CHAPTER 8 : Romeo & Rosaline “My Rosaline”

Romeo and Juliet

Romeo & Rosaline || Author : elship_L || Cast : Kim Myungsoo, Bae Suzy, etc. || Genre : Sad, Romance || Rating : PG-17 || Type : Chapter

“Inspired by Shakespeare’s (Romeo & Juliet)”

CHAPTER 8

My Rosaline-

—————————-

Myungsoo tertegun saat mendapati seorang wanita paruh baya berdiri di depan pintunya saat dirinya hendak berangkat ke kantor. Matanya menyipit mengamati wajah wanita tersebut, tidak ada perubahan signifikan yang terjadi sejak terakhir kali mereka bertemu saat 18 tahun yang lalu dan hanya dengan sekali lihat saja Myungsoo jelas tau siapa wanita tersebut.

“bibi” Wanita itu tersenyum saat menyadari bahwa Myungsoo masih mengingatnya, matanya mengedar untuk menjelajah masuk ke dalam apartemen Myungsoo kemudian pandangannya kembali pada pria itu.

“apakah kau punya waktu?” Tanyanya membuat Myungsoo mengernyit, wanita itu jelas tau posisinya saat ini dan sungguh pertanyaan konyol yang dilontarkan disaat jam kerja seperti ini kepada Myungsoo.

“jika kau bertanya seperti itu aku akan menjawab tidak, aku harus ke kantor” Jawab Myungsoo sekenanya membuat wanita itu tersenyum keibuan menatap Myungsoo.

“oh, jadi haruskah aku mengganti pertanyaanku dengan bisakah kau meluangkan waktumu untukku pagi ini?” Myungsoo tersenyum kecil dengan kepala yang terangguk. Pria itu kemudian menghela sang tamu untuk masuk ke dalam apartemennya.

“kau tinggal sendiri?”

“tentu, apa kau berharap aku tinggal bersama kekasihku?” Sahut Myungsoo dengan wajah datarnya, wanita tersebut tersenyum kecil melihat tingkah Myungsoo yang sama sekali tidak berubah sejak dulu.

“jadi, ada urusan apa bibi menemuiku? Kuharap ini adalah sesuatu yang benar-benar penting” Tanya Myungsoo lagi saat mereka hanya terdiam saja.

“hmm, begini—kau pasti sudah mendengar dari ayahmu—”

“ya, aku mendengarnya. Lalu?” Myungsoo menyela kalimat yang wanita itu lontarkan, bahkan dia sudah mengerti ke mana arah pembicaraan ini saat wanita dihadapannya menyebut nama ayahnya tadi.

“beliau mengatakan kau menolak undanganku” Mata Myungsoo menyipit saat memandang wajah wanita itu, pikirannya berkelana untuk mencerna arti dari kalimat tersebut. Sesaat kemudian dia terpekik dengan wajah yang menegang.

“jadi benar kau masih berhubungan dengan ayahku! Kupikir dia sudah—” Wanita itu menggelengkan kepalanya melihat reaksi Myungsoo yang begitu tidak biasa, dia berdehem pelan lalu memandang pria itu dengan tatapan penuh arti.

“tidak, seseorang menjadi perantara Myungsoo. Aku tidak berhubungan langsung dengan ayahmu” Ucapnya dengan keyakinan berharap bahwa Myungsoo mempercayai perkataannya yang memang adalah sebuah kebenaran.

“jadi?” Myungsoo sempat menghela nafasnya lega, kemudian dia menatap wanita itu dengan alis terangkat.

“aku kemari untuk mengundangmu secara langsung, mungkin kau enggan menerimanya karena aku hanya menyampaikan lewat ayahmu. Jadi bisakah kau memenuhi undangan keluargaku?” Jelas wanita itu membuat Myungsoo mendengus kasar, seharusnya dia sudah tau tujuan wanita itu sejak pertama kali melihatnya di depan pintu tadi.

“maafkan aku bibi, tapi aku tidak bisa”

“jangan seperti itu Myungsoo, aku sudah mendengar cerita dari Soojung dan undangan kami hanya sebagai ungkapan terima kasih kami untukmu yang telah menolong putriku”

“tidak—aku tidak perlu itu, menolong adalah kewajiban setiap makhluk hidup jadi tidak usah sungkan untuk memberikan imbalan padaku karean aku tidak membutuhkannya” Myungsoo menolak dengan tegas, namun sang wanita masih tetap bersikeras memaksa Myungsoo untuk menerima undangannya.

“jangan memaksaku bi, aku bukan anak kecil bodoh yang tidak tau maksud kalian semua” Desis Myungsoo dengan kesal karena terus mendengar permohonan wanita itu untuk datang kerumahnya, dia jelas mengerti apa tujuan dari hal ini dan tau alasan mengapa wanita itu memaksanya saat ini.

“tapi Myungsoo—”

“jangan menyuruhku untuk melanjutkan kisah romansamu dan ayahku yang tidak berhasil dulu! Aku benar-benar tidak tertarik dengan itu” Pekik Myungsoo dengan wajah pias, kesabarannya sudah benar-benar habis. Semalam ayahnya sudah membuat moodnya tidak bagus dan pagi ini wanita itu datang kepadanya untuk semakin menghancurkan moodnya.

“Myungsoo—” Wanita itu terlihat tercengang saat melihat kilatan emosi di wajah Myungsoo, dia menarik nafasnya panjang kemudian menundukan kepalanya dalam, “— aku tidak bermaksud untuk melakukan apa yang ada dipikiranmu saat ini. Aku hanya mencoba untuk membahagiakan putriku” Gumamnya serak membuat wajah Myungsoo yang tadinya mengeras perlahan melembut dan helaan nafas panjang tercipta dari bibirnya.

“semua ini tidak ada hubungannya dengan hubunganku dan ayahmu di masa lalu, itu benar-benar sudah lama” Sambungnya membuat Myungsoo terdiam. Dia terpaku dengan pikiran yang melayang saat mendengar cerita ayahnya tentang cinta pertamanya yang direbut oleh sahabatnya sendiri dan sampai sekarang dia tau bahwa ayahnya masih belum bisa melupakan kejadian tersebut. Terbukti dengan dia yang terang-terangan mengibarkan bendera perang dengan Jung Inhwa, bahkan disaat umur mereka sudah menjelang senja ini.

“kau tau sejak dulu ayahmu sama sekali tidak ingin bertemu denganku dan Inhwa, dia berpikir bahwa kami mengkhianatinya tapi itu tidak benar Myungsoo—aku, sejak awal aku tidak mengetahui jika ayahmu menyukaiku—dia tidak pernah mengatakannya sampai aku dan Inhwa bersama dia juga tidak kunjung mengatakannya jadi aku berpikir bahwa dia merasa senang melihat sahabatnya bersamaku, tapi—sehari setelah pernikahanku bersama Inhwa dia mendatangiku dan mengatakan bahwa dia menyukaiku” Wanita itu mendesah panjang dengan wajah memerah, dia merasa sungguh menyesal jika harus mengingat kejadian lampau mengenai hubungannya bersama suami dan sahabat suaminya. Dia benar-benar berpikir bahwa dirinya adalah seorang perusak hubungan yang terjalin baik antara kedua pria itu.

“tapi aku tidak bisa, ayahmu memintaku untuk bersamanya—aku mencintai suamiku saat itu dan aku menolak ayahmu. Dari situlah ayahmu mulai menjauhi kami, dia bahkan terlihat sangat antipati pada keluarga kami sampai saat ini. Aku benar-benar tidak bemaksud membuat ayahmu sakit hati seperti itu, tapi kau tau perasaan tidak bisa dipaksa—aku mencintai suamiku”

Myungsoo tak bergeming ditempatnya mendengarkan penuturan cerita wanita itu, dia hanya mengetahui bahwa Inhwa merebut perempuan yang dicintainya tapi tidak mengetahui jika sejak awal ayahnya dan wanita itu tidak pernah memiliki hubungan apapun selain pertemanan. Myungsoo meringis bodoh, ayahnya menyampaikan cerita yang tidak lengkap kepadanya sehingga membuatnya salah paham. Lalu bagaimana dengan ibunya? Bagaimana bisa ayahnya menikah dengan ibunya jika masih ada nama perempuan lain dihati pria tua itu.

“ibuku—”

“kau bisa bertanya pada ayahmu tentang ibumu, aku yakin jika pemikiranmu selama ini adalah salah. Ayahmu dan ibumu adalah pasangan yang paling bahagia dan serasi dimataku” Wanita itu tersenyum pada Myungsoo yang hanya memasang wajah kakunya, menatap Myungsoo penuh kasih sayang.

“tapi menjodohkanku dengan anakmu bukanlah suatu tindakan yang bijak bibi” Ucap Myungsoo setelah beberapa lama terdiam, wanita itu mengernyit bingung dengan kalimat Myungsoo.

“anakku menyukaimu dan aku yakin bahwa kau sedang tidak berhubungan dengan siapapun saat ini—setidaknya seperti itu kabar yang kudengar—lantas dari segi mana kau mengatakan bahwa niatku itu bukan tindakan yang benar?” Myungsoo tersenyum kecil kemudian mengusap wajahnya pelan, dia benar-benar merasa seperti berada dalam posisi yang wanita itu tempati dulu.

“aku mencintai wanita lain” Bisiknya pelan dengan kepala tertunduk, entah mengapa dia sangat menyesal terhadap wanita yang duduk dihadapannya saat ini.

“kau mencintai—oh tuhan Myungsoo” Wanita tersebut terpekik dengan wajah haru, dia memandang pria muda itu dengan wajah penuh penyesalan serta kesedihan yang mendalam. Menyesal karena sudah sempat memaksa Myungsoo agar mau menjalin hubungan dengan anaknya, sedih karena anaknya telah menyukai orang yang tidak tepat untuknya.

“maafkan aku bi”

Myungsoo menggerutu tanpa suara saat tangannya menyibak selimut yang semalaman menutupi tubuhnya, wajah kusutnya terlihat begitu jelas dengan bantuan sinar matahari pagi yang langsung masuk menerangi setiap sudut kamar apartemen miliknya.

Perasaan dongkol masih dirasakan oleh pria itu, bagaimana tidak jika 3 hari yang lalu seseorang yang paling tidak ingin ditemuinya tiba-tiba saja muncul di depan pintu apartemennya dan memberikannya kejutan yang sanggup membuat dirinya berdiam diri di dalam kungkungan kamar besarnya selama 3 hari penuh tanpa melakukan apapun.

Malam itu setelah menjelaskan pada Yubin—ibu Soojung bahwa dirinya mencintai wanita lain, wanita tersebut tidak berhenti meminta maaf padanya dan mengatakan bahwa dia melakukan semua itu semata-mata hanya untuk kebahagiaan anaknya. Tetapi Myungsoo cukup lega karena setidaknya dengan kejujurannya itu, Yubin tidak lagi memaksanya untuk mengikuti niat konyol yang ingin dilakukan oleh Yubin.

Myungsoo menatap wajahnya yang kusam di depan cermin kemudian sebuah kekehan merendahkan keluar dari bibir tipisnya, dia merasa bodoh hanya karena kedatangan Yubin yang membeberkan segala cerita yang terjadi antara kedua orang tuanya berserta Yubin dan suaminya itu dia harus merenung selama ini. Dia benar-benar bodoh, bahkan tidak menyentuh handphonenya yang sekarang entah berada dimana selama itu dan dia yakin bahwa dihandphonenya saat ini akan tertampil ratusan missed call beserta pesan yang tidak terbaca.

Perasaannya cukup kacau karena memikirkan ibunya yang telah tiada dan bagaimana kejelasan antara hubungan ibunya dan ayahnya terjalin dahulu, semuanya benar-benar membuat Myungsoo resah. Ditambah lagi saat ini ayahnya tidak sedang berada di Seoul, pria tua itu sedang mengunjungi rumah neneknya yang berada diluar kota sehingga Myungsoo harus menahan diri untuk tidak langsung bertanya kepada ayahnya.

“astaga! Kalau bukan karena meeting sialan ini aku akan menyusulmu pria tua” Gerutu Myungsoo dengan wajah kesal, meskipun beberapa hari tidak menampakkan dirinya di kantor tetapi dia cukup ingat dengan jadwal yang sudah dipaparkan oleh sekertarisnya untuk seminggu penuh dan hari ini adalah jadwalnya bertemu dengan salah satu klien penting mereka dari Jepang jadi Myungsoo mau tidak mau harus menghadirinya, karena jika tidak kerugian besar akan segera melanda perusahaan milik ayahnya.

#

“yak! Anak bodoh!” Myungsoo yang baru saja keluar dari lift itu mengernyitkan alisnya saat mendengar teriakan yang cukup keras, kepalanya menoleh dan menemukan kakak sepupunya yang menatapnya tajam dengan wajah yang marah.

“kau darimana saja! Kau mau tau kekacauan yang kau buat seberapa banyak hah?” Sunggyu mendesis sembari mengepalkan tangannya menghadapi Myungsoo, 3 hari dia dibuat pusing dengan ketidakhadiran Myungsoo padahal banyak proyek mereka yang harus segera diselesaikan. Mana lagi salah satu klien yang meminta revisi untuk proposal proyek mereka dan semuanya adalah tanggung jawab Myungsoo tapi pria itu malah menghilang bagai ditelan bumi.

“heh, aku hanya sedang menjernihkan pikiranku. Ada apa memangnya?” Desah Myungsoo memutar bola matanya, dia tau bahwa absen selama itu sanggup membuat kekacauan di perusahaannya tapi apa gunanya dia menggaji tinggi karyawan-karyawan disini kalau tidak sanggup untuk mengatasi kekacauan tersebut? Lagipula Sunggyu sudah cukup jeli untuk mengambil tindakan jika dia tidak berada di tempat.

“haruskah aku memaparkan kekacauan apa saja yang kau perbuat? Kemarin pihak Sleish hampir saja menarik proyek mereka karena kau tidak ikut dalam pertemuan” Omel Sunggyu menatap garang Myungsoo yang kelihatannya santai-santai saja dengan semuanya.

“tapi mereka tidak jadi menariknya kan? Tidak masalah kalau begitu” Sahut Myungsoo acuh dengan kedua bahu yang terangkat, dengan santainya pria itu malah melangkah menuju ruangannya meninggalkan Sunggyu dengan perasaan dongkolnya di depan lift.

“astaga! Kim Myungsoo!” Pekikan tersebut terdengar sampai ke telinga Myungsoo yang sudah berada di dalam ruangannya dan yang dilakukan pria itu hanya tertawa bodoh menyadari kepanikan Sunggyu yang benar-benar berlebihan padanya.

###

Keduanya berjabat tangan tanda bahwa kesepakatan telah tercapai dalam pertemuan mereka kali ini, Myungsoo tersenyum manis pada perwakilan klien dari Jepang yang hari ini memang tidak sempat hadir namun mendatangkan sekertarisnya untuk menemui Myungsoo dan membicarakan masalah proyek mereka kedepannya.

“terima kasih, kami berharap kedepannya kerja sama ini bisa terjalin dengan lancar” Myungsoo menganggukan kepalanya menanggapi ucapan sekertaris dari kliennya tersebut.

“ya, saya juga berharap seperti anda. Terima kasih kembali” Balas Myungsoo, mereka berdua kemudian saling mengucapkan salam perpisahan kemudian pria itu meninggalkan Myungsoo di café tempat mereka temu janji siang ini.

Saat pria itu kembali duduk untuk membereskan beberapa berkas dan proposalnya sebuah pesan masuk ke dalam handphonenya, Myungsoo mengulum bibirnya dalam saat melihat pengirim pesannya adalah Sunggyu. Pria itu pasti ingin menerusakan aksi omelannya yang terhenti pagi tadi. Dengan segera jarinya menggeser layar ponselnya dan menampilkan pesan dari Sunggyu, wajahnya mengerut sejenak kemudian setealahnya dia tersenyum cerah saat membaca pesan tersebut sampai selesai.

