DISGUISE 5B

Image


Title : DISGUISE

Author : @elship_L

Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Suzy

Cast : Park Jiyeon, Jung Soojung, Yoo Seungho, Choi Minho

Genre : School life, Romance, Little bit action (?)

Rating : PG-13

Type : Chapter

Disclaimer : Tokoh utama dan tokoh lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Namun untuk semua cerita, karakter, setting, alur, adalah milik author sepenuhnya.

Huaaaa jeongmal mianhae….mian mian mian😥 author tiba-tiba menghilang hampir dua minggu tanpa kabar atau pemberitahuan sebelumnya. Mianhae *bigbow* author tiba-tiba ditimpuki dengan berbagai macam tugas kuliah, aahh sampai-sampai tidak punya kesempatan buat ngetik. Kuota yang gak pernah ada juga ngedukung banget buat author gak bisa posting ff…mian😥 baru bisa sekarang author postingnya, karena kuota author baru ada sekarang.

Sebagai gantinya hari ini author postingnya sekali dua…yang Hurt Me langsung di post setelah ini J semoga kalian mau maafin author yah :’)

#NB : bagi yang ingin password Hurt Me langsung follow dan mention twitter author atau kirim pesan ke email author yah J

TRAILER | 1 | 2 | 3 | 4 | 5A

Sorry For Typos~

“kau tidak ingin bercerita?” Suara Myungsoo kini berubah menjadi serius, berbeda dengan beberapa saat yang lalu.

“dia…” Gumam Suzy, “kembali? Siapa yang kembali?” Potong Myungsoo lagi, dia tau kalau Suzy akan mengatakan hal yang sama seperti kemarin. Sejenak Suzy menatap Myungsoo.

“oppaku…dia kembali” Lirih Suzy.

“oppamu? Nugu?….solmaa….” Myungsoo terlihat membulatkan matanya terkejut.

“Kris saem?” Tanya Myungsoo Suzy kembali meremas tangan Myungsoo saat mendengar nama Kris, “appo…..” Ringis Myungsoo.

“kalau dia oppamu, terus kenapa kau terlihat ketakutan seperti itu?” Tanya Myungsoo penasaran.

“dia…” Suzy terlihat berpikir, mungkin menimbang apakah harus menceritakannya kepada Myungsoo atau tidak.

“gwenchana…kalau kau tidak ingin bercerita tidak masalah” Ucap Myungsoo yang mengerti raut wajah Suzy.

“Suzy-ah…” Suaranya membuyarkan lamunan Suzy.

“emm…Myungsoo-ah” Sahut Suzy membuat Myungsoo menoleh ke arahnya “waeyo?” Tanyanya.

“apa kau mengkhawatirkanku?”

“ahh paboya? Kenapa kau menanyakan hal memalukan seperti itu? imagemu akan hancur di depannya pabo!” Rutuk Suzy dalam hatinya. Wajahnya kini sudah dia tutupi dengan kedua tangannya saking malunya.

“haha…kau kenapa Suzy-ah, malu?” Tanya Myungsoo sambil tertawa memperhatikan Suzy, “a…aniyo….mm pertanyaanku yang tadi, ka..kau lupakan saja” Jawab Suzy gugup.

“haha..waeyo? bukankah sebuah pertanyaan itu harus di jawab bukannya dilupakan?” Ucap Myungsoo, dia menarik kedua tangan Suzy untuk menjauh dari wajahnya kemudian di tatapnya Suzy lekat.

“aku mengkhawatirkanmu Suzy-ah, manhi…” Ucap Myungsoo DEG~ darah Suzy berdesir mendengar ucapan Myungsoo, matanya mengerjap bersamaan dengan jantungnya yang berpacu dengan kencang.

“mwoya? Perasaan ini aneh sekali” Batin Suzy, dia menatap manik hitam milik Myungsoo, mencari suatu kepalsuan di sana, obseo…dia tidak menemukan kepalsuan, dia menemukan ketulusan dari tatapan Myungsoo. “Apa benar dia mengkhawatirkanku?” Pikir Suzy.

“dia adalah oppa angkatku” Ucap Suzy membuka suaranya, otaknya terus saja menolak untuk meberitahu Myungsoo tentang masalahnya namun hatinya berkata lain, hatinya seperti ingin memberi tahu Myungsoo dan membiarkan Myungsoo untuk melindunginya.

“oppa angkat? Jadi kalian tidak sedarah?” Tanya Myungsoo, “ne, saat itu eomma dan appa membawa Kris oppa ke rumah setelah menemukannya di Jepang” Jelas Suzy. Kemudian Suzy menjelaskan kepada Myungsoo secara detail tentang masa lalunya.

Air mata Suzy yang tadi ditahannya tak terbendung kala mengingat masa lalunya yang kelam itu, di mana Kris melakukannya dengan tidak selayaknya seorang adik. Bagaimana ketika orang tuanya kecelakaan dan meninggalkannya untuk selamanya, bagaimana cinta pertamanya pergi entah ke mana dan sampai sekarang dia bahkan belum mendengar kabarnya.

“gwenchana?” Suara Myungsoo akhirnya keluar setelah keterkejutan akibat cerita yang di dengarnya dari bibir Suzy, matanya kini berair mendengar cerita itu. seakan merasakan apa yang di rasakan Suzy, sakitnya ditinggal orang tuanya sendiri dan dilecehkan oleh oppanya.

“angwenchana..” Lirih Suzy di sela tangisnya, Myungsoo mengusap air mata Suzy dengan lembut, ditangkupnya kedua pipi Suzy.

“Suzy-ah…bolehkah aku melindungimu?” Tanya Myungsoo, seketika tangisan Suzy berhenti dia menatap lekat mata Myungsoo.

“jeongmalyo? Kau ingin melindungiku?” Tanya Suzy balik, “eoh…aku akan melindungimu dari Kris saem. Bolehkah aku?” Ucap Myungsoo tegas, bukannya menjawab Suzy hanya menatap Myungsoo dalam diam.

“Suzy-ah..bolehkah?” Tanya Myungsoo lagi, raut wajahnya kini berubah menjadi khawatir.

Suzy pov

“Suzy-ah…bolehkah aku melindungimu?” Tanya Myungsoo, aku menghentikan tangisanku dan menatapnya intens.

“jeongmalyo? Kau ingin melindungiku?” Tanyaku padanya “eoh…aku akan melindungimu dari Kris saem. Bolehkah aku?” Ucap Myungsoo tegas, bisakah kau melindungiku Myungsoo-ah? Seseorang juga pernah berjanji untuk melindungiku, tapi dia malah pergi meninggalkanku. Apakah kau juga akan sama sepertinya? Seperti L oppa?

“Suzy-ah..bolehkah?” Ucapan Myungsoo membuyarkan lamunanku, haruskah aku berhenti untuk menunggu L oppa? Bagaimana kalau nanti dia kembali, tapi kalau dia tidak kembali lagi? Haruskah aku terus-terusan menunggunya seperti ini?

“bisakah aku mempercayaimu?” Tanyaku membuka suara, kulihat dia mengerjapkan matanya beberapa kali, “tentu saja, nal mideo” Ucapannya cukup meyakinkanku.

Inikah waktunya aku membuka diri? Di saat seperti ini, seseorang datang kepadaku memberikanku kepercayaannya. Melindungiku, itulah yang dia katakan. Geure Myungsoo-ah, aku mempercayaimu.

___

“Minho-ah, apa kita harus menceritakan semuanya?”

“apa maksudmu eoh?”

