pulang ke apartemenku”

“Suzy..aku mengkhawatirkanmu, bisakah kau mengikuti ucapanku? Aku tidak ingin kau kenapa-kenapa” Myungsoo kembali menghadap Suzy dan menatap mata yeoja itu dengan dalam.

“kalau begitu saat pulang kantor kau bisa menurunkanku di sini, jadi aku tidak perlu berjalan lagi dari apartemenku”

“lalu kau akan pulang dengan berjalan kaki ke apartemenmu? Apa bedanya..” Desis Myungsoo.

“tapi aku…”

“apa kau tau bawa mobil?” Sela Myungsoo, Suzy menatap Myungsoo dengan wajah bingungnya. Matanya melebar saat mengetahui niat kekasihnya itu.

“ah, jangan..jangan berpikiran untuk memberiku sebuah mobil, sama sekali jangan” Ucap Suzy dengan cepat, Myungsoo melebarkan matanya menatap Suzy lalu tertawa kecil.

“ya! aku bahkan belum mengatakan niatku kau sudah menolaknya lebih dulu? Astaga” Pekik Myungsoo tak percaya, Suzy tersenyum dan menyentuh lengan Myungsoo.

“tidak perlu mengkhawatirkanku..aku benar-benar tidak apa-apa” Ucapnya dengan tenang, Myungsoo melirik padanya lalu menarik tangan Suzy yang ada dilengannya.

“aku tidak ingin kehilanganmu, sungguh..mendengar kau selalu berjalan sendiri dimalam hari membuatku khawatir” Ucap Myungsoo, Suzy tersenyum dan mengusap tangan Myungsoo dengan tangannya yang lain.

“aku tidak ingin membuatmu khawatir”

“makadari itu turuti ucapanku, jangan berjalan kaki dimalam hari..dan lagi..” Myungsoo menggantungkan ucapannya lalu menatap Suzy dengan tegas, “aku tidak ingin kau naik bis untuk berangkat ke kantor ataupun kemana-mana. Aku akan selalu menjemput dan mengantarmu pulang setiap hari” Ucap Myungsoo.

“hei, itu berlebihan..rumahmu dan apartemenku jaraknya tidak dekat” Sergah Suzy, Myungsoo menggelengkan kepalanya dengan yakin.

“tidak ada bantahan Suzy, kemanapun kau mau pergi kau harus menghubungiku. Aku akan mengantarmu, jangan sekalipun berpikir untuk kembali menggunakan kendaraan itu” Ucap Myungsoo dengan nada tegas.

“kenapa aku tidak boleh naik bis?” Tanya Suzy bingung, Myungsoo terdiam lalu menarik Suzy ke dalam pelukannya.

“aku hanya ingin menjagamu..jangan, jangan naik bis…kumohon, dengarkan aku” Gumam Myungsoo, Suzy menaikkan alisnya masih merasa bingung namun mendengar ucapan permohonan Myungsoo yang begitu tulus itupun akhirnya dia mengangguk.

“baiklah aku tidak akan naik bis..tapi aku akan pakai apa jika mau ke mana-mana?” Tanya Suzy, Myungsoo melepaskan pelukannya dan memegang kedua pundak Suzy lalu menatapnya.

“sudah kukatakan kau harus menghubungiku jika kau ingin keluar..aku akan selalu mengantarmu kemanapun” Ucapnya.

“tapi kau adalah orang yang sibuk, tidak mungkin aku selalu menghubungimu”

“sesibuk apapun aku jika itu untukmu aku tidak akan memperdulikannya, kau kekasihku jadi kau adalah yang utama” Suzy sekali lagi merona mendengar ucapan manis Myungsoo itu, dia hanya bisa tersenyum malu.

“aigoo..yeppo” Ucap Myungsoo mengecup pipi Suzy yang memerah itu dan membuatnya semakin memerah.

“keluarlah, temanmu pasti menunggu..apa aku harus menunggumu sampai selesai?” Ucap Myungsoo, Suzy tersenyum dan menggeleng.

“sepertinya aku akan menginap..besok hari sabtu dan aku tidak masuk kerja” Ucap Suzy, Myungsoo tersenyum lalu sedetik kemudian dia menekuk wajahnya.

“jadi kita tidak akan bertemu besok?” Tanyanya, Suzy tersenyum lebar dan mengusap kepala Myungsoo.

“kau bisa datang menemuiku kapanpun kau mau, bukankah aku kekasihmu?” Ucapnya membuat Myungsoo langsung tersenyum.

“ya, kau kekasihku dan aku akan datang kapanpun aku mau”

“aku akan menunggu kedatanganmu, aku pergi ne” Ucapnya, baru saja Suzy akan membuka pintu Myungsoo langsung menarik tangannya dan merengut.

“kau belum memberiku salam perpisahan sayang” Ucap Myungsoo memanyunkan bibirnya membuat Suzy terkekeh lalu menepuk bibir itu pelan.

“aigoo..kyeopda” Gumam Suzy sebelum mencium bibir Myungsoo singkat.

“aissh, secepat itu?”

“ya..temanku akan mencariku jika kau menahanku lebih lama, kita bisa melanjutkannya besok..nan ganda” Ucap Suzy menepuk pipi Myungsoo dua kali, mengecupnya dan langsung keluar dari mobil sebelum namjanya menahannya lebih lama.

Myungsoo hanya menceloskan mataya melihat Suzy melarikan diri, sebenarnya bisa saja dia keluar dan mengejar kekasihnya itu untuk melanjutkan yang tadi tapi tidak..dia akan menunggu hari esok seperti kata Suzy..dia akan melanjutkannya besok.

xxx

uhuk~ Jiyeon tersedak dengan cemilan yang dimakannya, matanya yang sipit itu langsung menatap Suzy yang berada di sampingnya.

“kalian berpacaran?” Pekiknya tak percaya, Suzy mengangguk mengiyakan. Perasaan terakhir kalinya dia bertemu Suzy yeoja itu masih bertanya padanya apa tanda-tanda yang akan dialami seorang yeoja jika dia menyukai seseorang. Dan sekarang mereka bertemu lagi yeoja itu mengatakan bahwa dia sudah resmi berpacaran dengan atasannya? Wah! Hebat sekali!

“ya! daebak! Progres kalian sangat cepat, aigoo! Suzy-ya!” Pekik Jiyeon histeris, Suzy menutup telinganya dan menatap jengah kepada Jiyeon.

“aku juga tidak mengerti dengan diriku, saat dia menciumku aku merasa seperti ada aliran listrik yang mengalir diseluruh tubuhku” Ucap Suzy, sekali lagi mata Jiyeon melebar.

“mencium? Dia menciummu?” Pekiknya, Suzy mengangguk dengan polosnya.

“oh astaga! aku rasa dia benar-benar menyukaimu Suzy, tapi bukankah itu aneh?” Ucap Jiyeon antusias.

“aneh? Maksudmu?”

“begini..kalian baru kenal, yah walaupun awalnya aku sangat percaya bahwa atasanmu itu memang menyukaimu tapi sangat aneh jika dia bisa langsung menyukaimu dalam waktu sesingkat ini”

“jadi kau mau mengatakan bahwa Myungsoo itu hanya main-main? Dia tidak serius menyukaiku?” Tanya Suzy dengan tatapan tajamnya.

“bukan..aku tidak mengatakan seperti itu, aku hanya bilang keadaan ini sedikit aneh. Pasti ada suatu alasan kuat yang bisa membuatnya bisa langsung menyukaimu secepat ini” Ucap Jiyeon mengoreksi, Suzy menatapnya bingung sembari berpikir.

“lalu alasan itu apa?”

“nah itulah yang aku tidak tau..kira-kira apa alasan atasanmu itu hingga dia bisa menyukaimu?”

“aku tidak tau, aku tidak menanyakannya”

“kau harus menanyakannya biar jelas, jangan sampai ada sesuatu yang tidak baik dibalik semua ini”

“ya! jangan menakutiku Park Jiyeon” Pekik Suzy, Jiyeon terkekeh lalu menggeleng.

“aniyo, aku tidak menakuti, hanya menasehati..kau harus tanya ne”

“baiklah, kalau bertemu dengannya aku akan menanyakannya langsung”

xxx

Suzy menghembuskan nafasnya pelan saat turun dari mobil sedan berwarna hitam yang sudah terparkir indah di depan sebuah rumah yang megah. Yeoja itu tersenyum kecil kepada sang supir yang tadi membukakan pintu untuknya, dan setelahnya supir itu kembali masuk ke dalam mobil dan membawa mobil tersebut untuk di tempatkan di garasi khusus rumah tersebut.

“ckck, inilah resiko memacari seorang direktur. Bahkan saat hari sabtupun dia harus bekerja” Gumam Suzy melangkah menuju pintu, sesaat matanya terpana melihat desain eksterior rumah tersebut.

Benaknya bepikir apa Myungsoo tinggal sendiri di rumah sebesar ini? Dia pasti sangat kesepian jika berada di rumah, pantas saja namja itu lebih memilih berkutat dengan dokumen-dokumen tebal di kantornya dibandingkan harus tinggal di rumah semegah ini, sendirian pula.

“nona Bae, anda sudah datang” Seorang pelayan paruh baya menyambut kedatangan Suzy dan membuat yeoja itu berhenti sejenak untuk mengangumi bangunan kediaman kekasihnya itu.

“ah ne, Myungsoo menyuruhku untuk ke sini karena dia tidak dapat mengunjungiku” Jawab Suzy.

“ye, tuan muda sudah memberitahukannya. Silahkan masuk, beliau masih berada di kantor” Ucap pelayan tersebut, Suzy tersenyum lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah tersebut.

Mata Suzy melebar saat memasuki rumah tersebut, desain interiornya bahkan lebih megah dibandingkan tampilan luarnya. Perabot-perabotan yang Suzy yakin berharga tinggi menyebar di seluruh penjuru rumah ini.

“silahkan duduk nona, saya akan membuatkan anda minum” Ucap pelayan itu sekali lagi membuyarkan lamunan Suzy atas rumah tersebut, Suzy tersenyum dan mengangguk kecil.

Setelah kepergian pelayan itu Suzy rasanya masih enggan untuk melepaskan matanya pada isi rumah tersebut karenya nyatanya Suzy tidak duduk di sofa yang ditujukan oleh pelayan rumah tangga tadi, dia malah melangkahkan kakinya untuk menelusuri rumah tersebut.

“woaah, bagaimana mungkin dia tinggal sendiri di rumah semegah ini” Decak Suzy kagum sembari menyentuh beberapa guci antik yang berada di salah satu anak tangga rumah tersebut.

Mata terus menjelajahi isi rumah tersebut sehingga dia menemukan salah satu lorong kecil yang berada di sudut kiri rumah itu.

“mwoya? kenapa model rumah ini terlihat rumit” Gumamnya sembari melangkah menuju lorong kecil itu, dia mengerutkan keningnya saat melihat hanya ada satu ruangan di ujung lorong dan sepertinya ruangan itu jarang dipakai karena lampu yang menggantung di lorong kecil itu tidak berfungsi dengan baik.

Dengan penuh rasa penasaran Suzy akhirnya melangkah melewati lorong tersebut dan kini berdiri tepat di hadapan sebuah pintu cokelat yang terlihat sedikit memudar, Suzy mengusap kenopnya yang sedikit berdebu dan perlahan memutarnya.

Ckiiit~ suara decitan pintu terdengar bergitu menggema sehingga membuat gerakan Suzy semakin memelan takut akan bunyi tersebut mengganggu seisi rumah.

“mwoya? apa ruangan ini gudang?” Ucap Suzy saat membuka sedikit pintu tersebut, bau pengap karena tidak adanya sirkulasi udara yang masuk menyeruak di indera penciuman Suzy.

Saat membuka pintunya dengan luas Suzy melangkahkan kakinya selangkah untuk masuk, matanya melebar melihat isi ruangan tersebut. Ternyata ruangan itu adalah sebuah kamar, kamar yang cukup cantik, kamar seorang yeoja menurut Suzy. Karena wallpaper dindingnya berwarna pink meskipun sudah sedikit kusam dimakan usia dan lagi tempat tidur yang berada di dalam kamar itu berlapiskan sebuah seprei yang warnanya sepadan dengan dinding tersebut.

Suzy melangkah memasuki kamar itu lebih dalam, dia memperhatikan terdapat beberapa benda yang harusnya hanya dimiliki oleh seorang yeoja di sebuah lemari kaca yang ada di sudut kanan kamar tersebut.