“Suzy! Astaga—berapa lama kita tidak bertemu” Gumam Myungsoo masih dengan senyum lebarnya, dia hanya berniat membiarkan pesan tersebut karena Sunggyu pasti tidak mengharapkan balasannya, lagipula Sunggyu hanya memberikan info bahwa Suzy akan menemuinya jadi tidak perlu balasan apapun.

Memilih untuk menunggu di tempat ini, Myungsoo menyingkirkan beberapa berkasnya dan meletakkannya di ujung meja, kopi yang tadi dipesannya belum sempat habis jadi dia memutuskan untuk menghabiskannya dan akan memesan lagi jika Suzy telah tiba di sini.

Drrrt Drrrt~

Dengusan keras keluar dari wajah Myungsoo, kapan hidupnya bisa tenang? Dengan wajah yang tertekuk Myungsoo mengutuk sang penelpon saat ini kemudian mengangkatnya dengan kasar.

“apalagi?”

“oh, santai bro—aku hanya ingin tau posisimu saat ini. Aku menelpon ke kantor dan sekertarismu mengatakan kau keluar untuk meeting”

“lalu? Katakan sekarang apa urusanmu”

“astaga jangan terlalu jahat pada temanmu Kim Myungsoo, ayo katakan kau dimana saat ini?”

Myungsoo mendesis mendengar kalimat yang terlontar dari sang penelpon, bola matanya berputar seraya mengumpatinya dengan segala macam bahasa di dalam hatinya.

“kau bilang yang dirumah sakit adalah terakhir Jung Jinyoung! Jangan membuatku marah”

oh maafkan aku—tapi adikku hanya ingin berterima kasih, dia merasa berutang budi padamu”

“katakan padanya ucapan terima kasihnya telah kuterima darimu jadi tidak perlu menemuiku”

“Myungsoo, Soojung adalah gadis yang baik—dia tidak enak jika tidak mengatakannya secara langsung. Bantu aku? Aku tidak tega melihat adikku bersedih seperti ini”

“itu bukan urusanku dan aku tidak peduli! Jangan menggangguku”

“Myungsoo—”

“tidak Jinyoung. Tidak!”

Myungsoo langsung menutup sambungan teleponnya dengan kasar, wajahnya benar-benar terlihat kesal saat ini akibat Jinyoung. Jika mendengar permohonan pria itu lebih lama dia akan kembali goyah dan membiarkan dirinya kembali direpotkan oleh Jinyoung.

Setelah sekitar 5 menit menunggu, Myungsoo kembali memesan minuman baru karena kopinya telah habis dan dia yang entah kenapa merasa lebih haus hari ini tidak bisa menunggu jika Suzy tiba nanti jika dia memesan segelas kopi lagi untuknya. Sampai sebuah suara menginterupsinya saat memesan segelas kopi pada pelayan dan membuat kepalanya tertoleh untuk melihat siapa gerangan yang menyelanya dengan memanggil namanya itu.

“kau—Soojung?” Myungsoo melebarkan matanya tidak percaya menatap gadis yang berdiri di sisi mejanya, sementara gadis itu tersenyum simpul saat melihat wajah terkejut pria tersebut.

“aku tadi dari kantormu” Ucap gadis itu seakan menjelaskan keterkejutan Myungsoo atas dirinya yang tiba-tiba berada di tempat ini dan tanpa menunggu Myungsoo mempersilahkannya duduk, gadis itu langsung mengambil tempat di sisi kiri Myungsoo untuk duduk.

“aku bisa pesan cappuccino latte?” Gadis itu bertanya pada sang pelayan yang baru saja selesai mencatat pesanan Myungsoo dan sang pelayan mengangguk kemudian undur diri untuk mengantar pesanan mereka. Myungsoo masih menatap gadis itu dengan nyalang benar-benar tidak percaya dia menghampirinya.

“darimana kau tau—” Soojung tersenyum penuh arti membuat Myungsoo mendengus kesal. Dipikirannya hanya satu pelakunya—Sunggyu.

“jadi apa yang kau inginkan?” Meskipun mengeluarkan pertanyaan itu dengan suara yang ketus dan wajah datar tapi tetap saja mampu membuat Soojung tersipu, setidaknya Myungsoo tidak langsung mengusirnya seperti kejadian beberapa hari lalu di kantor pria itu yang berakhir dengan keadaannya yang langsung drop saat itu juga.

“aku hanya ingin berterima kasih padamu, aku tidak menyangka jika aku harus drop disaat seperti itu. Gomawoyo” Ucap Soojung dengan wajah tetunduk, tindakan heroik Myungsoo padanya waktu itu semakin membuatnya menyukai pria tersebut. Terlepas dari apa yang dikatakan ibunya bahwa Myungsoo bukanlah orang yang tepat untuknya, dia tetap akan menyukai pria itu.

“aku sudah menerimanya, jadi kau bisa kembali ke rumahmu sebelum kau jatuh pingsan lagi dihadapanku” Ujar Myungsoo masih mempertahankan keketusannya saat berbicara dengan Soojung, gadis itu mengangkat wajahnya dan menatap Myungsoo dengan tatapan nanar tetapi itu sama sekali tidak mempengaruhi Myungsoo sama sekali.

“kita sudah terlanjur di sini, mari makan siang bersama. Aku yang traktir?” Ajak Soojung dengan mata berbinar-binar dan langsung dijawab oleh gelengan keras oleh Myungsoo.

“tidak Soojung, aku sudah punya janji dengan gadis lain dan dia telah di sini jadi pergilah” Soojung cukup terkejut dengan infromasi itu, apakah itu hanya salah satu cara Myungsoo untuk mengusirnya atau memang yang dikatakannya adalah kebenaran? Tanpa sadar dia mengedarkan pandangannya, mencoba mencari seseorang yang mungkin saja ditunggu oleh Myungsoo namun dia tidak melihat tanda-tanda keberadaan gadis yang mungkin akan menghampiri meja ini.

Sampai mata Soojung bertemu dengan mata seorang gadis yang berdiri tak jauh dari pintu masuk membuatnya memekik girang, sebuah kebetulan bisa bertemu dengan sepupunya ditempat ini dan bersama Myungsoo pula. Melupakan ucapan Myungsoo yang mengatakan bahwa dia sedang menunggu orang lain, tangannya langsung melambai dengan menatap antusias pada gadis di depan sana.

“Suzy!” Seruannya yang memanggil gadis tersebut sontak membuat Myungsoo membeku, Suzy? Apakah dia gadis yang dikenalinya atau Suzy lain yang sedang dipanggil oleh Soojung saat ini. Mata Myungsoo mengerjap sebelum menoleh sedikit dan menemukan seorang gadis sedang berjalan ragu ke arah mereka.

Matanya melebar seketika dengan kedua bahunya yang menegang, Suzy tersenyum kaku padanya kemudian gadis itu kembali melempar pandangannya pada Soojung yang duduk didekatnya. Saat Suzy telah sampai dimeja itu, Myungsoo hanya diam memperhatikan Suzy yang setengah mati berusaha untuk tidak menatap kearahnya.

“Suzy, kau disini? Ingin makan siang juga?” Tanya Soojung antusias tanpa menyadari aura ketegangan yang terkuar dari kedua makhluk dihadapannya ini, dengan kikuk Suzy menganggukan kepalanya dan memaksa sedikit senyum pada Soojung.

“eum—ya, ya aku ingin makan siang—kau—” Suzy melirik Myungsoo sebentar kemudian kembali menatap Soojung dengan binar penuh pertanyaan yang tercipta di kedua bola matanya.

“oh, astaga—aku akan mengenalkan kalian, Suzy ini Myungsoo—dan Myungsoo ini Suzy” Ucap Soojung dengan girang, akhirnya saat yang dia tunggu-tunggu tiba juga yaitu mengenalkan Suzy pada pria yang disukainya.

“kalian saling mengenal?” Tanya Myungsoo tercengang menatap horror pada Soojung, gadis itu mengabaikan tatapan Myungsoo padanya dan mengangguk antusias.

“ya tentu, dia sepupuku—ada apa, oh kau sudah mengenal Suzy?” Soojung menghentikan ucapannya sebentar kemudian bertanya dengan mata melebar, dia melemparkan tatapannya pada Suzy dan Myungsoo secara bergantian kemudian mengerutkan alisnya.

“astaga! Kalian bekerja ditempat yang sama, tentu saja saling mengenal—bodohnya aku” Seru Soojung lagi, Myungsoo dan Suzy hanya memilih diam membiarkan Soojung berbicara sendiri ditempatnya karena sejujurnya mereka berdua masih dilanda euforia keterkejutan akan hubungan yang saling terikat di antara mereka dengan Soojung saat ini.

“Suzy bergabunglah dengan kami, aku yakin Myungsoo tidak akan keberatan” Pinta Soojung berbicara tanpa menyadari perubahan ekspresi Myungsoo yang jadi mengeras.

“ehm, aku tidak ingin mengganggu acara kalian—aku bisa—”

“tidak, duduklah” Sela Myungsoo memandang Suzy dengan pandangan yang melembut, gadis itu sejenak ragu namun melihat tatapan penuh harap Soojung dia akhirnya mendesah dan duduk disisi yang kosong dari meja itu.

Sepanjang makan siang itu, keramaian hanya di dominasi oleh Soojung yang berceloteh tentang segala macam hal sementara Suzy hanya menanggapinya dengan beberapa kata singkat dan sesekali tersenyum ataupun tertawa jika diperlukan. Myungsoo? Pria itu bahkan sama sekali tidak mendengarkan celotehan Soojung, dia sibuk dengan pemikirannya sendiri. Memikirkan Suzy, menerka-nerka apa yang sedang gadis itu pikirkan tentang keadaan ini.

“—iyakan Myungsoo?” Myungsoo mengerjapkan matanya saat merasakan sebuah sentuhan kecil dilengannya, matanya melirik tangan Soojung kemudian dengan refleks dia menarik lengannya menjauhi Soojung dan mengangkat pandangannya pada gadis itu.

“apa?”

“eh—tadi, aku bilang pada Suzy bahwa kau yang menolongku kemarin saat aku pingsan di depan kantormu” Ucap Soojung sedikit terkejut dengan reaksi Myungsoo, pria itu mendesah kemudian mengangguk kecil kemudian melirik Suzy yang hanya diam memperhatikan makanannya.

“Suzy, saat itu kita bertemu—kau tau, sangat sulit meminta Myungsoo untuk makan bersama—aku bahkan harus pingsan dulu agar dia mau menemaniku di rumah sakit” Canda Soojung sembari terkekeh pelan, Suzy menaikkan alisnya memikirkan kalimat Soojung kemudian dia teringat dengan janji Myungsoo tempo hari. Matanya langsung menyambar manik hitam milik Myungsoo dengan penuh tuduhan sementara pria itu hanya memandangnya penuh penyesalan.

“oh ya? Kau beruntung kalau begitu—jadi, bagaimana hubungan kalian?” Suzy memaksakan senyumannya saat bertanya seperti itu membuat Myungsoo mendesah panjang. Tiga hari bertemu dengan Suzy, dia berpikir bisa saling mengumbar rindu dengan gadis itu tetapi sebuah bencana menerpa dirinya sehingga dia bisa yakinkan bahwa setelah ini Suzy akan semakin kesal padanya.

“tidak, kami tidak memiliki hubungan apapun Suzy” Ucap Myungsoo menegaskan, mengabaikan ekspresi terluka Soojung dan menatap wajah Suzy dengan yakin. Gadis itu tersenyum kecil dan menganggukan kepalanya kemudian melemparkan pandangannya pada Soojung.

“Soojung gadis yang baik, tidak ada salahnya jika kau mencoba untuk mengenalnya lebih dekat lagi” Ucapan Suzy seolah bagaikan petir yang menyambar hatinya membuat Myungsoo menegang. Matanya menatap marah pada Suzy yang saat ini sedang tersenyum padanya, seolah-olah apa yang baru saja dikatakannya bukan apa-apa, dia kemudian mendengus keras dan membungkam bibirnya rapat-rapat tidak ingin mengeluarkan komentar apapun karena dia tau apapun yang dikatakannya saat ini Suzy pasti akan terus membantahnya.

Sementara Soojung ditempatnya menatap Suzy dengan haru, tidak percaya bahwa Suzy mau mengatakan hal sebaik itu kepada Myungsoo. Dia bahkan mencoba untuk membujuk Myungsoo agar mau membuka hati untuknya, meskipun reaksi Myungsoo tidak seperti yang diharapkannya tapi tetap saja Suzy sudah membantunya walau hanya sedikit.

Suzy berdehem pelan akan keheningan yang tercipta di antara mereka, dia kemudian meminum air mineralnya kemudian menepuk pahanya pelan.

“aku harus segera kembali, tadi aku meninggalkan pekerjaan dan atasanku akan marah jika aku terlalu lama” Ucap Suzy menguraikan kediaman mereka bertiga, Myungsoo langsung mengangkat tatapannya dan menatap wajah Suzy tidak rela sementara Soojung menatap gadis itu dengan sedih.

“terima kasih traktiranmu Soojung, nanti aku akan membalasnya. Aku pergi” Suzy beranjak dari kursinya dan dengan cepat meninggalkan meja itu, bahkan tanpa harus lama-lama menunggu balasan dari Soojung maupun sepatah kata pada Myungsoo. Dia hanya sekedar menganggukan kepalanya pada pria itu lalu melesat pergi.

Myungsoo menatap nanar punggung Suzy yang menjauh dan menghilang dibalik pintu, semuanya semakin rumit dan dia bahkan tidak tau harus meluruskan masalah ini mulai dari mana.

“Myungsoo—”

“aku juga harus kembali ke kantor, pulanglah”

“tapi aku—“ Myungsoo mendesis pelan membuat Soojung terdiam, pria itu menatapnya ketus lalu beranjak dari tempatnya duduk.

“kau bisa ke tempat ini sendiri jadi kuharap kau bisa pulang sendiri juga—ah, terima kasih makanannya” Gumam Myungsoo tanpa menatap Soojung kemudian berlenggang pergi meninggalkan gadis itu yang hanya bisa terpaku oleh perkataan kasar darinya. Sekali lagi dia mendapatkan penolakan dari pria yang disukainya.

###
Suzy menggumam tidak jelas di atas tempat tidurnya, ini masih terlalu dini untuk bersiap dan menyelesaikan segala urusannya hari ini. Bukannya berniat bangun lebih pagi, tapi gadis itu memang tanpa sengaja terbangun dan tidak bisa kembali tidur dengan nyenyak.

Pikirannya melayang ke kejadian kemarin di mana dirinya dihadapkan oleh sebuah kenyataan yang cukup mencengangkan dan membuatnya sangat terkejut, dari ratusan ribu spesies pria yang bermukim di Negara ini mengapa harus Myungsoo, mengapa pria yang disukai oleh Soojung adalah Myungsoo? Batin Suzy berkecamuk, tidak seharusnya dia mempertanyakan hal tersebut, toh itu adalah hak Soojung untuk menyukai siapapun, lagipula Myungsoo adalah pria yang sangat mudah untuk disukai dengan segala kesempurnaan yang dimilikinya. Namun entah mengapa, sesuatu dari dalam dirinya seakan bersorak menentang atas perasaan Soojung pada Myungsoo, seakan tidak rela jika pria itu adalah Myungsoo.

Kepalanya berdenyut saat melemparkan ingatannya saat mereka bertemu di café yang berakhir dengan sebuah kecanggungan dan pada malam harinya, Soojung menelpon dirinya dan menceritakan segalanya yang berkaitan mengenai Myungsoo. Mendengar betapa bahagianya Soojung saat menceritakan tentang Myungsoo yang membawanya ke rumah sakit dan menungguinya sampai kegirangannya karena telah berhasil makan siang bersama pria itu membuat dada Suzy merasakan himpitan yang semakin menyesakkan, seumur hidupnya tidak pernah sekalipun dia merasakan persaan seperti ini jadi Suzy sama sekalit tidak dapat mendefinisikan apa yang sedang dirasakannya saat ini.