“kecelakaan itu, kita harus memberitahukan Suzy semuanya”

“kau bercanda Seungho-ah? Kau taukan apa yang akan Suzy lakukan kalau kau memberitahukannya?” Minho membulatkan matanya mendengar ucapan Seungho.

“ara, geunde bukankah dia harus tau? Setidaknya aku sudah merasa lega kalau sudah memberitahukannya” Ucap Seungho, Minho menghela nafasnya berat.

“tapi Seungho-ah, apa yang akan terjadi denganmu kalau dia tau sebenarnya? Kecelakaan itu merenggut nyawa kedua orang tuanya, bukan tidak mungkin kalau kau akan dalam bahaya kalau sampai Suzy mengetahui semua ini” Ucap Minho, matanya memancarkan raut kekhawatir terhadap Seungho.

“aku sudah memikirkannya Minho-ah, dan apapun yang terjadi nantinya aku akan tetap memberitahu Suzy, ini sudah resiko yang harus ku terima karena perbuatanku 4 tahun yang lalu”

“geure…kalau itu adalah keputusanmu Seungho-ah, aku akan selalu disampingmu. Gokjongma” Ucap Minho akhirnya menyetujui keinginan Seungho.

“gomawo..kau memang sahabat yang setia Minho-ah” Ucap Seungho sambil menepuk dada Minho pelan, “haha tentu saja, geunde…bagaimana kau akan memberitahukannya? Apa kau akan langsung menceritakannya?” Tanya Minho, Seungho terlihat sedang berpikir. Memikirkan bagaimana cara untuk memberitahukan Suzy.

“hmm, molla…aku masih belum memikirkan sampai di situ” ucap Seungho dengan polosnya, “aigoo, pabo…ckck, cepatlah pikirkan caranya bagaimana. Sebelum keberanianmu untuk memberitahu Suzy hilang” Dumel Minho, “arasseo sir” Pekik Seungho yang hanya dibalas oleh kekehan kecil Minho.

___

Drrrttt drrrttt~ Myungsoo yang tengah terlelap tidur menggeliatkan badannya karena merasakan getaran handphonenya, perlahan matanya mulai terbuka dan dia meregangkan badannya sedikit.

“akkhhh siapa yang menelpon pagi-pagi begini” Gerutu Myungsoo dengan mata yang masih setengah terbuka, dia meraih handphonenya yang berada di bawah bantalnya dan menekan tombol untuk menjawab panggilan yang mengganggunya tadi.

“yobeoseyo…” Sahut Myungsoo dengan suara serak.

“Myungsoo-ah…kau masih tidur?” Suara seorang yeoja dari seberang membuat mata Myungsoo yang tadinya masih berat terbuka menjadi membulat seketika.

“eomma….” Pekik Myungsoo.

“kau masih ingat suara ommamu ternyata Myungsoo-ah” Jawab eomma Myungsoo sambil terkekeh pelan.

“tentu saja omma…oh ada apa eomma menelponku?”

“apa eomma tidak boleh menelpon anaknya sendiri eoh?”

“aniyo, hanya saja tidak biasanya eomma menelponku kalau tidak ada hal yang penting untuk disampaikan”

“ah geure, kau benar. Begini Myungsoo-ah, tiga hari lagi eomma dan appa akan ke Korea”

“jinjjayo? Wah, kenapa tiba-tiba eomma? Kau tau aku sangat merindukanmu”

“keunyang..hanya ingin mengunjungimu dan anak Bae samcheon”

“Bae samcheon? Nugu?”

“matta, kau pasti tidak mengingatnya Myungsoo-ah. Nanti eomma akan mengenalkanmu dengannya, kalian sangat dekat waktu kecil”

“jinjja? apa dia temanku sebelum aku kehilangan ingatanku eomma?”

“ne, majayo…eoh, Myungsoo-ah eomma tutup dulu teleponnya ne, pekerjaan eomma di sini masih banyak”

“eisshh, padahal aku masih ingin mendengar suaramu eomma. Geure arasseo, annyeong”

“annyeong…keuno. kau baik-baik di sana ne”

“ne…”

Myungsoo meletakkan handphonenya setelah memutuskan pembicaraan dengan eommanya.  Senyumnya tak pernah hilang dari wajahnya mengingat appa dan eommanya akan ke Korea untuk mengunjunginya. Selama setahun lebih dia kembali tinggal di Korea appa dan eommanya sama sekali belum pernah mengunjunginya, jadi wajar saja kalau dia sangat senang saat mendengar kabar itu.

“geunde siapa anak yang dimaksud eomma?” Myungsoo mengerutkan keningnya menginat ucapan eommanya tadi, teman kecilnya?

“ah, molla molla. Aku akan mengetahuinya juga kalau eomma sudah sampai ke sini” Gumam Myungsoo, dia kemudian beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju ke kamar mandi.

___

“eoh Myungsoo-ah, tumben kau bangun pagi hari ini” Ucap Minho yang sudah duduk manis di meja makan.

“ne, tadi eomma menelpon jadi aku bangunnya cepat” Jawab Myungsoo dia kemudian menarik bangku di depan Minho dan duduk.

“eoh, kapjagi..nuguseyo?” Myungsoo tersentak kaget melihat namja asing yang duduk di samping Minho.

“hoh, mwoya ige? Nuguseyo? Ckckck apa kau sedang hilang ingatan Myungsoo-ah?” Pekik namja itu kepada Myungsoo dengan wajah kesalnya.

“hoooo, bagaimana kau bisa tau aku kehilangan ingatanku skearang ini, dan kau tau darimana namaku, apa kau mengenalku?” Tanya Myungsoo membulatkan matanya.

Bugh~ “eyyy pabo…apa kau buta? Lihatlah baik-baik wajahnya” Minho melemparkan sumpit tepat di depan wajah Myungsoo, “aisshh appo paboya!” Pekik Myungsoo keras. Dia kemudian memperhatikan namja yang tidak dikenalnya itu.

Mata Myungsoo membulat saat menyadari wajah namja itu tak asing baginya, penampilan yang sangat berbeda dari sebelumnya, kaos hitam ditambah dengan celana jeans hitam dan dengan rambut coklat berantakan sempat membuat Myungsoo tidak mengenalinya.

“Yoo Seunghoo?” Ucap Myungsoo dengan mulut yang menganga, “huh, aku pikir kau melupakanku Myungsoo-ah” Gumam namja itu yang tak lain adalah Seungho.

“oh, mwoya?bagai….eoh? apa…” Myungsoo benar-benar tidak bisa berkata-kata melihat penampilan Seungho, sungguh berbeda jauh dari Seungho yang dia kenal. Rambut hitam yang disisir rapi, wajah yang terlihat polos dan kacamata besar yang selalu bertengger di atas hidungnya.

“othhae? Bagaimana penampilanku sekarang ini? Apa aku menjadi tampan?” Tanya Seungho, sementara Minho hanya terkekeh memperhatikan wajah Myungsoo yang masih terkejut.

“siapa yang merubahmu seperti ini? Waahh, sepertinya aku punya saingan sekarang” Decak Myungsoo, dia benar-benar mengakui perubahan Seungho yang drastis itu.

“jinjja? sepertinya mulai sekarang kau harus lebih hati-hati. Kepopuleranmu akan pindah kepadaku hahhha” Ucap Seungho disertai dengan tawanya.

“Myungsoo-ah, kau mau tau sebuah rahasia?” Tanya Minho, Myungsoo menoleh ke arah Minho dan menganggukan kepalanya.