Mata Suzy tidak berhenti hanya dilemari kaca tersebut, Suzy kini menoleh ke belakang dan menemukan sebuah meja rias yang jelas hanya diperuntukkan oleh yeoja, dia menghampiri meja itu dan menatap cermin yang terpampang jelas di depannya, penuh dengan debu..apa kamar ini sudah tidak terpakai?

Entah mengapa tangan Suzy yang tadinya terdiam disamping badannya kini terangkat dan mencoba untuk menarik laci meja rias tersebut.

Ckiiiit~ kembali suara decitan terdengar akibat tarikan Suzy tersebut, yeoja itu mengerutkan keningnya saat di laci tersebut terdapat sebuah album putih yang berukuran sedang. Tanpa pikir panjang Suzy menarik album itu dari tempat persembunyiannya dan membawanya.

Suzy duduk di sudut tempat tidur sembari memangku album tersebut, sampulnya sedikit berdebu sehingga Suzy mengusapnya guna untuk menghilangkan debunya.

Pada lembar pertama Suzy tersenyum kecil saat terlampir foto Myungsoo yang masih kelihatan muda dengan menggunakan seragam SMA.

“apa ini album fotonya waktu remaja?” Gumam Suzy tersenyum geli, dia kemudian membuka lembar kedua dan menemukan foto Myungsoo bersama Minho yang tertawa ditengah-tengah sebuah lapangan kosong.

Semakin membuka lembaran tersebut Suzy semakin melebarkan senyumnya melihat foto-foto kekasihnya yang terlihat bahagia itu, namun saat memasuki lembar pertengahan Suzy mengerutkan keningnya.

Di sana Suzy melihat foto Myungsoo sedang berdiri berhadapan dengan seorang yeoja yang terlihat membelakangi kamera. Karena merasa penasaran Suzy membuka lembaran berikutnya, kini Suzy tidak hanya mengerutkan keningnya namun matanya juga melebar seiring melihat satu persatu foto yang terlampir di sana.

Suzy kembali membuka, dan membuka lembar-lembar berikutnya. Tangannya menutup mulutnya tak percaya dengan mata yang melebar. Di lembar terakhir, Suzy menatap intens foto yang berisikan empat anak muda yang memakai seragam SMA yang sama.

Suzy mengenal 3 dari 4 orang tersebut, tapi yang satu? entah Suzy mengenalnya atau bagaimana.

Di ujung kiri terlihat Minho tengah berdiri merangkul Soojung yang tengah merengutkan wajahnya sementara di ujung kanan Myungsoo tersenyum ke arah kamera sembari tangannya menggenggam tangan seorang yeoja yang tersenyum malu-malu yang berdiri di samping Soojung.

“ini apa?” Pekik Suzy tercekat dengan mata yang semakin melebar, di sana..di dalam lembar-lembar foto tersebut dia bisa melihat dengan jelas potret seorang yeoja yang wajahnya, wajahnya sama persis dengan dirinya, tidak ada yang berbeda sedikitpun. Bukan hanya satu, tapi banyak…semuanya hampir berisikan potret yeoja itu bersama Myungsoo ataupun bersama Soojung.

Diakah itu? bukan..Suzy yakin yeoja itu bukanlah dirinya, dia tidak pernah satu sekolah dengan Myungsoo, Minho serta Soojung. Saat SMA dia hanya memiliki satu teman yaitu Jiyeon, jadi tidak mungkin dia berada di dalam foto itu.

Lalu siapakah yeoja itu?

“kau di sini rupanya” Suzy tersentak kaget mendengar suara berat itu, dia mendongak ke arah pintu dan matanya melebar melihat Minho berdiri sembari bersedekap dan menyandar di daun pintu yang terbuka lebar.

“Han ahjumma mengatakan kau datang, tapi aku tidak menemukanmu di mana-mana dan aku berpikir mungkin kau tengah melihat-lihat isi rumah ini. Tapi aku tidak menyangka kau bisa sampai di tempat ini” Ucapnya dengan tenang, Suzy menelan salivanya lalu beranjak dari ranjang tersebut.

Minho melirik ke arah tangan Suzy yang memegang sebuah album putih, album yang sangat dikenalinya. Dia kemudian tersenyum kecil.

“kau sudah melihatnya?” Tanyanya, Suzy hanya menatap Minho dengan tatapan kebingungan.

“ini..ini semua apa?” Gumam Suzy, Minho menegakkan badannya dan mengedikkan bahunya keluar ruangan tersebut.

“aku bertaruh Myungsoo belum memberitahumu apapun..ayo cari tempat yang lebih nyaman untuk bicara, jangan disini” Ucapnya lalu melangkah keluar, Suzy mengerjapkan matanya lalu meletakkan album tersebut di atas tempat tidur dan berlari kecil menyusul Minho.

xxx

Suzy dan Minho kini duduk di teras belakang rumah Myungsoo, yeoja itu memainkan jarinya dengan gusar. Apa yang akan dibicarakan oleh Minho?

“minumlah dulu” Sahut Minho, Suzy melirik cangkir tehnya dan meraihnya. Setelah menyesap teh hangatnya Suzy lalu beralih menatap Minho.

“bisakah anda menjelaskan semuanya? kenapa..yeoja itu..”

“Han Seoyeon, namanya adalah Han Seoyeon” Sela Minho, dia meletakkan cangkirnya dan menatap Suzy yang terdiam dengan selaannya itu.

“yeoja itu adalah kekasih Myungsoo saat duduk di bangku SMA dulu. Mereka terlihat sangat bahagia saat bersama, hubungan mereka sama sekali tidak ada kendala. Seperti yang kau lihat kami berempat sudah bersama-sama sejak tahun pertama di SMA” Jelas Minho, namja itu melihat keterkejutan Suzy dengan matanya yang melebar saat mendengar penjelasannya.

“mereka bahkan masih melanjutkan hubungan mereka setelah masuk ke perguruan tinggi, bahkan sampai Myungsoo mulai berkerja pun mereka tetap bersama. 6 tahun? Ah tidak 7 tahun, hubungan mereka berlangsung selama 8 tahun tapi kebersamaan mereka hanya sampai disitu. Seoyeon mengidap kanker otak stadium akhir” Suzy tercengang mendengar kalimat akhir Minho, kanker otak? Apa berarti yeoja itu sudah meninggal? Lalu mengapa wajah mereka terlihat sama persis? Apa ini alasan Myungsoo memperkejakannya semudah itu? Ah dia baru sadar sekarang.

“jadi ini alasannya dia memberiku pekerjaan semudah ini? apa karena wajahku mirip dengan mendiang kekasihnya?” Tanya Suzy tercekat.

“tidak..entahlah, aku sama sekali tidak mengetahui alasan mengapa dia memperkejakanmu. Tapi kau harus tau…”

“Minho” Minho menghentikan ucapannya saat mendengar sahutan itu, seketika dia menoleh dan Myungsoo tengah menatapnya dengan tajam di ambang pintu. Sekilas Minho terlihat terkejut mendapati Myungsoo disana, apa dia mendengar semuanya?

“maaf mengganggu kalian” Mata Myungsoo semakin menajam menatap Minho, “tapi bukankah kau kemari untuk menemuiku? Aku sudah di sini, kita bicara di ruang kerjaku. Sekarang.” Lanjutnya dengan kata yang penuh dengan penekanan sedetik kemudian Myungsoo berbalik dan masuk ke dalam rumah tanpa melirik ke arah Suzy sedikitpun.

“maaf..aku harus segera pergi, semoga kau bisa mengerti Suzy” Ucap Minho lalu menyusul Myungsoo masuk ke dalam rumahnya.

xxx

“apa kau sudah gila!” Myungsoo memekik hebat tepat saat Minho masuk ke dalam ruang kerjanya.

“apanya?” Balas Minho santai, dia tau bahwa Myungsoo akan marah besar kepadanya.

“apanya? Hah! Kau pikir aku tidak mendengarnya eoh! Choi Minho jangan mencampuri urusanku!”

“aku tidak mencampuri urusanmu Myungsoo! dia melihat album foto itu, apa yang harus aku lakukan kalau bukan mengatakan kebenarannya kepadanya?”

“Myungsoo, bukankah sejak awal aku sudah memperingatkanmu? Cepat atau lambat dia akan mengetahuinya juga. Apa untungnya kau menyembunyikan semuanya? apa dugaanku itu benar?” Minho menaikkan alisnya menatap myungsoo yang terdiam ditempatnya.
“jadi benar? Kau menganggapnya sebagai pengganti Seoyeon, begitu? Aku pikir kau sudah merelakan kepergiannya dua tahun yang lalu” Gumam Minho.

“ani..dia bukan pengganti siapapun. Jaga ucapanmu Choi Minho” Sergah Myungsoo dengan tegas, Minho menatapnya lama kemudian menghembuskan nafasnya pelan.

“lalu apa alasanmu tidak menceritakan tentang Seoyeon kepadanya? Tentang kemiripannya dengan Seoyeon?”

“apa dia perlu tau? aku rasa tidak. Cukup dia berada disisiku saja, tanpa harus mengetahui masa laluku..aku hanya tidak ingin membuatnya merasa terbebani” Lirih Myungsoo dengan kepala yang tertunduk.

“tapi kenyataannya tidak begitu. Suzy harus tau Myungsoo, dia melihat foto-foto Seoyeon dan dia harus dijelaskan semuanya. Apa kau tau apa yang ada dipikirannya sekarang? Setelah melihat foto-foto itu, setelah mengetahui kenyataan bahwa wajahnya sangatlah mirip dengan mantan kekasihmu, kita semua pasti bisa menebak apa yang ada dikepala yeoja itu” Ucap Minho menghela nafasnya.

“aku tau bukanlah hakku untuk memberitahu Suzy, tapi saat tadi aku melihat Suzy menatap album foto itu dengan penuh keterkejutan, aku rasa dia seharusnya tau. Dan aku sangat yakin bahwa kau sama sekali tidak berniat untuk memberitahunya” Myungsoo mengusap wajahnya dengan gusar dan menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.

“apa yang harus aku lakukan Minho-ya?”

“apalagi? Katakan padanya apa yang sebenarnya..kalau kau memang tidak menganggapnya sebagai pengganti Seoyeon, katakan padanya dan yakinkan dia” Myungsoo menatap Minho dengan tatapan sayunya, sementara Minho menganggukan kepalanya yakin.

Myungsoo memejamkan matanya sebentar lalu beranjak dari sofa, “aku akan menemuinya” Gumamnya lalu berjalan cepat melewati Minho dan meninggalkan ruang kerjanya.

xxx

Isakan tersebut terus bergema memenuhi seluruh penjuru apartemen Suzy, Jiyeon hanya bisa menghela nafasnya melihat sahabatnya itu tak henti-hentinya menangis.

“ckck, pantas saja dia memperkerjakanmu semudah itu. Jadi alasannya karena wajahmu eoh” Decak Jiyeon semakin membuat Suzy terisak.

“hei, sudahlah…jangan menangisinya, apa kau sudah berbicara langsung dengannya?” Tanya Jiyeon, Suzy menggelengkan kepalanya, “oh astaga! seharusnya kau berbicara padanya Suzy. Dengarkan penjelasannya, apa semua yang kita pikirkan itu benar atau tidak”

“tidak..semua sudah jelas Jiyeon-ah. Aku hanya menjadi pengganti kekasihnya, dia tidak pernah menganggapku sebagai diriku…” Lirih Suzy, Jiyeon menatap nanar sahabatnya lalu mengusap pundaknya.

Ting tong~ ting tong~

Jiyeon melirik ke arah pintu saat mendengar bunyi bel apartemen Suzy, baru saja dia akan beranjak untuk membuka pintu tersebut namun teriakan yang berasal dari luar itu menghentikan gerakannya.

“Suzy! Suzy-ya…ini aku Myungsoo, buka pintunya” Jiyeon menatap Suzy yang seketika menghentikan isakannya itu.

“apa aku harus membukakan pintu untuknya?” Tanya Jiyeon.

“tidak..aku tidak ingin bertemu dengannya Jiyeon-ah”

“tapi dia diluar Suzy, mungkin dia ingin menjelaskan semuanya padamu”

“sudah kukatakan semuanya sudah jelas..tidak ada lagi yang perlu dibicarakan” Ucap Suzy keras kepala, Jiyeon menghembuskan nafasnya pelan lalu kembali duduk ditempatnya.

“Suzy-ya jebal, dengarkan penjelasanku dulu..semua yang ada dipikiranmu itu salah, dengarkan aku sayang” Suzy memejamkan matanya lalu beranjak dari sofa.

“aku mengantuk Jiyeon-ah, jalja” Ucap Suzy lalu berjalan menuju kamarnya, Jiyeon menatap punggung Suzy lalu beralih menatap ke arah pintu.