Tapi bukankah aku harus senang karena Soojung menyukai pria yang baik?

Suzy menggelengkan kepalanya, semakin memikirkan hal tersebut malah akan semakin membuatnya pusing. Karena melirik jam yang sudah hampir menunjukan pukul setengah tujuh pagi—yang berarti dia telah melamun salama hampir satu jam di atas ranjangnya itu—Suzy bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Hari ini merupakan hari yang penting untuknya jadi dia akan melupakan sejenak tentang polemik yang terjadi pada dirinya beberapa hari belakangan dan memasang wajah yang paling cerah untuk seharian ini.

#

Butuh waktu selama satu jam untuk Suzy bersiap dengan segala macam perlengkapannya, saat keluar dari kamarnya dia sudah menemukan ayahnya dan Minho yang telah rapi dengan setelan mereka sedang menunggu diruang tengah sembari menyesap secangkir kopi panas untuk sarapan pagi mereka.

“selamat pagi” Sapa Suzy yang sontak membuat kedua pria berbeda generasi itu menoleh padanya dan langsung memberikannya tatapan terpana.

“apa kau adalah gadisku? Wow—cantik sekali” Tuan Bae berseru dengan pandangan yang masih tertuju pada Suzy, matanya mengerjap seolah meyakinkan dirinya bahwa gadis yang sedang berdiri dihadapannya saat ini adalah anak gadisnya.

“jangan berlebihan, aku memang selalu cantik appa” Gurau Suzy yang mendungan tawa kedua pria tersebut, Minho berdecak kemudian beranjak dari tempatnya duduk dan menghampiri Suzy sembari menggerling pada gadis itu.

“aku tidak yakin kalau kau masih adik kecilku yang polos” Goda Minho membuat Suzy memutarkan bola matanya kesal, menurutnya penampilannya saat ini sangat sederhana. Cuma karena bantuan make up sehingga membuat wajahnya lebih berwarna dan terlihat lebih dewasa membuat kedua pria itu harus bereaksi berlebihan atas penampilannya sekarang.

“ah—ayolah, sekarang mari kita pergi. Aku tidak ingin telat di hari pentingku” Gerutu Suzy dengan sebelah tangannya yang sudah meraih lengan Minho dan setengah menyeret pria itu agar keluar bersamanya sementara matanya melayang pada wajah ayahnya seakan memerintahkan pria itu untuk segera bergegas.

“oh baiklah nona—tukang-perintah” Balas Minho sembari terkekeh menggandeng Suzy untuk masuk ke dalam mobilnya, mereka bertiga kemudian meninggalkan pekarangan rumah milik ayah Suzy dan melaju menuju ke universitas di mana Suzy menempuh pelajaran kurang lebih selama 4 tahun tersebut.

“jadi, apa kau sekarang gugup?” Minho mengintip dari kaca spion yang menggantung di antara kepalanya dan kepala tuan Bae menatap Suzy yang sedang duduk gelisah dibelakang sana sembari memangku toga miliknya.

“emm, bisa dikatakan seperti itu” Balas Suzy dengan pandangan yang menyapu keluar jendela, dalam hatinya dia cukup bahagia karena akhirnya segala jerih payahnya selama 4 tahun akan berakhir saat ini juga namun dia merasakan kecemasan luar biasa akan tindakan yang akan diambilnya setelah hari ini berlalu.

“jangan gugup begitu, kau tau ini bukan akhir dari perjalananmu melainkan awal untuk dirimu menemukan jati diri yang sebenarnya. Ayah sangat bangga padamu karena mampu menyelesaikan sekolahmu dengan baik tanpa masalah. Jadi semuanya akan berjalan dengan lancar, tidak perlu khawatir” Sahut tuan Bae dari kursi depan, mendengar kalimat dukungan dari ayahnya mau tak mau membuat Suzy mengulum senyum simpul tetapi biar ayahnya dan Minho berada disampingnya saat ini tetap saja ada yang kurang. Ibunya—Suzy meringis pelan menahan gejolak kesedihan yang tercipta saat memikirkan ibunya, berusaha untuk menghalau air matanya agar tidak keluar karena dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menangisi kepergian ibunya lagi. Ini adalah yang terbaik, tuhan tau bahwa mengambil ibunya dari hidupnya adalah sebuah kebaikan dan akan membawa dirinya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya. Setidaknya satu hal yang dia tau atas kematian ibunya, tuhan sangat mencintai ibunya.

Tanpa terasa perjalanan cukup singkat bagi mereka untuk sampai di universitas Suzy, beberapa rekannya yang hari itu juga turut serta dalam acara wisuda kali ini terlihat sudah berhamburan memasuki gedung aula universitas yang akan digunakan sebagai tempat perhelatan acara tersebut. Suzy berpisah dengan ayahnya dan Minho saat dipintu masuk, kedua pria itu mengambil tempat dan duduk dibagian yang sudah disediakan untuk keluarga sementara Suzy duduk dibagian depan tempat para wisudawan duduk.

Mata gadis itu berkaca-kaca saat dia menghampiri ayahnya dengan menggunakan toga kebanggaannya. Sebuah piagam berlabelkan mahiswi teladan tergenggam erat di tangan kanannya, sementara tangan kirinya membawa sebuah buku report yang diterimanya saat namanya dipanggil ke atas panggung tadi.

“selamat, kau yang terbaik hari ini” Minho tersenyum lembut saat menarik Suzy untuk masuk ke dalam pelukannya, tidak lupa dia menyematkan satu kecupan sayang dipipi gadis tersebut. Setelahnya dia menyelipkan sebuket bunga mawar diantara lengan gadis itu.

“terima kasih oppa—” Gumam Suzy dengan suara serak, hatinya sangat terharu menatap wajah bahagia dan penuh kebanggaan milik Minho dan ayahnya, dia menggeser tubuhnya untuk berdiri tepat dihadapan ayahnya dan saat itu juga air matanya menetes membasahi pipinya saat melihat ayahnya mengulum senyum yang sangat lebar dengan tatapan penuh cinta kepadanya.

“appa—”

“anak gadisku sudah dewasa—terima kasih nak, kau membuatku bangga. Aku yakin ibumu akan berbahagia di surga saat melihatmu sekarang” Sahut tuan Bae dengan memeluk tubuh Suzy erat, isakan kecil lolos dari bibir Suzy apalagi saat ayahnya menyinggung tentang ibunya. Penyesalan yang sangat besar ketika dirinya berhasil mendapatkan gelar yang selama 4 tahun dikejarnya namun tidak bisa dinikmati oleh ibunya—karena dia sudah lebih dulu berpulang ke atas bersama tuhan.

“appa, gomawo—sudah memberikanku kebahagiaan, sudah menyekolahkanku dengan baik—aku akan melakukan yang terbaik untukmu” Bisik Suzy pelan membuat tuan Bae menganggukan kepalanya mengerti, tangannya tak berhenti mengelus surai hitam milik Suzy untuk menenangkan putrinya itu.

“baiklah adik cantikku, sekarang acara sedih-sedihnya selesai. Mari kita rayakan keberhasilanmu—aku yakin cacing-cacing di perutmu sudah protes di dalam sana” Seruan Minho itu mau tak mau membuat Suzy menghentikan isakannya dan terkekeh pelan, dia melepaskan diri dari ayahnya kemudian mengusap wajahnya yang penuh air mata. Menatap Minho jenaka.

“kau sangat pintar merusak suasana” Gurau Suzy dan langsung dihadiahi gelak tawa dari kedua pria yang sangat berarti dihidupnya saat ini.

“Minho benar, ayahmu yang tua renta ini sudah sangat lapar—jadi tentukan di mana kita akan berpesta?” Tuan Bae sengaja memasang wajah memelasnya membuat Suzy tergelak, gadis itu menggelengkan kepalanya kemudian meraih ayahnya dengan tangan kirinya sementara Minho dengan tangan kanannya. Menyeret kedua pria itu untuk meninggalkan halaman kampusnya.

“kemanapun yang raja dan pangeran inginkan—hamba akan menyanggupinya” Ucap Suzy dengan suara berat yang dibuat-buat dan mata yang menggerling pada kedua pria itu. Mereka bertiga tertawa penuh kebahagiaan sepanjang perjalanan menuju tempat makan, tidak lupa sesekali Suzy melemparkan guyonan garing sehingga membuat Minho tersedak akibat tawanya sendiri dan tuan Bae sesak nafas karena kebanyakan tertawa.

Setidaknya aku akan bersenang-senang hari ini dan membawah kebahagiaan pada kakak dan ayahku.

###

Myungsoo sekali lagi memeriksa hanphonenya, entah ini yang sudah keberapa kalinya tetapi semenjak dirinya meninggalkan kantor sebuah pesan masuk cukup membuatnya terkejut. Sejak awal dia sudah berniat akan menemui gadis itu terserah dia akan diterima atau tidak tapi sepertinya dewi fortuna sedang berada dipihaknya karena gadis itu sendiri yang menghubunginya dan meminta untuk bertemu.

Myungsoo tersenyum cerah, untuk pertama kalinya sejak kemarin pertemuan mencengangkannya bersama Suzy. Sambil bersiul santai Myungsoo melajukan mobilnya membelah keramaian kota Seoul petang itu dan menuju ke kedai yang saat ini telah menjadi langganannya semenjak mengenal Suzy.

Karena jarak yang tidak terlalu jauh Myungsoo berhasil sampai ke kedai itu dengan jarak waktu tidak lebih dari satu jam. Pria itu dengan semangat menuruni mobilnya dan berlari kecil memasuki kedai, seolah telah terprogram kakinya langsung melangkah ke bagian kiri kedai tempat dimana dia dan Suzy biasanyay duduk berdua.

“Suzy—” Myungsoo tersenyum saat menyapa Suzy yang sudah lebih dulu berada ditempat itu dan melakukan kebiasaannya yaitu menatap keluar jendela dengan pandangan yang menerawang.

Gadis itu langsung menoleh saat mendengar seruan namanya, senyumnya langsung tercipta saat menyadari Myungsoo telah duduk dihadapannya seperti biasa.

“maaf, apa kau menunggu lama?” Suzy menggeleng pelan lalu membiarkan Myungsoo memesan minumannya terlebih dahulu. Suzy hanya diam mengamati Myungsoo yang sedang memilah menu dan berbicara pada seorang pelayan yang memang mendatangi meja mereka khusus untuk menerima pesanan Myungsoo.

Saat sang pelayan pergi, Myungsoo dengan tiba-tiba menoleh pada Suzy dan menangkap basah gadis itu tengah menatapnya dalam diam. Dia terkekeh lalu mengibaskan sebelah tangannya di depan wajah Suzy.

“apakah kau sudah terpesona oleh wajahku?” Canda Myungsoo membuat Suzy mengerjapkan matanya karena Myungsoo menyadari tingkah lakunya yang memalukan itu.

“oh, tidak—aku hanya—hmm” Suzy hanya mampu bergumam tidak mampu untuk menjawab pertanyaan Myungsoo yang cukup menohoknya. Terpesona? Apakah baru saja dia terpana oleh wajah Myungsoo—setelah berbulan-bulan kenal mengapa dia baru menyadari bahwa paras Myungsoo masuk dalam kategori tampan. Suzy menggelengkan kepalanya lalu tertawa bodoh.

“Suzy? Kau baik-baik saja?” Suzy mengangkat wajahnya kembali menatap Myungsoo yang terlihat cemas saat memandangnya, alisnya bertaut tanda tidak mengerti dengan pertanyaan Myungsoo, “kau bahkan tertawa sendiri—”

“oh, maafkan aku—aku hanya sedang memikirkan sesuatu” Ucap Suzy menepuk keningnya pelan, dia sejenak tidak menyadari kehadiran Myungsoo dan dengan bodohnya melepaskan tawanya tanpa sebab. Sudah jelas pria itu dibuat bingung olehnya.

“emm, Suzy—sebenarnya aku berniat ingin menemuimu hari ini”

“benarkah? Itu berarti kita punya telepati yang tepat” Myungsoo tertawa kecil mendengarnya namun setelahnya dia mengubah raut wajahnya menjadi sendu dan menatap Suzy dalam.

“jangan salah paham dengan yang kemarin—dia tiba-tiba saja datang padahal aku sedang menunggumu, Sunggyu hyung mengatakan kau mencariku dikantor” Ucap Myungsoo tiba-tiba membuat Suzy terdiam sejenak, dia menghela nafasnya panjang lalu melemparkan senyum menenangkan pada pria itu membuat darah Myungsoo berdesir, kapan terakhir kalinya dia melihat Suzy tersenyum setulus ini kepadanya? Beberapa hari belakangan sangat kacau jadi dia tidak bisa menghabiskan waktu bersama lebih lama dengan Suzy dan hari ini dia bisa kembali melihat senyum favoritnya yang mampu membuat jantungnya berpesta pora di dalam naungan dadanya.

“aku mengerti” Jawab Suzy sekenanya, “jadi sekarang giliranku yang berbicara—” Myungsoo mengerjapkan matanya, sebegitu cepatkan perubahan mood Suzy? Dia jelas tau bahwa kemarin saat bertemu di café bersama Soojung, Suzy sedang tidak dalam perasaan yang baik dan 100% dia yakin itu akibat dirinya.

“aku baru saja mengadakan wisudaku” Myungsoo kembali mengerjapkan matanya, kini dengan tambahan dengan mulutnya yang menganga tidak percaya.

“benarkah? Hari ini?” Suzy menganggukan kepalanya yakin, setelah merayakan hari wisudanya bersama Minho dan ayahnya tadi Suzy langsung pulang ke rumah untuk berganti pakaian dan langsung menghubungi Myungsoo untuk bertemu di tempat ini.

“kenapa tidak memberitahuku?” Seru Myungsoo terkejut, Suzy mengulum senyumnya senang dengan reaksi Myungsoo yang begitu berlebihan.

“sebenarnya aku ingin memberitahu kemarin—tapi kau tau, keadaannya tidak tepat” Suzy menyengir mengemukakan alasannya mengapa tidak memberitahu Myungsoo lebih dulu masalah hari wisudanya dan itu membuat Myungsoo merutuki dirinya sendiri.

“Suzy maaf—”

“ah, berhentilah meminta maaf Myungsoo. Aku bosan mendengarnya—sekarang bagaimana dengan mentraktirku?” Suzy berseru pelan dengan wajah merengut namun dia segera menggerling saat di akhir kalimatnya.

“eh?”

“kau punya satu janji padaku—kalau kau mau ingat bahwa kau menginkarinya” Gumam Suzy dengan bola mata yang berputar dan sukses membuat Myungsoo tertawa—dia mengingatnya dan sungguh kejadian tersebut adalah sesuatu yang palin disesalinya seumur hidup karena harus menginkari janjinya pada Suzy dan membuat gadis itu menunggu.

“aku ingat tentu saja—jadi kau ingin ke mana?” Seru Myungsoo antusias, melihat itu Suzy tersenyum dia memasang wajahnya seolah berpikir dan melirik Myungsoo dengan pandangan penuh arti.

“ke mana biasanya orang jika ingin berkencan?” Pertanyaan itu sukses membuat Myungsoo tersedak, matanya melongo menatap Suzy yang kini memasang wajah polosnya dengan senyuman yang masih belum lepas dari wajahnya.

“ken—kencan?”

“ya, kau mendengarnya dengan baik”

Myungsoo memekik tertahan tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya, tidak peduli dengan minumannya yang bahkan belum tiba dia segera mengeluarkan beberapa lembar uang kertas,menyimpannya di atas meja lalu menarik lengan Suzy setengah menggeret gadis itu untuk mengikutinya keluar dari kedai.

“Myungsoo, tunggu—kita mau ke mana?” Suzy tertawa dalam pertanyaannya, Myungsoo benar-benar bersemangat untuk segera membawanya pergi dari tempat ini—dan dia senang akan hal itu.