“Butuh waktu semalaman untuk membuat rambutnya seperti itu. kau taukan rambut sebelumnya? Sangat keras, ughh benar-benar seperti sapu ijuk” Bisik Minho dengan wajah yang di buat sekeras mungkin seperti menggambarkan keadaan rambut Seungho sebelumnya.

“jeongmalyo? Phhmmmph” Bisik Myungsoo dia sedikit menahan tawanya kemudian menatap Seungho.

“aku bisa mendengarnya Minho-ssi” Geram Seungho. Dia melemparkan tatapan tajamnya kepada kedua sahabatnya ini, sementara yang ditatap hanya terkekeh.

“ah Seungho-ah kapan kau akan berbicara dengan Suzy?” Tanya Minho, mendengar nama Suzy, Myungsoo langsung menghentikan kegiatan makannya dan memperhatikan Minho dan Seungho bergantian.

“mm, molla. Sampai sekarang aku masih belum tau kapan waktu yang pas untuk memberitaukan mereka” Jawab Seungho.

“geure? Bagaimana kalau malam ini saja?” Usul Minho, Seungho berpikir sejenak kemudian menganggukan kepalanya, “geure..malam ini joha” Ucap Seungho lantang.

“ya ya apa yang sedang kalian bicarakan?” Tanya Myungsoo penasaran, “ah itu….mmm bimil” Seungho menoleh ke Myungsoo kemudian meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya.

“aissh jinjja…apa itu? kau mau bicara apa dengan Suzy?” Pekik Myungsoo, “mwoya? Sejak kapan kau suka mencampuri urusan orang begini Myungsoo-ah?” Tanya Minho membuat matanya yang bulat itu semakin bulat.

“ani..aniyo, keunyang….karena kau menyebut nama Suzy tadi jadi aku penasaran” Jawab Myungsoo.

“Suzy? ooo waeyo? apa kau sudah mulai tertarik dengannya sekarang?” Ucap Minho memandang curiga Myungsoo.

“aniragu….ah, dwesseo lanjutkan saja makan kalian” Pekik Myungsoo dengan wajah yang memerah.

“cih, kau bilang tidak tapi mendengar namanya saja wajahmu sampai merah begitu” Gumam Seungho.

___

Tiga namja bertubuh tinggi dan berwajah tampan berjalan memasuki pagar sekolah, seperti biasanya setiap pagi kalau mereka berjalan bersama maka akan menjadi tontonan hoobae bahkan sunbae yang notabenenya adalah yeoja.

Tapi ada sesuatu yang tidak seperti biasanya, kalau sebelumnya mata semua yeoja tersebut terpaku pada namja yang berjalan di tengah, namun tidak dengan kali ini. Mata mereka yang berbinar-binar melihat namja yang berada di sebelah kiri, wajahnya yang tampan dan penampilannya yang acak-acakan membuat semua yeoja itu terpesona.

“siapa namja itu?”

“anak barukah?”

“tampannya…”

Jeritan-jeritan para yeoja menghantui telinga ketiga namja itu, dua namja itu hanya melempar senyumnya sementara namja yang berjalan ditengah hanya memasang wajah datarnya.

“ya, Kim Myungsoo…sepertinya pamormu sudah turun eoh” Bisik namja bermata belo yang ada di samping kanan Myungsoo.

“majayo…mereka semua sepertinya telah luluh denganku” Ucap namja satunya sambil merangkul bahu Myungsoo, sementara Myungsoo hanya mendengus kesal digoda oleh kedua sahabatnya.

Tap tap tap~ langkah kaki kedua namja itu memasuki kelasnya dapat terdengar oleh seisi kelas, bagaimana tidak kini kelas tersebut isinya seakan patung semua. Mata mereka hanya tertuju pada satu orang, yaitu namja yang baru saja masuk tadi. Apalagi para yeoja, mata mereka seakan keluar melihat penampilan namja itu. bahkan melebihi ketampanan Kim Myungsoo.

“Seunghoo-ah….” Pekik Soojung menghampiri bangku Seungho, semua yang mendengar itu hanya membuka mulutnya lebar tak percaya.

“benarkah dia Seungho? Yoo Seungho?” Bisik salah satu yeoja yang duduk paling depan.

“Seungho? Si cupu itu?” Pekik yeoja lainnya, kemudian di ikuti oleh pekikan-pekikan tidak percaya dari yeoja-yeoja lain.

“aisshhh mereka ribut sekali” Gerutu Seungho, “ya…kau kembali dengan penampilanmu yang dulu eoh?” Ucap Jiyeon yang duduk di atas meja Minho.

“haha, butuh waktu lama Jiyeon-ah untuk merubahnya kembali” Ucap Minho.

“jinjjayo? Ckck, pantasan saja waktu awal pertemuan kami tidak bisa mengenalmu. Kau mengubah penampilanmu itu” ucap Soojung.

“walaupun penampilanku berubah tapi setidaknya kalian bisa mengenali Minho kan?” Balas Seungho, Soojung dan Jiyeon menggelengkan kepalanya.

“aniyo…kami tidak pernah berpikiran sampai di situ…hahhha” Ucap Jiyeon kemudian tertawa.

“Suzy-ah annyeong…” Sapaan Myungsoo yang baru saja masuk ke dalam kelas membuat keempat orang yang tadi sedang bercanda bersamaan menolehkan kepalanya kepada Myungsoo.

“Suzy-ah…” Sahut Myungsoo karena Suzy tidak membalas sapaannya melainkan hanya duduk diam dalam pikirannya sendiri, sejenak Myungsoo menoleh ke arah Jiyeon dan Soojung mengisyaratkan-ada apa-dengan mulutnya namun Jiyeon dan Soojung hanya mengedikkan bahu mereka secara bersamaan.

“Suzy-ah waeyo?” Myungsoo duduk di bangkunya dan menatap Suzy yang hanya diam saja, “waeyo?” Tanya Myungsoo lagi, Suzy menolehkan kepalanya.

“Kris oppa…”

“mwo? Kau bertemu dengannya? Apa yang dia lakukan?” Myungsoo menjadi panik mendengar Suzy, “aniyo…aku tidak bertemu dengannya, keunyang…” Suzy menggantungkan ucapannya, terlihat helaan lega dari Myungsoo, “keunyang mwo?”

“sampai sekarang, dia belum menemuiku. Bukankah ini tujuannya kembali?” Ucap Suzy, “ya..bukankah lebih bagus kalau dia tidak menemuimu? Itu artinya dia kembali ke sini bukan untuk mengganggumu lagi” Balas Myungsoo dengan senyumnya.

“ani Myungsoo-ah, aku tau Kris oppa. Dia sudah tidak punya keluarga lagi di Korea, yah kecuali aku, Soojung dan Jiyeon. Jadi kalau bukan karena kami bertiga untuk apa dia kembali?”

“ara, tapi buktinya kalau dia kembali karena kalian mana? Sampai sekarang dia bahkan tidak pernah menghampiri kalian kan?”

“keunyang…museowo Myungsoo-ah” Lirih Suzy, “museowo? Waeyo?”

“aku takut dia akan melakukan hal yang lebih besar lagi” Kini suara Suzy telah bergetar, “gokjongma, bukankah ada aku? Dia atau siapapun tidak akan ada yang bisa menyentuhmu” Ucap Myungsoo dia mengusap punggung Suzy pelan untuk menenangkannya.

“gomawo Myungsoo-ah”

___

“ya itu persediaanku kau jangan mengambilnya!” Pekik yeoja berambut pendek sambil berjalan cepat ke arah kulkas yang sedang ditongkrongi oleh tiga namja.