“yeoja itu benar-benar keras kepala” Gumam Jiyeon.

xxx

Tiga hari sejak kejadian itu Suzy masih mengurung dirinya di dalam kamarnya, Jiyeon sebagai satu-satunya sahabat yang Suzy miliki masih tetap setia menunggui yeoja itu. Sudah tiga hari ini juga Jiyeon terus menginap di apartemen Suzy.

Cklek~ Jiyeon yang tengah duduk diruang tengah itu menoleh ke arah kamar Suzy yang baru saja terbuka, dia menghela nafasnya lega melihat penampilan Suzy yang cukup rapi, namun…alis Jiyeon terangkat sebelah.

“kau mau ke mana?” Tanyanya, Suzy berjalan menuju dapur dan mengambil segelas susu.

“aku akan menyerahkan surat pengunduran diriku hari ini”

“kau ingin berhenti bekerja Suzy?” Pekik Jiyeon histeris dan berlari kecil menghampiri Suzy.

“ya, untuk apa lagi aku bekerja disana? Aku bisa bekerja disana Cuma karena wajahku, bukan karena kemampuanku yang sebenarnya. Aku tidak suka itu” Ucap Suzy.

“apa aku perlu menemanimu?”

“tidak, kau pulanglah. Ibumu akan khawatir jika kau terus berada di sini” Ucap Suzy meletakkan gelasnya lalu melangkah menuju pintu depan.

“eomma akan mengerti kalau aku menemanimu..aku ikut yah”

“tidak perlu Jiyeon-ah, aku bisa sendiri. jangan khawatir”

“ah baiklah…kalau begitu kau harus hati-hati” Ucap Jiyeon, Suzy tersenyum dan mengangguk lalu segera berjalan keluar dari apartemennya.

xxx

“Suzy?” Soojung memekik terkejut saat mendapati Suzy baru saja masuk ke dalam lobi perusahaan, dia segera menghampiri Suzy dan mengamati penampilan yeoja itu.

“syukurlah…akhirnya kau datang juga, sudah tiga hari kau absen tanpa kabar” Ucap Soojung mendesah lega, Suzy menatap Soojung dan kembali teringat dengan album foto yang dia lihat waktu itu. Soojung juga tau, dia mengetahui wajah Suzy mirip dengan wajah yeoja itu, tapi Soojung berpura-pura seperti yang lainnya.

Mata Suzy mengedar mengamati beberapa pegawai yang lewat dan menyempatkan diri menoleh padanya untuk sesaat, mereka juga tau. Mereka semua mengetahui wajah ini, namun tidak ada satupun dari mereka yang memberitahunya. Batin Suzy meringis.

“Suzy? kau melamun?” Tegur Soojung, Suzy kembali menatap Soojung dan mengeluarkan sebuah amplop dari tasnya.

“maaf..aku kemari untuk menyerahkan ini” Ucap Suzy, Soojung menaikkan alisnya lalu menerima amplop dari Suzy.

“surat pengunduran diri? Tapi kenapa?” Tanya Soojung terkejut, Suzy menghela nafasnya pelan.

“kau tau kenapa aku menyerahkan surat ini” Gumam Suzy, Soojung menatap Suzy lalu menghembuskan nafasnya lelah.

“maukah kau berbicara padaku sebentar Suzy? setelah itu kau bisa memutuskan untuk tetap mengundurkan diri atau tidak. Kalaupun kau tetap ingin mengundurkan diri kau harus menunggu sampai hoejangnim kembali” Ucap Soojung, Suzy menaikkan alisnya.

“hoejangnim sekarang sedang berada di Busan, karena beberapa urusan..ayolah, aku hanya meminta waktumu beberapa menit” Ucap Soojung. Suzy terlihat berpikir sebentar lalu kemudian menganggukan kepalanya.

“hanya sebentar Soojung-ssi” Ucapnya, Soojung tersenyum lalu menghela Suzy untuk duduk di ruang tunggu yang ada di lobi.

xxx

“mianhae” Ucap Soojung menatap Suzy, yeoja itu hanya diam membalas tatapan penyesalan dari Soojung.

“aku sudah mendengar semuanya dari Minho, kau sudah melihatnya kan?” Lanjut Soojung, Suzy mengangguk pelan tanpa berniat untuk membuka suaranya.

“Seoyeon..dia dulunya adalah gadis yang periang. Setiap masalah yang dia dapatkan selalu dia hadapi dengan senyum cerahnya, sikap periangnya bahkan bisa menular kepada teman-temannya yang ada disekitarnya dan mungkin itulah salah satu penyebab Myungsoo bisa menyayanginya…” Soojung menghela nafasnya, dia tau bahwa tidak tepat untuk menceritakan masalah Seoyeon dan Myungsoo di depan Suzy saat ini, tapi hanya inilah satu-satunya cara untuk membantu Myungsoo.

“Suzy, aku tau apa yang ada dipikiranmu sekarang. Dan aku berani bertaruh apapun yang ada dikepalamu saat ini adalah sebuah kesalahan, Myungsoo…dia benar-benar tulus kepadamu, percayalah” Ucap Soojung dengan yakin, Suzy hanya diam mendengarkan.

“dia benar-benar mengkhawatirkanmu..aku bisa merasakannya Suzy, kami sudah berteman sejak lama dan aku tau cara Myungsoo melihat Seoyeon dulu dan cara dia melihatmu sekarang itu jelas sangat berbeda..dia tidak memandangmu sebagai Seoyeon” Soojung menatap mata Suzy dengan yakin.

“tidak..dia hanya menganggapku sebagai pengganti kekasihnya, aku tau itu” Ucap Suzy tersenyum miris.

“awalnya kami semua berpikir seperti itu Suzy, aku dan Minho bahkan sempat melarang Myungsoo untuk menerimamu sebagai sekertarisnya tapi dia tetap bersikeras dan kami hanya diam menerima keputusannya, memang aku sempat ragu..tapi, tidak…aku rasa dia benar-benar mencintaimu sebagai Suzy”

“apa Myungsoo menyuruhmu untuk mengatakan hal ini kepadaku?” Tanya Suzy tiba-tiba, Soojung menggeleng dan meraih tangan Suzy.

“tidak..dia bahkan melarangku untuk menemuimu dan mengatakan apapun, tapi aku tidak bisa tinggal diam begitu saja melihatnya seperti itu..tiga hari ini dia benar-benar kacau Suzy, bahkan lebih kacau saat kematian Seoyeon dulu” Jelas Soojung dan suaranya memelan di akhir kalimat.

“kau tau, Seoyeon dulu sangatlah sehat..diantara kami berempat dialah yang paling jarang terkena sakit” Ucap Soojung mengingat, Suzy mengerutkan keningnya dan teringat dengan percakapannya dengan Minho.

“tapi, bukankah dia mengidap kanker otak?”

“ya, tapi dia mengidap penyakit itu bukan sejak lama..tapi sejak kejadian itu..kecelakaan yang membuatnya divonis mengalami kanker otak stadium akhir”

“kecelakaan?” Suara Suzy tercekat ditenggorokan saat mendengarnya.

“saat itu..ulang tahun Myungsoo yang ke 22, kami bertiga berencana untuk membuat kejutan untuknya, saat siang menjelang sore..kami berniat untuk berkumpul di cafe tempat kami sering berkumpul, saat itu aku dan Minho sudah berada dilokasi sementara Seoyeon..dia sedang dalam perjalanan dari toko kue..” Soojung terlihat berkaca-kaca saat menceritakan masa lalu mereka kepada Suzy, sementara Suzy hanya menyimak dalam diamnya.

“Seoyeon membawa cake yang akan kami berikan kepada Myungsoo nantinya, di dalam bus Seoyeon menghubungiku dan mengatakan bahwa dia akan segera sampai..namun, sialnya…bus yang ditumpangi Seoyeon mengalami kecelakaan fatal sehingga membuat dirinya terluka parah” Suzy menutup mulutnya karena terkejut mendengar cerita Soojung.

“semua terjadi begitu cepat…saat polisi menghubungiku, kami segera bergegas ke rumah sakit dan menghubungi Myungsoo…Myungsoo, dia terlihat sangat kacau saat mendengar Seoyeon berada di UGD. Kami menunggu berjam-jam hingga dokter yang menanganinya keluar dari ruang UGD sembari menghela nafas…Seoyeon koma, dia tertidur di ranjang rumah sakit selama 3 bulan” Lanjut Soojung, air matanya sudah menetes di ujung matanya.

“apa saat itu dia…”

“tidak..Seoyeon masih membuka matanya..setelah penantian kami selama 3 bulan akhirnya dia membuka matanya dan sadar. Tak ada yang berubah darinya setelah sadar dari komanya, namun..beberapa bulan setelah sadar tubuhnya menjadi lemah, berangsur-angsur, secara perlahan entah mengapa dia begitu mudah lelah sehingga Myungsoo memaksanya untuk memeriksa keadaannya…dan saat itulah..saat itulah Seoyeon divonis mengidap kanker otak stadium akhir, akibat kecelakaan yang dialaminya saat ulang tahun Myungsoo itu” Jelas Soojung, dia menatap Suzy yang terlihat masih terkejut dengan ceritanya itu.

“Myungsoo memaksa Seoyeon untuk tinggal bersamanya dan merawatnya, hari-harinya dia lalui dengan merawat Seoyeon yang perlahan-lahan semakin melemah sehingga dia tidak dapat bangkit dari tidurnya, setiap malam dan pagi Myungsoo selalu mengunjungi kamar Seoyeon untuk menemani yeoja itu..tapi, disuatu malam..saat Myungsoo baru saja pulang dari kerjanya, dia langsung ke kamar Seoyeon berniat ingin mengajak gadis itu untuk menghirup udara segar malam hari, namun saat membuka pintu Myungsoo merasakan keheningan dalam kamar itu…dia menghampiri ranjang Seoyeon dan melihat gadis itu tertidur dengan lelapnya..saat Myungsoo mengelus pipinya…saat itu juga dia sadar bahwa Seoyeon telah tertidur selamanya..tanpa peringatan sebelumnya…”

Air mata Suzy berhasil lolos saat Soojung mengakhiri ceritanya, entah dengan cara apa dia bisa merasakan sakitnya perasaan Myungsoo saat itu. Ditinggal pergi oleh kekasihnya tanpa salam perpisahan sebelumnya.

“Suzy..kumohon percayalah padaku, aku memang tidak bisa menjamin apa alasan Myungsoo menutupi tentang Seoyeon kepadamu, tapi aku bisa jamin satu hal…dia mencintaimu dengan tulus, aku sangat yakin itu” Ucap Soojung disela isakan kecilnya.

Suzy menyeka air matanya dan menatap Soojung, “gomawo..gomawo, kau sudah mau menceritakan padaku..tapi…” Suzy menarik nafasnya dalam kemudian menghembuskannya lagi dan menatap serius kepada Soojung.

“keputusanku sudah bulat..aku benar-benar ingin mengundurkan diri karena aku rasa aku tidak pantas bekerja disini..setelah tau semuanya” Ucap Suzy dengan yakin.

“baiklah..aku tidak berhak untuk menahanmu Suzy. tapi seperti yang kukatakan, kau harus menunggu hoejangnim kembali ke Seoul baru kau bisa mengajukan surat pengunduran dirimu”
Ucap Soojung, Suzy menganggukan kepalanya dan beranjak dari kursi.

“aku mengerti..aku akan menunggunya” Ucapnya, Soojung ikut berdiri dan memeluk Suzy.

“aku harap dengan ceritaku tadi kau bisa mencoba untuk memberi kesempatan kedua untuk Myungsoo, Suzy” Bisik Soojung. Suzy membalas pelukan Soojung dan tersenyum kecil.

“itu berhak untuk dipikirkan..gomawo Soojung-ssi” Ucap Suzy melepas pelukannya dan tersenyum lepas.

xxx

Suzy duduk termenung menatap keluar jendela apartemennya, hari ini sudah tepat seminggu setelah terakhir kalinya dia menginjakkan kakinya ke Kim Corp untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya. Dan sejak saat itupula hingga sekarang sama sekali tidak ada kabar yang dia terima bahwa Myungsoo telah kembali.

Apa namja itu masih berada di Busan? Tapi kenapa begitu lama? Apa yang menahannya di sana? Pertanyaan-pertanyaan itu kini tengah berkecamuk di kepala Suzy.