“kau bilang ingin berkencan—kita akan melakukannya” Sahut Myungsoo menghampiri mobilnya, menghela Suzy dengan penuh kesopanannya bagaikan seorang lelaki sejati untuk memasuki mobilnya dan setelah meyakinkan bahwa Suzy telah duduk manis ditempatnya dia segera berlari memutari mobil dan memasuki mobil untuk duduk dibalik kemudi.

#

Myungsoo menekuk wajahnya saat kakinya melangkah keluar dari gedung teater pemutaran film, sementara Suzy disebelahnya malah tersenyum-senyum sendiri.

“hei, kau yang mengajakku untuk menonton—kenapa malah wajahmu yang ditekuk?” Myungsoo mendengus mendengar pertanyaan Suzy, dia hanya melirik gadis itu sejenak lalu mendesah panjang.

“kalau aku tau film seperti itu yang ingin kau nonton aku tidak akan mengajakmu kemari” Dengus Myungsoo yang langsung membuat Suzy tertawa ditempatnya.

“apanya yang salah? Kau tau—genre yang terbaik adalah romance, ceritanya benar-benar menyentuh” Ucap Suzy membela diri, dia adalah seorang perempuan jadi wajar untuknya menyukai film yang berbau romantic atau semacamnya berbeda lagi dengan Myungsoo, pria itu bahkan terlihat terkantuk-kantuk ditempatnya saat pemutaran masih berlangsung tadi.

“apa hebatnya? Semua pria di film atau drama itu tidak ada yang nyata—ckck, berlebihan sekali” Gerutu Myungsoo dirinya masih merasa kesal, niatnya berduaan dengan Suzy di dalam teater tapi nyatanya film yang dipilih oleh Suzy membuatnya mengantuk sehingga tidak bisa mengambil kesempatan untuk cari muka dengan gadis tersebut.

“kau ini pria jadi tidak tau apapun. Dengar ya, bagi kami kaum wanita—film romantis adalah impian, apalagi dengan karakter si pria yang selalu memperjuangkan kekasihnya dengan sepenuh jiwanya. Mencintai gadisnya apa adanya, merelakan semua kekayaan yang dimilikinya demi mendapatkan gadisnya. Menantang dunia demi bersama kekasihnya—astaga, semua wanita pasti bermimpi berada di posisi itu” Suzy menautkan kedua tangannya didepan dada sembari membayangkan bahwa dirinya lah yang berada dalam posisi tersebut, diwajahnya terlihat sangat jelas apa yang dibayangkan olehnya saat itu membuat Myungsoo kembali mendengus.

“dikehidupan nyata tidak ada yang seperti itu—cerita tentang seorang pria yang akan meninggalkan segala yang telah dimilikinya dengan susah payah? Oh—itu sangat mustahil Suzy. Berfikir realistis lah, menantang dunia? Ck, tidak ada laki-laki bodoh yang mau melakukan hal-hal konyol seperti itu hanya demi seorang wanita” Myungsoo memutar bola matanya sembari berbicara panjang lebar seolah sedang menceramahi Suzy dan sontak imajinasi gadis itu hancur lebur saat mendengar kalimat terakhir Myungsoo.

“eish, kau benar-benar tidak tau caranya mendapatkan hati perempuan ya? Ckck” Myungsoo mendelik kesal pada gadis tersebut. Bukannya berterima kasih karena sudah disadarkan dari segala mimpi tidak masuk akalnya mengenai definisi seorang pria idaman, gadis itu malah balik meledeknya dan sayangnya ledekannya benar-benar tepat sasaran membuat Myungsoo membungkam mulutnya rapat-rapat.

“hah—kau tidak ingin membantah?” Suzy menaikkan alisnya melihat Myungsoo hanya diam sembari melanjutkan langkahnya, menyadari bahwa Myungsoo telah menyerah dia segera tertawa keras lalu meraih lengan Myungsoo dan berjalan sejajar dengan pria itu.

“astaga—kau benar-benar sensitif ya. Hmm, jadi setelah ini kita ke mana?” Myungsoo menoleh pada Suzy yang sudah berada disampingnya kemudian pandangannya turun pada lengannya yang saat ini digandeng oleh gadis itu. Perasaannya membuncah saat merasakan tangan Suzy bersentuhan langsung dengan kulit lengannya, oh demi tuhan—bahkan dalam mimpi terindahnyapun Myungsoo tidak pernah membayangkan bahwa Suzy yang akan menggandengnya tanpa diminta. Wajah pria itu langsung merona akibat perasaan hangat yang menjalar dari lengannya membuatnya hanya bisa berdehem pelan dan menunduk untuk menyembunyikan wajahnya dari Suzy.

“bagaimana kalau ke taman? Aku dengar malam hari ada pameran di sekitaran sana” Usul Myungsoo setelah beberapa lama menenangkan detak jantungnya yang bergemuruh akibat tindakan implusif Suzy.

“pameran! Aku menyukainya” Seru Suzy lalu dengan tidak sabaran gadis itu menarik Myungsoo agar cepat-cepat meninggalkan tempat tersebut dan menuju ke taman yang dikatakan oleh Myungsoo.

#

“wuaah, aku bisa melihat semuanya darisini” Gumaman penuh rasa kagum itu membuat Myungsoo mengulum senyum simpul, dia menatap wajah Suzy dari samping memperhatikan setiap lekuk sempurna dari wajah gadis itu. Masih tidak terbayang olehnya bahwa Suzy tiba-tiba datang kepadanya dan meminta untuk berkencan, meskipun otaknya seharian ini mengatakan sesuatu terasa janggal tetapi sudut hatinya memenangkan argument yang terjadi dalam dirinya. Dia tidak sanggup menghancurkan momen indah yang tercipta antara dirinya dan Suzy mala mini. Setidaknya Myungsoo tau bahwa hubungannya dengan Suzy telah kembali seperti semula—dan memutuskan mengambil langkah yang tepat untuk mempertegas hubungan mereka.

“Myungsoo, lihat—cahaya malam kota ini benar-benar indah” Suzy menoleh dan menatap Myungsoo penuh binar, hanya dalam sekali pandang saja orang awampun tau bahwa Suzy sangat bahagia saat ini dan dalam hati Myungsoo mengucap syukur karena setidaknya dia sedikit turut andil dalam kebahagiaan yang dirasakan oleh gadis itu.

“hm, ya—kita bisa kesini jika kau ingin melihat gedung-gedung bercahaya itu lagi nanti” Jawab Myungsoo memamerkan senyum lebarnya, berharap bahwa Suzy mengiyakan kalimatnya—yang artinya akan ada kencan-kencan berikutnya dilain hari.

Namun senyuman Myungsoo terasa kering saat gadis dihadapannya hanya diam saja, meskipun bibirnya masih tersenyum tapi kediaman Suzy membuat Myungsoo sedikit ragu.

“kau tidak ingin kembali kesini lagi bersamaku?” Tanya Myungsoo cemas membuat Suzy mengerjapkan matanya, dia menggeleng kecil lalu melemparkan pandangannya keluar.

“tentu saja aku ingin—nanti, kita bisa kembali ke sini” Gumam Suzy membuat helaan nafas lega tercipta dari bibir Myungsoo. Setelah lama berada di dalam bilik bianglala raksasa itu menikmati pemandangan malam kota Seoul dari ketinggian sekitar 300m akhirnya bianglala itu bergerak dan membawa Myungsoo serta Suzy untuk kembali ke darat.

Mereka berdua memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitaran taman bermain yang masih sangat ramai pengunjung malam, Suzy hanya tersenyum-senyum melihat beberapa pasangan menaiki arena yang cukup ekstrem. Tidak jarang Myungsoo mengajaknya untuk mencoba beberapa wahana, tapi Suzy menolak—dia lebih menikmati jalan berdua bersama Myungsoo dan mengamati orang lain bermain dibandingkan harus merasakan ketegangan akibat permainan yang memacu adrenalin tersebut.

“Suzy—” Kepala Suzy menoleh dan langsung berhadapan dengan sebuah kembang gula berwarna merah muda pucat yang sangat besar tepat didepan matanya, kedua sudut bibirnya terangkat begitu tinggi saat menyadari bahwa sosok yang berada dibalik kembang gula itu adalah Myungsoo.

“gomawo—aku sangat menyukai ini” Dengan cepat dia menyambar dari tangan Myungsoo dan melahapnya, matanya sudah kembali berlarian untuk mengamati setiap wahana yang berada di dalam taman bermain. Tempat duduknya saat ini memang menyediakan view yang cukup terjangkau untuk melihat ke segala arah.

Myungsoo hanya diam saat melihat Suzy sibuk mengulum kembang gulanya, dia tidak tau jika membawa Suzy ke taman bermain akan membuat gadis itu seribu kali tampil lebih manis lagi—karena senyuman yang tidak pernah meninggalkan wajahnya. Membuat Myungsoo sekali lagi terjatuh pada pesona gadis itu.

“Suzy—gomawo” Suzy menoleh menatap Myungsoo dengan mata hazelnya—warna yang membuat Myungsoo langsung terpana pada gadis itu saat pertama kalinya memandangnya. Myungsoo berdehem lalu mendekati Suzy dan menarik salah satu tangannya yang bebas dari kembang gula.

“biasanya dalam kencan harus saling berpegangan tangan” Ujar Myungsoo saat merasakan ketegangan yang terjadi pada tubuh Suzy saat dia berhasil mengamit jemari gadis itu, dia tersenyum simpul saat tidak menemukan penolakan dari Suzy.

“benarkah?”

“tentu, jadi—kencan kita akan sempurna dengan adanya ini” Jawab Myungsoo sembari mengangkat tangannya yang menggenggam tangan Suzy membuat gadis itu tertunduk dengan wajah yang tersipu malu. Setelahnya mereka kembali berdiam diri, Suzy sibuk dengan kembang gulanya dan matanya yang terus berlarian kesegala arah—asal tidak ke Myungsoo. Sementara Myungsoo sibuk mengatur kinerja jantungnya yang begitu menggebu, serta memberikan perhatian penuh pada tangannya yang menyelimuti tangan halus milik Suzy. Terasa hangat dan pas untuknya.

Myungsoo berjanji pada dirinya bahwa tidak akan pernah melupakan malam ini sepanjang hidupnya, untuk pertama kalinya dia rela menghabiskan waktu untuk menemani seorang gadis—gadis yang hebat menurutnya. Bahkan mau repot-repot mengantri untuk membeli tiket film yang mereka tonton demi Suzy. Hanya Suzy yang mampu membuatnya seperti ini—meluluh-lantahkan segala pertahanannya selama ini, menembus relung hatinya yang paling dalam. Hanya Suzy seorang.

###

Suzy terpekur di balik pintu kamarnya dengan mata memerah tanpa sebab, baru saja dia tiba dirumah setelah beberapa jam terakhir menghabiskan waktunya bersama Myungsoo—tak ada kata-kata yang diucapkan saat berpisah tadi, hanya sebuah kalimat untaian terima kasih yang tulus dari dalam hatinya disampaikan ke Myungsoo, setelah itu Suzy memilih masuk ke dalam rumahnya tanpa perlu repot-repot menunggui Myungsoo kembali masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan rumahnya.

Jika harus menunggu dan menatap Myungsoo lebih lama—dia takut akan melakukan sesuatu yang tidak benar.

Suzy mengerjapkan matanya saat merasakan sesuatu mendesak untuk keluar dari sana saat pandangannya beralih pada barang-barangnya yang telah tersusun rapi di samping ranjangnya. Kemudian matanya merangkak ke atas meja rias miliknya. Sebuah figura foto yang baru sebulan lalu didapatkannya, gambaran dirinya dan Soojung yang sedang duduk berdua di teras belakang rumahnya sembari menikmati semilir angin sore. Suzy jelas ingat, saat itu Minho meminta mereka berdua untuk berpose dan mengambil gamabarnya setelah beberapa hari kemudian dengan girangnya Soojung masuk ke kamarnya kemudian menyerahkan selembar foto yang menampilkan wajah mereka berdua.

“kita berdua terlihat sangat cantik disini—letakkan di atas mejamu ya, aku juga meletakkannya dikamarku”

Suzy masih ingat dengan jelas ungkapan penuh kegembiraan yang dilontarkan Soojung saat memberikannya foto tersebut. Tanpa sadar setetes air mata mengalir dipipinya, memaksakan senyumnya Suzy akhirnya beranjak mendekati meja rias kemudian meraih pigura tersebut.

“berbahagialah—” Gumamnya sebelum membalik bingkai tersebut dan memasukannya ke dalam koper besar yang berada di samping kakinya saat ini.

###

Siulan yang sarat akan kegembiraan itu tercipta sepanjang sang pria yang memiliki paras menawan itu berjalan memasuki lobi kantornya, sesekali sapaan ramah terlontar dari bibirnya membuat beberapa karyawannya cukup terkejut dengan perubahan drastis dari atasan mereka. Bahkan saat berada di lift dia melemparkan senyum menawannya pada masing-masing pegawai yang memang kebetulan sudah berada di dalam sana, para wanita sempat menahan nafas karena untuk pertama kalinya mendapatkan senyuman dari CEO mereka yang cuek dan masa bodoh tersebut. Namun pagi ini terlihat berbeda—seperti sebuah pancaran cahaya terang terus mengikuti dirinya dibelakang kemanapun sehingga membuatnya selalu bersinar—terlebih dengan senyumannya.

“selamat pagi tuan Kim”

“pagi Nari—” Sang sekertaris tercengang saat mendengar atasannya memanggil namanya—pasalnya semenjak pertama kali bekerja bersama pria itu tidak pernah sekalipun dia menyebutkan namanya. Hanya memanggil kau—kau dan kau. Myungsoo terhenti untuk mengamati perubahan wajah dari sekertarisnya kemudian dia tersenyum cerah, “pagi yang cerah bukan—aku membutuhkan secangkir kopi jika kau tidak sibuk” Sambung Myungsoo membuat sang sekertaris terjengkit dari lamunannya.

“tidak perlu terburu-buru—take your time” Sahutnya santai kemudian melenggang masuk ke dalam ruangan, Nari—masih melongo ditempatnya. Ini adalah pertama kalinya Myungsoo berbicara dengan lembut padanya, selebihnya hanya bentakan dan perintah yang selalu dia dengar. Masih dengan wajah merona akhirnya Nari beranjak untuk ke pantry membuatkan kopi pesanan atasannya dengan perasaan senang.

“woah—kau terlihat beda. Apa rumor yang kudengar itu benar adanya?” Sunggyu seperti biasa muncul secara tiba-tiba di ruangan Myungsoo, pria itu sudah mengantisipasi untuk mendapatkan teriakan atau makian namun wajahnya tercengang bodoh saat Myungsoo hanya melemparkan senyum jenaka padanya.

“rumor seperti apa?”

“Kim Myungsoo—kau benar Kim Myungsoo?” Sunggyu mengerjapkan matanya tak percaya, merasa ada yang salah dengan diri Myungsoo saat ini.

“tentu saja—apa kau sudah buta sehingga tidak bisa mengenali wajahku?” Sahutnya dengan nada bersahabat, tidak seperti biasanya yang selalu saja bernada ketus jika membalas ucapan Sunggyu.

“astaga! Apa yang terjadi padamu hah? Jadi rumor itu benar? CEO kita kerasukan oleh seorang malaikat baik hat—”

Myungsoo terkekeh mendengarnya lalu melemparkan pandangan gelinya pada Sunggyu yang merupakan suatu kejadian langka di dunia persaudaraan mereka, “benarkah itu? Astaga—mereka sangat lucu” Gumam Myungsoo semakin membuat Sunggyu melongo. Dia menghampiri adik sepupunya dan langsung menyentuh kening pria itu.