“ya kau pelit sekali eoh? Hanya sesekali kami mengambilnya” Pekik salah satu namja itu.

“sesekali sih iya, tapi kalau dibiarkan kalian akan keenakan. Palli masukan kembali!” Yeoja itu memukul satu-satu tangan namja tadi kemudian memasukan kembali snack dan minuman miliknya yang sudah berada di luar kulkas tadi.

“eyy Park Jiyeon, sekali saja kami minta makananmu ne” Namja bermata belo itu mengedipkan matanya, “hoh, Minho-ssi…kau jangan melakukan hal itu di depanku, tidak akan mempan. Aku bukan Soojung” Decak Jiyeon kemudian kembali mengatur snacknya dalam kulkas.

“huft dasar pelit!” Pekik ketiga namja itu bersamaan, “ya! Aku bukannya pelit! Lagipula kenapa kalian malam-malam datang ke rumahnya orang untuk makan eoh? Apa di rumah kalian tidak ada makanan?” Pekik Jiyeon balik tak kalah keras membuat tiga namja itu bergidik.

“mwoya! Habis mengatai orang langsung lari begitu saja” Gerutu Jiyeon melihat tiga namja itu berlari meninggalkannya di dapur.

“ya kalian jangan berlarian dalam rumah!” Pekik seorang yeoja lagi yang membuat ketiga namja itu bergerutu dalam hati, “apa yang kalian lakukan di rumah orang malam-malam begini” Yeoja itu menghampiri ketiga namja tadi.

“heissh, ada lagi satu ahjumma yang suka mengomel” Desis salah satu namja itu, “Seungho-ssi aku bisa mendengarmu” Gumam yeoja itu sambil menatap namja di depannya tajam, “hehe, mian” Seungho hanya tersenyum kecut memandang yeoja itu.

“jadi apa yang kalian lakukan di sini?”

“kami hanya ingin meminta makan” Jawab Seungho, “mwo? Apa di rumah kalian tidak ada makanan?” Tanya yeoja itu, “ne, kulkas kami sudah kosong, dan Myungsoo tidak membeli bahan-bahan makanannya” Jawab Seungho.

“ya…kenapa kau salahkan aku? Kau yang tau kalau kulkas sudah kosong kenapa bukan kau saja yang pergi belanja?” Pekik Myungsoo kesal, “nan ara, geunde bukannya kau yang punya rumah eoh? Seharusnya kau yang menyiapkan semua”

“anak ini! Siapa suruh kau tinggal di rumahku!” Teriak Myungsoo tepat di telinga Seungho.

“sikkeureo!!!” Pekik yeoja itu membuat dua namja yang sedang berdebat ditambah satu namja yang sedari tadi diam saja terlonjak kaget, “kalau kalian mau bertengkar kalian keluar dari rumah ini..palli!” Lanjut yeoja itu, ketiga namja di depannya seketika mengatup bibirnya rapat-rapat.

“aniyo…beri kami makan ne” ketiga namja itu mengedipkan matanya dengan memasang wajah memelas, “eigoo, wajah kalian aneh sekali. Geure geure, tunggulah aku panggil Suzy dulu” Ucap yeoja itu kemudian berlalu menuju lantai dua.

“assa!” Pekik ketiga namja itu.

Heol~ Suzy, Soojung dan Jiyeon hanya menganga melihat tiga namja tadi melahap makanannya, “apa kalian selapar itu?” Tanya Soojung, dia menyodorkan sepiring kimchi lagi.

“eoh…dari siang kami belum makan” Jawab Minho.

“ckckck, kasian sekali hidup kalian” Decak Suzy, “geure…semua gara-gara Myungsoo yang tidak mau berbelanja” Ucap Seungho yang mendapatkan tatapan tajam dari Myungsoo.

“ya..sudahlah jangan bertengkar lagi, habiskan makan kalian dan pulang sana” Pekik Soojung, letiga namja itu kemudian menghabiskan makanan mereka tanpa tersisa sedikitpun.

“aigoo aku kenyang sekali” Ucap Myungsoo duduk di atas sofa.

“Suzy-ah, masakanmu sangat enak” Minho yang ikut duduk di samping Myungsoo mengacungkan kedua jempolnya ke arah Suzy.

“jjang!” Pekik Seungho sambil mengulas perutnya yang kekenyangan.

“ya…kalian sudah selesai makan kan? Cepatlah pulang!” Pekik Jiyeon melipat kedua tangannya di depan dada.

“sebentar lagi Jiyeon-ah…” Ucap Minho, dia masih asyik dengan posisinya sekarang.

“huh, pulanglah. Ini sudah malam kami ingin istirahat” Ucap Suzy, mata Seungho yang tadinya tertutup langsung terbuka.

“mm, aniyo…kami tidak ingin pulang sebelum…” Seungho menggantungkan ucapannya untuk membuat ketiga yeoja itu penasaran, namun apa yang terjadi. Dia malah mendapatkan tatapan tajam dari ketiga yeoja itu.

“sebelum apa?” Tanya Soojung dengan mata tajamnya, “eungg, itu…itu…aaahhh molla tatapan kalian terlalu menakutkan, berhenti menatapku seperti itu!” Pekik Seungho frustasi, Myungsoo dan Minho yang berada disampingnya hanya tertawa terbahak-bahak.

“joyonghae!” Pekik Suzy, seketika mereka semua terdiam, “palli katakan sebelum apa?” Lanjut Suzy lagi.

“itu…masalah Kris saem…” Gumam Seungho, mata Suzy membulat seketika bersamaan menatap Myungsoo tajam, “aniyo…bukan aku” Ucap Myungsoo dengan cepat.

“ya…kalian tau darimana masalah tentang Kris saem?” Tanya Myungsoo panik, “mereka…” Seungho menunjuk Soojung dan Jiyeon yang duduk di samping Suzy, tiba-tiba mata Suzy memandang Jiyeon dan Soojung bersamaan.

“mwoya? Kenapa kalian memberitahu mereka eoh!” Pekik Suzy kepada Jiyeon dan Soojung bersamaan, “mian, kami hanya ingin membantumu Suzy-ah” Lirih Soojung.

“membantu? Kalian bukan membantuku melainkan makin mbuatku susah!” Jawab Suzy, mukanya kini memerah dan matanya kembali berair menahan buliran bening yang ingin keluar.

“Suzy-ah, sudahlah kau jangan marah dengan mereka…” Ucap Myungsoo menenangkan Suzy, “geunde…mereka….”

“gwenchana, lagipula Minho dan Seungho tidak akan mungkin menyebarluaskan masalah inikan?” Ucap Myungsoo lagi, “bukankah kalian berteman saat dulu? Apa mereka terlihat seperti orang yang suka menyebar aib orang lain?” Lanjut Myungsoo, Suzy hanya diam mendengar ucapan Myungsoo.

“mian Suzy-ah, kami memaksa mereka berdua untuk memberitahu kami karena kami ingin membantumu juga, bukankah kita ini teman?” Ucap Minho, “ne, Minho benar Suzy-ah, kami tidak punya maksud apa-apa untuk mengetahui tentang masalah ini” Lanjut Seungho.

“Suzy-ah mianhae…aku sangat mengkhawatirkanmu, jadi aku memberitahu mereka berdua agar bisa melindungimu” Ucap Jiyeon, dia menggenggam kedua tangan Suzy.

“Suzy-ah…” Lirih Soojung, Suzy yang sedari tadi hanya diam saja mendongakkan kepalanya.