Tidak dapat dipungkiri memang, setelah mendengar cerita Soojung, Suzy tak pernah berhenti untuk memikirkan Myungsoo. Apa dia masih mencintai namja itu? ya…jawabannya mungkin ya, karena dia terus mengkhawatirkan keberadaan Myungsoo saat ini. Meskipun dia sama sekali tidak tau bagaimana perasaan Myungsoo yang sebenarnya kepadanya tapi dia tau pasti perasaannya saat ini.

Ting tong~ suara bel diapartemennya sore itu membuat kegiatan melamun Suzy terbuyarkan begitu saja, Suzy menoleh kebelakang dengan alis berkerut.

Siapa yang bertamu? Selama ini dia sama sekali tidak pernah menerima tamu. Dengan penuh rasa penasaran Suzy bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu.

“Suzy!” Badan Suzy terlonjak kaget mendapati Soojung tengah menatapnya dengan panik di depan pintu.

“Soojung? kau..ada apa?” Tanyanya dengan nada yang terkejut.

“ikutlah denganku, kumohon…aku akan menceritakan padamu di jalan” Ucap Soojung, Suzy mengangkat alisnya menatap Soojung.

“Myungsoo..kau harus segera menemuinya kali ini, jebal Suzy-ya” Jelas Soojung membuat Suzy melebarkan matanya.

“Myungsoo? memangnya dia kenapa?” Tanya Suzy dengan perasaan was-wasnya, Soojung menghembuskan nafasnya pelan lalu segera menarik tangan Suzy.

“tidak ada waktu kalau mau dijelaskan sekarang! Kita harus segera pergi” Seru Soojung menarik Suzy yang terkejut karena ditarik tiba-tiba olehnya.

“tapi Soojung…”

“masuklah cepat..kita tidak ada waktu!” Pekik Soojung membuat Suzy terlonjak dan segera masuk ke dalam mobilnya.

xxx

Alis Suzy bertautan saat mobil Soojung berhenti di depan pintu rumah milik Myungsoo, saat diperjalanan tadi Soojung menceritakan bahwa selama seminggu ini Myungsoo sama sekali tidak memberikan kabar kepada mereka mengenai keadaannya di Busan.

Myungsoo tengah mengunjungi makam Seoyeon saat itu, entah untuk apa..dia juga tidak tau. Kemarin Minho berinisiatif menyusul Myungsoo karena takut terjadi apa-apa kepadanya, dan ketakutannya terjadi..saat sampai di flat Myungsoo yang berada di Busan, dia menemukan namja itu dalam keadaan yang sangat kacau.

Myungsoo bahkan meracaukan kata-kata yang tidak jelas dalam tidurnya, saat menyentuh badannya namja itu terserang demam yang sangat tinggi sehingga mau tak mau Minho segera membawanya ke rumah sakit. Setelah diberi obat penurun panas, Minho segera membawa Myungsoo yang masih juga tidak sadarkan diri untuk segera kembali ke Seoul.

Dan disinilah mereka..di rumah Myungsoo. Minho segera bangkit dari sofa saat melihat Suzy dan Soojung memasuki rumah tersebut.

“dia ada di atas” Ucap Minho menghela kedua gadis itu untuk segera naik ke lantai dua.

“Suzy…terima kasih kau sudah mau kemari, sedari tadi dia terus memanggil namamu..aku harap kau mau menemuinya” Ucap Minho berdiri di depan pintu kamar Myungsoo.

“kami berada di bawah jika kau membutuhkan sesuatu..masuklah” Gumam Soojung mendorong tubuh Suzy untuk masuk ke dalam kamar Myungsoo.

Minho menghela nafas leganya melihat Suzy sudah masuk ke dalam kamar Myungsoo, dia menatap Soojung dan tersenyum puas.

“kau memang bisa diandalkan..” Ucapnya mengacak rambut Soojung, “aku harap keadaan Myungsoo bisa lebih baik setelah kedatangan Suzy” Lanjutnya, Soojung tersenyum dan mengangguk.

“Myungsoo akan baik-baik saja..sekarang kau harus makan, aku tau kau belum makan sejak tadi” Ucap Soojung, Minho tersenyum dan meraih lengan Soojung.

“kau harus menemaniku makan kalau begitu” Ucapnya menggiring Soojung untuk menuruni tangga.

“kalau kau memaksa aku bersedia” Sela Soojung dengan nada bercanda membuat keduanya tertawa bersama.

xxx

Suzy menutup dengan perlahan pintu dibelakangnya dan segera menoleh ke arah ranjang yang berada di dalam kamar tersebut. Mata Suzy terpaku melihat Myungsoo, namja yang sudah seminggu lebih tidak dia temui terbaring disana dengan wajah yang cukup pucat pasi. Suasana hening ruangan tersebut dengan penerangan yang cukup temaram itu membuat suasana hati Suzy semakin memilukan.

Tanpa melepas pandangan matanya dari Myungsoo, Suzy berjalan menghampiri ranjang dan duduk disisinya. Suzy tersenyum miris saat mengingat terakhir kalinya dia melihat namja itu, namja yang masih dalam keadaan sehat dan tak terlihat lemah sedikitpun. Berbeda dengan sekarang.

Tangan Suzy terulur untuk mengusap wajah Myungsoo, dia bisa merasakan hangat yang menjalar di tangannya akibat bersentuhan dengan kulit namja itu. Namja ini demam, batin Suzy dalam hati.

“eunggg” Myungsoo mengerang pelan saat merasakan tangan Suzy mengusap wajahnya dan membuat Suzy sedikit terkejut karena membuat tidur Myungsoo terganggu.

“Su…Suzy…” Gumam Myungsoo dengan mata yang masih tertutup, Suzy menunduk sedikit dengan tangan yang masih mengusap wajah Myungsoo.

“aku disini” Bisiknya pelan yang mau tak mau membuat Myungsoo secara perlahan membuka matanya, awalnya Myungsoo terdiam menatap Suzy namun setelah mengerjapkan matanya sekali dan masih menemukan wajah Suzy didepannya tangan kirinya langsung terangkat dan memegang tangan Suzy yang ada di pipinya.

“kau sakit”

“Suzy..” Ucap Myungsoo memejamkan matanya dengan hembusan nafas lega,“Suzy..Suzy, aku merindukanmu sayang”

“istirahatlah, jangan banyak berbicara dulu. Kau masih lemah” Ucap Suzy dengan lembut berniat untuk menarik tangannya namun Myungsoo menahannya.

“jebal…kajima, aku akan menjelaskan semuanya padamu..jadi jangan pergi, kumohon” Gumam Myungsoo tanpa memperdulikan ucapan Suzy sebelumnya yang menyuruhnya untuk tidak berbicara dulu.

“kau sedang sakit..kita bisa membicarakan itu lain waktu, sekarang tidurlah” Balas Suzy berusaha untuk membuat Myungsoo kembali istirahat.

“tapi kau akan pergi”

“tidak..aku tidak akan pergi, jadi tidurlah” Myungsoo menatap Suzy sayu, melihat Suzy menganggukan kepalanya membuat Myungsoo akhirnya memejamkan matanya.

“aku akan tidur tapi kau tidak boleh meninggalkanku” Ucap Myungsoo, Suzy tersenyum dan mengangguk.

“ya, aku tidak akan pergi. Aku akan tetap disini” Gumam Suzy pelan membuat Myungsoo tersenyum tipis.

“aku sangat merindukanmu Suzy, sungguh” Lirih Myungsoo sebelum jatuh terlelap kedalam tidurnya kembali. Suzy hanya diam memperhatikan wajah Myungsoo yang terlelap itu tanpa berniat untuk membuka suaranya, dia tidak ingin kembali membuat Myungsoo terbangun. Namja itu harus istirahat.

xxx

Suara erangan pelan tercipta dari bibir tipis namja itu saat merasakan secercah sinar mentari yang menerpa wajahnya, perlahan Myungsoo membuka matanya dan menatap langit-langit kamarnya.

Alisnya berkerut saat merasakan sesuatu menempel di dahinya, tangannya terulur keatas dan menemukan handuk kecil yang sudah mengering menempel didahinya, kepala Myungsoo memiring kesamping sembari berpikir. seketika matanya membulat dan terduduk di atas tempat tidurnya.

Dia mengedarkan matanya keseluruh penjuru kamarnya untuk mencari keberadaan Suzy, semalam dia yakin bahwa itu bukanlah mimpi. Suzy ada di sini, namun hasilnya nihil. Namja itu hanya menemukan baskom berukuran sedang di dekat ranjangnya yang mungkin berisi air untuk mengompresnya, dan dia yakin Suzylah yang meletakkan baskom tersebut.

Namun, di mana yeoja itu?

Mata Myungsoo langsung melebar saat berpikir bahwa Suzy meninggalkannya pagi-pagi sekali atau bahkan semalam setelah dia terlelap. Perasaan panik kini menggelayuti hati Myungsoo dan dia segera beranjak dari tempat tidurnya. Meskipun kepalanya masih terasa pening namun dia tetap memaksa untuk segera beranjak untuk mencari Suzy.

“Suzy! Suzy-ya!” Teriak Myungsoo seraya menuruni tangga rumahnya dengan tergesa-gesa.

“Suzy? Suzy” Myungsoo semakin panik saat tidak mendapatkan sahutan balik dari yeoja itu, apa benar Suzy meninggalkannya?

“Myungsoo?” Namja itu langsung membalikan badannya mengarah ke dapurnya saat mendengar namanya dipanggil.

“Suzy!” Seru Myungsoo dan langsung berlari menghampiri yeoja itu, sementara Suzy hanya menatapnya bingung.

“ada apa?” Tanya Suzy menatap tubuh Myungsoo meneliti bahwa tubuh namja itu baik-baik saja, Myungsoo menghela nafasnya lega dan langsung memeluk Suzy dengan erat.

“aku berpikir kau pergi” Desahnya dengan lega dalam pelukannya, Suzy yang masih merasa kebingungan itu hanya mengangkat alisnya.

“aku sedang membuat bubur untukmu di dapur, Han ahjumma tidak datang hari ini” Ucap Suzy, Myungsoo kembali menghembuskan nafasnya lega.

“aku takut, aku takut kau meninggalkanku Suzy”

“kembalilah ke kamarmu, kau masih belum pulih betul. Aku akan menyiapkan sarapan untukmu dan membawa ke kamarmu” Ucap Suzy melepaskan pelukan Myungsoo, baru saja Myungsoo ingin membantah namun Suzy memasang wajah tegasnya.

“kembali ke kamarmu Myungsoo” titah Suzy membuat Myungsoo menekuk wajahnya dan berjalan gontai menuju kamarnya kembali.

Setelah beberapa menit Suzy kembali ke kamar Myungsoo dengan membawa nampan untuk sarapan Myungsoo.

“pagi-pagi tadi Soojung dan Minho pulang, mereka harus bekerja hari ini jadi tidak sempat menungguimu bangun” Ucap Suzy saat menghampiri Myungsoo.

“sekarang makanlah dan minum obatmu lagi, setelah itu kau istirahat” Ucap Suzy menyerahkan nampan itu dan meletakkannya di atas pangkuan Myungsoo.

Myungsoo sedari tadi hanya diam memperhatikan gerak-gerik Suzy, hingga Suzy menyadari bahwa Myungsoo tidak menyentuh sendoknya untuk segera makan.

“jangan menatapku seperti itu, sekarang makanlah” Ucap Suzy, Myungsoo menatap buburnya sebentar lalu tersenyum menatap Suzy.

“aku pasien, suapi aku” Ucapnya membuat Suzy melebarkan matanya.

“tanganmu tidak terluka..makanlah Myungsoo, apakah aku harus mengatakannya berkali-kali agar kau bisa menuruti perkataanku”

“baiklah, aku akan makan. Jangan mengomel seperti itu” Ucap Myungsoo akhirnya, Suzy tersenyum puas melihat Myungsoo memulai untuk memakan buburnya.

Setelah menghabiskan buburnya, Suzy menyodorkan obat penurun panas dan beberapa pil vitamin untuk membuat energi Myungsoo kembali lagi.

“kau puas” Ucap Myungsoo setelah meneguk airnya untuk menelan pil terakhirnya, Suzy tersenyum dan mengangguk.

“sekarang istirahat” Ucap Suzy seraya menarik nampan dari pangkuan Myungsoo.

“aku baru saja terbangun dari tidurku dan kau memintaku untuk kembali tidur? Aku tidak ingin menjadi beruang Bae Suzy” Ucap Myungsoo memicingkan matanya.

“istirahat adalah kegiatan wajib orang sakit. Jangan sakit kalau kau tidak ingin terbaring terus di atas tempat tidurmu” Tegur Suzy.