“kau tidak panas—tapi kenapa—”

“aku baik-baik saja hyung, memangnya ada apa sih?” Gerutu Myungsoo namun meskipun begitu wajahnya masih terlihat cerah—tidak ketus seperti biasanya.

“kau berbeda—ah lihatlah senyummu itu, ugh—wajahmu akan robek jika kau terus seperti itu” Sunggyu berdecak jijik memandang Myungsoo, tidak pernah dalam sejarah hidupnya melihat Myungsoo terus tersenyum selama dan seawet ini.

“aku hanya sedang bahagia”

“bahagia karena?” Myungsoo menggerling membuat Sunggyu langsung mengetahui jawabannya, dia mendelik lalu mengambil duduk dihadapan Myungsoo.

“apa yang terjadi dengan Suzy memangnya?”

“semalam kami—berkencan” Jawab Myungsoo dengan penuh rasa bangga, Sunggyu melebarkan matanya tidak percaya akan penuturan Myungsoo.

“kau serius?”

“ya tentu! Astaga—aku bahagia sekali akhirnya setelah sekian lama, kita bisa bergerak dari zona pertemanan itu” Myungsoo mendesah dengan sangat panjang, semalam adalah awal untuk dia dan Suzy. Dia percaya itu—dan sebentar lagi, tinggal menunggu waktu yang tepat dia akan mengungkapkan segala perasaannya yang tersimpan pada gadis itu sejak pertama kali mereka bertemu.

“are you officialy now?” Myungsoo tersenyum kecut lalu menggeleng.

“tida—eh belum. Segera—kami akan segera meresmikannya” Ucapnya dengan penuh rasa percaya diri, hatinya menghangat saat memikirkan kiat-kiat untuk mengungkapkan perasaannya pada Suzy. Gadis itu harus diberitahu segera sebelum terlambat.

“aku orang pertama yang akan merayakannya jika itu terjadi!God Damn! Ini pertama kalinya kau melihatmu terlihat begitu jatuh cinta pada seorang gadis” Seru Sunggyu dengan penuh antusias yang mau tak mau membuat Myungsoo terkekeh pelan.

“cukup berdoa untuk kelancaran rencanaku kali ini” Sunggyu mengangguk semangat lalu memberikan dua jempol pada Myungsoo. Berharap bahwa adiknya bisa meluluhkan hati Suzy seperti gadis itu meluluhkan hatinya. Dengan sukacita Sunggyu beranjak dari tempatnya, dan seperti biasa—melenggang keluar tanpa mengatakan apapun. Kali ini dia tidak mendengar umpatan kesal Myungsoo padanya, hanya keheningan yang mendamaikan menyelimuti dirinya saat berdiri di depan pintu ruangan Myungsoo.

Ah jatuh cinta mengubah segalanya.

#

Pria itu baru saja akan bergegas meninggalkan ruangan terhenti karena dari luar pintu ruangannya terbuka dan menampilkan sesosok tamu yang tidak diundang, matanya memicing menatap gadis itu—dalam hati dia menggeram menyesal telah membiarkan Nari meninggalkan tempatnya lebih dulu sehingga tidak bisa mencegah kedatangan gadis itu.

“apa kau tidak bisa berhenti menggangguku?” Tanya Myungsoo dengan ketus, moodnya langsung rusak begitu saja saat melihat kehadiran gadis itu di ruangannya.

“aku ingin mengajak makan siang—kebetulan kau pasti ingin keluar kan?” Soojung mengerjapkan matanya dengan polos memandang Myungsoo, mengabaikan penolakan pria itu.

“Jung Soojung—apakah belum cukup jelas untukmu?” Desisan itu membuat senyum Soojung menguap, dia menatap Myungsoo dengan tatapan cemas. Sebegitu tidak sukanya kah Myungsoo kepadanya sampai harus memasang wajah sekeras itu?

“tapi tidak ada salahnya mencoba, aku—”

“tidak!” Seru Myungsoo, matanya memandang tajam manik milik Soojung yang kini mulai bergetar, dia harus menyelesaikan segala urusannya dengan gadis ini sebelum mendapatkan Suzy agar kedepannya tidak ada lagi pengganggu antara hubungannya dan Suzy. Dengan tarikan nafas yang panjang, Myungsoo telah menetapkan pilihannya. Suzy adalah prioritasnya—jadi dia akan melakukan apapun demi mempertahankan Suzy. Seperti keinginan gadis itu.

“aku tidak menyukaimu—ah ralat, tidak akan menyukaimu sekarang ataupun nanti jadi kumohon apapun yang sedang kau lakukan sekarang berhentilah. Karena itu tidak akan berhasil” Ucap Myungsoo dengan suara datar namun tegas, matanya masih menatap Soojung dengan tajam memancarkan aura keseriusan disana sehingga membuat Soojung tersentak.

“aku—aku hanya—” Soojung terbata-bata saat ingin menjawab, sungguh perkataan Myungsoo sangat melukai hati dan harga dirinya. Mengapa pria itu tidak mau mencoba sekali saja untuk mendekatinya? Myungsoo bahkan belum mengenalnya lebih dekat.

“aku tidak ingin memberikan harapan apapun padamu Soojung, Banyak laki-laki yang lebih baik serta pantas untukmu dan aku tidak termasuk dalam salah satunya. Aku mencintai perempuan lain dan itu akan berlaku selamanya, jadi berhenti menggangguku karena aku sangat risih” Jelas Myungsoo lagi, dia sebenarnya tidak ingin mengeluarkan kata-kata yang kasar untuk Soojung. Bagaimanapun dia adalah adik dari teman baiknya, tetapi jika tidak seperti ini–Soojung tidak akan berhenti dan terus mengganggunya.

“aku tidak bermaksud mengganggumu” Cicit Soojung dengan suara bergetar, Myungsoo hanya mampu menatapnya nanar dari tempatnya berdiri sekarang.

“aku tau—kau tidak menggangguku tetapi perasaanmu yang menggangguku. Aku tidak ingin menyakiti siapapun—kau terlalu baik untuk disakiti olehku. Jadi berhenti dan jangan menyukaiku karena sampai kapanpun aku tidak akan membalasnya”

Pertahanan Soojung runtuh, tangisan kepedihan kini terdengar dari bibir kecilnya. Myungsoo sekali lagi hanya bisa diam ditempatnya, sama sekali tidak berniat melakukan tindakan apapun. Hanya menunggu gadis itu pergi meninggalkannya.

“pergi Soojung, jangan membuatku melakukan sesuatu yang lebih buruk lagi padamu” Kalimat terakhir dari Myungsoo itu menampar hati Soojung, dia mengangkat wajahnya dan menatap pria itu dengan tatapan penuh luka dengan mata yang basah akibat air mata.

“kau kejam” Lirih Soojung, Myungsoo hanya sanggup menganggukan kepalanya menyetujui ungkapan gadis itu.

“kau jahat” Sekali lagi anggukan yang diberikan oleh pria itu.

“kau—” Soojung menahan ucapannya di udara saat menatap wajah Myungsoo yang sama sekali tidak menggambarkan rasa bersalah sedikitpun, sekali lagi dia tertohok dan seakan terlempar ke kenyataan akan perasaannya yang tidak berbalas membuat dadanya sesak.

“brengsek!” Seru Soojung dengan suara yang sangat lantang lalu berbalik melaju langkahnya secepat mungkin untuk meninggalkan tempat itu, tempat yang membuat harga dirinya terjatuh akibat penolakan yang dilakukan oleh pria itu.

###

###

Myungsoo berdiri gelisah ditempatnya saat ini, matanya yang tajam memandang sengit pada pintu putih rumah yang belakangan ini cukup sering dikunjunginya. Sudah sejak tadi dai terus memencet bel tapi tidak ada tanda-tanda bahwa sang penghuni akan membukakan pintu rumahnya.

“astaga! Suzy, kau mendengarku?” Seru Myungsoo dengan raut wajah yang cemas, tadi dia berniat ingin bertemu dengan gadis itu tetapi saat mengintip ke dalam divisinya, meja yang biasa digunakan oleh Suzy kosong dan tak ada tanda-tanda bahwa seseorang memakainya hari ini—setelah bertanya pada salah satu teman divisi Suzy, Myungsoo akhirnya tau bahwa Suzy tidak datang ke kantor hari ini dan itu membuatnya cemas. Saat ingin bertanya kepada kepala divisi administrasi, sial yang didapatnya karena pria itu tidak berada ditempatnya dan itu semakin membuat Myungsoo frustasi.

Myungsoo telah menelpon ponsel Suzy berkali-kali yang selalu dibalas oleh operator yang mengatakan bahwa nomor yang sedang dihubunginya sedang tidak dalam keadaan yang aktif, karena merasa sesuatu yang tidak beres terjadi akhirnya Myungsoo memilih meninggalkan kantornya dan sampailah dia di sini—di depan rumah ayah Suzy yang kelihatan kosong.

Drrrtt Drrrtt~

“hyung! Kau menenemukannya?”

“kembalilah ke kantor! Percuma kau di sana. Mr.Bin sudah berada disini”

“benarkah? Lalu apa dia tau mengapa Suzy tidak hadir hari ini? Rumahnya kosong—ayahnya mungkin sedang dikantor”

“ya Myungsoo dan aku sarangkan kembalilah. Dengarkan sendiri”

“ada apa hyung?”

Myungsoo memasang wajah waspadanya, mendengar ucapan Sunggyu. Dalam benaknya sesuatu yang buruk sedang berkecamuk saat ini dan mendengar nada bicara Sunggyu yang serius itu membuatnya semakin bertanya-tanya apa sebenarnya yang terjadi.

“kembalilah dulu—kau akan mengetahuinya di kantor”

Setelah itu sambungan teleponnya terputus, Myungsoo memejamkan matanya dengan perasaan gelisah memanjatkan harapan bahwa Suzy akan baik-baik saja dan dia berada di tempat yang aman. Segera Myungsoo berlari ke dalam mobilnya untuk kembali ke kantor secepat mungkin.

#

Tangan itu meremas sebuah kertas putih yang berisi kata-kata yang bahkan dirinya tak sanggup untuk membaca untuk yang kedua kalinya. Myungsoo menggeram pelan, matanya nyalang menatap pria paruh baya yang duduk dihadapannya saat ini.

“kenapa tidak memberitahuku?” Geram Myungsoo, tingkat emosinya saat ini sudah berada dipuncak apalagi setelah membaca surat pengunduran diri itu. Myungsoo benar-benar marah.

“maafkan saya tuan—tapi Suzy adalah pegawai magang jadi masuk atau keluarnya dia di sini telah di urus oleh pihak HRD. Anda tidak perlu turun tangan langsung” Jelas Mr. Bin dengan wajah gugup, bukan pertama kalinya dia menghadapi Myungsoo yang sedang marah namun entah mengapa rasanya kali ini adalah yang terparah dari kemarahan pria itu sebelum-sebelumnya.

“aku pemimpin perusahaan ini, jadi mengapa aku tidak harus mengurus pegawaiku secara langsung!” Teriak Myungsoo sembari melempar kertas yang sudah reyot akibat remasan tangannya itu kepada Mr.Bin.

“aku tidak mau tau! Bawa kembali Suzy kemari dan biarkan dia kerja! Aku tidak menerima surat ini” Ucapnya lagi dengan mata memerah, entah karena desakan suatu benda cair yang akan keluar dari matanya atau karena amarah yang tidak dapat terbendung lagi akibat Suzy yang tiba-tiba memilih untuk mengundurkan diri dari perusahaan ini.

“maafkan saya tuan—itu tidak mungkin saya lakukan” Myungsoo mneggeram menatap marah para Mr.Bin, sementara pria itu hanya tertunduk dengan takut “Suzy telah meninggalkan negara ini pagi tadi”

Dan bagaikan disambar petir Myungsoo membeku ditempatnya saat mendengar suara Mr.Bin, matanya masih memerah, kedua tangannya yang terkepal keras disamping tubuhnya kini melemah. Bahkan tubuhnya terjatuh langsung di atas kursinya akibat kakinya yang tidak dapat menopang berat badannya karena berita yang mengejutkannya itu.

“apa?” Bisik Myungsoo kasar tidak mempercayai ucapan Mr.Bin, pria paruh baya itu mengangkat wajahnya dan menatap raut wajah terkejut sekaligus terluka dari Myungsoo. Dia tersentak saat menyadari situasinya saat ini, dengan helaan nafas panjang pria itu menggelengkan kepalanya.

“Suzy melanjutkan kuliahnya di luar tuan makadari itu dia meminta untuk berhenti” Jelas Mr. Bin lagi menatap simpatik pada Myungsoo, dia mengerti sekarang bahwa atasannya memiliki perasaan lebih pada gadis itu. Siapapun yang melihat keadaan Myungsoo saat ini pasti jelas mengetahuinya.

“tidak—tidak mungkin” Myungsoo menggelengkan kepalanya tidak percaya, matanya masih menatap kosong satu titik diruangannya. Suzy pergi? Itu bukanlah kabar yang ingin didengarkannya saat ini, Myungsoo terus menggelengkan kepalanya sesekali memukulnya pelan berharap bahwa ini adalah mimpi—dan ketika dia terbangun semuanya kembali seperti semula.

Suzy yang duduk anggun menunggunya dikedai saat sore hari,

Suzy yang duduk di atas atap sembari memperhatikan langit cerah dengan kedua bola matanya yang indah,

Suzy yang tersenyum di depan pintu rumahnya saat menyambut kedatangannya,

Suzy yang—Myungsoo menggeram.

Ini bukan mimpi. Ini adalah kenyataan.

Suzy pergi.

Suzy meninggalkannya.

I’m Hurt.

-TBC-

Hah, akhirnya selesai!

How about this? Are you feel upset? Yeah—I know.

Aku juga merasa kesal dengan chapter ini tapi this is my story so saya merasa bebas untuk membuatnya seperti apa.

Hihi, ada yang mau marah gak? Oke—silahkan marah di kotak komentar, apapun saya terima asal tidak dengan menggunakan kata-kata yang kasar yaa.

Awal buat FF ini sebenarnya tidak kepikiran untuk membuat konflik seperti ini, tapi pas dipertengahan jalan semua ide untuk ff ini terombak habis dan jadilah chapter absurd bin menyebalkan ini.

Maaf kalau kalian tidak merasakan feel yang kuat di sini karena jujur aku buatnya gak benar-benar dalam kondisi yang baik—bukan berarti aku lagi sakit. Hanya saja otak lagi ngeblank jadinya pas ngetik hanya scene-scene seperti di atas yang keluar.

Aku tidak mau banyak bicara di sini karena jujur aku capek buat chapter sepanjang ini! Haha! Smeoga kalian tidak bosan yaaaaa—dan sekali lagi maafkan aku dengan keabsurd-an part ini.

Comment kalian selalu aku tunggu—and thank sudah mau membaca ff ini.

xoxo.

123 responses to “CHAPTER 8 : Romeo & Rosaline “My Rosaline”

  1. Aku baru baca yang di watty dan terbagi 2 dan setelah buka wp eh panjang…..
    tarik nafas….. buang nafas……..
    lega ada chapter selanjutnya seneng banget……
    bikin sesak juga bagian awal dan bagian tengah nya djlambungkan tapi pas bagian akhir bikin anjlok….. ternyata suzy pergi meninggalkan myungsoo… myungsoo udah ngambil sikap tegas dengan begini suka deh aku nya wkwkkwkw…….
    semoga soojung ga ngelakuin yang aneh aneh lagi….
    suzy kemana?
    ah nextnya sangat ditunggu nih…..

