My Lovely Mr. Gay Part 5

MY LOVELY MR. GAY

Author : elship_L || Cast : Bae Sooji, Kim Myungsoo, others.|| Genre : Romance || Rating : PG-19+ || Type : Chapter

Matanya terus bergerak mengamati jalan-jalan yang mereka lewati, dalam hati dia tekankan pada dirinya sendiri untuk terus mengingat segala hal yang ada disekitarnya, bahkan sampai petunjuk sekecil apapun akan tetap dia ingat. Tidak ada yang tau jika pria yang kini sedang mengemudikan mobil yang dia tumpangi akan menculiknya atau bahkan menyiksa sampai membunuh dirinya.

Sooji menggigit bibirnya kalut, dia bergidik saat menyadari di mana pria itu membawanya saat ini. Matanya menatap waspada pada pria yang sedang serius mencari tempat untuk memarkirkan mobilnya, segala macam rencana kini tersusun dikepalanya untuk melarikan diri namun semuanya buyar saat mendengar dengusan pria disampingnya.

“jangan berpikir kau bisa kabur”

Sooji memutar bola matanya, dia sungguh merasa cemas saat ini. Bagaimana tidak jika pria itu benar-benar membawanya ke sungai Han. Demi tuhan, aku masih ingin hidup.

“turunlah” Desisan itu membuat Sooji mengerjapkan matanya, kepalanya menoleh ke kiri namun sudah tidak menemukan pria itu disampingnya, “cepatlah jangan membuang waktu”

Sooji menoleh ke kanan dan mendapatkan pria itu telah berdiri angkuh dengan keadaan pintu mobilnya terbuka, alis Sooji mengerut. Sejak kapan pria itu berpindah tempat.

“kau mau bawa aku ke mana?” Tanya Sooji menantang, dia tidak ingin memperlihatkan ketakutannya saat ini. Setidaknya pria itu tidak akan meremehkannya jika dia terlihat berani. Sooji tidak mendapatkan jawaban, alhasil dia hanya mendengus menatap tajam pria tersebut.

“jangan membunuhku” Serunya membuat pria itu mendengus kasar atas pemikiran dangkal Sooji, dia menarik lengan Sooji paksa agar gadis itu keluar dari mobilnya kemudian menyeretnya untuk menjauh. Mencari tempat yang benar-benar aman untuk membuat perhitungan dengan gadis itu.

yak! Aku masih ingin hidup, jangan membunuhku!” Teriak Sooji panik.

“dasar bodoh!” Desis pria itu membuat Sooji mengigit bibirnya gusar, mengapa dari semua tempat di taman ini mereka harus berada di kawasan yang sangat sepi, dia tidak akan bisa meminta tolong pada siapapun.

Oh tuhan, jika ini adalah hari terakhirku, kumohon sampaikan rasa cintaku pada ibu dan Haeri. Dan beritahu Soojung jika aku tidak bisa hadir di pernikahannya. Hanya itu pesanku.

“aku akan menuntutmu”

Myungsoo menghempaskan lengan Sooji dan membiarkan gadis itu duduk di atas bangku taman yang tidak jauh dari tempatnya memarkirkan mobil tadi, sementara Sooji mengerjapkan matanya masih belum sepenuhnya sadar dari lamunan dari kematian yang akan menjemputnya sebentar lagi.

“hah?”

“apa kau tuli? Aku bilang aku akan menuntutmu” Ulang Myungsoo dengan kesal, menatap raut wajah kebingungan dari gadis dihadapannya membuatnya sangat berang.

“menuntut? Atas dasar apa?” Sooji yang kini sudah sepenuhnya sadar mendongak dan menatap dengan berani Myungsoo, oke—pemikirannya tentang Myungsoo yang tadi akan membunuhnya kemudian membuangnya di sungai Han mungkin sangat konyol, jadi sekarang tidak ada alasan untuk takut kepada pria itu karena jelas dia tidak akan membunuh dirinya.

“perempuan bodoh! Apa aku harus mengingatkan bagaimana kau melecehkanku waktu itu?” Myungsoo berseru dengan alis terangkat, meskipun tau pria itu marah tapi tidak ada ekspresi apapun yang tercetak diwajahnya sehingga membuat Sooji kebingungan.

“me—melecehkan? Hei, kau berlebihan” Seru Sooji balik, kini dia sudah berdiri tepat dihadapan Myungsoo dan menatap protes pada pria itu. Astaga—dia hanya mengecup pria itu, tidak sampai melakukan ciuman yang ekstrim atau pelecehan seperti yang dikatakan pria itu. Pikiran Myungsoo benar-benar seperti anak remaja yang ciuman pertamanya dicuri oleh orang asing saja. Eh tapi aku termasuk orang asing juga, Batin Sooji mengelak.

“aku merasa terlecehkan dan itu tidak berlebihan untukku” Sergah Myungsoo, dia mengibaskan tangannya meminta agar Sooji menjauh darinya. Gadis itu terlalu dekat dan dia tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak terduga kepadanya untuk yang kedua kalinya.

“aku akan menuntutmu dan kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu itu” Sambungnya lagi, Sooji mengerutkan keningnya. Sebenarnya sedari awal dia masih tidak bisa menyimpulkan apa yang pria itu inginkan, Myungsoo hanya terus mengatakan ingin menuntut dirinya.

“ya, kau akan menuntutku. Lalu?” Sooji bersedekap menatap menyelidik kepada Myungsoo, pria itu pasti menginginkan sesuatu dan Sooji sama sekali tidak menemukan petunjuk apapun perihal keinginan pria itu dibalik ancaman tuntutannya.

“kau benar-benar ingin aku tuntut ya?” Tanya Myungsoo kesal membuat Sooji semakin mengerutkan keningnya bingung.

“sebenarnya apa tujuanmu? Katakan yang jelas, aku bukan cenayang yang bisa menebak isi kepala-sok- pintarmu itu tuan”

“tinggalkan Wonho”

“hah?” Sooji mengerjapkan matanya saat mendengar penuturan Myungsoo.