“gomawo….” Ucap Suzy, Soojung dan Jiyeon tersentak kaget, “gomawo sudah mau membantuku” Lanjut Suzy lagi.

“tentu saja Suzy-ah, kami akan selalu membantumu” Pekik Soojung tiba-tiba, dia langsung memeluk leher Suzy dan diikuti oleh Jiyeon.

“geunde..” Gumaman Myungsoo membuat ketiga yeoja itu menoleh ke arahnya, “apa kau tau Suzy-ah, mengapa Kris saem melakukan itu?” Tanya myungsoo, Suzy hanya menggelengkana kepalanya. Masalahnya sampai sekarang dia juga tidak mengetahui apa penyebab Kris melakukan hal tersebut.

“aku tau…” Sahut Soojung membuat Suzy membulatkan matanya, dan semua mata tertuju padanya.

 

Flashback

 

“oppa…apa yang kau lakukan?” Soojung tengah berjalan melewati ruang tengah tidak sengaja melihat Kris sedang berdiri di depan ruang kerja appa Suzy.

 

“aniyo Soojung-ah, apa yang kau lakukan?” Tanya Kris balik.

 

“aku ingin ke kamaar Suzy membawakan ini” Soojung memperlihatkan beberapa makanan yang dibawanya kepada Kris.

 

“wah, banyak sekali makanannya Soojung-ah, kau dapat dari mana?” Tanya Kris lagi dia mengambil satu snack lalu kemudian membukanya.

 

“ini dari L oppa…aisshh kau mengambilnya jatahku oppa!” Pekik Soojung sementara Kris hanya tersenyum sambil menguyah snacknya.

 

“mian, hehe kebetulan oppa lapar” Ucap Kris, “sini oppa bantu bawa” Lanjut Kris emudian dia membawa sebagian snack yang di bawa oleh Soojung dan mengantarnya ke kamar Suzy.

 

“Suzy-ah, aku membawakan ini…” Pekik Soojung berlari ke kamar Suzy, “ige mwoya?” Tanya Suzy, matanya berbinar-binar menatap semua snack yang dibawa Soojung.

 

“dari L oppa” ucpa Soojung, Suzy memekik kegirangan, L oppa tau saja kesukaannya. Namun senyumannya hilang saat kris masuk ke dalam kamarnya.

 

“igeo…” Kris meletakkan snack yang dibawanya ke atas lantai kamar Suzy, “gomawo oppa” Ucap Soojung girang, dia kemudian menatap Suzy dengan heran.

 

“Suzy-ah, ucapkan terima kasih sama Kris oppa…dia sudah membantuku” Ucap Soojung, Suzy dengan sangat terpaksa membungkukan badannya “go…gomawo oppa” Gumam Suzy.

 

“ne..cheonma sister” Ucap Kris sambil mengulas lembut kepala Suzy.

 

“Soojung-ah, setelah menghabiskan makanan kalian temui oppa ne” Sahut Kris sebelum keluar meninggalkan kamar Suzy.

 

“kenapa dia ingin menemuimu?” Tanya Suzy penasaran,”molla” Ucap Soojung acuh tanpa mengalihkan perhatiannya dari sncak yang dipegangnya sekarang.

___

 

Tok tok tok~ Soojung mengetuk pintu kamar Kris, sedetik kemudian pintu terbuka dan memunculkan sosok Kris lengkap dengan senyumm ramahnya.

 

“oppa waeyo?” Tanya Soojung, “humm ada yang ingin oppa bicarakan, masuklah” Ucap Kris, tanpa babibu Soojung langsung masuk ke dalam kamar Kris.

 

”ada apa oppa?” Tanya Soojung saat sudah duduk di kursi depan meja belajar milik Kris.

 

“maukah kau membantu oppa?” Tanya Kris, kini dia duduk berhadapan dengan Soojung, “membantu? Tentu saja oppa. Apa yang harus kubantu?” Tanya Soojung.

 

“jinjja? aigoo, kau memang adik oppa yang terbaik” Ucap Kris mengelus kepala Soojung, “hmm, mudah saja kok, kau hanya harus masuk ke dalam ruang kerja appa dan mengambil beberapa map yang berwarna merah di sana” Jelas Kris, Soojung terlihat mengerutkan dahinya.

 

“map? Map apa oppa? Untuk apa?” Tanya Soojung, Kris mengulas senyumnya, “kau masih terlalu kecil untuk tau apa isinya Soojung-ah, kau perlu mengambilnya saja ne” Jawab Kris.

 

“geunde oppa, kenapa bukan kau sendiri saja yang mengambilnya?” Lagi-lagi Soojung melemparkan pertanyaan kepada Kris, “emm kalau oppa sendiri yang mengambilnya akan susah, maka dari itu oppa meminta bantuanmu sekarang ini” Jawab Kris.

 

“geure..aku akan mengambilnya oppa untukmu ne” Ucap Soojung girang kemudian keluar dari kamar Kris.

 

Tok tok tok~ kali ini Soojung mengetuk pintu ruang kerja appa Suzy, dia tau kalau siang begini ahbeoji tidak ada di rumah jadi dia langsung saja masuk ke dalam ruangan itu.

 

“map apa yang diinginkan Kris oppa yah?” Gumam Soojung, dia berjalan menuju meja kerja dan membuka laci meja yang berada di sana.

 

Matanya sedikit kebungungan menatap beberapa map yang ada dalam laci tersebut, “map yang mana? Ini terlalu banyak” Ucap Soojung, dia membuka satu persatu isi map tersebut, matanya makin pusing melihat apa isinya.

 

“aiisshh, apa ini pekerjaan ahbeoji? Kenapa terlihat rumit sekali” Gerutu Soojung, dia kemudian mengambil sebuah map yang berwarna merah dan membukanya. Matanya membulat saat melihat isi map tersebut.

 

“Kecelakaan Beruntun 20 Desember 2000 menewaskan tiga pasang suami istri yang sedang perjalanan Dinas ke luar kota”

 

“appa…eomma…” Lirih Soojung membaca nama orang tuanya terdapat dalam daftar korban.

 

“apa ini yang Kris oppa inginkan?” Gumam Soojung, dia kemudian mengambil map tersebut dan menutup laci meja seperti semula kemudian dia bergegas keluar dari ruang kerja appa Suzy.

 

“oppa igeo..” Soojung menyodorkan map tersebut kepada Kris, “kerja bagus sister, kau memang bisa diandalkan” Kris tersenyum menatap map tersebut.

 

“geunde oppa, itu untuk apa? Bukankah isinya tentang kecelakaan waktu itu?” Tanya Soojung, Kris mengangguk pasti.

 

“ahbeoji dan omonim mungkin tidak pernah menceritakan kepadamu dan Jiyeon tentang permasalahan ini. Mereka hanya memberitahu kalian bahwa orang tua kalian kecelakaan kan? Tanpa memberitahu penyebabnya?” Jelas Kris, “ne majayo..apa kau tau penyebabnya apa?” Tanya Soojung.

 

“eoh…ahbeoji dan omonim penyebabnya” Jawab Kris, Soojung membulatkan matanya mendengar Kris, “maldu andwe oppa” Lirih Soojung.

 

“seharusnya yang berada dalam kecelakaan itu adalah ahbeoji dan omonim, bukan orang tua kita” Ucap Kris, matany sedikit berkaca-kaca mengenang kedua orang tuanya.

 

“waeyo?”