    Liked by 1 person

  2. Jadi tambah kesel e ama sojung ..
    Padahal myung udh bilang gk suka masih aja datangin si myung..
    Menurutku sih suzy egois..
    Kenpa dia harus ninggalin myung..
    Harusnya dia bicarain ama myung..
    Semoga aja myung ttp suka sama suzy lah walaupun lg ditinggalkan..
    Dan mudahan aja sisojung gk berkelakuan aneh2 selama suzy ninggalin myung…
    Ditunngu chapter selanjutnya..
    Semangat thor..😀

    Liked by 1 person

  3. uuuuu kemaren di part 7 ku baca di wattp pas iseng buk blog ini ternya udh ada part 8. hiksss sedih tau suzy pergi dari myungsoo, soojung bener bener polos kasian sih tapi gimana yang kenal duluan suzy jadi suzy berhak buat dapetin myungsoo. kasian myungsoo baru pagi pagi dia senyum ramah eh siangnya dia udah marah lagi sedih lagi, myungsoo pasti terpukul banget. apalagi rencana appanya yang mau deketin sama soojung semoga suzy cepet balikk kasian myungsoo. ku tunggu next part dan ff lanjutan TCOL nyaa yaaaa

    Liked by 1 person

  4. Ogiee… nyesek bgt bacanya ..saat suzy meninggalkan myungsoo..wae..huhuhu.. mkn krn suzy tau soojung sangat mencintai myungsoo jd dia memilih mundur dan pergi.. apa yg akan dilakukan myungsoo?apakah soojung akhrnya tau klo suzy lah yg myungsoo cintai.. mungkin kuncinya ada di minho krn dia tau myungsoo maupun suzy saling mencintai..aahh jd g sabar nunggu kelanjutannya.. ditunggu yaa.. hwaiting

    Liked by 1 person

  5. Huaaa astagaa auzy pergi
    Myung terluka ini semua karna siojung. Suzy ngerelain myung buat soojung. Keselll
    Kenapa sihhh ihhh myung cepet cari suzy

    Liked by 1 person

  6. seneng bngt ada part lanjutan dri ff ini, ^_^
    awal cerita bikin kaget dngan cerita percintaan ayah myungsoo sma ibunya soojung dan kedatangan k apartemen myungsoo yg ujung”nya buat d jodohin sma soojung utung nyungsoo keburu blang klo dia udah ska sma orang lain.
    pertemuan mereka bertiga akhirnya ada yg bikin myungsoo ataupun suzy kget bngt tapi soojung ngk nyadar itu.
    dan yg paling aku ngk pngin terjadi suzy akhirnya tau orang yg soojung sukai itu myungsoo orang yg sebernya udah d sukai suzy.
    aku kira dngan suzy wisuda dan ngajak kencan myungsoo itu awal yg baik buat hubungan mereka tapi ternyata ahhhhhh kesel pas d sini suzy ningalin myungsoo gtu aja tampa ngucapin kta perpisahan dia mau kuliah lgi d luar negri……. ( berharap akan ada hal baik nantinya buat hungan suzy sma myungsoo berharapa bisa bersama )
    ahhh d ff ini bener” nguras emosi nya bngt semuanya bercapur daebak

    d tunggu part selanjutnya
    gomawo ^_^

    Liked by 1 person

  7. Myungsoo mengulang KEBODOHAN ayahnya… Oke abaikan misteri kisah pernikahan ortu myung.
    Hellllloooooo, sdh tau ga disuka sama itu cowok eh tokoh cewekx ngoyo betul??? Emang mau si cowok sama kamu krn kasihan bukan krn cinta??? Kasian cowokx…

    JENGKEL sama si cewek pertama yg SOK MALAIKAT tapi ya SEHARUSNYA DALAM CINTA PERJUANGKAN CINTAMU APALAGI TOKOH COWOKNYA SDH MEMBERI SIGNAL SPT ITU!!!

    Ada yg kurang di sana entah paragraf berapa intinya menerangkan myungsooji tak bertemu 3 hari *tapi sptx elship_L ssi lupa mengetik kata “tidak”… Semoga pembaca pada paham ya…

    Aku hampir nangis saking jengkel walau sdh bisa nebak dari awal bhw suzy akan meraih magisterx.. Eeaaa… Chunky bar 1 deeekkkk… Ahahahahahahaha…

    Liked by 1 person

  8. Kok suzy pergi…tapi ntar bakalan ketemu myung lagi kan..soo jung emang pantang menyerah banget ya..dah diutak mentah2 pun masih aja…tak kirain suzy ama myung dah mau jadian tapi malah gini jadinya…ayo myung kejar terus suzy ampe ke ujung dunia…

    Like

  9. Yes!!! Suzy memutuskan untuk ke luar negeri melanjutkan kuliahnya.🙂
    Mamvooosss luw Myung. Hahaaa
    Siapa suruh jadi namja lelet banget,,,,? Suzy keburu pergi sebelum Myungsoo sempat mengungkapkan perasaannya. Dari kmaren2 kemane aje? Sibuk ngurus yeoja penguntit itu sih. Coba dari dulu Myungsoo tegas sama tuh yeoja, pasti gak bakalan kayak gini jadinya. Myungsoo dan si soojung sama aja. Sama2 menyebalkan. Yg yeoja gak tau malu, dan yg namja gak bisa berkutik untuk sekedar menolak, akhirnya dia seakan ngasi harapan sama si Soojung. Eewwhhh
    Sabodo dah sama kalian. Yg penting Suzy baik2 yah di luar negeri.🙂
    Gw suka banget part ini. Puas aja gitu bacanya.🙂

    Liked by 1 person

  10. Kasian sih ama soojung, terlalu berharap sih..
    Suzy ngelanjutin kuliah di luar negeri?? Dimana ??? Universitas Harvard *bener gak tulisannya* kahh???
    Myungsoo pasti serasa kek di-PHP-in sama suzy. Moga aja myung tetep suka ama suzy.
    Waduhhh kasian uri myungsoo , paginya senyum-senyum gaje tapi siangnya ??!!!
    Suzy keknya udah mulai suka sama myungsoo, tapi dia tuh ngerasa gak enak ama sepupunya (soojung),. *maybe*
    next ditunggu !!!
    Semangat !!!😀😀

    Liked by 1 person

  11. Author aku seneng bgt ff ini di update ;)).. Dan yg ditakutin terjadi juga, suzy tau kalo soojung suka sama myungsoo dan dia akhirnya ngalah dan mutusin kuliah di luar negeri, soojung juga ihhh demia apa nyebelin nya maksimal bgt disini, udah dibilangin berapa kali kalo myungsoo ga suka sama dia dan hati myungsoo udh berlabuh ke seseorang masih aja ngeye, dan ya rasa sakitnya myungsoo untuk pertama kalinya sakit gara gara ditinggal org yg disukainya dan blm sempet ngungkapin perasaannya ke suzy, jangan biarin kisah tragis appa myungsoo terulang ke myungsoo, yg suka sama temennnya tapi blm sempet ngucapin dan si gadis udh terlanjur nimah sama org lain, andwaee
    Dan soojung kekekee pas bagian akhir sadar juga, tapi semoga dia ga ngadu ke ortunya dan memperburuk hubungan keluarga jung sama kim … Author plis entar myungsoo sama suzy bersatu pas akhirnya ne ne, konflik apapun aku suka asalkan myungzy bersatu entar… Dan goamwo udh ketik ff sepanjang ini dan seseru ini :)))… Lanjutan chapter selanjutnya ditunggu

    Liked by 1 person

  12. Hueeeee Suzyyy yaaaa. . .
    Pergi😥
    Trus myung gi mana?
    Semoga mereka bsa Kembali brsama and menjalin hubungan yg lbh dri pertemanan amieenn
    Next di tunggu

    Liked by 1 person

  13. Kyaaaaaa chapter 8 udah publish, bahagianya :’)))))
    Author elship_L jjang, tau banget yang aku tungguin😀 /hug/
    Nggak akan bosan kok thor, mau chapter 9 dipublish besok pun nggak bosen lol /joke/
    Back tho the story~
    Suzy pergi dan sekarang Myungsoo terluka.
    Apa Myungsoo akan marah/benci sama Suzy karena Suzy pergi tanpa bilang padanya?
    Alasan Suzy pergi itu sangat bisa dimaafkan. Alasan kenapa Suzy nggak pamit sama Myungsoo mungkin karena dia tau itu akan melukai dirinya sendiri dan juga Myungsoo.
    Yang aku agak sebel itu sikap Soojung. Uri Soojung nggak salah mau mencintai Myungsoo. Itu hak Soojung untuk mencintai siapa saja, keunde Myung udah nolak dia berkali-kali, ngomong ketus dan datar berkali-kali tapi dia tetep aja kekeuh maju tak gentar pantang menyerah.
    Sampe Myung bicara kasar itu tandanya dia udah risih. Kalau kayak gitu bukan salah Myungsoo juga /sigh/
    Terus kalau Soojung nangis karena perkataan Myungsoo yang jujur, terus terang alias blak-blakan tentang perasaannya gitu juga bukan salah Myungsoo. /kok aku jadi banyak ngomong gini ya?/ *skip*
    The most important thing is I really like this story, neomu neomu joah ♥
    Nggak sabar baca chapter 9 ㅋㅋㅋㅋ Kira-kira Suzy pergi kemana ya? Mmm…dan apa yang akan dilakukan Myungsoo ya?
    Aigoo penasaran thor ㅠㅠㅠㅠㅠㅠ
    Semoga authornim cepet dapet inspirasi ya *rainbow* terus update ff ini lagi deh /maunya/ *bow*

    Liked by 1 person

  14. Yah suzy pergi,kasihan myungsoo….padahal dia udah benar” bahagia ketika merka baru aja kencan,eh siangnya malah dpat kabar suzy ninggalin dia.
    Semoga aj cinta myungsoo sama suzy gak akan pudar yah,dan setia nunggu suzy balik lagi.

    Liked by 1 person

  15. uwahhhhh uri suzy pergi,baru juga myung merasakan bahagia tetapi kebahagian itu hanya sebentar kasian banget myung di tinggal suzy khikhikhikhikhi kira-kira suzy pergi kemana author dan bagaimana dengan soojung

    Liked by 1 person

  16. Omo akhirnya mereka bertiga ketemu juga… Aigoo soojung, ga kapok2.. Heh?? suzy pergi kemana thor?? Myung baru juga mau nyatain cinta eh mlh di tinggal pergi sm suzy.. Aigooo kasihannya myung. Baru dibuat melayang langsung dijatuhin. Dapet bgt feelnya thor.. Apalagi pas suzy tiba2 pergi ninggalin myung. Semoga soojung ga ngambil kesempatan ini dgn ttp deketin myung. Dan myung ttp cinta dan nunggu suzy smpe suzy balik dr kuliahnya…

    Lanjut thor… Penasaran tingkt akut nih gmn kelanjutannya.. Fighting!!!

    Liked by 1 person

  17. huaaa suzy prgi😥 otthokhae? dy prgi gra” soojung psti aisssshhh
    aku bnr” ngefeel bngt bcanya smpe nangis gra” suzy prgi ninggalin myung
    myung bnr” terpukul ksian dy😦
    NEXT PART😀

    Liked by 1 person

  18. sumpah kesel banget sama sojung, dia kekeh bgt mau deketin myungsoo, padahal myung udah nolak berkali2,
    kasian suzy ngalah demi dia, dan malah pergi keeluar negri
    kan jadinya myung yg mau ngungkapin perasaannya ke suzy gak jadi
    hiks… T.T
    next thor^^

    Liked by 1 person

  19. Kenapa aku nangis! Aku merasakan perasaan myungsoo. Feelnya dapet banget author.
    Sebelumnya cekikikan sendiri waktu ngabayangin perubahan wajah myungsoo apalagi waktu berhadapan sama sekretarisnya, itu lucu.
    Dan dihadapi dengan perasaan myungsoo kehilangan suzy, euhh ikut sakit hati juga.
    Awalnya juga udah nyangka ada yang ga beres dan tenyata benar.
    Mungkin ini balesan myung karena nyakitin perasaan soojung, tapi ada benernya juga sih myung gitu sama soojung tapi kalau pengucapannya secara halus akan lebih baik.
    Aku tunggu kelanjutan ceritanya ya..
    Dan aku sangat menikmati part ini😊

    Liked by 1 person

  20. WOAH BENAR-BENAR PERGI KELUAR NEGERI SEPERTI HARAPANKU?😀
    SAYA JADI TIDAK TAHU HARUS SENANG ATAU SEDIH😀
    SETELAH INI? EVERYTHING HAS CHANGED ATAU MYUNGSOO NEKAT NYUSUL? HEI AYOLAH.. DIA PEMIMPIN SEBUAH PERUSAHAAN YANG “LUMAYAN” BESAR BUKAN? MENEMUKAN SUZY ITU SEHARUSNYA MUDAH SAJA BAGINYA😀

    Liked by 1 person

  21. eonieee bisakah sesegera mgkn memberi soojung jodoh untukny sndr…aq risih sm soojung…kecentilan bngttt
    gr2 soojung suzy pergi..benalu bgt sihhh

    Liked by 1 person

  22. Knp suzy pergi tanpa pamit lg? Nyesek baca nya.. Suzy lbh memilih mengalah buat soojung tp agak sebel jg pas baca scene keluarga soojung yg keukeuh pgn deket in soojung n Myung pdhl jelas2 Myung udh nolak berkali2..
    Semoga Myung ga marah sm suzy krn di tinggal in..
    Dan soojung jg secepatnya hrs tau bahwa Myung suka suzy gara2 dia suzy kabur..
    Ff ini genre nya sad n long story yaa..
    Huhuhuhuhu
    Tetep semangat deh buat ff nya dan berkarya ya authornim..

    Liked by 1 person

  23. aigoo..suzy pergi..penasaran sama next part nya…apa langsg beberapa tahun kmudian..ato ada lagi crita myungsoo sama soojung *berharap nggak*
    fighting buat next chapter ^^

    Liked by 1 person

  24. aigoo..suzy pergi..penasaran sama next part nya…apa langsg beberapa tahun kmudian..ato ada lagi crita myungsoo sama soojung *berharap nggak*
    fighting buat next chapter

    Liked by 1 person

  25. Ngerasain banget perasaan Myungssoo. Kaya diangkat terus dihempasin, baru kencan taunya ditinggalin. Suzy pasti sayang banget sama Soojung yaa. Agak risih juga sama Soojung, kaya manfaatin sakitnya dia buat deketin orang huh. Fighting buat next partnya thor!

    Liked by 1 person

  26. Suzy pergi ke luar negeri ninggalin myung. Aduh penasaran sama yang akan terjadi selanjutnya?. Jangan2 dengan tidak adanya suzy, myung tergoda sama soojung truss jadian. Atau yang lebih parah, suzy perginya lama alias bertahun2 truss waktu kembali lagi, myungnya udah nikah sama soojung. Jangan sampai!!!. Dtnggu lanjutannya thor. Semangat bikin ffnya..

    Liked by 1 person

  27. Bener firasat ku tentang hubungan myung dan suzy bakalan renggang. Tapi gak nyangka kalo suzy bakalan pergi bahkan mereka berkencan dulu sebelum hari keberangkatan’y suzy. Ku kira suzy bakalan ngindarin myung di kantor doang tanpa pergi ke luar negeri. Feel’y dapet apalagi pas suzy wisuda. Bikin terharu🙂 . Ku juga gak nyalahin soojung sih . Toh dia juga gak tau kalo myung lagi suka sama cewe lain dan cewe itu suzy. Yang bikin kesel’y itu jinyoung yg terus ngerecokin myung buat duaan sama soojung. Lanjutkan thor

    Liked by 1 person

  28. Semoga Myung selalu memperjuangkan Suzy dan cintanya apapun yang terjadi…
    Semoga Myung melakukan apa yang seharusnya dia lakukan seperti apa yang Suzy impikan.

    Feelnya dapat…. Rasa kecewa, kesedihan, kebahagiaan, terluka dan kehilangan begitu terasa… Suasana cerita benar2 tersampaikan…. Selalu membuat penasaran… Next… Author fighting…. Gomawo…

    *BOW*🙂

    Liked by 1 person

  29. ohmyyyy really suzy leave myung?
    ahhhhh need kebih banyak myungzy moment
    entah kenapa myungzy moment disini menurutku alurnya terlalu cepat author.-. #yahmenurutku
    fighting for the next part!