“tinggalkan Wonho dan aku tidak akan menuntutmu” Ulang Myungsoo lagi mengundang rasa kebingungan Sooji, gadis itu menatap heran pada Myungsoo yang tiba-tiba menyinggung tentang Wonho pada pembicaraan mereka. Setahunya masalah diantara mereka tidak ada indikasi yang mengatakan bahwa Wonho terlibat dalam hal ini, tepi mengapa—

“aku tidak mengerti maksudmu” Ucap Sooji menggelengkan kepalanya, Myungsoo tersenyum mengejek pada gadis itu lalu bersedekap dengan tatapan yang sangat tajam, terlihat bersiap untuk menyerangnya.

“apa Wonho tidak mengatakannya padamu? Tentang siapa dia sebenarnya?”

“tolong jangan bertele-tele, aku benar-benar tidak mengerti apa yang ingin kau sampaikan” Sahut Sooji frustasi, dia tidak suka pembicaraan tarik ulur seperti ini, dia lebih senang berbicara to the point karena itu lebih bermanfaat dibandingkan harus membuang-buang waktu menebak ke mana pembicaraan ini akan berakhir.

“kau adalah tunangan Wonho jadi aku rasa kau mengerti apa keinginanku”

Sooji tercengang saat mendengar ucapan enteng dari Myungsoo, bagaimana dia bisa sebodoh ini! Astaga—aku bahkan melupakan fakta bahwa pria ini adalah seorang gay.

“a—apa yang kau inginkan?” Sooji bertanya dengan gugup, dia sedikit mengerti arah pembicaraan ini. Myungsoo mungkin menyangka dirinya sebagai tunangan Wonho karena mereka terlihat bersama waktu itu, tapi bagaimana bisa pria ini meminta hal yang sangat mustahil seperti itu. Sebesar itukah perasaannya pada Wonho?

“aku rasa kau cukup pintar untuk menilai nona. Aku hanya ingin memberi informasi tentang tunanganmu itu dan aku harap setelah mengetahuinya kau cukup bijak untuk menentukan pilihanmu”

 

“informasi? Tentang Wonho?” Sooji menaikkan alisnya, dia sudah bisa menebak apa yang akan Myungsoo katakan tapi tidak ada salahnya jika ikut dalam permainan pria itu. Dia ingin melihat seberasa besar usaha pria itu untuk menekannya.

“Wonho seorang gay” Ucap Myungsoo pelan dengan mata yang mengawasi perubahan ekspresi Sooji, dia berharap bahwa dengan mengetahui berita ini, Sooji akan mau memikirkan kembali pernikahannya dengan Wonho.

yeah he’s a gay. And then?”

Myungsoo tersentak saat mendengar nada ringan yang dikeluarkan oleh gadis itu, dia bahkan terkesan tidak terlihat terkejut mendengarnya. Pikirannya berkelana, apa mungkin Wonho sudah memberitahunya bahwa dia adalah seorang yang memiliki orientasi seksual menyimpang pada tunangannya ini?

“ya tentu kau harus meninggalkannya. Dia tidak akan mencintaimu” Ucap Myungsoo mempertahankan raut wajah yang datar. Sooji mengangkat alisnya sejenak kemudian tertawa kecil.

“bodoh” Gerutu Sooji, dia menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan kelakuan pria dihadapannya ini memintanya untuk meninggalkan Wonho. Dia benar-benar cinta dengan Wonho sepertinya.

“lakukan sesukamu, I don’t care” Desis Sooji lalu dengan cepat lalu meninggalkan Myungsoo yang berdiri dengan wajah tercengang atas reaksi Sooji atas kalimatnya.

“hei tunggu aku belum selesai denganmu!” Seru Myungsoo berbalik menatap tajam punggung Sooji, gadis itu berhenti kemudian menoleh dan berdecak sembari menatap sinis Myungsoo.

“Wonho tetap akan menikah, dengan kau menuntutku ataupun tidak” Sooji berseru pada Myungsoo, tersenyum kecil ketika melihat wajah pria itu mengeras dengan mata yang melotot marah, “jadi, singkirkan pikiranmu tentang merusak pernikahan itu tuan. Karena aku tidak akan membiarkanmu melakukannya”

Setelah itu Sooji tertawa dalam hati dengan langkah ringan, tidak menyangka segala kecemasan yang tadi melandanya kini telah terlepas dan menyisakan rasa yang begitu menyenangkan dihatinya. Terlebih saat melihat wajah pucat dan kesal dari pria tadi. Ah aku menyukai ini.

###

Kangjoon meneliti wajah keras Myungsoo saat ini, dia mendesah. Apa yang membuat pria itu kembali dalam suasana hari yang buruk pagi ini? Mungkinkah karena masalah beberapa hari yang lalu ketika dia mendesak untuk membahas mengenai masalah ayah Myungsoo atau pria itu mendapat masalah baru yang membuatnya merasa buruk? Entah, Kangjoon tidak memiliki petunjuk mengenai penyebab kekesalan Myungsoo hari ini.

“Myungsoo ayolah, aku sudah tidak pernah melihat senyummu lagi” Desah Kangjoon akhirnya, dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menegur. Bagaimana tidak, sekarang pria yang sedang duduk kaku dihadapannya itu tidak menunjukkan ekspresi apapun. Rahangnya mengeras seolah sedang memikirkan sesuatu tapi dia tidak bisa menebak apa yang dipikirkan oleh pria itu.

“Myungsoo—”

“kau bisa meninggalkan aku sendiri Kangjoon” Desis Myungsoo dengan suara dingin, Kangjoon menghela nafasnya. Tidak biasanya pria itu seperti ini jika ada masalah, sebesar apapun masalah yang dia hadapi dia pasti selalu berbagi pada Kangjoon meski tanpa pria itu meminta.

“baiklah, aku akan pergi tapi jangan lupa siang ini kita ada pertemuan penting dan kau jangan mengacaukannya” Ucap Kangjoon akhirnya mengalah, dia memilih untuk meninggalkan sahabatnya sendiri. Adakalanya Myungsoo memang membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri dan berdamai dengan segala penyakit hati yang dia miliki.

“cukup beritahu aku waktu dan tempatnya dan segera keluar dari ruanganku” Myungsoo bersahut lagi meski tanpa mengalihkan pandangannya, dia terlihat sibuk dengan monitor dihadapannya, entah apa yang sedang dilakukannya saat ini.