 

“saat itu ahbeoji tidak bisa melakukan perjalanan dinas tersebut karena Suzy, atau-taunya anak mereka sedang demam tinggi. Sampai appa dan eomma yang menggantikan mereka, dan tanpa di duga-duga kedua orang tuamu dan Jiyeon juga ikut dalam perjalanan itu” Jelas Kris, airmata Soojung kini telah lolos dari kelopak matanya.

 

“saat tengah berada di perbatasan jalan Seoul menuju Busan, mobil yang mereka tumpangi sedikit oleng sampa appa yang menyetir tidak melihat ada trus pengangkut berasal dari depan, karena telat menyadari itu appa membanting stirnya dan akhirnya menabrak pohon yang berada dipinggir jalan” Lanjut Kris lagi, Soojung mengerutkan keningnya.

 

“kenapa kau bisa tau tentang itu oppa?” Tanya Soojung, “kenapa? Karena aku juga berada dalam mobil itu” Jawab Kris.

 

“saat mobil itu menambark pohon kepala appa terbentur stir mobil sampai pingsan, begitu juga yang lainnya mereka pingsan karena terkejut, aku sendiri yang selamat dengan segera keluar dari mobil berniat untuk meminta bantuan. Tapi…” Tes~ airmata Kris tak bisa dibendung lagi, perlahan buliran bening itu jatuh .

 

“tapi, belum selangkah aku berjalan…bang~ hantaman keras itu mmebuat tubuhku merinding, truk yang tadi dihindari appaku menghantam mobil appa dari belakang sehingga mobilnya hancur tak berkeping” Lanjut kris dengan suara yang memelan.

 

“oppa…” Lirih Soojung, dia benar-benar tak habis pikir bahwa orang tuanya meninggal dengan cara seperti ini.

 

“geuronikka…aku ingin membalaskan kematian orang tuaku, dengan menggunakan ini. Aku bisa membalas kematian mereka” Ucap Kris memegng erat map tersebut. Soojung tersentak kaget mendengar ucapan Kris.

 

“oppa…”

 

“kau tidak mau membantuku Soojung-ah? Orang tuaku, orang tuamu..mereka meninggalkan kita dengan cara yang tragis. Kau tidak ingin membalas kematian mereka?” Tanya Kris, Soojung yang masih dalam isakannya terdiam bingung dengan semua ini. Dia tidak mengerti apa yang idkatakan oleh Kris. Di masih terlalu kecil untuk mengetahui semua ini, itulah yang ada dalam benaknya sekarang.

 

Flashback END

___

Suzy berjalan gontai masuk ke dalam sekolahnya, matanya membentuk lingkaran hitam tanda dia kurang tidur. Semalam otaknya berpikir keras untuk menerima apa yang telah Soojung ceritakan, dan sampai sekarang pun otaknya masih belum bisa menerima kenyataan itu. kenyataan bahwa kedua orang tuanya lah yang seharusnya berada di tempat itu saat kecelakaan naas itu terjadi.

Bugh~ bahu Suzy tidak sengaja menyenggol bahu seseorang, dia hanya menundukkan kepalanya sedikit kemudian berlalu, “Bae Suzy!” Suara yang sudah tak asing lagi di telinga Suzy itu menghentikan langkahnya.

“lagi? Apa lagi yang kau pikirkan eoh?” Suara itu terdengar mendekat menghampiri Suzy, Suzy kemudian berbalik dan menatap pemilik suara itu.

“obseo…” Jawab Suzy datar, “ya apanya yang tidak…wajahmu itu menggambarkan kau sedang memikirkan sesuatu yang berat…mwonde?”

“ani…jinjja obseo Myungsoo-ah” Jawab Suzy, namja itu Myungsoo memandang curiga kepada Suzy.

“apa kau memikirkan masalah semalam?” Tanya Myungsoo, Suzy hanya diam tak berniat membalas pertanyaan Myungsoo kemudian meninggalkannya begitu saja.

“Suzy-ah! Ya Bae Suzy! kau belum menjawabku….ya…berhenti! aisshhh!” Pekik Myungsoo, bukannya berhenti Suzy malah makin mempercepat langkahnya meninggalkan Myungsoo.

“baiklah anak-anak, materi kita sampai di sini. Ingatlah minggu depan kita akan adakan ujian, kalian harus bersiap-siap” Jelas Kim saem mengakhiri kelasnya hari ini, “ne saem” Jawab semua siswa patuh.

“ya Myungsoo-ah, kali ini kau harus mengajarku ne” Sahut Seungho menolehkan kepalanya ke belakang, “ne majayo…aku benar-benar tidak mengerti apa yang Kim saem ajarkan ne” Tambah Minho.

“baiklah asalkan kalian mentraktirku” Jawab Myungsoo, “ok call!” Pekik Seungho dan Minho bersamaan.

“kami juga ne…” Soojung yang tiba-tiba saja muncul diantara Seungho dan Minho mengedipkan matanya beberapa kali ke arah Myungsoo, “eisshh Jung Soojung, kau jangan lakukan itu kepadaku…menjijikkan!” Ucap Myungsoo memasang wajah jijiknya.

“huft! Apa kau tidak punya ketertarikan sedikitpun dengan yeoja eoh? Aku yang secantik ini saja kau lihat seperti itu…eoh solma neo….gay?” Gerutu Soojung memasang wajah sebalnya, kemudian membulatkan matanya.

“ya jangan bicara sembarangan! Aku normal!” Pekik Myungsoo kesal, “jinjja? eyyy aku tidak percaya” Ucap Soojung mengibaskan tangannya di depan wajah Myungsoo.

“hoh, kenapa jadi membahas tentangku sih! Bukannya tadi kau ingin ku ajari?” Ucap Myungsoo mengalihkan pembicaraannya, “ah matta..hehe otthae? Bantu kami juga ne, aku dan Jiyeon sungguh lemah dalam pelajaran ini” Soojung lagi-lagi mengedipkan matanya seraya memasang wajah memohonnya pada Myungsoo.

“hmm, baiklah, selama kaian bersikap baik padaku” Ucap Myungsoo melipat tangannya di depan dada.

“geure….gokjongma, kami akan bersikap baik terhadapmu…” Ucap Soojung melemparkan wink kepada Myungsoo, Myungsoo yang melihatnya malah bergidik ngeri sama dengan Seungho dan Minho.

“Suzy-ah, kau ikut juga kan?” Tanya Soojung, Suzy hanya diam saja tak menjawab.

“eisshh, kenapa akhir-akhir ini dia selalu diam begini” Gerutu Myungsoo, “Suzy-ah…” Myungsoo menyenggol lengan Suzy sedikit, “eoh ne?” Tanya Suzy.

“huh, kau memikirkan yang semalam? Sudahlah lupakan tentang itu, semuanya hanya masa lalu Suzy-ah” ucap Soojung menggenggam kedua tangan Suzy, “aniyo…” Lirih Suzy pelan.

“gwenchana, aku tau kau merasa bersalah. Tapi seharusnya kau tidak begitu, karena memang bukan kau yang salah Suzy-ah, itu sudah takdir” Ucap Soojung lagi, Suzy menitikkan airmatanya lagi. Belum cukup sehari airmatanya berjatuhan akibat mendengar cerita Soojung kini air matanya terjatuh lagi.

“uljjima…” Myungsoo mengusap pelan butiran-butiran yang jatuh di pipi Suzy.

“Bae Suzy..Kang saem mencarimu” Sahut ketua kelas mereka dari ambang pintu, Suzy mendongakkan kepalanya menatap bingung ketua kelasnya itu, “ne? Untuk apa?” Tanya Suzy.