“kau pikir siapa yang membuatku seperti ini?” Cibir Myungsoo dengan wajah cemberutnya, Suzy hanya menatapnya diam lalu beranjak berdiri sembari memegang nampan.

“istirahatlah, jika kau butuh sesuatu aku di bawah” Ucap Suzy lalu melangkah keluar dari kamar Suzy meninggalkan Myungsoo yang terhenyak karena Suzy tidak menghiraukan ucapannya tadi.

xxx

Saat siang menjelang Suzy masuk ke dalam kamar Myungsoo, dia melangkah perlahan saat melihat Myungsoo ternyata masih tertidur pulas.

“ckck, katanya tidak ingin jadi beruang tapi nyatanya dia masih tidur juga” Decak Suzy pelan, yeoja itu menghampiri Myungsoo dan meletakkan telapaknya di dahi Myungsoo.

“suhunya sudah normal” Gumam Suzy, dia menunduk sedikit dan mengguncang lengan Myungsoo pelan.

“Myungsoo, bangunlah…” Panggil Suzy pelan, “Myungsoo..kau harus makan lagi” Ucapnya, mata Myungsoo bergerak-gerak dan seketika terbuka.

“kau mengganggu tidurku” Gumam Myungsoo setelah menguap lebar membuat Suzy mencibir pelan.

“bangunlah, panasmu sudah turun. Aku sudah menyiapkan makan siang untukmu di bawah, kau bisakan turun makan?” Tanya Suzy, Myungsoo menatapnya lalu mendudukan dirinya.

“kenapa kau tidak membawa makanannya di sini saja?” Tanya Myungsoo.

“kau sudah sembuh, tidak perlu makan seperti orang sakit. Lagipula aku harus segera pulang” Ucap Suzy yang sukses membuat Myungsoo melebarkan matanya.

“aku masih sakit, jadi jangan pulang” Ucapnya memasang wajah kesakitan.

“jangan bercanda, kau itu sudah sembuh..aku harus pulang Myungsoo, semalam aku sudah di sini”

“tapi aku akan sendirian di rumah, jangan pulang eoh? temani aku”

“tidak bisa..Soojung akan kemari setelah makan siang, tidak perlu khawatir kau bisa meminta bantuannya jika ada yang kau perlukan” Ucap Suzy dengan pasti membuat Myungsoo menekuk wajahnya.

“dan kau tidak akan kembali lagi?” Tanya Myungsoo membuat Suzy menaikkan alisnya.

“apa maksudmu?” Tanya Suzy balik.

“dari semalam kau selalu mengalihkan pembicaraanku mengenai kita. Apa kau tidak ingin mendengarku?”

“Myungsoo, turunlah makan. Aku harus segera pulang” Ucap Suzy berbalik berniat untuk meninggalkan Myungsoo.

“berhenti menghindariku Suzy jebal” Sahut Myungsoo, Suzy menghentikan langkahnya tanpa menoleh sedikitpun.

“kumohon dengarkan penjelasanku. Apapun yang kau pikirkan semua itu tidak benar” Myungsoo beranjak dari ranjangnya dan menghampiri Suzy.

“aku sudah tau..semuanya” Ucap Suzy membuat Myungsoo menghentikan langkahnya dan menatap punggung Suzy dengan terkejut.

“semuanya?”

“ya..semuanya, Soojung telah memberitahuku semuanya dan kau tidak perlu khawatir dengan pemikiranku” Ucap Suzy dia berbalik dan tersenyum pada Myungsoo, “karena aku tau apa yang ada dipikiranku dan kau tidak” Lanjutnya.

“Suzy…apapun yang sudah kau dengar dari Minho ataupun Soojung semuanya memang adalah kebenaran, aku tidak akan menyangkalnya” Ucap Myungsoo berdiri tepat dihadapan Suzy yang terdiam.

“dan aku berani bertaruh bahwa sampai saat ini kau masih berpikir bahwa aku menganggapmu sebagai pengganti Seoyeon” Lanjut Myungsoo, Suzy masih diam menatap Myungsoo.

“sungguh, semua pemikiran itu tidak benar Suzy” Myungsoo memegang kedua bahu Suzy dan menatapnya dalam, “awalnya..awalnya saat melihatmu aku memang teringat dengan Seoyeon, beberapa kata yang kau lontarkan terdengar sama dengan ucapan Seoyeon dulu. Tapi sama sekali tidak pernah terlintas dipikiranku bahwa kau adalah penggantinya, kau bukanlah pengganti siapapun. Kau tetap Bae Suzy” Jelas Myungsoo.

“jangan…jangan berbohong lagi padaku Myungsoo” Gumam Suzy sembari menggelengkan kepalanya.

“kau masih tidak percaya? Apa yang harus aku lakukan agar kau mempercayaiku?” Myungsoo menatap Suzy penuh pengharapan saat tidak mendengar jawaban yeoja itu dia menghela nafas kasar lalu menarik Suzy untuk keluar dari kamarnya.

“kau mau ke mana?” Tanya Suzy.

“ingin membuktikan padamu bahwa sudah tidak ada lagi Seoyeon dihatiku” Ucap Myungsoo tanpa menghentikan langkahnya.

Myungsoo menuruni tangga diikuti dengan Suzy dibelakangnya yang memasang wajah bingungnya, Suzy mengerutkan keningnya saat Myungsoo menariknya untuk berjalan kelorong yang diujungnya terdapat sebuah kamar yang pernah dia masuki-kamar Seoyeon.

“Myungsoo..apa yang akan kau lakukan?” Tanya Suzy panik, Myungsoo tidak menjawab dan semakin mengeratkan pengangannya di pergelangan tangan Suzy.

Mereka masuk ke kamar itu dan segera Myungsoo mengambil album foto yang tidak berpindah tempat sejak terakhir Suzy meletakkannya di atas tempat tidur di kamar tersebut. Setelahnya Myungsoo kembali menarik Suzy untuk keluar dan berjalan menuju taman belakang.

Sementara dari arah ruang tamu Soojung dan Minho yang baru saja sampai terkejut melihat Myungsoo tiba-tiba keluar dari lorong kecil itu dan menarik Suzy .

“apa yang terjadi?” Tanya Soojung terkejut, Minho menaikkan kedua bahunya tak tahu dan keduanya segera menyusul Myungsoo dan Suzy yang keluar ke taman belakang.

“apa yang mau kau lakukan dengan album itu Kim Myungsoo?” Tanya Suzy lagi, Myungsoo melepaskan tangan Suzy dan menatap yeoja itu dengan tajam.

“perhatikan baik-baik apa yang akan aku lakukan dan segera singkirkan pikiran konyolmu itu setelah aku melakukannya” Ucap Myungsoo, Suzy hanya terdiam mendengarnya. Dia melihat Myungsoo melangkah ke taman belakang dan berjalan menuju sebuah wadah seperti tempat pembakaran sampah-sampah atau dedaunan kering yang memang sudah disiapkan di situ.

Api sejak awal sudah menyala di dalam wadah tersebut, dan tanpa berpikir panjang Myungsoo segera melempat album foto itu ke dalam wadah tersebut membuat Suzy membelalakan matanya dan berlari kecil menghampiri Myungsoo.

“ya! apa yang kau lakukan?” Pekik Suzy terkejut, Myungsoo menoleh kepada Suzy dan menatapnya tajam.

“kau lihat sekarang..kau bukanlah pengganti siapapun jadi jangan pernah berpikir seperti itu. jangan pernah menyebut-nyebut sesuatu yang sudah menjadi masa laluku”

“tapi kau tidak harus membakar album itu!”

“aku melakukannya agar kau percaya kalau aku sudah melupakan Seoyeon. Aku memang masih menyimpan Seoyeon dalam pikiranku tapi tidak dihatiku, dia hanyalah masa laluku yang patut untuk kusimpan dan kuhargai karena pernah menjadi bagian dihidupku dulu. Saat itu di sini, jauh sebelum aku bertemu denganmu…” Myungsoo menarik tangan Suzy dan meletakkannya di dada kirinya, “di sini sudah benar-benar kosong, tak terisi sampai aku bertemu denganmu dan mengenalmu. Kau kembali mengisinya dan membuatku kembali merasakan cinta..aku benar-benar mencintaimu, Bae Suzy” Suzy terdiam menatap Myungsoo. Namja itu terlihat sangat tulus saat mengatakan pernyataan cintanya kepada Suzy sehingga membuat yeoja itu terhenyak.

“kau dengar? Jantung ini..dia benar-benar berdetak untukmu Suzy, aku bersungguh-sungguh” Ucap Myungsoo meyakinkan, dia menatap Suzy berharap yeoja itu bisa mempercayai ucapannya. Sementara Suzy hanya bisa menatap Myungsoo dengan tatapan sendunya.

“lalu kenapa kau tidak menceritakan padaku? Kenapa kau seolah-olah menyembunyikan kenyataan bahwa wajahku ini sama dengan wajah kekasihmu dulu? Kau tidak memberitahuku itu..waeyo?” Tanya Suzy, Myungsoo menurunkan tangan Suzy dari dadanya dan segera merengkuh yeoja itu dengan erat.

 

“aku tidak ingin kau merasa terbebani dengan ini..aku tau kau akan berpikir yang macam-macam jika mengetahuinya, dan itu memang terjadi..” Ucap Myungsoo.

“Seoyeon hanyalah masa laluku dan kau..kau adalah masa depanku Suzy. Aku hanya ingin berbagi padamu tentang kisah kita di masa kini dan masa depan..aku tidak ingin memikirkan masa lalu, baik itu masa lalumu maupun masa laluku” Lanjutnya, Suzy tersentuh…sungguh tersentuh dengan ucapan Myungsoo yang mengatakan dialah masa depannya.

“apa kau tidak berbohong?” Tanya Suzy akhirnya, Myungsoo mengangguk.

“sama sekali tidak ada kebohongan yang keluar dari mulutku” Jawab Myungsoo mantap. Suzy menarik nafasnya dalam kemudian mengangkat tangannya dan melingkarkannya dipinggang Myungsoo.

“Myungsoo…” Suzy menggumamkan nama Myungsoo penuh cinta dan menempelkan kepalanya di dada bidang Myungsoo, “bogoshipeo” Bisiknya pelan membuat Myungsoo tersenyum kecil dan menciumi pucuk kepala Suzy.

“aku juga…aku sangat merindukanmu Suzy, sayangku..jangan menjauhiku lagi, karena saat itu aku pastikan kalau aku akan mati jika kau melakukannya” Ucap Myungsoo mengeratkan pelukannya.

Di ambang pintu yang menghubungkan rumah Myungsoo dan taman belakang itu berdiri Minho dan Soojung yang menyaksikan adegan tadi, keduanya tersenyum lebar melihat Myungsoo dan Suzy kembali bersatu.

“sepertinya kita harus mengadakan perayaan untuk hari ini” Ucap Minho dan diangguki oleh Soojung.

“Han ahjumma akan sibuk untuk memasak malam ini” Canda Soojung dengan memperhatikan kedua sejoli yang sedang berpelukan dengan mesranya di tengah taman belakang tersebut.

xxx

Minho menggelengkan kepalanya saat melihat ke arah Myungsoo yang sedari tadi tak henti-hentinya tersenyum sembari melihat ke arah Suzy yang sedang berada di dapur.

“ya ya berhentilah memperhatikannya seperti itu” Tegur Minho namun Myungsoo mengacuhkannya dan terus melanjutkan kegiatan yang menurutnya paling menyenangkan itu.

“astaga! kau benar-benar sudah kembali dibutakan dengan cintamu” Dengus Minho tidak percaya.

Soojung yang mendengar percakapan itu hanya tertawa kecil, “tidak perlu menghiraukan Myungsoo..kita sendiri tau dia itu seperti apa jika sudah jatuh cinta” Sahut Soojung membawakan beberapa potong buah dari arah dapur, sementara Suzy mengikutinya sembari membawa 4 gelas teh hangat.

“aku baru tau jika dia hobi memperhatikan orang seperti ini” Kekeh Suzy meletakkan gelas di atas meja.

“kedepannya kau akan mengetahui kebiasaan-kebiasaan anehnya, jadi bersiaplah Suzy” Ucap Soojung, Suzy tersenyum dan mengangguk.

“sejak kapan kau tinggal di sini Suzy?” Tanya Minho, sekarang mereka memang tengah berada di apartemen Suzy. setelah perdebatan yang cukup sengit antara Suzy dan Myungsoo akhirnya Myungsoo mengalah dan mengantarkan Suzy untuk kembali ke apartemennya dan diikuti oleh Soojung serta Minho.

“sudah sangat lama..mungkin saat tahun pertamaku masuk perguruan tinggi” Ucapnya sembari mengingat-ingat.