    Liked by 1 person

  30. sempet senyum senyum sendiri waktu baca bagian myungsoo ama suzy kencan eh tapi langsung down waktu tau suzy ternyata udah enggak di korea lagi

    Liked by 1 person

  31. ohhh noooo!!!! soojung udhh ditolakk kekk gituu masiiihh aj…
    carii kang minhyukk aj sanaaa kkkkk ..
    tuh kann suzyyy ngalahhhh ….
    … aigooo suzy knp pergii

    Liked by 1 person

  32. Aishhhh suzy main minggat minggat aj neh …
    Bener2 kyk kesmber petir dah tuh myung wktu tw suzy ud ga dikorea lg…
    Yampuuunnnn soojung kok batu bener ya disini,kasian ma ad sedikit rasa kesel ma soojung…
    Tp gmn kelanjutan hub..myungzy klo begini thor?

    Liked by 1 person

  33. yaahh..suzyyy…
    kenapa hrus gtu sih..soojung hanya perlu diberi pengertian agar bs merelakan myungsoo untuk Suzy…:(
    Suzy terlalu cepat mengambil keputusan…:s

    Liked by 1 person

  34. Sedih, kesel, canpur aduk pokok e rasa e…
    Sis selalu the best kok kalo bikin story yg menyedihkan dan bikin perasaan org yg baca campur aduk tp aku suka banget sama storynya
    Thank you sis

    Liked by 1 person

  35. ya ampun akhirnya mereka ber3 dipertemukan disatu tempat dan myungzy jd serba salah dan sooung memperburuk keadaan,dan suzy kayak gmana gitu ke myung antara cemburu sm pasrah :-l
    owh yah diwattpad blm update ya thor?aku jd baca terbagi 2 deh,jd mianhe kalau aku kadang komen diwp atau di wattpad
    fighting!!!

    Liked by 1 person

  36. dari kmaren” udh da feeling sh psti suzy mlih pergi ke luar negeri demi soojung, tpi pas baca ini ttap aja nngis huueee😥
    kak ogi jhat bnget psahin myungzy😥
    trus next chap da myungzy momentnya gk kak??
    trus gmna skap myungsoo yaa, jgn” dia brubah jdi mkin dngin lgi..aahhh jgn buat mreka psah lama” ya kak, sedih bacanya😦
    ya udh dh, moga next chap bsa lncar, cpet update hehe, hwaiting kak ^^

    Liked by 1 person

  37. Feelnya nggak dpet darimana,,?
    Ini mah kuat bnget atuh thor,,
    Ya ampun,,
    Nyesek bnget bacanya,,
    Pdahal myungsoo udah nolak so jung abis2an,
    Eh suzy malah pergi,,
    Kasian myung soonya,,
    Mmm sedih bnget,,,
    Itu knepa krkternya suzy kyk gitu,,
    Sedih tanpa mengucapkan kata perpisahan,,
    Sedihhh,,
    Next ff smngat ya thor,,

    Liked by 1 person

  38. Duh thor…. Chapter ini feels nya kena banget…. AAAKKKKK! DUH SUZY KENAPA PERGII.. Next chapternya sangat ditunggu pake banget loh thor~ Beneran penasaran~ /baca ulang chapter ini sampe bosen/

    Liked by 1 person

  39. huwaaaa ini menyakitkan .. authornim feel nya dapat banget.,
    perasaaan kesal , kecewa ,sedih, huwaaa mewekk lagi .,
    ya tuhan aku juga curiga ma suzy yang tiba” ngajak myung kencan ternyata ada udang d balik batu toh.,
    astagaa aku takut myung bakal benci suzy dan juga soojung jangan ganggu myung lagi pleasee ..
    heh pkok nya chapter ini bikin perasaan campur aduk weh .,
    salut sama author yang walaupun ngga dalam mood yang baik tapi bisa buat chapter yang se bagus ini .,
    author jjang .,
    geundae jangan terlalu menyedihkan yah thor aku ngga kuat nangis ..
    next chap fighting

    Liked by 2 people

  40. suzy pergi omo …
    jadi kencan itu adalah yg terakhir buat suzy ama myung !!!
    tapi myung nolak soojungnya kena bnget dia harus di gituin -_-
    next thor

    Liked by 1 person

  41. mungkin myung kena karma karena jahat sm soojung…tp serba slh jga sih…ntar di kira kasih harapan lgi ..suzy tega banget tinggalin myung kyk gtu…aigoooooo….!!!

    Liked by 1 person

  42. seneng banget baca moment myungzy lagi,, yah suzy nya pergi,sala myung jugaa sih gk ngugkapin perasaannya sama suzy. Soojung gadak kapok2nya,uda ditolak berkali-kali masih aja ngotot ngejar myunggsoo. Ditunggu next chapter nya ya thor,gomawo

    Liked by 1 person

  43. omooo suzy pergi😦 , agak kesal sih sebenarnya ama soojung uda tau uda berapa kali ditolak myungsoo masih aja ngotot untuk dekatin memang sih kasihan juga liatnya -_- semogaaa ajaaa deh pas nanti myungsoo bisa ketemu suzy mereka ungakapin perasaan mereka semoga ajaa nanti suzy cepat balik ke seoul ditunggu yaaaa thor next partnya fighting thor🙂

    Liked by 1 person

  44. Makasih thor udh update chapter ini..semangat thor lanjutinnya,aku selalu nungguin ff ini loh…aku selalu suka tiap chapternya.selalu penasaran dengan kelanjutannya.ditunggu lanjutannya yaaa……Semangat

    Liked by 1 person

  45. waaahhh bca chapter ini sesuatu bgt thor…
    sebel sm org2 di sekitar soojung yg ngedesek myung trs,
    seneng pas myungzy kencan.. ehh kecewa pas suzy prgi..
    tp sbnernya kn tu film yg dtonton myungzy kode bgt tu buat myung… cowok hrs mmperjuangkan cew yg dcintai..
    ayo myung smgt ngejar suzynyaa
    dtggu updatenya thor…
    smgt nulisnyaaa

    Liked by 1 person

  46. andwae… suzy eonni kenapa pergi.. semuanya gara gara soojung eonni. kenapa dia nggak nyerah aja sih buat ngejar myungpa? kan sekarang suzy eonni yang milih buat pergi.. myungpa eotteohke..? kasian kan, baru kemaren bahagia karena bisa ngerasain kencan sama suzy eonni, dan sekarang harus nerima kenyataan menyakitkan kalo suzy eonni nglanjutin kuliahnya keluar negeri.. hufft.. semoga aja ntar myungpa nggak benci sama suzy eonni karena ninggalin dia. dan semoga suzy eonni sama myungpa cepet ketemu lagi dan cepet balikan.. thor, ffmu bener bener menguras emosi..😀 bikin penasaran sama lanjutannya.. sangat ditunggu ya..^^

    Liked by 1 person

  47. Kenapa mereka tidak bisa jujur dengan perasaan mereka masing2, Myungsoo dan Suzy sama2 cuma menyimpan perasaannya, kenapa tidak diungkapkan saja? jd ikutan kesel…
    Ditunggu next partnya, penasaran akan jd seperti apa hubungan mereka… gomawo author🙂

    Liked by 1 person

  48. bener kan suzy mundur. suzy pergi meninggalkan myung bukan hanya untuk kuliah aja tp jg mau menghindar agar myung dan soojung bisa dekat. pemikiranx egois. soojung juga..udah tau dari awal myung memberi penolakan tetep aja ngotot, malu sendiri kan sedih sendiri kan? mentang2 dia sakit jd semua org mau mengalah dan memberi apa yg dia mau. tidak jaebum, suzy bahkan orang tuanya.

    Liked by 1 person

  49. Suzy udh tau klo namja yg dcintai soojung itu myungsoo. Dn suzy peegi ngelnjutin kuliah di luar tnpa pamit sm myungsoo bhkan blm tntu dia pamitan sm soojung plingan dia pergi am appanya breng minho. dn itu udh ngebuktiin kalo suzy bner2 nyerah dn ngalah sm soojung.. myungsoo makin kacau pas tau suzy pergi

    Liked by 1 person

  50. soojung terlalu memaksa…tuh kan coba klo myungsoo bergerak lbh cepat….ayo,disusul jgn biarkn aja,atw berlanjut k scene bbrp thn kemudian?

    Liked by 1 person

  51. wow,,, di part ini jalan ceritanya kebanyakan hampir sama dengan apa yg sempet ak fikirkan, tp g kepikiran kalo bakal ada moment myungzy yang menurutku sangat menarik meskipun singkat, berharap myungsoo setia n merjuangin suzy seperti apa yang suzy inginkan dan soojung bisa perlahan move on dari suzy…

    Liked by 1 person

  52. Kenapa suzy pergi? Kasihan myung… baru ajh dia bahagia ggra kencan sama suzy ehh esok harinya suzy pergi… huaaaaa… berharap smoga soojung ga ngejar2 myung lagi.
    Penasaran apakah ini akan menjadi sad ending/happy ending?… moga ajh Happy ending😁

    Liked by 1 person

  53. Ahhh… bisakah aku menyampaikan 1 permohonanku d sini? Bisakah aku meminta agar author yg baik hati segera mengepost chapter selanjutnya? Bisakah… arghhh…!! #frustasi
    Kongliknya bener” eon bener” bikin aku jungkir balik…
    Semua ini gara” soojung!! Gara” dia nih suzy harus relain dia sama myungsoo… myungsoo juga, andai saja waktu d cafè myungoo ngaku klo hubungan mereka berdua bukan sebatas atasan dan bawahan, pasti suzy gk bakal ninggalin myungsoo… iihhh… geezz… soojung soojung… mudah”an setelah apa yang dikatakan myungsoo d kantor buat dia nyerah… oiya, ini lagi orang tua soojung mentang” anaknya sakitan semua perkataannya diikutin… gk pikir perasaan orang apa?!…
    Kyknya udah cukup deh komentarnya… bikin dosa >.<
    Next chapnya paling ditunggu author… gomawo… and 화이팅!!

    Liked by 1 person

  54. Kasian sama suzy,,
    akhirnya Dia mengalah buat kebahagiaan sepupunya, soojung,,,
    kenapa sih suzy harus ngalah.? lagian myungsoo kan sukanya sama dia bukan soojung,, myung juga sih, klo suka kenapa nggak langsung ngungkapin pas di bianglala aja,, aish,,

    Liked by 1 person

  55. Awal cerita aku dibuat deg-degan dengan moment antara Suzy, Myungsoo dan Soojung…..
    trus dibuat nge-fly dengan kencan manis MyungZy….
    habisnya lucu…disini siapa yang yeoja dan siapa yang namja….
    tingkah Myungsoo seperti remaja cewek yang pertama kali kencan.
    Tapi seperti yang juga dirasakan Myungsoo, diantara moment manis itu pasti ada sesuatu dibaliknya….
    ternyata benar….kekeke
    Suzy pergi….trus apa yang bakal dilakuin sama Myungsoo entar….
    apa Soojung udah menyerah sama perasaannya….
    atau malah ketiadaan Suzy membuat Myungsoo dan Soojung bisa dekat….
    cerita ini sukses buat perasaan aku campur aduk sekaligus penasaran…plus puas banget bacanya karena panjang banget….
    ga sabar pengen tau gimana entar kelanjutan hubungan Suzy dan Myungsoo……

    Liked by 1 person

  56. tarik nafas. . buang. . tarik nafas. . buang. . huft. .
    terlebih dahulu aku mau ngucapin terima kasih karena udah diupdate dan panjaaaaaag banget! bikin puas pokoknya ^^
    soal ceritanya, dari chapter sebelumnya aku udah nebak kalau suzy pasti akan keluar negri untuk melanjutkan kuliahnya dan meninggalkan myung. cuman aku ngak nyangka aja akan ada moment sweet sebelum perpisahan itu. .
    njir!!! kasihan banget liat myung disini. . hatinya udah terbuka banget untuk sooji. dan dihatinya it cuman ada suzy doang. . tapi aku ngak bisa nyalahin suzy atau pun soojung.
    haah. . aku ngak bisa nebak lanjutannya kek gimana. tapi please jan buat myung benci sama suzy dan membuka hatinya untuk soojung. please thor, jangan. ne? ne?

    Liked by 1 person

  57. sumpah nyesekk.. suzy knpa ga blng myung dlu. iyah tau dia psti gini gra” soojung tpi ksian myung.. akhhh nyesek hurt sad. feel ny dpet bngt. daebak thor

    Liked by 1 person

  58. pengen beci sama soojung. tau sih kalo dia gak salah, tapi tetep aja
    kasihan zyeon. sekalinya membuka hati langsung tersakiti secara gak langsung
    zyeon milih mundur ya? demi soojung?
    semoga mereka cepet dipertemukan lagi ya. padahal udah seneng tau myungsoo gak jadi ice prince lagi. tapi kayaknya abis ini bakal parah dari ice prince
    di chap ini gak bisa bilang “baca next chap dulu ne^^” karena next chapnya belom ada
    ya udahlah next chapnya ditunggu ne^^ kalo bisa secepatnya

    Liked by 1 person

  59. Aaaah marah sama kesel banget entah ke sooji soojung atau myungsoo mereka bikin aku snewen :’
    Kenapa si soojung kekeuh banget padahal udah udah dapet penolakan yg jelas skrg semuanya jadi runyam gegara dia, sooji juga kenapa nyerah gitu aja si harusnya berujuang lebih buat perasaannya jgn kabur malah kabur bikin myungsoo sm aku galau xD n myungsoo juga udah keren si cuma telat sedikit ketegasannya. Ya emang udah jalan ceritanya gini sih ya jadi ya dinikmatin aja deh bacanya walopun sejujurnya gondok banget huhu syediiiiih.. Nextnya jangan lama2 yaa peuliiiiiis huhu ga sabar sama kelanjutannya.. Pliss jadiin happy ending yaaaaa ;))

    Liked by 1 person

  60. Ternyata udah ada nih next chapnya.. seneng banget deh thor
    Chap ini pokoknya bener bener menegangkan.. aduh pokoknya bikin perasaan terombang ambing
    Aku kesel sama soojung, kok gak nyerah aja sih dia. Padahal udah ditolak kayak gitu sama myung
    Kan suzy lebih milih pergi kan?
    Aduh, moga suzy sama myung cepet bersatu aja.. gak rela liat mereka berdua tersakiti kayak gitu
    Next chap ditunggu yaa thor
    Gomawo ^^

    Liked by 1 person

  61. Sudah kuduga part ini bikin deg2.an dan juga kesel….akhirnya kejadian kan suzy mengalah dan memilih pergi,,, soojung kasihan sih tapi dia terlalu egois memaksakan sesuatu yg jelas2 gk bisa dia raih dan akhirnya hanya akan menyakiti semuanya termasuk dirinya sendiri

    Liked by 1 person

  62. Sudah kuduga part ini bikin deg2.an dan juga kesel….akhirnya kejadian kan suzy mengalah dan memilih pergi,,, soojung kasihan sih tapi dia terlalu egois memaksakan sesuatu yg jelas2 gk bisa dia raih dan akhirnya hanya akan menyakiti semuanya termasuk dirinya sendiri

    Liked by 1 person

  63. aigoo ketakutan di pertengahan chapter ini terjadi juga..ada yg aneh ps suzy ngajak myung kencan.,setelah di buat melayang tinggi eh d jatuhin gitu aja.. sakitnya tuh wow banget…..#uh ngomong apa
    myung bakalan balik ke sifat awalnya dong…myung yg angkuh dingin dan cuek..
    tapi suka di bagian myung yg tegas ke soojung,semoga soo jung bisa sadar,ga keras kepala lagi..but suzy pergi kemana? ko jadi kesel ya…huft semangat buat next chapternya authornim😉 selalu di tunggu kelanjutannya

    Liked by 1 person

  64. Kayanya aku cuma baca 1/4 atau 1/3 ya? Haah benci banget gasuka sama keluarga jung!!! Semuanya maksa myungsoo!!!
    Iiih soojunggg genit banget sih jadi yeoja udah di tolah mentah mentah masiiih aja gatau diri, klo udah sakit udah gausah gatau diri nanti ga sembuh sembuh lagi,, maaf authornim ini semata mata hanya karena cerita ini dan emosi yang menggebu gebu -_-
    Aku cuma baca sampe mereka bertiga yang makan di restoran, sampe situ aja aku udah keseeel banget sama tingkah laku keluarga jung -.- gada yang bener semua
    Ibunya juga sama aja genit sebel ah

    Suzy!!! Sabaaaar kamu harusnya maju aja, klo emang suka sama myung! Ayo myung kamu juga tegas dong hiks :” masa harus ada yang tersakiti diantara kalian :” kalau emang harus ada, harusnya soojung aja yang sakit iiish

    Semoga kesedihan ff ini segera berakhir :” kkkk gakuat baca yang beginian wkwkwk

    Hwaiting authornim!!
    Love your story
    Saranghae!