“molla..dia menunggumu di ruang guru sekarang” Jawab ketua kelasnya, kemudian Suzy beranjak dari bangkunya.

“Suzy-ah…”

“nan gwenchan Soojung-ah, jangan khawatir” Ucap Suzy langsung kepada Soojung. dia kemudian meninggalkan kelas dan berjalan menuju ke ruang guru.

“jwesonghamnida, apa Kang saem ada?” Tanya Suzy kepada salah satu guru yang masih berada di dalam ruang guru.

“eoh kang saem? Tadi sepertinya dia sedang keluar, kau tunggu saja dia” Jawab guru itu, “ne, apa dia akan keluar lama saem?” Tanya Suzy, “sepertinya, kau bisa kembali ke kelasmu kalau dia sudah ada aku akan menyuruh seseorang untuk memanggilmu” Usul guru tersebut.

“ah, baiklah saem. Kamsahamnida” Ucap  Suzy sopan, kemudian keluar dari ruang guru.

Alih-alih kembali ke kelas, Suzy lebih memilih untuk ke taman belakang sekolahnya, di sana dia bisa lebih bersantai sambil menunggu Kang saem datang. Lagipula jarak kelasnya terlalu jauh dengan ruang guru jadi menurutnya tempat ini yang efektif.

“huh…udaranya benar-benar sejuk di tempat ini” Ucap Suzy merentangkan kedua tangannya di udara dan berusaha menghirup udara segar memasuki rongga hidungnya.

“tempat ini benar-benar cocok untuk melepas penat” Gumamnya lagi, dia menjatuhkan dirinya di rerumputan lebat di sekitaran taman dan memandang takjub ke arah langit biru.

“appa, eomma…apa yang Soojung katakan benar?” Gumam Suzy, “apa semua itu benar?”

“apa penyebab oppa melakukan hal itu kepadaku karena ingin membalas dendam?” Mata Suzy kembali berair, kini dia sudah mengetahui semua alasan Kris melakukan semua itu padanya, hanya karena ingin membalas kematian kedua orang tuanya.

“kau sendirir sister?” Suara berat yang berasal dari belakang Suzy membuat tubuhnya menegang seketika, perlahan tubuhnya dia balikkan ke belakang dan menatap namja yang tengah tersenyum ramah kepadanya.

“waeyo? apa kau tidak merindukan oppamu ini? Kita tidak bisa memberi salam saat pertama bertemu kan?” Ucap namja itu dia berjalan menghampiri Suzy.

“K…K..Kris op…pa” Lirih Suzy, dia berusaha mendirikan badannya dan berjalan mundur menjauhi kris, “eoh, kau masih memanggilku oppa? Aku kira kau membenciku Suzy-ah” ucap Kris, kini dia telah sukses berdiri di hadapan Suzy.

“ap…apa maumu oppa?” Tanya Suzy dengan suara bergetar, “aigoo, kau tidak usah takut begitu sister. Oppa hanya ingin melepas rindu denganmu” Ucap Kris sambil mengelus lembut pipi Suzy.

“pikyeo…jangan menyentuhku” Pekik Suzy berusaha untuk tenang, hatinya kini sudah kalut berhadapan dengan Kris.

“ooo, kau sudah berani memekik kepada oppamu ne” Ucap Kris, Suzy makin menegangkan badannya saat melihat Kris makin memajukan badannya.

“m..mwo…mwohaneun…geo…ya?” Suara Suzy sedikit  tercekat saat merasakan tangan Kris melingkar dipinggangnya.

“empat tahun tidak bertemu kau semakin cantik Suzy-ah” Ucap Kris, “lepaskan aku…” Suzy meronta untuk dilepaskan namun Kris malah makin mengeratkan pegangannya.

“waeyo? kenapa aku harus melepasmu? Oppa sangat merindukanmu Suzy-ah…” Ucap Kris dengan seramah mungkin.

“lepaskan aku!” Pekik Suzy, “aniyo, oppa tidak akan melepasmu sam….” Bugh~ sesuatu yang mendarat di belakang kepala Kris membuatnya menghentikan katanya dan menatap benda yang tadi terpental di kepalanya.

“oh saem…jwesonghamnida aku tidak melihatmu di sana” Seorang namja yang sudah berdiri tegak di belakang Kris menyahut dan membuat Kris membalikan badannya.

“neo…”

“oh Suzy-ah apa yang kau lakukan di sini?” Namja itu melirik ke arah Suzy.

“urusan dia ada di sini apa itu bukan urusanmu, pergilah kali ini ku maafkan” Ucap Kris, namja itu tersenyum miring mendengar ucapan Kris.

“bukan urusanku? Heh, mianhaeyo saem, kau mungkin tidak mengetahuinya geunde segala sesuatu hal yang bersangkutan dengan Suzy adalah urusanku. Jadi…”

“memangnya kau siapa? kau hanya temannya, jadi kau tidak mempunyai hak untuk mengurus urusannya” Potong Kris dengan suara sarkastik. Namja itu terkekeh kecil membuat Kris menggeram.

“aku? Siapa? Bukankah kau sudah mengetahui namaku? Ah….ani bukan namaku yang kau tanyakan keutchi seonsaeng-nim?” Tanya Namja itu, Kris hanya menatap tajam siswanya.

“namjachingu…”

TBC

Udah baca? Gimana feelnya pas gak? Mmm, menurut kalian di sini momen Myungzy.nya udah dapet atau belum? Kalau belum bilang yah biar next.nya author bakal nambahin lagi deh. Kalau udah pas bilang juga…apalagi kalau misalnya berlebihan J hehe.

FF ini author gak punya niat buat dipanjangin kayak FF kemaren tuh, rencana sih under 10 atau 9 part deh. Gak mau yang panjang-panjang, jadi kalau misalnya kalian ngerasa alurnya kecepatan yah maklum ne J begitu juga dengan ff yang HM, author bakal pake alur yang super cepat di ff itu J

Daripada author banyak bacot mending kalian langsung comment aja yah J hihi

Sekali lagi mian karena author menghilang tiba-tiba *bow* J

103 responses to “DISGUISE 5B

  1. eomma myung mau balik, yes moga suzy cepetan deh tau kaloL itu myungsoo
    sebenernya apa yg dilakukan senghoo, yah senghoo kagak jdi jujur gara soojung nyeritain motif kriss. tapi apa hnya itu? masak mau bales dendam kok malah nglecehin suzy😦 napeun
    itu yg datang myungsookan, hufy takut suzy dilecehin sama kriss lagi. next thor!🙂

    Like

  2. akhirnya dipost juga…….apa yg di maksud seungho itu kecelakaan yg diceritakn oleh soojung??ga sabar juga nunggu eomma myungsoo datang untuk mengenalkan suzy…..gimana reaksi keduanya ya…..untung myungsoo datang tepat waktu……lanjutannya jgn lama-lama ya min…….

    Like

  3. msh pnsran kris cum maw bls dndam taw bneran suka sm suzy ya……
    myungzy momentnya kurang…..yg nimpuk kris,myung yah….n ngaku NCny
    lnjut thor….

    Like

  4. rahasia ap sih yg disimpen seunghoo sma minho??
    kris kaya gitu cman balas dendam?? aihhh
    feel’ny dapet, tp moment myungzyny kurang bnyak… hehe
    d’tnggu lanjutanny…

    Like

  5. Isss thor jahat kali kris balas dendam sampe ngelecehi suzy kayak gitu😦 ,ayoo thor cepat balikin ingat myungsoo thor🙂 ,next partnya jangan lama2 yaa thor ;;)

    Like

  6. Myungzy momentnya kurang thor tp masalah2nya udah mulai kebongkar jd tetep menarik kok
    semangat author ^^
    Minta email author dong..