“oke” Kangjoon bergumam pelan lalu beranjak, dia tidak tahan berada satu ruangan bersama Myungsoo yang sedang dalam mode marah. Bisa-bisa dia kembali mendapat amukan karena tidak bisa menahan bibirnya yang selalu ingin merecoki Myungsoo dengan menanyakan tentang masalah pria itu.

Ketika berada di depan ruangan Myungsoo, Kangjoon mendesah panjang. Sahabatnya semakin tidak terkendali, dia tidak mengerti mengapa sangat susah untuk mengubah sudut pandang Myungsoo. Dia mengenal dengan baik pria itu tapi tetap saja masih belum mengetahui hal apa yang mampu membuatnya bisa berdamai dengan dirinya serta masa lalunya yang kelam itu.

“dia benar-benar membutuhkan perempuan saat ini” Gumam Kangjoon asal, dan tiba-tiba saja wajah gadis yang dengan lancangnya mencuri bibir Myungsoo di malam ulang tahun Jongsuk itu terlintas di pikirannya. Bagaimana kabar gadis itu? Apa Myungsoo telah memberi perhitungan padanya atau mereka belum bertemu lagi?

Oh, Kangjoon sangat tidak sabar untuk menyaksikan pertemuan keduanya kembali. Entah mengapa dia merasa bahwa gadis itu bisa membantunya untuk melunakkan Myungsoo, pemikiran yang bodoh tapi dia merasa yakin dengan instingnya tersebut.

###

Wajah sumringah Sooji siang itu membuat Soojung mengangkat alisnya bingung, perasaan baru dua hari yang lalu Sooji mengeluh karena sama sekali tidak mendapatkan inspirasi untuk proyeknya kali ini tetapi siang ini gadis itu melangkah memasuki ruangannya dengan ringan dan wajah berseri-seri, dia bahkan bersiul pelan—sesuatu yang sangat jarang Sooji lakukan.

“hei, kau baik?” Soojung berseru pelan dengan wajah bingung, Sooji menoleh padanya dan tersenyum lebar, sangat lebar menurut Soojung.

“luar biasa baik” Jawaban yang tidak terduga dari Sooji membuat Soojung semakin bingung, dia melepaskan pensil sketsa miliknya lalu beranjak untuk mendekati Sooji, “aku akan bertemu Madam Calls hari ini”

Soojung mengerutkan alisnya bingung, “bukannya dua hari lagi jadwalnya Sooji?” Tanya Soojung, dia tidak mengerti dengan gadis dihadapannya saat ini. Kalau memang pertemuan mereka dipercepat bukankah seharusnya gadis itu panik? Bagaimana bisa dia bersikap sesantai ini.

“dia punya schedule tak terduga dua hari ke depan untuk mengunjungi Jepang, jadi dia menyarankan untuk menemuinya hari ini” Jawab Sooji enteng, dia memisahkan beberapa lembaran yang akan dibawanya untuk bertemu dengan Madam Calls ke dalam sebuah map besar.

“lalu designnya?” Sooji melirik Soojung yang menatapnya cemas, dia tersenyum kecil pada gadis itu.

“sempurna” Jawabnya membuat Soojung melebarkan matanya, “selesai tanpa cacat sedikitpun” Tambah Sooji dengan kekehan kecilnya, Soojung semakin tidak mempercayainya.

“bagaimana—kemarin kau masih mengeluh tidak mendapatkan inspirasi apapun” Ujar Soojung, Sooji tersenyum lebar mengangkat bahunya.

“aku mendapatkan inspirasiku begitu saja, mungkin ini adalah keberuntungan untukku”

“benarkah? Aku sangat senang mendengarnya—jadi acara huntingmu di Myeongdeong kemarin lusa berhasil?” Tanya Soojung berbinar, Sooji mengerutkan keningnya tidak suka. Mendengar pertanyaan itu mengingatkannya kembali akan pertemuan tak terduga bersama pria bodoh itu.

“tentu tidak, entahlah—aku juga tidak mengerti. Tapi mungkin aku bisa mendapatkan ideku karena sudah melakukan hal yang menyenangkan” Sooji terkikik begitu saja, dia masih mengingat dengan sangat jelas wajah Myungsoo saat itu.

“maksudnya?” Soojung mengerut bingung, Sooji tertawa lalu menceritakan semuanya pada gadis itu. Mulai dari dirinya yang berputus asa karena tidak menemukan apapun di Myeongdeong sampai bertemu dengan Myungsoo dan berakhir dengan memberikan kalimat telak dan membuat pria itu kalah darinya.

“kau serius?” Soojung berseru dengan mata melebar, Sooji tersenyum dan mengangguk yakin.

“tentu! Aku tidak akan membiarkannya merusak rencana pernikahan kalian. Dia sungguh bodoh jika berpikir bisa melakukannya” Ujar Sooji menggebu-gebu, melihat keyakinan sahabatnya itu Soojung menjadi terharu.

“terima kasih Sooji, setidaknya dengan memberi ancaman pada pria itu dia akan berpikir untuk mendekati Wonho lagi”

“bukan masalah berarti Soojung, aku senang melakukannya” Sooji menyahut dengan santai, Myungsoo tidak mungkin bisa menjangkau Wonho lagi. Selama dirinya masih ada dia akan menghalau segala rencana yang dilakukan oleh pria itu, karena kebahagiaan Soojung adalah kebahagiaannya juga.

###

Sooji tersenyum menyambut sepasang kekasih yang kini sedang berdiri di depan pintu rumah ibunya, dia tersenyum dan memeluk Haeri dan melemparkan tatapan malu-malu pada Jongsuk. Ini pertemuan pertama mereka setelah kejadian laknat itu terjadi dan Sooji sama sekali tidak sanggup untuk memperlihatkan wajahnya pada Jongsuk.

“hai Sooji, bagaimana kabarmu?” Jongsuk tersenyum, mendekati Sooji dan langsung memeluk gadis itu sehingga membuatnya menegang sementara Haeri hanya terkekeh dibelakang Jongsuk, “jangan tegang begitu cantik” Bisik Jongsuk sambil tertawa sementara Sooji mengerjapkan matanya.