    Liked by 1 person

  65. Oggiii.. Akhirnya aku baca juga..
    Stiap soojung muncul bikin geregetan.. batu bgt itu yeoja.. kkkkk…

    Kencan manis berbuah pahit..
    Kau membuatku terluka.. Suzy ninggalin Myungsoo.. aku bisa kebayang depresinya dia. Padahal lgi happy abis kencan. Smpe aku senyum2 sendiri gr2 perubahan tingkah lakunya.. sunggyu pun terheran2.. lalu dengan kejamnya dia mengetahui suzy udh pergi meninggalkannya. Walau untuk menempuh pendidikan lebih lgi.. gk bisa disalahin jg. Tapi kyaknya ada sdikit banyak sumbangsih gr2 perasaan soojung k myungsoo..
    Krn dia gak bilang, itu lebih menyakitkan buat myungsoo..
    I can feel ur heart, myung.. T.T

    Apa myungsoo bakal benci ma suzy? Atau bakal nyusulin ksna?
    pengen myungsoo makan kata2 sendiri saat dia bilang gak bakal ada lelaki yg rela mengorbankan segalanya demi seorang wanita. Hahahaha..
    *biar dia sadar apa yang bisa dia lakuin untuk suzy*

    Liked by 1 person

  66. Huwaaa astaga asli seneng bgt ada update an ff ini yeaay daaan puanjaaang nya na joha hehe

    Kaget dah pas tau ternyata ortu soojung dan myungsoo py masa lalu yg berkaitan satu sama lain…agak penasaran jg sbnernya dgn bagaimana ibu myungsoo bs membuat ayah myungsoo jd cinta sm dia
    Ya ampun aku terlalu bahagia baca bagian myungzy nge date dan dihempaskan dgn sgt keras ketika suzy memilih meninggalkn segalanya untuk meraih gelar master nya aigoo aku sediih
    Tp psti lbh sedih myungsoo aigoo
    Sukurin lo soojung emg enak ditolak mentah2 pahit2 kyk gitu makanya jgn gatel udah tau ditolak msh aja ngedeketin..dasar babo
    Aduh itu jdinya nasib hubungan myungzy -yg bahkan blm mulai-gimana dong?
    Semoga myung ga sakit hati deh ya
    gamsahamnida telah buat ff yg super duper pnjg ini but i like it so much hohoho
    Ditunggu ya kelanjutannya
    Semangat berkarya author elship Fighting

    Liked by 1 person

  67. Soojung, udah di tolak berkali2 sama myung tapi tetep aja pen deketin myung,
    Udah di kasih kata2 kasar masih aja g perduli.

    Ughhh myungsoo kasian banget, baru ngerasain seneng, habis itu sedih.
    Coba aja Suzy g ketemu soojung di cafe itu, pasti Suzy masih kerja sama myung karena g tau cowok yg di sukai soojung itu myung, yahhh ini gara2 soojung.

    Susul aja myung suzy nya, lakuin apa yg ada di film Romance itu kkkk

    Feelnya dapet bgt thor.
    Next part di tunggu karena aku g bisa baca ff yg satunya.
    Soalnya email aku ganti, jadi pw nya g tau apa.

    Liked by 1 person

  68. Sumpah KZLLLLLLLLLL!!! Apalagi sama soojung #hahaha
    Ada sesuatu di balik suzy ngajakin kencan duluan. Padahal suzy udah nyaman di tempat kerjanya, tapi dia lebih milih lanjutin sekolah. Dia sengaja pergi buat soojung. Suzy tuh terlalu baik, semoga aja soojung cepet tau kalo perempuan yg di sukai myung itu suzy. Berasa banget sedihnya pas myung tau suzy udah pergi, feelnya dapet banget. Penasan sama kelanjutannya gimana…
    fighting thor😀

    Liked by 1 person

  69. Kasihan sma myung, d.saat dy ngerasa mrka mulai bisa lbh dri sekedar tmn suzy malah ninggalin dy..
    Marah sma soojung krna dy suzy jdi nyerah, tp bukan slh soojung jga sih, dy gk tau klo suzy jg suka sma myung..
    Dan gw sedih banget sma situasi yg suzy hadapi krna hrs milih antra cwo yg dy suka atw sodara yg dy syg.. wlaupun akhirnya dy milih sodaranya..
    Moga myung gk marah sma suzy, klo prlu dy nunggu suzy smpe karatan #eh..
    *Author sangat brbakat bikin prasaan campur aduk..
    Semangat trus thor ^^

    Liked by 1 person

  70. iya, aku kesel tapi kesel sama sikapnya soojung yang menurutku kekanakan😀 kalau menurutku itu suzy pergi percuma karena soojung gak tau perasaannya suzy, kalau misalkan tau mungkin soojung bakalan ngalah sama suzy. itu menurutku ya🙂 aku suka sama sikap myungsoo yang tegas sama soojung tapi kasian juga sama soojung nya. takutnya dia nanti dendam sama myungsoo… dan nanti serasa dipermainkan oleh suzy juga gitu🙂
    it’s my opinion🙂

    Like

  71. suzy pergi selain mau ngelanjutin kuliahnya tapi dia juga mau buat soojung dekat sama myungsoo ??
    masih kesel sama soojung karena nggak mau nyerah tapi seneng juga myungsoo udah tegas sama soojung…
    semoga myungsoo nggak nyerah untuk dapatin suzy dan tetap mau cari dan nunggu suzy jangan samapi dia jadi nyerah dan mau terima soojung gitau aja…

    Liked by 1 person

  72. Omg ,baca part ini nyesek bgt ,bnyk yg terluka , suzy terluka dan mundur demi kebahagiaan soojung , soojung terluks akibat ditolak myung, myung sendiri terluka akibat ditinggal suzy, tp yg plg sedih lihat myung smpe stress dan marah segitunya begitu tahu suzy menghilang meninggalkannya hiksss 😭😭😭😭😭 ditunggu nextnya thor *let me cry in the corner*

    Liked by 1 person

  73. .̸∕̴Ɩκ̣̇υ̲̣̥ agak kesel deh ma soojung Чá♌ƍ terus nempelin myung dan akhirnya diketahui suzy,,,, dan seperti Чá♌ƍ kuduga,,,,suzy memilih mengalah…. Pergi jauh meninggalkan luka bagi myung huhuhu….😥
    Myung,,, i’m hurt too
    :'(нüāªªª:'(нüāªªª:'(
    ^ ^ ‎​​‎‎​‎​‎​‎​​‎​​‎​​Hikz😥😥 mªmªªª😥 pªpªªª😥 ª ª ª ª

    Liked by 1 person

  74. Ah.. sial! Knp suzy harua prgi d saat kesempatan terbuka lebar dgn soojung yg sudah mendapat penjelasan dri myungsoo.
    Arghh.. aku jd ikut frustasi kyk myung deh! Udh seneng2 myung bsa kencan ma suzy.. e.. malah di tinggalin.. ksihan!
    Moga2 sad story cepat berlalu dan love story myungzy cepat muncul.. amin!
    #amutdeun… always FIGHTING AUTHOR!!!🙂

    Liked by 1 person

  75. astaga aku udah seneng banget mereka udah one step forward gitu kan, eh ternyata huhu kenapa suez kenapaaa 😭😭😭😭
    aku cukup kaget ya beneran deh huhuhu suzy 😢😢😢😢
    hemm dan myungsoo tega banget ya ke soojung ahahaaa

    Liked by 1 person

  76. Nyesek kk T.T
    apa myungsoo bakal ngelakuin tindakan yg cowok di Film yg dia sma Suzy nonton itu? Atau justru Myungsoo memilih berpaling ke Soojung? Jangan! Gak bakal mau huhu~
    gak bakal ikhlas, pokoknya kalau itu terjadi aku bakal nyakar-nyakar myung sama Soojung di mimpi. Suzy please balik lagi, kasihan Myung. Sudah menduga dari awal pas Suzy ngajak Myung kencan –” dan Finally bener” kejadian

    Liked by 1 person

  77. Aigoo….suzy kenapa harus pergi sih….
    Huaaa….kasian suzy n myungie harus terpisah karena suzy ga enak sama soojung…
    Andweee thor…jebal bawa balik suzy ke myungie…

    Soojung udah tw myungie ga suka…kenpa masih dipaksain aja sih…mending cari pria yang lain…

    Hua…aku sedih banget kenapa myungie n suzy harus terpisah…

    Next part thor…

    Liked by 1 person

  78. sedih thor,, sedih banget thor,, hwuaaa;( kenapa suzy pergi,, myung pasti sedih.. tuh kan pasti suzy ngalah buat soojung, masa sih soojung ngga peka bgt jadi sepupu kan ngga harus mentingin diri sendiri dia juga harus mikirin suzy juga dong. ngga tau malu pula myung kan udah berkali-kali nolak masih aja nongol,, huft semoga myung sama suzy ketemu lagi><
    fighting thor..

    Liked by 1 person

  79. Yg bikin duongkoll bingit itu soojung ,, keras kepala banget,, jadi sebel sama soojung,, padahal sebenernya bias sama soojung,, huuu

    Suzy kemana itu thor,kasian myungsoo, ahh suzy php ,,,
    Oppanya soojung juga, maksa2 myungsoo, udah jelas2 myung nolak

    Liked by 1 person

  80. huhu..oh no..suzy knp pergi??
    kasian myungsoo tau..aku tau kok kmu pergi psti karna soojung.
    coba aja klo soojung tau yg disukai myungsoo bkln gmn ya??
    please,,come back for him..
    smoga aja myungsoo ga nyerah ya buat perjuangin cintanya..
    keep strong..oppa

    Liked by 1 person

  81. Ya ampun…suzy berkorban buat soojung…
    Soojung gak peka sama myungsoo
    Selama ini myungsoo sudah terang terang an gak suk sama soojung…tapi soojung terus ngotot…
    Kasian suzy…tapi diambil positif ny…suzy akan melanjutkan magister ny..

    Dan myungsoo yang terpukul…sebelumnya diberikan kenangan yg indah sama suzy….

    Liked by 1 person

  82. Aahhhh ak ktinggalan bnyk chapter…
    Pngen ngebut bca ny…

    Back to story…
    Crta ny bsa d tbak klo suzy past bkal prg ninggalin myung sjk kjadian k cafe…
    Uuuhhuu ksian myung ny…
    Next yh oenn…

    Like

  83. gegara myung telat nyatain cinta ke suzy, suzy jadi salah paham malah pergi keluar negeri. seandainya soojung juga ga keras kepala dan egois, heeuu
    lanjut thor

    Liked by 1 person

  84. astaga nxesek x tuh ga ketulungan , smpe aku nangis bnget bgini …
    dri pertma soojung nemuin suzy di cafe tuh udah nangis , wktu suzy glagat x ynk aneh dan mau kencan itu udah nxesek bnget , akhir x nangis lagi wktu suzy masuk rumah hbis kencan dngan myung , dan tangisan q tuh bertmbah bnxak wktu myung dnger kabar kalau suzy berhenti kerja dan pergi keluar negri , kasian bnget myungsoo x wktu denger kbar bgitu ..
    sumpah bneran feel x dpat bnget atau aku x ynk terlalu cengeng , ynk pasti cerita x tuh keren bnget , smpe kbawa suasana terus mewek mulu …heee
    lnjut part lagi.

    Liked by 1 person

  85. Hiks2 hiksss benerkan thorr dugaan akuu suzyy pergi dari myungsoo ngelanjutin kuliahnya keluar negri huahh hiks2 aku nangis bacanyaa 😭apalgi suzy ngeralain myungsoo buatt soojungg hikss:”( 😭😭😭huahh suzy ninggalin myungsoo dan 😭😭💔 huh gara2 soojung ngerecokin kehidupan myungsoo muluuu -,- menyebalkannn ahh gak bisa berkata lagi karna aku sedihh heh😢😭💔
    Ihh kenapa sihh suzy ninggalin myungsoo pake cara seperti itu pantesn myungsoo punya perasaan gak enak ternyata itu pertemuan terkahir merekaa 😭😭😭 akkhhh kenapa suzyy bisa sihh ngerelaiin myungsoo gitu ajaa 😢😢 heh
    Fighting thorr💪💪

    Liked by 1 person

  86. Huaa..greget bgt baca ny thor,, huaaa sesak baca ny..
    Kan udah aku duga suzy bakal relain myung untk soojung….
    Aiisss,,ini gara2 soojung,,selalu ngerecoki kehidupan myung..
    Kok gk sadar2 kalo myung udah nolak mentah2..
    Akhirnya efek ny ke suzy,,

    Suzy ny kemana ???,,kasian sama myung harus terjebak di situasi yg sulit..

    Mudah2an setelah ini soojung bisa ngerti dan gk akan ganggu myung lagi..

    Liked by 1 person

  87. Semua gara2 ulah and keegoisan soojung misahin suzy ama myung yg jls2 saling cinta hadeh udh serasa liat romeo and juliet dah hahaha yg bedain mereka berpisah bukan karena konflik keluarga tapi org ketiga ckckckck sih suzy milih mundur and ksih myung ke soojung, and wat soojung meskipun aq iba ama dy cara dy slh sih sbnr’a udh mksain perasaan org nah soojung terima nasib lah hahaha #evilsmirk

    Liked by 1 person

  88. Baru bahagia bentar myung nya thor udah potek lgi… poor uri myungsoo..

    Jatuh cinta mengubah segalanyaa…
    Iyaa bener thor… pastinyaaaa..

    Aiissh jung soojung kekeh pisan euy buay ngedapetin myung.. beteeee

    Semoga takdir berpihak pada myungzy..

    Liked by 1 person

  89. Kasian soojung😥 tp gimana lg drpd soojung makin berharap sama myung dan makin patah hati nantinya😦
    Aku uda sempet curiga kenapa tiba2 suzy ngajak myung kencan.. jd ternyata ini yg dilakuin suzy aaaaaa kasian myung😥
    Myung nyari suzy dimanaaa ><
    Lanjut baca part selanjutnyaaa ^^/

    Liked by 1 person

  90. udah aku tebak alasan suzy kenapa berani ngajak kencan duluan myungsooo
    suzy pergi ke negara mana? hiks kasian kali myungsoo

    Like

  91. Ngerasain apa yg di rasakan myungsoo ;( bagaimana dia terpukul, bagaimana kacaunya dia mendapatkan kenyataan seperti itu ;(
    sdah bisa ketebak saat tiba2 suzy mengajaknya kencan, pasti ujung2nya bgni😦

    Like

  92. 10000000% aku jamin ini pernyataan jujur. Tangan aku gemeter berat baca chapter ini. Ironi? Miris? Miris banget unnie. Mau kesel tapi gatau mau kesel kesiapa, perasaan siapa yang tau. Tapi mereka… Kasian bgt.. uri suzy T.T

    Like

COMMENT FOR WHAT YOU HAVE BEEN READ!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s