    Like

  7. Msih bingung soal rahasia seungho tuh yg mana._.?
    Tp moment myungzy feelnya udh dpet kok trs alurnya ga kcepetan kok thor..
    Nextnya d tunggu😉

    Like

  8. wuah myung lo keren abis haha
    suka banget banget banget…
    o ya ortunya myung mau ke situ ?
    gmna reaksinya kalo suzy ketemu sama OTnya myung ?
    next partnya ditunggu kaka😉

    Like

  9. Aigooooo… gak nyangka ternyata itu sebabnya kris melakukan itu semua sama suzy. Dan soojung juga dah tau smuanya.
    Kasian banget suzy.
    Tapi siapa namja yg nolongin suzy tuh?
    Moga aja myungsoo.
    Ayo thor lanjut dong jangan lama-lama n jangan ngilang lagi ne? hehee

    Like

  10. Wah akhirnya d post jga lnjtannya …
    Itu yg nlongin suzy truz blang namjachingu itu myungsoo ya ??? ..
    Kriz krang asem bnget sih …
    Myungzy jjang ..
    Aq mnta pw buat hurt me lwat email kok gagal truz ya ??? … ^^

    Like

  11. gimana reaksi suzy ya kalo udh ketemu ortunya myung kkkkk.
    kris mau balas dendam ternyata. seungho nya gk jadi ngaku yah thor?
    hoho keren thor kereeennnn. momen myungzy nya dibanyakin lagi ya thor:$ next partnya ditunggu. keep writing thor, hwaiting ^^

    Like

  12. wiih keren banget..
    ndak sia” nunggu lama..

    aduuh kris, jhat bnget siih
    slut bnget ma soojung ma jiyeon, mereka msih setia ma suzy..

    cepet donk ibu’na myungsoo dteng, biar myungsoo tw lok suzy adalah teman lama’na..

    buat author semangat iia bikinnya..

    Like

  13. AAAAAAAAAAA myung manly nya keluar pas bilang mau jagain suzy AAAAAAAAAAA pengen juga dong dijagain myung :3 *di gampar* next chap ya min!❤

    Like

  14. itu myung ya??? ngambil kesempatan nih…
    kris balas dendam toh… tapi gak segitunya jg kali…
    kynya kris jg bkn berniat buat balas dendam jg deh…
    moment myungzynya masih kurang…
    ditunggu next partnya…

    Like

  15. myung ya yg ngaku jd pcrnya suzy?? kris mw bls dendam toh.. kshan suzy… smg myung bs jagain suzy… lnjutt chinguuu

    Like

  16. Owh,, ternyata kris mo balas dendam ma keluarga suzy, maka_a kris jahat ma suzy,,
    Sypa tu yg ngaku” jdi pacar_a Suzy?? Myungsoo y?
    Wah makin seru thor,,
    Ditunggu next part_a..

    Like

  17. Apa yg namja chingu itu myungsoo ?
    Kekekke,, akhirnya ff yang di tunggu” di post juga,, next partnya jgn lama” ya oen

    Like

  18. ternyata kris mau bales dendam toh , trus apa yg mau seungho omongin ya ? suzy udh percaya sama myungsoo nih sekarang😀 makin lama makin seru jalan ceritanya thor >< ditunggu next nyaa

    Like

  19. eeecieee myungsoo ngaku dia jadi namja Chingu (친구) nya suzyy , hehehe mudah2 myungsoo cepetan sadar deh kalo dia sama suzy dari dulu udah dekett

    Like

  20. Ooohhh “Namjachingu” wkwkk
    kris tega ya bkin eomma appa suzy meninggal. Untung Myungsoo engga..

    Ahhh jadi mama papa Myungsoo d jepang toh..

    Cpt k korea yaaaa biar L sadar :3

    Like

  21. hoh jadi gara gara itu kris begitu sama suzy jahat bgt deh
    itu yang dateng myung nya haha namjachingu suzy kkk

    Like

  22. seungho sebenernya mau ngomong apa ke suzy ?
    jadi kris mau balas dendam ma suzy
    haha ayo myung lindungin suzy
    jangan biarin kris bales dendam

    Like

  23. Itu seungho mw ngomong apaan si?😀 Myungggsooo😀 lindungin suzy ya ^^ makin seru thor, bca next part ya🙂

    Like

  24. Si kris menyebalkan -_-
    myun jaga suzy ne, jangan sampai disentuh si kris. Penasaran part selanjutnya

    Like

  25. Nugu? Myungsoo kah?
    Eiyy suzy.. Neo arra, L oppamu itu tetap menapati janjinya utk melindungimu walau dia kehilangan ingatan sekalipun.
    Seandainya suzy tau myungsoo itu L psti dia bakal sgt senang..

    Like

  26. Omo omo apa yg dibilang kris itu bener kaya gitu kejadian nya ? Tragis bangt dong !! Huhu😦
    Yaampun myung so sweet bngt mau ngelindungin suzy !!!

    Keren thor !!!

    Like

  27. Ecieee kan main ngaku-ngaku namjachingu wkwkwkwkw xD
    Apaan banget sih itu Kris 😨😡😡d kalo dendamnya udah terseleskan dengan meninggalnya orang tua suzy, harusnya dia udahan dong. Kenaoa harus nyakitun suzy lagi? /sewot sendiri/ wkwkwk lol

    Like

  28. Oke jadi kematian ortuu suzy kris ya penyebabnya??? Gara2 pengen bales dendam??
    Psiko si krisss,,,,
    myungsoo heronya suzyy yeyeye lalalal hahahaha

    Like

  29. Jadi Kris mau balas dendam sama keluarga Bae, apa kecelakaan orang tua Suzy ada hubungannya sama Kris?
    Itu yg dateng Myungsoo ya? dan dia bilang namjachingu Suzy😀

    Like

  30. Ooh jadi karna dendam? Tapo entah kenapa aku rasa bukan karna hal itu doang, aku yakin kalo kris suka dan terobsesi sama suzy -_- asik myungzy makin deket ^^ myung terus lindungin suzy

    Like

  31. Moment myungzy.y mnrut aku kurang thor ..
    Sbner.y kris kmbl lg utk blez dendam atau ada mkzd lain lg ….??

    Like

  32. Myungsoo … dateng nya tepat banget .. ^^
    ciee.. ngaku namjachingu😀 lanjut nya nanti siang ya thor aku mau berangkat sekolah kkk~ *gkadayangnanya -_-

    Liked by 1 person

  33. Emm maksud omongan seunghoo tentang kecelakaan ortu suzy apaa yaa?
    Huh ternyata si kris mau bales dendam karna itu ckck jahat bangett untung tadi myungsoo datengnya tepat waktu dan sampe ngomong namjachinguu acieee wkwk
    Fighting thorr!!

    Liked by 1 person

  34. Emm maksud omongan seunghoo tentang kecelakaan orangtua suzy apaa yaa? Penasarann
    Ihh ternyata si kris mau bales dendam karna kecelakaan itu? Tapikan itu udah takdir mau diapain lagi? ckck jahat bangett sihh untung tadi myungsoo datengnya tepat waktu dan sampe ngomong namjachinguu acieee wkwk
    Fighting thorr!!

    Liked by 1 person

COMMENT FOR WHAT YOU HAVE BEEN READ!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s