“ayolah, kau terlihat lebih cantik dengan wajah meronamu sekarang. Jangan buat aku mengabaikan calon istriku demi dirimu sayang” Jongsuk dan Haeri tersenyum lebar melihat wajah merona gadis itu.

“a—aku—aku—”

“aku sudah melupakan kejadian yang membuat acaraku berantakan Sooji. Jadi jangan menghindariku lagi ya?” Jongsuk menaikkan alisnya menggerling pada gadis itu membuat Sooji menghela nafas lalu memejamkan matanya semakin merasa malu.

“maafkan aku, sungguh—aku tidak berniat merusak acara itu”

“tidak apa-apa manis, sekarang ayo kita temui ibumu” Jongsuk berjalan lebih dulu untuk masuk ke dalam dan mencari keberadaan Yoorim di dalam rumah itu.

“Sooji—berhenti memikirkan kejadian itu. Kita semua benar-benar tidak masalah dengan itu. Jongsuk bahkan sangat senang jika kau dan Myungsoo bisa dekat” Haeri tersenyum penuh arti membuat Sooji memutar bola matanya kesal.

“ayolah jangan membahas perjodohan sialan itu lagi” Dengusnya membuat Haeri tertawa, “ibuku sudah menunggu kalian” Sooji kemudian menarik lengan Haeri dan mengajaknya masuk ke dalam.

Di dapur mereka menemukan Yoorim dan Jongsuk sedang tertawa bersama, saat melihat kehadiran mereka seketika Yoorim menggerling pada Sooji membuat gadis itu mendesah. Dia tau Jongsuk pasti telah menceritakan semua kejadian memalukan itu kepada ibunya.

“jangan membahasnya kumohon” Sooji mengerut masam menatap ibunya saat tau jika kejadian itu akan mereka bahas, seketika membuat ketiga orang dewasa itu menertawakannya.

“baiklah ibu tidak akan membahas itu sekarang, tapi nanti—” Yoorim menatap penuh janji pada Sooji setelah mengatakan hal itu, dia kemudian beralih pada Haeri, “bagaimana kabarmu Haeri? Semuanya baik?”

Haeri mendekat lalu memeluk Yoorim dan sedikit membahas beberapa hal, setelah itu mereka kemudian berpindah ke halaman belakang saat hari sudah menjelang petang. Mereka berencana untuk mengadakan sedikit acara kecil untuk pertunangan yang akhirnya dilakukan oleh Jongsuk dan Haeri dan dengan senang hati Yoorim menawarkan dirinya sebagai tuan rumah.

“Sooji bagaimana dengan Soojung? Apa dia akan datang?” Jongsuk bertanya saat mereka menyiapkan peralatan untuk memanggang daging.

“Soojung masih belum memastikan akan datang atau tidak karena dia masih harus bertemu dengan kliennya tapi Wonho akan datang” Jongsuk mengangguk mengerti lalu mereka melanjutkan kegiatan masing-masing.

###

Myungsoo mendesah menyandarkan tubuhnya di jok mobil, dia melirik ke arah Kangjoon dengan kesal. Pria itu tiba-tiba saja menyeretnya untuk ikut ke tempat yang bahkan tidak diketahuinya dengan jelas.

“Kangjoon katakan kemana kau akan membawaku?” Desak Myungsoo lagi menuntut jawaban dari Kangjoon.

“diam dan ikut saja”

Selalu seperti itu jawaban yang dilontarkan oleh Kangjoon membuat Myungsoo mau tak mau menggerutu sendiri, dia sedang malas melakukan apapun karena hari ini weekend dan akhirnya bisa terlepas dari segala urusan di kantor yang membuatnya penat tapi Kangjoon berhasil merusak semua rencananya untuk bersantai di apartemen.

“anggap saja ini kejutan dariku, jadi diam saja” Kangjoon tersenyum kecil saat mendengar geraman Myungsoo, pria itu jelas tidak akan senang dengan apapun kejutan yang diberikannya nanti.

Karena merasa kesal akhirnya Myungsoo memilih untuk memejamkan matanya, dia tidak peduli lagi akan dibawa kemana oleh Kangjoon. Mendebat pria itu sama saja dengan membuat waktunya terbuang sia-sia karena dia tidak akan pernah bisa menang jika beradu mulut dengan Kangjoon, pria itu terlalu memahami dirinya luar dalam jadi dia selalu menang jika harus saling berdebat dalam masalah apapun.

Perjalanan sore itu memakan waktu yang cukup panjang untuk sampai ditujuan mereka, Kangjoon mendesah saat melihat Myungsoo masih terlelap ketika dia telah memarkirkan mobilnya. Dia kemudian mendekat dan menyentuh bahu pria itu untuk membangunkannya.

“Myungsoo—bangun, kita sudah sampai” Ucapnya sambil mengguncang bahu Myungsoo, “hei bangunlah” Kangjoon terus mencoba sampai merasakan Myungsoo menggeliat ditempatnya pertanda bahwa dia telah tersadar.

“kau membawaku ke mana?” Myungsoo bertanya dengan suara serak, dia benar-benar tidur dengan nyenyak meskipun badannya harus merasa sedikit pegal karena posisi tidurnya yang tidak terlalu nyaman tadi.

“ayo kita turun kau akan tau nanti” Kangjoon tersenyum kecil lalu turun dari mobil meninggalkan Myungsoo yang masih terlihat kebingungan.

Pria itu memperhatikan rumah itu, alisnya berkerut samar saat memiliki sedikit memori tentang rumah yang saat ini berada dihadapannya. Dia seperti mengenal rumah itu tapi tidak bisa mengingat dengan jelas, mungkin karena sudah terlalu lama—atau hanya perasaannya saja.

“Myungsoo ayo cepat!”

Myungsoo tersentak lalu langsung turun dari mobil Kangjoon, dia masih mencari-cari gambaran yang lebih jelas lagi tentang rumah itu. Dia yakin jika pernah ke tempat ini tapi kapan dan dengan siapa dia sama sekali tidak mengingatnya.

“ini rumah siapa?” Myungsoo sudah berada disamping Kangjoon yang baru saja selesai menekan bel rumah itu, “Kangjoon jawab pertanyaanku” Sekarang dia mendesis, kembali merasa kesal karena Kangjoon bertindak seolah-olah tidak mendengar pertanyaannya.