“sebelumnya kau tinggal di mana? orang tuamu?” Tanya Soojung.

“aku tinggal di gwangju bersama orang tuaku. Tapi mereka meninggal aku pindah ke Seoul bersama sahabatku” Jelas Suzy, Soojung memasang wajah bersalahnya saat mendengar penjelasan Suzy.

“maaf, aku turut berduka atas orang tuamu” Suzy tersenyum kecil dan mengangguk.

“gwenchana, kejadiannya sudah lama jadi aku sudah tidak sedih lagi” Ucapnya, “mimumlah”

Minho dan Soojung mengangguk lalu menyesap teh hangatnya sementara Myungsoo masih diam memperhatikan Suzy, “ya Kim Myungsoo berhenti menatapku dan minumlah, apa kau tidak bosan” Tegur Suzy, Myungsoo tersenyum dan menggeleng.

“aku bisa duduk diam dan hanya memperhatikanmu saja tanpa merasa bosan” Ucapnya membuat Minho hampir saja tersedak oleh minumannya.

Plaak~ “ya! kenapa kau berubah menjadi namja yang menjijikan seperti ini” Seru Minho memukul punggung kepala Myungsoo dan membuat Myungsoo akhirnya mengalihkan perhatiannya dari Suzy untuk pertama kalinya sejak beberapa jam terakhir.

“kenapa memukulku?” pekik Myungsoo dengan wajah kesalnya, Suzy dan Soojung hanya menggelengkan kepalanya melihat aksi kedua sahabat itu.

“aku rasa sebentar lagi aku akan gila Kim Myungsoo, ckckck” Decak Minho membuat Myungsoo semakin menekuk wajahnya.

“aku masih waras! Yang gila itu kau!” Seru Myungsoo tak terima.

“ya ya! berhentilah berdebat..” Sahut Soojung menengahi, kedua namja itu menoleh padanya secara bersamaan dan mendengus, “aku harus pulang, berhenti bertengkar” Lanjutnya.

“kau sudah ingin pulang? Tinggallah lebih lama” Ucap Suzy, Soojung tersenyum dan menggeleng. Baru saja akan membuka suaranya tiba-tiba Myungsoo menyelanya.

“untuk apa tinggal lebih lama? Cepatlah pulang, sedari tadi aku memang sudah ingin menyuruh kau dan kau untuk kembali…mengganggu saja” Ucap Myungsoo sembari menunjuk Minho dan Soojung secara bergantian.

“eisshh, biar tak kau suruh juga aku akan pulang. Soojung-ah, kajja” Sahut Minho beranjak dari sofa, Suzy menatapnya tak enak karena ucapan Myungsoo tadi.

“jangan mendengarkan kata-katanya, tidak apa-apa jika kalian berlama-lama disini. Aku tidak masalah kok” Ucap Suzy ikut beranjak dari sofanya.

“tidak perlu..kami tau, kalian masih butuh waktu berdua..” Jawab Soojung, “lagipula aku memang sudah harus pulang. Masih banyak pekerjaanku yang belum selesai, dan Minho harus mengantarku” Lanjutnya.

“tapi…”

“biarkanlah mereka pulang Suzy, Soojung benar..aku masih butuh waktu berdua denganmu” Seru Myungsoo yang masih duduk di sofa, Suzy menoleh dan mencibir ke arah Myungsoo.

“kau dengar? Kekasihmu ingin berdua denganmu..jadi, selamat menikmati waktu kalian..kami pulang dulu Suzy” Ucap Minho tersenyum geli membuat wajah Suzy kini merona.

“baiklah..kalian hati-hati ne” Ucap Suzy mengingatkan.

“geurom..gomawo sudah mengajak ke apartemenmu, nan ganda” Ucap Soojung sebelum keluar dari pintu apartemen Suzy. Suzy menutup pintunya dan kemudian berjalan kembali ke ruang tengahnya, dia menatap kesal kepada Myungsoo.

“seharusnya kau tidak mengatakan hal itu kepada mereka” Ucap Suzy, Myungsoo tersenyum lebar dan menarik Suzy untuk duduk di atas pangkuannya.

“apa salah kalau aku mengatakan hal yang sebenarnya? Mereka juga pasti mengerti” Balas Myungsoo dengan wajah tidak berdosanya.

“tapi aku jadi tidak enak dengan mereka” Ucap Suzy dengan wajah cemberutnya, Myungsoo tersenyum dan mengecup singkat bibir Suzy.

“tidak perlu memikirkan mereka sayang..sekarang pikirkanlah aku” Ucapnya menggoda membuat Suzy berigidik.

“berhenti menggodaku” Sahut Suzy datar, “ah..aku lupa. Aku harus menyerahkan surat pengunduran diriku kepadamu” Lanjut Suzy, Myungsoo mengerutkan keningnya tak setuju.

“waeyo? kau masih ingin berhenti bekerja?” Tanya Myungsoo, Suzy mengangguk pasti.

“aku tetap dengan keputusanku..maaf, tapi aku rasa aku tidak pantas mendapat jabatan itu” Ucap Suzy, Myungsoo menggeleng.

“tidak, kau pantas Suzy…pekerjaanmu selama ini selalu memuaskan, jangan berhenti ya” Ucapnya dengan wajah memohon.

“tapi Myungsoo..apa yang akan orang-orang katakan nanti? Mereka pasti berpikir yang tidak-tidak tentang kau dan aku”

“tidak perlu memikirkan perkataan mereka..kau tetap berada disisiku saja aku rasa itu sudah cukup, aku tidak peduli dengan pendapat yang lain. Tetaplah bekerja denganku ne”

“tidak..aku tidak bisa, ini sudah menjadi keputusanku” Ucap Suzy dengan yakin. Myungsoo terdiam sebentar lalu menghembuskan nafasnya.

“baiklah jika itu maumu…” Myungsoo menggantung kalimatnya sebentar kemudian tersenyum miring, “tapi ada syaratnya” Lanjutnya.

“syarat? Apa itu?” Tanya Suzy penasaran, melihat Myungsoo hanya tersenyum miring itu membuat Suzy semakin bingung.

“apa syaratmu Myungsoo?” Bukannya menjawab Myungsoo malah mengecup bibir Suzy dan semakin membuat yeoja itu bingung.

“jangan bilang syaratnya itu menciummu” Tebaknya, Myungsoo tersenyum dan menggeleng.

“itu terlalu mudah, tidak perlu kujadikan syarat karena kau akan selalu menciumku” Ucapnya membuat Suzy mencibir.

“lalu syaratnya apa?” Tanyanya ulang, Myungsoo mendekatkan wajahnya ke Suzy lalu kembali tersenyum miring.

“cium aku dulu baru aku memberitahumu syaratku” Bisik Myungsoo, Suzy melebarkan matanya menatap Myungsoo tidak percaya.

“jangan bertele-tele”

“aku yang akan menciummu jika kau tidak mau” Ucap Myungsoo acuh lalu menemplekan bibirnya ke atas bibir Suzy.

Awalnya Suzy terkejut namun saat Myungsoo menggerakan bibirnya dia jadi ikut membalas ciuman Myungsoo, tangan Myungsoo yang tadinya memeluk pinggang Suzy menarik tangan kiri yeoja itu dan menggenggamnya sementara tangan kanan Suzy masih melingkar di leher Myungsoo.

Suzy menikmati ciuman dari Myungsoo hingga tidak menyadari sesuatu yang berbeda di tangannya, Myungsoo tersenyum dalam ciumannya saat mengetahui bahwa Suzy tidak menyadarinya. Namja itu kembali memeluk pinggang Suzy dan memperdalam ciumannya.

Setelah beberapa menit Suzy yang terlebih dahulu menjauh, melepaskan tautannya dan menghirup udara sebanyak mungkin.

“kau..benar-benar berniat untuk membunuhku Kim Myungsoo” Desah Suzy sembari mengatur nafasnya sementara Myungsoo hanya tersenyum lebar.

“jadi itu syaratmu apa?” Setelah nafasnya teratur Suzy kembali mengangkat kepalanya dan menatap Myungsoo.

“syaratku..” Namja itu tersenyum dan meraih tangan kiri Suzy lalu mengangkatnya.

CUP~ Myungsoo menunduk untuk mengecup punggung tangan Suzy dengan lembut, setelahnya dia mengangkat kepalanya dan menatap Suzy intens.

“menikah denganku” Ucapnya dengan jelas, Suzy terperangah sesaat..namun sedetik kemudian matanya membulat tak percaya.

“menikah?” Pekiknya histeris, Myungsoo memundurkan wajahnya sedikit lalu mengangguk.

“ya menikah” Gumamnya lalu melirik kejemari Suzy yang dia genggam, Suzy mengikuti arah pandang Myungsoo dan sekali lagi mata yeoja itu membulat sempurna.

“omo! ini…kapan?” Suzy terlihat kehabisan kata saat melihat sebuah cincin emas putih melingkar dijari manisnya, dia menatap Myungsoo dengan mata yang berkaca-kaca.

“kau tidakmenyadarinya..aku memasangnya saat menciummu tadi. Karena cincin itu sudah terpasang dijarimu jadi kau tidak bisa melepasnya lagi meskipun kau mau” Sesaat setelah mengucapkan hal itu Myungsoo terkejut karena melihat Suzy meneteskan air matanya, tangannya terulur dan mengusap wajah Suzy.

“hei, jangan menangis sayang..aku hanya menyuruhmu untuk menikah denganku, bukan untuk menghidupiku” Bisik Myungsoo menyelipkan candaan disela kalimatnya.

“bukankah ini terlalu cepat?” Lirih Suzy, Myungsoo menggeleng dan menangkup kedua pipi Suzy.

“aku tidak memperdulikan cepat atau lambatnya sayang, yang aku tau sekarang aku hanya ingin terus bersamamu, mengikatmu dalam janji suci kita…aku hanya ingin memilikimu seutuhnya, menikah denganmu..membesarkan anak-anak kita bersama dan membangun keluarga yang bahagia bersama mereka nanti”

“Myungsoo…” Suzy menyerukan nama Myungsoo dan langsung memeluk lehernya dengan erat.

“ya…aku mau, aku mau menikah denganmu…aku mau Myungsoo” Ucap Suzy membuat Myungsoo tersenyum puas, namja itu membalas pelukan Suzy.

“sudah itu seharusnya jawaban yang kau berikan sayang” Gumam Myungsoo mengelus punggung Suzy, “gomawo…sudah menerimaku” Lanjutnya.

Myungsoo melepas pelukannya dan mengusap sisa-sisa airmata Suzy dipipinya, Suzy tersenyum saat Myungsoo mengecup kedua matanya yang masih berair.

“aku sangat..sangat sangat mencintaimu Bae Suzy, jangan menangis lagi” Bisik Myungsoo, Suzy mengangguk dan menyeka air matanya.

“ya..aku juga sangat sangat sangat mencintaimu Kim Myungsoo” Balas Suzy, Myungsoo tersenyum dan kembali mencium bibir Suzy.

 

END

Hanya satu kata~ MAAF😦

Author pernah udah posting pertanyaan pada kalian, terus kebanyakan jawabnya nunggu FF ini selesai aja terus lanjut FF baru. Jadi author ikut suara terbanyak dan nunggu FF ini kelar.

Maafkan author karena hampir sebulan author gak ada kabar L author rasa gak perlu dijelasin yah alasannya apa, karena kalian pasti semua pada tau🙂

Author harap dengan kepanjangan FF ini yang hampir mencapai 9000 words itu membuat kalian bisa memaafkan author :’)

Untuk kedepannya author juga masih bakal seperti ini, gak bakal bisa posting dalam waktu yang dekat.