“kau akan tau”

“iya tapi—”

Myungsoo menghentikan kalimat omelannya yang akan dia semburkan pada Kangjoon saat mendengar pintu didepan mereka terbuka, Kangjoon tersenyum dan Myungsoo langsung menoleh untuk melihat siapa pemilik rumah tersebut.

Saat melihat sosok itu, tubuh Myungsoo menegang kaku. Pria itu berdiri di sana dengan ekspresi terkejut yang sama dengannya—namun hanya beberapa detik setelahnya dia menyapa Kangjoon dengan senyum manisnya.

“Kangjoon—masuklah, kalian sudah terlambat” Pria itu mempersilahkan keduanya untuk masuk, sementara Myungsoo masih bertanya-tanya apa yang sebenarnya mereka lakukan di sini dan sejak kapan pria itu pindah ke rumah ini?

“Wonho siapa yang datang?”

Bukankah ini hari yang sangat sial untuknya? Terkutuklah Kangjoon karena sudah memaksanya untuk ikut dan akhirnya dia berakhir di sini. Dia menatap wanita itu dengan tatapan tajamnya, sementara tatapan yang samapun dia dapatkan dari wanita itu.

“mereka baru saja tiba Sooji” Jawab Wonho mengabaikan aura ketegangan yang terjadi di dalam ruangan itu, dia tertawa pelan lalu mendekati Sooji, “ayo—apa kau sudah mengambil minumannya” Wonho memilih untuk membawa Sooji untuk menjauh dari sana sebelum sesuatu terjadi pada wanita itu karena jelas Myungsoo pasti masih merasa tidak senang karena apa yang gadis itu lakukan padanya tempo hari.

“belum—aku membutuhkan bantuanmu” Sooji tersenyum, melirik Myungsoo yang masih menatapnya tajam lalu dia menyeringai saat melingkarkan lengannya pada lengan Wonho, “ayo bantu aku di dapur” Sooji bersorak penuh kemenangan dalam hati saat melihat wajah pria itu yang memerah karena amarah.

Kau lihat ini Myungsoo? Aku tidak akan membiarkanmu merebut Wonho dari Soojung!

“Myungsoo ayo—kita ke dalam, semua sudah menunggu” Kangjoon mengabaikan kemarahan Myungsoo yang terlalu kentara, dia hanya berharap bahwa pria itu tidak mengamuk di rumah ini—meskipun itu mustahil tidak terjadi.

“Seo Kangjoon! Apa-apaan ini?” Desisan tajam itu membuat Kangjoon tersenyum kikuk, “katakan padaku apa maksudmu membawaku ke tempat terkutuk ini?”

“hush! Jangan mengatakan yang tidak-tidak tentang rumah orang—ikut saja denganku, ayahmu sudah menunggu” Myungsoo mengerutkan keningnya bingung, kepalanya sudah sangat pusing dengan kemunculan Wonho dan calon istrinya saat ini dan ada apalagi dengan ayahnya? Mengapa ayahnya bisa berada di rumah ini?

Tanpa sadar, Kangjoon sudah berhasil membawa Myungsoo sampai ke halaman belakang di mana semua orang telah berkumpul. Jongsuk yang melihat kehadiran dua pria itu langsung berseru dan mendekati mereka.

“Kangjoon, Myungsoo kalian tiba” Jongsuk tersenyum hendak memeluk anaknya, tapi Myungsoo langsung tersadar dan bergerak menjauh sambil menatap tajam Jongsuk.

“apa-apaan ini?”

“Jongsuk—apa itu Myungsoo?”

Myungsoo terdiam saat mendengar suara lembut yang menyebut namanya, dia melirik ke belakang punggung ayahnya dan menemukan seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik diusianya yang mungkin sudah tidak muda lagi. Alisnya berkerut saat wanita itu tersenyum dan mendekat padanya.

“oh Myungsoo—kau sudah sebesar ini nak. Bagaimana kabarmu?” Wanita itu tanpa aba-aba langsung menarik Myungsoo dalam pelukannya dan mengusap kepala pria itu membuat Myungsoo merasakan sesuatu yang aneh dalam hatinya.

Tidak, ini tidak benar—mengapa pelukan ini—

“kau tumbuh menjadi pria yang sangat tampan”

Myungsoo menatap wajah wanita itu dalam diam, sementara Yoorim menatapnya haru—setelah bertahun-tahun akhirnya bisa bertemu lagi dengan Myungsoo. Kedua tangannya menangkup wajah Myungsoo dan menatapnya penuh kasih sayang layaknya seorang ibu menatap anaknya sendiri.

“bibi sangat merindukanmu sayang”

Myungsoo tertegun, untuk pertama kalinya setelah sekian tahun dia merasakan perasaan itu lagi. Perasaan disayangi dan dicintai oleh seorang wanita. Dia terus mengamati wajah wanita itu sampai dia mengingat dimana dan kapan dia bertemu dengannya.

“bibi Urim?” Myungsoo bertanya dengan suara bergetar, dia mengingat wanita ini—dulu saat dia masih sangat kecil, masih bahagia bersama ibunya dia sering bertemu dengan wanita ini. Dia adalah sahabat ibunya yang selalu menganggap dirinya sebagai anaknya sendiri, Myungsoo mengingat itu dengan sangat jelas. Tidak heran jika dia merasa familiar dengan rumah ini karena ini adalah milik Yoorim, sahabat ibunya yang sering dia kunjungi saat kecil dulu.

“kau mengingatku sayang?” Yoorim tersenyum bahagia karena Myungsoo mengingatnya setelah sekian lama, melihat Myungsoo mengangguk Yoorim kemudian memeluk pria itu lagi.

Dari kejauhan Haeri yang melihat interaksi Myungsoo dan Yoorim hanya bisa merasa iri, dia senang karena Myungsoo setidaknya tidak menolak untuk berada di tempat ini tapi dia merasa sedih sekaligus karena Yoorim berhasil membuat Myungsoo mengingatnya dan bersikap lunak kepadanya. Sementara kepada Haeri? Bahkan bisa terhitung dengan jari berapa kali Myungsoo pernah menatapnya selama ini. Dia tidak mengerti mengapa pria itu sangat membencinya selama ini, padahal dulu mereka sangat dekat—seperti Yoorim yang dekat dengan Myungsoo.