Makadari itu author sempat berpikir untuk hiatus sementara, tapi kalau hiatus nanti author malah gak bisa lagi buat lanjut nulis dan malah hiatus selamanya. Tapi kalau mau tetap lanjut takutnya kalian bakal lumutan menunggu, yah kayak sekarang ini…

FF Boys vs Girls kan udah jadi part 1nya, tapi author takutnya kalau diposting nanti malah gak selesai dan terbengkalai. Jadi dilema~ kalau kalian tetap mau diposting FF itu yah jadi kalian harus bisa terima juga kalau kelanjutan cerita itu gak bakal secepat yang kalian perkirakan🙂

Yang terakhir kalinya author pengen minta maaf ya🙂 author gak bisa ninggalin kuliah author makanya harus mengorbankan hobi author😦 maaf~

Maaf kalau endingnya mengecewakan😦

NOTE : Yang udah berteman dengan author di bbm tolong di re-invite yah semua kontak aku terdelete, yang belum silahkan invite author kalau mau lebih mengenal lagi :D 551A7860

156 responses to “[THREESHOTS] SHE IS BACK 3 END

  1. Reblogged this on bsuji1994 and commented:
    10.10.14 #Happy21stSuzyBaeDay
    ┏┓┏┓
    ┃┗┛┃
    ┃┏┓APPY♡
    ┗┛┗┛BIRTHDAY♥*・゜
    ˚◦°• all the best for you ♡
    ∧_∧∞∧
    (*・ω・)ω<*)
    /⌒ づ⊂⌒ヽ MyungZy~♥
    akhirnya updatetan

    Liked by 1 person

    • aigoo…kemana myungsoo y tegas, kok jadi gombal “Jantung ini..dia benar-benar berdetak untukmu Suzy” (˘_˘💧)ck!
      mungkin efek ditinggal suzy bentar
      jadi tegasan suzy

      y penting happy ending
        ∩∩
        (*・x・)♡
      thank chu!

      kuliahnya S♥e♥м♥ά♥n♥G♥ά♥τ °\(^▿^)/­

      Liked by 1 person

  2. Owww…akhirnya dipost jg..lega deh klo suzy bukan sekedar pengganti soyeon..keren thor nie endingnya..fighting ya untuk kuliahnya..😉😉💪👍

    Liked by 1 person

  3. Ooh jadi itu alasan Myungsoo, tapi syukur deh dia gak lihat Suzy sebagai Seoyeon..
    Suka thor sama ceritanya, dan Myungsoo ngelamar Suzy itu looh, sampe Suzy gak sadar kalo Myungsoo udah masang cincin dijari Suzy😀
    Kapanpun author post aku bakalan sabar nungguinnya kok thor, jd please jangan hiatus utk selamanya. Aku ngerti gimana pusingnya sama tugas2 kuliah, krn aku jg ngerasainnya. Readers jg pasti ngerti kok, alasan author lama ngepost ff nya. Gimanapun kan ‘education number one’. So, jangan hiatus utk selamanya ne thor ^^
    Fighting!!

    Liked by 1 person

  4. wah end part di post juga.
    ternyata suzy mirip mantan pacarx myung yg meninggal. pantas aja ada yg aneh sm myung di awal2, tapi baguslah myung g liat suzy sbgai soyeon. dan d endingx mereka mau nikah. aaah happy.

    Liked by 1 person

  5. akhirnya end jugaaaa!!!!!
    aah rame banget joah!!!
    eon nanti aku mau invite bbm nya :)) mohon di acc kkkkk

    aku gapapa ko eon nunggu sampe lumutan juga asal wp ini jangan sampe ditutup aja soalnya aku suka baca ulang ff disini hehe

    oh iya aku kira disini bakalan ada part yang myungzynya udah nikah taunya cua sampe di lamar aja gapapa deh,,

    over all makasih buat eonni udah meluangkan waktu di tengah kesibukan yang padat

    saranghae eonni :’))

    Liked by 1 person

  6. YEHEEETTT~~ Akhirnyaa author update jugaaa.. Woaaa penantianku selama ini gaterbuang sia siaaaa akhirnya mereka bersatuuu yeheeettt~~ Authoor jjaangg!! Ditunggu ff barunya ya thoorr~~ HWAITIINGG!!^^

    Liked by 1 person

  7. kyaaaa akhirnya masalahnya sdh selesai. huhu suzy dilamar cieee. aahhh suka sekali sama kata2nya myung waktu dia minta maaf kkk. good job kak wkwk. ditunggu ff selanjutnya. myungzy jjang!<3

    Liked by 1 person

  8. Uwahhh
    Akhirnya happy ending.
    Johaa jinjja johaaa
    Update aja ffnya,
    Gak apa2 kok kalo Nextnya lama,
    Kita bisa ngerti kok.
    Tapi itu kembali ke eonni aja gimana baiknya….

    Fighting. …

    Liked by 1 person

  9. aha dilanjutin lagi,kesalah pahaman pun terselesaikan&suzy marahnya ga tll lama lagih,aigoo myungsoo cara ngelamar bikin meleleh,pin bbm?nanti diinvitebalik yah authornim ,hp q rusak jd gak bisa sekarang T.t,ditunggu new project part1nya itu*Hwaiting

    Liked by 1 person

  10. Wow… Pas tengah2 baca tuh agak nyesek,,, tapi akhir2nya senyum2 gaje…. Joahae jinjja
    Boys vs Girls nya ϑî tunggu aja deh lama juga ndak pa pa asal aja kelamaan
    eo
    ƗƗɐƗƗ℮ƗƗɐ˚°◦◦°˚ƗƗɐƗƗ℮ƗƗɐ😀

    Liked by 1 person

  11. Endingnya memuaskan kok thor, masalah per FF’an sih gampang yg penting jgn sampe ngorbanin kuliah.
    Tapi yg hiatus kelamaan jadi keterusan bahkan jadi hiatus selamanya itu mirip diriku -_- kelamaan hiatus jadi nulis bawaannya gak mood terus skrg.

    Liked by 1 person

  12. SCREAM~ Akhirnya publish juga thor *cry a river* LOL suka suka suka, ff nya keren thor kkk aku suka banget sama karakter myungsoo-suzy disini😄 authornim jjang {} Cara myungsoo mencintai Suzy itu bikin senyam senyum gaje thor bikin blushing kkk sayangnya udah end *sigh* maunya long chapter gitu thor haha *abaikan*ditunggu ff selanjutnya ya thor, fighting chuuuuu❤

    Liked by 1 person

  13. aigoo jd itu alsan myung knpa lngsung nrima suzy b nmpatin suzy d jbatan yg ckup tinggi. jd krna suzy mirip sm pcaranya dlu???
    HAPPY ENDIIING CUKKHAE😀
    aku hrap ada sequelnya #kkk

    Liked by 1 person

  14. ini kereen, beneran deh!
    aku suka banget endingnya. cukup senang dan puas masalah terbongkarnya rahasia myungsoo. aku agak inget karakter dia di master sun dikit lah, masalah ditinggal kekasihnya meninggal. ya ampun, agak nggak nyangka dikit lah bahwa kenyataannya myungsoo benar-benar menganggap suzy beda sama sooyeon meski dia mirip-semiripnya.
    buat ff barunya, ditunggu kok, keep writing~ buat kuliahnya author, semangat yaa! aku cukup paham kok kalo pasti ada disaat sibuk-sibuknya.

    Liked by 1 person

  15. Akhirnya d.post jga…
    Akk kra suzy’y amnesia ehh trnyata ‘g toh… myungzy happy ending…
    Joha joha …
    Pngin’y ada sequel’y ,,, hehe
    Next ff d’tggu iia thor, lama gpp koh…
    Pendidikan knd yg pling pnting… FIGHTING !!!!!

    Liked by 1 person

  16. Ohh, kirain suzy ny yg amnesia.. trnyata cm mirip doang..kekeke
    Bagus lah myungsoo g mandang suzy sbagai mntan kekasihny yg udah mninggal..
    Kasian jg myungsoo sampai sakit gitu gara2 d jauhin sm suzy.. myung udah cinta mati banget sm suzy..
    Aigoo,. Myungsoo kalo udah jatuh cinta bikin orang bergidik..kekeke
    Endingny so sweet thor.. acara nglamarny it loooohh.. saking asikny kisseu, suzyny sampai g sadar kalo myung udah nyematin cincin k jariny..
    Aaaahh, so sweet bingit.. feelny jg dapet..
    Jjang deh pkokny..

    Liked by 1 person

  17. Terxta emang bener wajahx Suzy mirip ma mantan Myung yg dah meninggal. Syukurlah Myung bs ngeyakinin Suzy klo Myung bener2 cnta mati ma dia dan bukan sekedar pengganti. D tunggu FF Boys Vs Girls. Ntar aq invinite d terima yah.

    Liked by 1 person

  18. Woah akhirnya diupdate dikira eonni hiatus hehe.
    Aigo happy ending. Eyy aku suka banget sama moment mereka disini romantis2 gimana gitu haha. Ciye suzy ciye dilamar hoho ah itu myungsoo bisa banget nyelipin cincinnya ckck.
    Johayo eonni!
    Update aja ff barunya gapapa kok.
    Fighting!

    Liked by 1 person

  19. waktu buka wp ini, part3 udh kluar, seneng banget😀 happy ending pula🙂 Aku akan sabar kok menunggu post2 ff eonni, meskipun lama, smangt thor kuliahnya!!

    Liked by 1 person

  20. aigoo myungsoo ternyata bener2 udh cinta banget sama suzy buktinya dia kacau banget waktu suzy diemin dia xD
    wehh myung langsung ngelamar suzy aigoo so sweet🙂
    ditunggu ff lainnya thor…

    Liked by 1 person

  21. Akhirnya ,,, kyk nya semua pd nungguin part ini thor…
    Awalnya q pikir Myungsoo jadiin Suzy pacarnya karna keinget ama masa lalu nya Myungsoo tp trnyata Myungsoo emng beneran suka ama Suzy….
    Yg penting happy ending,,,
    Untuk ff yg baru sll ditunggu thor…
    Hwaiting,,
    Myungzy jjaaannggg… Author jjaanngg…

    Liked by 1 person

  22. untung myung ga nganggep suzy kaya masa lalunya..senengnyaa klo happy ending ginih..
    kereeen thor ffnya, ditunggu next project ffnya..

    Liked by 1 person

  23. akhirnya chingu dirimu muncul juga setelah lumayan lama
    gpp emang harus gitu, pendidikan nomer 1. tenang aja aku selalu menunggu ff mu ko. ditunggu next nya ya
    kirain disini yeoja masa lalunya myung masih ada. hihi ternyata udah meninggal.akhirnya clear jga masalhnya

    Liked by 1 person

  24. Akhirnya dilanjut juga.🙂
    Dipost aja FF barunya thor. Gpp lama postingnya, asalkan jangan hiatus selamanya aja. heheee
    Kita bisa ngerti kok keadaan author.🙂

    Ahh ternyata myungsoo gak nganggap suzy sebagai pengganti soyeon. Syukur deh karena dia mencintai suzy sebagai dirinya sendiri.🙂
    Apalagi sekarang mereka mau nikah. Bahagianyaaaa…🙂
    Myungsoo hancur kalau gak ada suzy. Suzy dah seperti heroin buat myungsoo. Daebaaakkk Suzy!! heheee

    Liked by 1 person

  25. akhirnya di post juga…
    tapi penantian aku ga sia2 thor, ffnya keren bangetttt
    myungsoonya sweet banget
    terus semangat ya thor untuk menghasilkan karya2 yg bermutu kayak gini…
    HWAITING….
    MyungZy jjang

    Liked by 1 person

  26. gk ppa kok thor lma yg pntng d’lnjutin readers jga ngrti kok🙂
    yg boys vs girls d’post jk dlu thor gpp next part’y bkal stia ngguin kok don’t worry ^^
    good luck ya hwaiting ({})

    Liked by 1 person

  27. kyaaaa akhirnya di posting juga,,makasih ya thor.. tebakan ku salah ternyata haha ceritanya bagus bgt.. ga nyangka bakal begitu hehe.. gpp posting aja thor,,aku tetep bakal nungguin kok😀 yg penting ceritanya bagus thor😀 myungsoo nya romantis banget sih disini.. kyaaaa,,suka deh🙂 semangat thor buat nulis ff selanjutnya.. n semoga kuliahnya juga lancar .. hwaiting!!!

    Liked by 1 person

  28. Akhiirnyaaa..
    Sempet mikir yg sama kaya suzy.. myung masi kehanyut masalaalu..ternyataa semuaa salaah..
    Caranya ngelamar out of the box bgt.. sukaaaa 😍

    Liked by 1 person

  29. Aigoo ªaƘů kira suzy itu amnesia ternyt dia mirip soyeon. Tapi untung deh myung bener cinta ama suzy dan ƍäª buat suzy jd bayangan soyeon😀
    Ais kata minho benar lama2 myung gila karena mabuk cinta ama suzy kekeke tapi yg terakhir bener2 so sweet🙂 ƍäª nyangka myung nglamar suzy gt kekeke

    Gwanchana thor, lanjutin aja ff girl and boys nya. ªaƘů tunggu😀 and gomawo udh lanjut ini ff🙂
    Ditunggu ff nya and fighting!!!