#

“apa tadi itu?” Wonho tersenyum jail saat Sooji berhasil membawanya ke dapur, gadis itu hanya mengedikkan bahunya lalu mengambil beberapa gelas serta minuman di dalam kulkas, “ayolah Sooji, jangan kira aku orang bodoh yang tidak bisa mengerti ekspresimu tadi”

“baiklah—kau tau ceritanya Wonho. Aku hanya berusaha menjagamu dari pria itu” Sooji mendesah lalu mengernyit jijik saat mengingat Myungsoo membuat Wonho tertawa kecil. Mengingat cerita Soojung tentang pertemuan Myungsoo dan Sooji beberapa hari yang lalu mau tidak mau membuatnya merasa lucu, bagaimana bisa Myungsoo punya pikiran untuk mengancam Sooji yang dia anggap sebagai calon istrinya? Pria itu benar-benar tidak masuk akal.

“sebenarnya kau tidak perlu melakukannya—tapi terima kasih. Kau tau kami punya masa lalu, tidak mudah mengabaikannya begitu saja tapi aku tetap berusaha. Demi Soojung” Sooji mengangguk mengerti, dia mengusap lengan Wonho dan menatap pria itu pengertian.

“aku mengerti—aku sangat berharap keberhasilanmu bersama Soojung, kalian sangat serasi”

“keluarga kami juga mengatakan itu. Aku sangat menyayangi Soojung, dan kuharap cinta itu bisa tumbuh diantara kami” Wonho tersenyum, mengingat bagaimana keluarganya selalu membahas tentang Soojung kepadanya dia jadi tau jika semua orang mengharapkan hal yang sama seperti dengannya. Dia dan Soojung berakhir di atas pelaminan.

“itu pasti, kau pria yang mudah untuk dicintai Wonho begitupun dengan Soojung. Jangan ragukan itu” Sooji ikut tersenyum, mereka kemudian mengangkut semua yang mereka butuhkan ke halaman belakang.

Malam itu kediaman Yoorim cukup rame dengan kehadiran orang-orang terdekatnya, Sooji tersenyum saat melihat kedamaian saat sampai dihalaman belakang, bukannya keonaran yang dia bayangkan saat kedatangan Myungsoo tadi.

Namun alisnya berkerut saat melihat ibunya duduk berdua dengan Myungsoo, mereka terlihat sangat akrab saat mengobrol bersama.

“ah minumannya sudah datang—ayo kita langsung saja” Jongsuk berseru membuat semua orang menoleh pada Sooji dan Wonho yang baru saja bergabung, keduanya tersenyum lalu meletakkan bawaan mereka ke atas meja dan mengaturnya.

“yang ini biar aku yang melakukannya, tuan rumah harusnya duduk saja” Wonho mencegah tangan Sooji yang mengambil gelas untuk diatur di atas meja dan tersenyum pada gadis itu, tapi Sooji menggeleng tidak menerimanya.

“dimana-mana harusnya tamu yang duduk saja dan tuan rumah yang melayani—ayo duduk saja”

“sudahlah Wonho biarkan saja, hitung-hitung sebagai latihan untuk menjadi istri yang baik” Jongsuk menggoda membuat Sooji memerah malu, dia bukan malu karena godaan itu—lebih tepatnya malu karena dia kembali mengingat kejadian malam itu, terlebih lagi pria yang diserangnya berada di sini bersama mereka juga.

“paman—” Wonho tersenyum menggelengkan kepalanya lalu mengikuti perintah Jongsuk, dia mengambil duduk dikursi terdekat dan membiarkan Sooji menyiapkan peralatan makan mereka.

Dari jauh, Myungsoo memperhatikan itu—sepenuhnya mengabaikan Yoorim yang duduk disampingnya, sampai dia merasakan sentuhan lembut dipundak membuatnya mengalihkan perhatian dari Sooji.

“dia Bae Sooji, anakku” Ucapan Yoorim membuat tubuh Myungsoo seketika menegang, dia menoleh menatap wanita itu dengan tatapan tidak percaya.

“di—dia anak bibi?” Yoorim menganggukan kepalanya tersenyum melihat reaksi Myungsoo yang sedikit berlebihan dengan informasi yang baru saja dia berikan pada pria itu.

“iya, ada apa? Kau terlihat sangat terkejut”

Myungsoo menggeleng—pantas pria itu ada di sini, ternyata ini adalah rumah calon istrinya. Dia mendesah, menggelengkan kepalanya—mengapa semuanya harus menjadi serumit ini? Dia senang karena bisa bertemu dengan Yoorim lagi, wanita itu mengingatkannya kembali tentang sosok ibunya yang telah lama dia lupakan—tapi ternyata wanita itu adalah ibu dari gadis yang dibencinya, gadis yang merebut Wonho darinya. Jadi apa yang harus dia lakukan saat ini?

“ayo kita ke sana—sepertinya sudah siap” Yoorim tersenyum mengabaikan keresahan yang sedang dirasakan oleh pria itu sekarang, dia tidak ingin ikut campur karena merasa tidak berhak—biarkan saja pria itu menyelesaikan urusannya sendiri.

“wah makanannya banyak” Yoorim tersenyum lalu menyuruh Myungsoo untuk duduk disampingnya.

Sooji berdecak melihat ibunya yang sangat dekat dengan Myungsoo, entah apa yang telah dilakukan pria itu kepadanya.

“Sooji, ayo duduk jangan berdiri terus” Sooji melirik pria yang baru dia ketahui namanya—Kangjoon, pria itu juga ada di sana saat kejadian memalukan itu terjadi. Astaga Sooji! Kenapa kau selalu mengingat kejadian laknat itu!

Sooji tersenyum kemudian duduk disamping Wonho, hanya itu kursi yang kosong—dan sialnya kursi itu tepat berhadapan dengan Myungsoo, pria yang sangat dia hindari.
Mereka melewati makan malam dengan suasana yang hening, hanya beberapa komentar canggung yang dilontarkan Jongsuk, Yoorim, Kangjoon dan Wonho disela santapan mereka sementara tiga orang lainnya memilih diam dan menikmat makan malam yang terasa tidak terlalu nyaman itu.

“oh ya Wonho, bagaimana proses pernikahannya? Bukankah sebentar lagi?” Myungsoo langsung menatap Wonho saat mendengar pertanyaan ayahnya, dia melihat pria itu tersenyum saat melirik Sooji disampingnya.

“Kami sama-sama sibuk saat ini jadi persiapannya masih sedikit, doakan saja semuanya bisa berjalan lancar.” Wonho tersenyum saat menjawab itu, dia terlihat sangat berharap bahwa pernikahannya benar-benar berjalan lancar dan itu tidak luput dari pengamatan Myungsoo.

“maaf karena membuat Soojung sibuk, kalian jadi jarang bertemu”

Sooji memejamkan matanya saat Haeri menyinggung nama Soojung. Oh, dia lupa jika tidak ada satupun yang tau jika Myungsoo mengira dirinya adalah calon istri Wonho selain pria itu sendiri dan dia sama sekali tidak menyangkal pemikiran Myungsoo itu. Sementara Myungsoo mengangkat alisnya mendengar nama wanita lain disebut dalam pembahasan ini, meskipun dia merasa membenci wanita yang saat ini sedang berbicara—tapi dia berusaha mengabaikan untuk mencari tau apa maksud ucapannya.

“tidak apa-apa, aku dan Soojung masih bisa mencuri waktu disela kesibukan kami” Dan Wonho sama sekali tidak membantu, Sooji menggigit bibirnya kalut—saat ini Myungsoo sudah pasti menatapnya menuntut jawabannya dan dia sama sekali tidak ingin membalas tatapan pria itu. Dia hanya tau jika dia dalam masalah kali ini.

TBC.

 

Hai~ long time no see~

Ahaha, yang tunggu cerita ini siapa?

Maaf baru di update sekarang, aku gak akan kasih alasan apapun ke kalian karena aku tau itu tidak penting.

Sesuai janji aku melanjutkan cerita ini, untuk update selanjutnya aku gak bisa janji kapan. Ditunggu saja entah kapanpun itu, cerita ini akan aku selesaikan jadi jangan minta-minta dilanjutkan lagi karena tanpa permintaan kalian aku tetap lanjutin.

Thank You. xoxo.

 

Best Regards,

elship_L

-08Sep’16

31 responses to “My Lovely Mr. Gay Part 5

  1. Baca, sambil mngingat ingat ceritanya…
    Bklan long story kyaknya..
     ┏┓┏┓
     ┃┃┃┃
    ┏┻┻┻┻┓
    ┃ >┳<┃
    ┃*┗┻┛ ᵗʱᵃᵑᵏчоυ⇝💖
    ┗━ ━ ━ ┛semangat

    Liked by 1 person

  2. Akuuu yg paling nunggu kelanjutan cerita ini *angkattangan* eonn kemana aja nih? Smpe lama gk update huhuhu, tapi gomawo akhirnya update juga, 😁yah walaupun harus flashback keras karna aku lupa sdikit ceritanya hehehe. Baca, makin kesini makin seru, rasanya gemes liat myung sma suzy tuh berantem krna wonho, lucunya yg satu mau ngerebut yg satu mau pertahanin. Baru kali ini aku jg baru baca cerita myung yg gay, dan itutuh bikin aku ngakak hahaha, duhh myung… Dan aku penasarann kenapa myung deket sma bibi urim, tpi gk tau suzy, whyy?? apalagi semakin penasaran kira2 gimanayah moment myungzy nanti, myung bisa kejalan benar gk tuh? Wkwk 😂😂 ditunggu lanjutannya eon, plis jangan long update, okay 😢😢. Fighting eonni!!

    Liked by 1 person

  3. Hahaha myung lupakan saja wonho, buka hati mu untuk wanita ya myung. Hahahaha suzy dalam masalah kerna menipu myung. Padahal myung tidak tanya samada sooji tunangan wonho betul atau tidak. Hahaha

    Liked by 1 person

  4. thanks sudah diupdate…
    kira2 apa yg akan dilakukan myungsoo terhdp sooji sat dia sadar bahwa yg ingin dinikahi wonho adalah soojung???ditunggu kelanjutannya .. hwaiting

    Liked by 1 person

  5. wahh akhirnya comeback juga thor,udah lama nunggu kkk
    gak nyangka suzy ketauan bohong cepet jg,kirain sampe berpart” lagi baru kebongkar^^longlast dan sukses buat soojung ama wonho,biar nanti myungsoo bisa suka sama suzy^^
    next thor:))

    Liked by 1 person

  6. Kalu ini bener2 dalam masalah sooji kayaknya…diap2 terima amukan myung tuh…lagian mau sampe kapan ngerjai myung…ha..ha..Lanjut…
    Welcome back…

    Liked by 1 person

  7. Wooooouahhhh setelah sekian lama aku menunggu next ff ini…
    Akhirnya muncul juga…
    Nah loh…myungsoo mulai curiga…
    Asyik nih….myungie and suzy mulai banyak interaksi….

    Seneng nya akhirnya ff ini muncul juga…
    Gomawo thor….
    Next part thor…

    Liked by 1 person

  8. Hihi akhirnya muncul juga lanjuutan nya, beberapa kali wara-wiri kemari belum juga muncul but now it’s done huuu bahagia aku🙂
    Lucu nya sooji waktu berfikir bakal diapain dia sma myung haha sampe2 bohongin myung kalo dia calon nya shin oppa ujung2nya sih kebongkar juga haha sooji sooji🙂 aku mulai penasaran deh kira2 masa lalu myung yg “kelam” itu gimana, bakalan ada cerita flashback kah? Waaah pasti seruuu bgt tuh klo terungkap penyebab myung gay itu gimana atau udh alamiah nya hehe terus bisa jadi sadar kembali karena sooji.
    Oke sembari nunggu next nya di post aku mungkin mampir ke wattpad nya ogi dlu deh kebetulan ada cerita disana yg blm kubaca. See you on next part. Seberapa pun lama nya aku tunggu kok. Semangat!