    Liked by 1 person

  30. omonaaaaaa mereka itu sweet pake banget lah!!!!!! sangat suka thor~~~~ aaaaaah ditunggu next ff mu thor~ saran aku sih mending pos aja. kita sebagai reader pasti aku nunggu kok. btw aku invite bbm kamu ya thor~ mohon di accept

    Liked by 1 person

  31. finally… yeayyy kirain suzy itu memang ada hubungan sama myungsoo dulu, trus itu suzy nya lupa ingatan, eh ternyata ceritanya lain kayak gitu, wihhh ga ketebak. endingnya dramatis banget hahaha

    Liked by 1 person

  32. Mian eon cuma bs komen d.part nih cz q dah ktinggalan d.part2 sbelum.a ; )
    Tak kira myungzy mo nikah skalian..kkk
    Untung aja ksalah paham.a cuma bntar klo g ksian myungppa donk
    Klo d.ff nih dah ada kolom komen.a tp yg d.boys vs girls.a g ada eon : (

    Liked by 1 person

  33. Hwaa.9000 words..?
    Bener-bener memuaskan thor..
    Tetep semangat buat kuliahnya,bagaimanapun juga pendidikan yg utama..
    Asal jgn berhenti nulis aja..akan tetep setia ko menunggu karya2 nya..
    Keep fighting ne..!!

    Liked by 1 person

  34. Keren bngt authornim,,,,,,
    Dach ditungguin,,,,,,,
    Akhir’y k’bingungan’y t’jawab jg,,,,,
    Keren pkok’y suka bngt,,,,,
    Myungzy jjang!!!!
    Semangat trz meskipun k’sibukanmu m’gunung authornim,,,

    Liked by 1 person

  35. Akhirnya d post jga part end nya kbyar sma pnantian , bgus critanya thor jgn hiatus kita gag permslahin soal updatenya lma kok msh setia mnunggu

    Liked by 1 person

  36. yuhuu~ baruu mampir lagi nih thor hehe😉
    Huaaaa myungsoo romantis bgt ngelamar suzy sambil nyium dia gitu , omoo omoo daebakk !!
    author jjang!! ceritanya kerenn aku suka hehe😀
    Hihu lanjut baca boys vs girlsnya dulu ya thor😀

    Liked by 1 person

  37. ah gitu to ceritanya #manggut2 jadi suzy itu mirip seoyeon pacar myung yg udah meninggal. panteslah kalo pada ngira myung jadiin suzy sebagai yeoja nya dikarenakan nemuin sosok seoyeon di suzy (read: muka mirip) aigoo siapa pun juga akan salah sangka kali. mana hub mereka kan gak cuman beberapa bulan tapi udah beberapa tahun. wajar kalo suzy ampek kayak gitu. sama aja kayak dia gak dianggepkan. aigoo poor suzy. ckck suzy masih sayang alias cinta mati ke myung tapi dia juga takut ama kenyataan pahit yg dia dapet. aigoo cupcupcup yg penting sekarang myung cuman milik suzy kan kkk tapi ya aku masih penasaran ama motif awal myung nerima suzy. kalo semisal bukan karena kemiripan seoyeon ama suzy mungkin gak suzy diterima? ckck sepertinya myung perlu di interogasi.
    puas banget eonni ^^ saking puasnya aku baca 2 kali hehe. gak apa2 kok eonni kan pendidikan yg utama. kuliah aja dulu nulis kan cuman hobi sambilan kkk. emang kontak bb eonni eror dari kapan? soalnya beberapa hari lalu aku masih liat eonni ganti dp soalnya. entar deh aku reinfite ^^
    fighting!

    Liked by 1 person

    • Hahhaha rindu sama spam kamu nih😀
      Hummmm pertanyaan kmu lemparin ke myung aja yah..biar dia yg jawab, sok monggo diinterogasi myungnya :v
      Iiya inih lgi stress krena kuliah padat😥
      Klo gk salah pernah itu tgl 5 atau 6 deh~

      Like

  38. Kangen author🙂
    senang uda d post malah aku ketinggalan..
    Huaaaa author lama sangat posting nya..
    Pentingnya bagus sempat sedih pas tau kalau myung nerima suzy karna wajahnya mirip sm mantan myung …
    Author jjang fighting🙂

    Liked by 1 person

  39. mian thor baru smpet baca part ini soanya baru ada kuota. hehe… gpp deh thor posting ffnya lama asalkan ga hiatus selamanya dan berhentin ff di tngah jalan, jeball… ff ini memuaskan kok endnya, pantes myung ga ngebolehin Zy naik bis ke rumah ji yeon. oya aku panggil author, author aja bkn eonni gpp kan? soalnya aku 2001line. tetep semangat ne thor baik dalam kuliah dan menulis ff! fighting!!

    Liked by 1 person

  40. fiuh akhirnya happy ending🙂
    sempet takut waktu suzy eonni ninggalin myungppa😀
    daebak ceritanya bener2 keren🙂
    next ffnya ditunggu ya thor
    fighting buat kuliahnya🙂

    Liked by 1 person

  41. Baru sempet baca dan commen,.
    huwaaaaa pas di awal aku bacanya deg degan, takut suzy gk bakal sama myungsoo, eh pas terakhir senyum senyum sendiri, itu alesan nya knpa myung ,.?
    hahhhhhh HAPPYENDING .. Suka banget sama ceritanya ,. Bikin greget, di tunggu karya karya selanjutnya author ,. Keep writing🙂🙂

    Liked by 1 person

  42. huwaa jjang jjang!! suka bgt fanfic myungzy >,< apapun jenisnya yang penting myungzy happy ending
    lanjut baca ff lainnya yang 3shots dulu ^^

    Liked by 1 person

  43. Waaa,, ternyata Suzy memang mirip dengan masa lalunya Myungsoo si Han Seoyeon..
    hmm, Suzy balik lagi ke Myungsoo, udah percaya sama Myungsoo.. dan wahh Suzy di lamar kke~
    hore hore, end,
    eonni jjang!

    Liked by 1 person

  44. Hah! 9rb word. Gila abis koo bisa dan kuat si thor? Daebak. Patut di acungi 1000 jmpol buat eonni. Ckckckck…
    9rb tuh aku gak kerasa loh bacanya.
    coba klo pelajaran yg di baca 9rb word otak dah klepek2 tuh. LOL
    eonni mang jjang.
    Oia eonni gpp kok. Kuliah lebih penting eon. Jadi the num 1 ttp tugas kuliah. Mnuliskan hoby eonni. Jdi eonni nglakuin hoby nya yang ini klo lagi ada waktu senggang aja. Nda papa kok pasti readers pada maklukin.
    Sekali lagi eonni jjang
    *oia td aku baca part 2 ma 3 dulu bru di komen deh 2″nya. LOL

    Like

  45. Oewhh..jd critany suzy ni mrip kksih myung yg dah g ad..
    myung mpe jtuh skit krn suzy yg truz ngindarin..
    myung tkut d jauhin klo critain ms lluny..n suzy tkut klo myung cm anggep pnggnti..n g bs liat sbg suzy
    hmm..myung pnter bngt bkin acr lmranny..bkin suzy g bs nolak..

    Like

  46. keren kok thor akhir-akhirnya,, makasih thor buat pin bbm nya, dalam wkt deket ini aku akan invite author.. namanya Felise pinnya 28AD7B66.. nanti aku bakalan kasih teks ‘Reader’s MyungSooji Fanfic Company..’ maksih ya thor.. terus buat endnya gak terlalu absurd kok thor.. terus thor buat ff yg boys vs girls belum lengka ya?? itu aja comment dari aku annyeong!!

    Like

  47. akhirnya terjawab sudah segala kebingunganku selama ini .
    ffiuh untungnya myungsoo itu mencintai suzy bukan karena dijadikan penggantinya soyeon .
    dan endingnya , mereka bakal nikah ! yeheeei
    gomawo author ! author jjang den❤

    Like

  48. Ternyata suzy mirip sama orang dimasa lalu myung dan orang itu adalah kekasih myung yang uda meninggal yo
    Akhirnya ngerti juga sekarang
    Myung protektif ama suzy karena gamau kejadian sooyeon terulang lagi ya kkk~
    Sis el daebak, ffnya bagus sis
    Gomawo sis^•^

    Like

  49. Wow!! Suzy mau nikah sama myung! Aah akhirnya terbongkar juga rahasianya myungsoo selama ini. Endingnya bagus bgt kak author. Aku suka.

    Like

  50. udah bca ff ini tp krn jaringan q jd sebel mw komen gag bisa”. mumpung on d pc..jd komen dlu.. fighting buat ff ny
    rta” tulisan ff author kta ato klimaty mudah d phami. critany jg bguz, joah.. fighting thor

    Like

  51. Sedih banget ketika Suzy menghindari Myungso,,sampe2 Myungsoo sakit..
    Tpi syukurlah MyungZy udah baikan , dan malah MyungZy pengen nikah.. Ahh senang’y ekekek

    Like

  52. Myungsoo sweet banget disimi astagaaaa o.O
    Envy envy/? Pengen jadi Suzy jadinya xD
    Bagian pas masangin cincinnya itu loh bikin melting, nyesek tapi nyatu juga keren keren😀

    Like

  53. Aigoo.. Jadi itu alasannya.. Mungkin awalnya Myungsoo liat Seoyeon dlm diri Suzy. Namun dia slalu mengingatkan dirinya kalo yeoja itu Bae Suzy..
    Seoyeon ma Suzy sifatny hmpir mirip. Kecuali dalam hal makan timun. Kkkk..
    Untung Myungsoo bisa yakinin Suzy kali dia bener2 cinta ma Suzy n liat Suzy sbg masa depannya..
    Kyaaa.. dilamar.. Sweetnya..

    Like

  54. Salam kenal eonni.. izin baca ya..
    Pertama ktmu wp n ff nya tentang Myungzy aku snang banget, krna aku myungzy shiper..
    n stlah bca2 ff nya bgus… eonni jjang…
    Kyaknya aku akan sring2 bka wp ini karna cerita bkin aku hanyut dalam certanya…
    Berharap eonni ttap semangat buat bkin ff…
    Eonni annyeong (bow)

    Liked by 1 person

  55. Oooo..
    Ternyata suzy mirip wajah mantannya myung yang udah meninggal
    Akhirnya semuanya jelas
    Wkwkww, untung myung ga nganggep suzy pengganti mantannya.. myung suka suzy karena she is suzy bukan gara gara wajahnya mirip mantannya..
    Kyaaaaa

    Liked by 1 person

  56. eeee….gitu to…ternyata suzy mirip banget sama mantannya myungsoo,,,makanya myungsoo. minho. soojung dan boreum langsung seperti itu,,,
    hhmmmmm,,,bagus thor,,aku kira myungsoo gak bisa melepaskan bayangan seoyoen,,, ternyata myungsoo bisa dan suzy adalah masa depannya,,
    daebak thor,,,gak katebak..hhiiii

    Liked by 1 person

  57. sempet degdegan juga sedih pas Myung sakit, disitu aku ngerasa ngefeel banget thor… sedih jadinya😥
    syukur deh Suzy ngerti dan gk salah paham berkepanjangan .. andd~ Happy ending!!! yaey!😀 nan jhoa.. gomawo thor ~

    Liked by 1 person

  58. Emmmmm ya kan bener kalo suzy itu mirip sama seseorang dari masalalunya myungsoo. Tapi myungsoo nggak ada maksut buat jadiin suzy pengganti siapapun. Karna soyeon ya soyeon. Suzy ya suzy. Semirip apapun wajah mereka. Mereka tetap orang yang berbeda. And finally….. suzy dilamar hahahah.

    Liked by 1 person

  59. Sumpah! Parah! Two tumbs up, oh no 4 tumbs,ato kalo perlu pinjem jempol orang lain. Baru kali ini baca dan ini bagus banget. Puas banget bacanya. You’ve got a new fans. Hehehe..

    Liked by 1 person

  60. Knp mintà maaf thor? Justru kita yg terimakasih byk krn kerja keras author smp ff ini kelar. And dang!!! Ff ini keren bgt…. suka sm karakter myung yg super romantis…

    Liked by 1 person

  61. Ohh jadi yg mirip sama suzy itu soeyon huh untunglah myungsoo gak nganggep suzy sebagai penggantinyaa 💖
    Myungsoo sosweet banget sihh wkwk 💕
    Ohh jadi maksud perkataann minho itu yg bilang myungsoo lama akan buta karna cinta itu toh wkwk karna myungsoo jadi kek gombal manja2 gituu yaa wkwk
    Ahh suzyy dilamarrr wkwk 😍😙 sweet banget myungsoo
    Ahh over all ceritanyaa bagus bangettt
    Fighting ne thorr!!

    Liked by 1 person

COMMENT FOR WHAT YOU HAVE BEEN READ!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s