    Liked by 1 person

  9. OMG!!! BARU BUKA EMAIL KAK!!! ADUH TELAT BANGET YA 😂
    AKHIRNYA UPDATE JUGA!!!! AKKKHHH!!! GAK TAU MAU KOMEN APA INI UDAH SENENG AJA DIUPDATE JUGA. PENASARAN TERUS SAMA KEKONYOLAN YANG ADA DI ANTARA DUA BIJI MATAHARI ITU 😂🔫
    SEMANGAT KAK UPDATENYA!!!! 💪💪💪
    Aduh ampe lupa uname yang aku pake di sini. Semoga gak keliru yah 😂😂

    Liked by 1 person

  10. Seneng banget author nyempeetin waktu buat update ff ini lagi,aku selalu nungguin post terbarunya.Akhirnya ketahuan juga kebohongan Suzy klo dia bukanlah calon istri Wonho pasti Myunsoo murka abis .lalu akan seperti apa kisah rumit ini berlanjut bikin penasaran akut.

    Liked by 1 person

  11. Seneng banget author nyempeetin waktu buat update ff ini lagi,aku selalu nungguin post terbarunya.Akhirnya ketahuan juga kebohongan Suzy klo dia bukanlah calon istri Wonho pasti Myunsoo murka abis .lalu akan seperti apa kisah rumit ini berlanjut bikin penasaran akut.

    Liked by 1 person

  12. Aku baru sadar masa, sejauh ini myungsoo nganggep suzy itu sebagai tunagannya wonho.. karena hal itu dia jadi gasuka suzy juga.. but, bentar lagi juga myungsoo kayanya bkalan tau kenyataan tentang tunangan wonho itu bukan sooji melainkan soojung..

    Suzy please jangan biarin myungsoo ngacauin pernikahan wonho-soojung😭😭😭 cium aja lagi klo perlu myungsoo nya #apaini😂😂😂😂

    Liked by 1 person

  13. Aku nungguin thor…
    Lama nggak update jd nggak buka2.. tau2 pas buka udh update banyak..
    Karena udh lama bcanya msh mikir2 nginget crt sblmnya…
    Tp lama2 jd nyambung lg,
    Waaahhh jd penasaran sm apa yg bkl dilakuin myung ke suzy ni tau calonnya wonho soojung..
    Lgsg lnjut ya yg ke6nya..
    Oiyaa tnx buat updetannya…

    Liked by 1 person

  14. akhirnya setelah menunggu cukup lama aku bia lanjut baca ff ini🙂
    hah…myungsoo ternyata masih berharap sama wonho yah? dia sampai meminta atau mengancam yah? pada sooji untuk meninggalkan wonho karna dia gay… myung bahkan mengira sooji adalah calon istri wonho kkkk aku jg sampai ngakak dengan pemikiran myungsoo itu =D tpi sepertinya myungsoo akan segera mengetahuinya kalau sooji bukanlah calon instri wonho.. siap2 aja si sooji, kali ini dia bakalan di ‘bunuh’ benran sama myungsoo xixi eh tapi kan sooji gak bilang kalau dia itu calon istrinya wonho. berarti dia gak bohong dong sama myungsoo, iya kan?
    myungsoo sdah mengenal ommanya sooji sedari kecil yah, apa mungkin dia berteman dengan sooji sewaktu mereka kecil? next chapternya pasti di tunggu kok thor..

    Liked by 1 person

  15. ahhh anyeong eonni aku bru bka lgi blog nya dan ya ampuuun aku ketinggalan kirain masih blm d lanjut heheee
    ahhh suzy ketaun deh boongnya ampun bahaya
    wonho oppa ayo berjuang buat sembuh pasti bisa

    Liked by 1 person

  16. Kyaa sdh lama ga berkunjung ke wp ini ,banyak updatean ,thank you thor 😍..pertama td agak lupa cerita terakhirnya, tp baca kedua kalinya sdh inget,..nah ketahuan deh klo benernya tunangannya wonho bukan suzy, hehee kayanya myungsoo bakal smakin benci sama suzy ,lol tp gpp deh pasti myung bakal minta tanggung jwb ke suzy dan bakal ketemu trs mrk trs pasti lama2 myung bisa suka ya ke suzy #ngarep hahaa..

    Liked by 1 person

  17. Aaa…setelah.sekian lama akhirnya dipost jg..thor..iyaaa kebongkar deh kebohongan suzy..niatnya mau ngerjain myung..ee dia malah yg kena..kira kira myung bakalan ngapain suzy iyaa?? Bikin perhitungan mgkin.😄😄
    Dan ternyata eommanya suzy sahabat deket ibunya myung iyaa??? Tp koq dia gag tau suzy?? Emang merka beda umur berapa taun??

    Liked by 1 person

  18. Akhirnya aku bisa baca kelanjutan ff ini di sini lagi, soal x skarang masih gk bisa buka wattpad karna hp x yng lg erorr..
    Sumpah ngakak bnget dengan tingkah suzy yg manasin myungsoo.
    Kalau x myung wktu kecil dekat dngan ibu suzy , apa dulu dia dekat juga sama suzy ya.

    Liked by 1 person

  19. Нaнaɑº°˚=Dнaнaɑº°=D=D sepertinya ketauan nih boong nya suzy ™\=D/ª∕̴ƖΔKΔ∕̴ƖªK∕̴Ɩa̲̅∕̴Ɩӄ\=D/™
    Apa mungkin kejadian ini dapat mendekatkan myungzy….. н∕̴Ɩ҂нǟ҂н∕̴Ɩ
    I hope……..

    Liked by 1 person

  20. Kayaknya aku yang paling telat baca,, soalnya udah lama gak mampir terus gak tau juga kalo ada update.an terbaru kkkkk
    Makin seru aja nih setelah suzy ketahuan bohongnya hahaha……. ditunggu myungzy moment nya kalo bisa dibanyakin kkkkkk
    Next…..

    Liked by 1 person

  21. Akhirny sempat jg buka blogny,krn dlubaca dr sini jd lanjutnny jg dr sini z y…klo wkt kecil sering berkunjung, jd myungsoo lupa dgn suzy?yah,sandiwarany cpt x ketahuan,wjwk

    Liked by 1 person

COMMENT FOR WHAT YOU HAVE BEEN READ!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s